Jodohku

Jodohku
Sakitnya Ama


__ADS_3

"Setelah dua kali puasa, dua kali lebaran dan dua purnama.. akhirnya suamiku pulang juga..."


Mandala tertawa sambil memelukku ketika ku jemput di bandara siang ini...


"Jadi aku bang toyib dong..."


"Kurang lebih lah...."


"Ama kurang sehat... kita langsung bawa ama ke rumah sakit..."


Aku memperhatikan wajah ama yang memang pucat dan lesu...


"Ayo.. aku akan menelpon dokternya langsung..."


Mandala membawa ama menuju mobil...


Ama langsung membaringkan badannya di kursi belakang...


"Bagaimana Sarah?"


Ama masih sempat bertanya padaku di sela sela terpejamnya mata ama...


"Perkembangannya makin bagus Ama.. sudah tenang.. tidak pernah menyakiti dirinya lagi.. selalu ceria sekarang.. sudah bisa diajak bicara.."


"Ama ingin melihatnya..."


"Periksa kondisi ama dulu, setelah itu baru kita melihat Sarah.."


Kali ini Mandala yang bicara...


"Hmmmmm"


Kami langsung ke ruang darurat pasien VIP dan sudah di tunggu dokter Iin yang merupakan dokter umum sebelum di rujuk nantinya ke spesialis...


Ama di dorong menggunakan kursi roda..


Dan di bawa masuk ke dalam ruangan..


Aku mengikuti...


"Dokter Chintya...orang dari luar negeri itu sering bawa virus.. jadi harus di tes darah lengkap.. kamu dan suamimu sehabis ini juga langsung mandi dan berganti pakaian yaa"


"Serius ni dokter?"


"Antisipasi saja.. makanya kami pengambilan darah memakai sarung tangan, masker dan kacamata lengkap... walaupun tidak memakai APD..."


"Suamiku juga perlu di periksa?"


"Kondisinya tidak demam.. tapi kuharap kamu dapat menganalisis kondisi tubuh suamimu dalam beberapa hari ke depan...


Semoga ini hanya flu biasa saja"


Aku mengangguk... sebegitu seriusnya kah ini??


"Untuk paman suamimu ini, harus masuk ruang observasi sampai hasil pemeriksaannya keluar.. untuk sementara jangan di bezuk dulu..."


"Aku mengerti, aku akan memberitahukan hal ini pada suamiku... semoga ini hanya flu dan demam biasa.."


Aku keluar, memberitahukan semua kepada mandala yang dikatakan dokter di dalam tadi...


Mandala mengerutkan alisnya...


"Kasian ama kalo harus sendirian..."


"Ada perawat yang menjaga.. hanya sampai hasil darah keluar... paling lama dua hari ini.."


"Dokter Chintya... dokter Iin ingin bicara..."


Seorang perawat menghampiriku..


Aku pun kembali masuk kedalam ruangan menemui dokter Iin...


"Suamimu perlu ku vaksin terlebih dahulu... jika memang ada virus itu, akan terlihat dalam dua hari.. jika tidak ada, semua berarti aman..."


Aku mengangguk..


"Aku akan memanggilnya..."


"Egaa.."


Dokter Iin kembali memanggilku..


"Eeehhh ??"


Aku kembali membalik kan badanku...


"Aku tahu kalian baru bertemu hari ini.. tapi ku harap tidak ada hubungan dulu sampai semuanya aman... jika tidak, kamu juga akan tertular nantinya.."

__ADS_1


"Enak dong.. kami bisa di karantina bersama.. bertemu terus setiap saat.."


"Dasar edan..kebanyakan bergaul dengan dokter Irawan..."


Aku tertawa...


"Dokter Irawan akan menuntutmu pencemaran nama baik nantinya..."


"Aku akan menceraikannya bila dia menuntutku..."


"Hahahhahaa baiklah dokter Iin ku sayang.. spesialis virus... aku akan memanggil suamiku dulu..."


"Siapa yang spesialis virus.. dasar ngaco hahahha"


Aku keluar memanggil Mandala...


Dan masuk kembali bersama Mandala...


"Begitu seriuskah ini?"


Mandala bertanya pada dokter Iin..


"Virusnya memang dari negara lain.. tapi karena keadaan ama pulang dari luar negeri seperti itu.. kami harus antisipasi.."


"Yang...kata dokter Iin.. jangan ada kontak dulu dengan orang lain.. termasuk denganku sampai hasil tes ama keluar"


Aku berkata sambil tersenyum..


Mandala memandang dokter Iin..


"Tenanglah.. istrimu sudah siap tertular denganmu... terserah kalian saja mau seperti apa... jangan mengunjungi Sarah dulu yaa.. kasian Sarah dan bayinya"


Kami mengangguk...


Aku mengambil handphoneku...


"Aku akan menelpon dokter Irawan menjelaskan semuanya.. akan kukatakan kalo ini semua ide istