
Esok...Lusa...esoknya lusa...dan esok esoknya lagi...
Tak ada kejadian apapun...
semua tenang...
aku pun kembali bekerja dengan tenang...
dr.Farid sedikit pun tidak pernah menanyakan hal itu lagi... interaksi kami pun semakin dekat...
dr.Ryan memilih untuk kembali sekolah...
setelah bertemu di koridor rumah sakit...
dr.Ryan, Om Rendy ataupun Bapak tidak pernah lagi mengungkit masalah "terima kasih"
Bapak pernah memberitahuku bahwa kata terima kasih itu diganti dengan "Hutang politik"
dengan kata lain, bapak akan mengembalikan seluruh biaya kampanye yang dikeluarkan keluarga om Rendy...
aku rasa bapak memiliki pondasi kampanye yang baru...
sehingga bapak berani untuk menolak keluarga om Rendy...
Dan Kapten Adskhan Mandala Putra....
Setiap hari mengirimiku sebuah chat...
Chat yang kadang membuatku tersenyum sendiri...
kadang juga membuatku cemberut...
kadang memuji...
kadang mengejek...
dia tidak pernah menelponku...
tidak pernah juga menanyakan jawabanku atas lamarannya...
-----'xxx-------
Ibu Mandala dan kakaknya benar benar datang...
sewaktu mereka datang... dr.Farid memberitahuku..
"Ega.... Ibunya Mandala dan kakaknya ada di rumah saya... jika kamu punya waktu silahkan kerumah... jika tidak juga kami tidak masalah... "
Tentu saja aku jadi tidak enak hati...
Di hari minggunya aku sempatkan untuk datang...
ketika aku datang... semua terkejut, tidak meyangka aku datang.. tapi semua menyambutku...
Ibunya Mandala melihatku dari Atas sampai bawah...
seperti ibu mertua di sinetron... yang tidak terima anak laki lakinya menyukai perempuan lain kecuali ibunya.... tapi senyumnya hangat menyambutku...
ketika aku bersalaman... tiba tiba ibunya memelukku... aku menjadi salah tingkah...
"aku belum menjadi menantumu ibu.."
Kakaknya Mandala sangat cantik... seperti ibunya..
Wajah mereka asli wajah orang orang turki...
tidak seperti mandala..
mandala memiliki wajah percampuran sumbawa sedikit heheheheh...
Sama seperti ibunya... ketika dr.Farid memperkenalkanku... kakaknya pun memelukku...
dan berbisik "kamu cantik..pantas adik saya tergila gila padamu"
Aku hanya tersenyum kecil..
bahasa indonesia mereka masih fasih...
aku berkomunikasi dengan mereka tetap memakai bahasa indonesia... walaupun dengan si kecil Malika..
Yaa keponakan kecil mandala itu pun diajarkan bahasa indonesia oleh keluarganya... umurnya baru satu tahun.. baru belajar jalan... lucu..
Niatku waktu itu hanya mampir sebentar.. menyapa kemudian pamitan... tapi seluruh keluarga menahanku.. mereka memintaku untuk lebih lama..
ternyata... di siang harinya Mandala datang 🙈
Aku benar benar tidak tau kalo mandala akan datang.. Ketika asyik berbincang dengan kakaknya di teras... sebuah ojek motor datang... seseorang turun dari ojek dengan tas ranselnya...
Aku terpaku sesaat... Aku tau dari penampilannya itu Mandala... walaupun berpakaian sipil.. tapi aku tau itu dia... (kok bisa tau Ga?? 🤪)
Mandala pun dari ekpresinya terkejut melihatku...
mungkin dia tidak pernah terpikir kalo aku sudi datang untuk menemui ibunya...
Melihat adik kakak ini berpelukan...
Aku teringat bagaimana dulu Yudhis dan Yuri 😥
Come on Egaaa....
Mandala mendekatiku... seperti biasa.. menyentil hidungku...
"Apa kabar bu dokter.."
Aku cuman melotot padanya...
Dia tersenyum...
"Sudah ketemu ibu?"
"belum?"
"bercanda..."
kali ini dia mengusap hijab dikepalaku... dia masih menggunakan kacamata hitamnya... aku tidak dapat melihat ekspresi di matanya...
Mandala masuk menemui ibunya...
Aku hanya diam di teras... kagok...
kenapa ada Mandala... jika tau dia datang.. aku tidak akan kemari..
__ADS_1
biarkan dia yang mencariku lebih dulu...
kalo begini, di kiranya aku membuka tangan untuknya.. gengsi dooonngg... 😳
"Ayo masuk bu dokter.." Kakaknya menarik tanganku..
kakaknya Mandala bernama Mandalika... biasa dipanggil Dali... jadi mereka tu Dali dan Dala 🙈
Ketika aku masuk...
Mandala duduk bersimpuh di kursi roda ibunya...
Kepalanya diletakkan di paha ibunya...
Sang ibu pun membelai kepala anaknya...
Terlihat sekali dimana ibu dan anak itu saling merindukan...
Untuk sesaat mereka berdua berkomunikasi memakai bahasa turki... entah apa yang mereka bicarakan... mungkin membicarakanku...
aku harus belajar bahasa turki... biar aku gak di gosipkan di belakangku... eh salah... aku malah di gosipkan di depanku sendiri 😤
Geer kamu Ga... emang kamu yang diomongkan??
Emang kenapa kamu merasa kalo kamu yang diomongkan...
Trus untuk apa belajar bahasa turki??
Mo masuk ke keluarga mereka???
Kalo gak mau masuk kekeluarga mereka.. gak usah lah belajar bahasa turki.. gak usah lah perduli tu orang orang semua mo bicara apa....
Huh... ni otak kiri... ganggu aja....
Aku pamitan setelah sholat Ashar...
dr.Farid meminta Mandala untuk mengantarku...
Aku menolak... tapi percuma, Mandala sudah berdiri, mencium kening ibunya... berbahasa turki sebentar... kemudian mengambil kunci mobil...
Aku pamitan pada semua orang...
Ibu Mandala berbisik padaku...
"saya akan senang jika kamu datang.. Temui lagi saya besok.."
Bahasa Indonesianya memang baku.. tapi aku mengerti maksud beliau...
Aku hanya tersenyum.. tidak berani berjanji untuk datang..
Seperti biasa, Mandala membuka kan pintu mobil untukku... kata kakaknya, Mandala memang romantis seperti almarhum ayah mereka... memperlakukan wanita yang disayanginya sangat spesial... seperti ayah ke ibu mereka...
"Temanin makan dulu yaa... aku belum makan.."
Mandala membuka kata di dalam mobil...
walaupun aku menolak, Mandala yang pegang kendali mobil.. dia langsung menghentikan mobil di sebuah kedai... Kedai Bakso dan Mie Ayam...
"Belum makan... kenapa makan bakso?"
"pengen... kangen makan disini.."
"Gak bagus buat perut..."
"Bodo..."
"Ganti lagi nih... bukan Lelo..."
Aku cuman cemberut...
"Ayo turun..."
"Mie ayamnya enak...baksonya daging ayam..."
ketika kami sudah duduk. Mandala menjelaskan...
Aku memang jarang makan di luar asrama...
Aku tidak tau makanan makanan enak di pulau ini...
"Mau...?" tanya lagi..
"Masih kenyang..."
Aku masih menjawab datar sambil memainkan handphoneku...
Mandala memesan satu porsi mie ayam lengkap untuk dirinya... Aku hanya mengambil satu bungkus kacang dan satu botol air mineral...
Kami duduk berhadapan....Mandala terus melihatku yang asyik memainkan hape sambil makan kacang...
"Kamu kenapa?"
"Apanya?"
Aku sekilas melihatnya, trus kembali ke hapeku..
sebenarnya aku tidak ingin melihat matanya...
aku takut terpesona dengan mata itu...
memainkan hape adalah salah satu alasanku..
"wajahmu berbeda hari ini..."
"jadi cantik apa jelek?"
"Aku serius..... kamu marah padaku?"
Aku kembali diam...
Mandala mengambil hape yang kumainkan...
"Eeehhh..."
Aku berusaha mengambil hapeku kembali...
"Aku tau kamu tidak ingin memandangku.. karena itu kamu memainkan ini... aku ingin bicara..."
akhirnya aku menyerah.. duduk dengan wajah berlipat dihadapannya...
"Ungkapkan apa maumu..."
__ADS_1
Mandala memandangku...
Duh ni mie ayam... kok lama baru datang...
"dokteeeeerrrr...."
Mandala kembali memanggilku...
Dari awal kenal, Mandala tidak pernah memanggil nama kecilku... dia selalu memanggilku bu dokter atau dokter...
Dia tau aku belum memberinya ijin untuk memanggilku Ega...
"Gak usah nanya nanya kenapa sih.."
Aku masih melipat wajahku... sebenarnya aku ingin berkata... "batalkan keinginanmu untuk melamarku"
Tapi kalimat itu tidak terucap keluar..
Mandala hanya tersenyum...
"Okey, aku tidak akan mengganggumu...
ini handphonemu..."
Mandala mengembalikan handphoneku... tapi aku sudah terlanjur bad mood... hanya meletakkan handphone di meja...
Disaat itu, Mie ayam pun datang...
Mandala meramu mie ayam dihadapannya... menambahkan saos, kecap,lombok dan jeruk nipis...
Laki laki ini sama sepertiku... klo makan suka memakai jeruk nipis... hmmmm Jodoh Ga??
tau ah gelap...
"kemaren gak sempat mau makan disini...
akhirnya kesampaian..."
kayak orang ngidam aja...
Mandala menikmati mie ayamnya....
Kok keliatannya enak ya...
kok tiba tiba ngiler yaa...
Tapi gengsi mo pesan juga...
"Mau coba gak? enak lho..."
tiba tiba mandala menyodorkan mie ayamx ke hadapanku... ketahuan yaa kalo aku ngiler.. apa udah netes ni air liur dipinggir bibir 😳
Dan tanpa basa basi aku mencoba mie ayamnya Mandala 🙈
"Enak kan... mo pesan?"
pesan gak yaa....
"masih kenyang..."
akhirnya gengsi mengalahkan segalanya...
"Apa mo bagi dua?"
"Gak, kamu makan aja sendiri.. aku bisa ajak teman nanti kemari..."
"baiklah..."
Mandala melanjutkan kembali makannya...
Setelah selesai dia kembali melihatku...
"Ijinku dua hari... besok pagi aku akan menjemputmu.. kita beli sarapan, kamu bisa berangkat bersama ama ke rumah sakit.."
"memang boleh nolak?"
"hahahahaha... kenapa?"
"lagi malas sarapan pagi.."
"yang ada tu malas makan malam...bukan makan pagi"
"lagi malas sama yang ajak sarapan..."
"kenapa? cinta sama yang ajak sarapan.."
"bodo..."
"hahahhahaa, kata sandinya berubah terus... dari lelo menjadi bodo.."
Aku terus mendiamkan Mandala sampai kami tiba di depan asrama...
"besok jam enam kurang aku sudah di sini... jam enam pas jika kamu tidak keluar, aku akan pergi..."
Aku keluar mobil.. dan Mandala pergi...
mungkin dia pun sudah muak melihat tingkahku yang seperti anak anak 🙈
Aku kan cuman cari perhatian saja 🤪🤪
Dan malam ini aku gelisah...
tidak ada satu chat pun yang masuk dari mandala seperti biasanya...
tidak bisa memejamkan mataku...
mau chat duluan gengsi...
aku hanya membolak balik badan di atas tempat tidur..
kemudian membolak balik hape... berharap ada chat yang masuk...
kenapa dengan diriku??
kenapa aku gelisah ketika Mandala tidak mengirimiku sebuah chat...
kenapa aku khawatir melihat Mandala yang tidak perduli padaku...
Ada apa denganku???
------------xxxxxxxxx------------
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya yaa..
LOVE YOU 😘😘😘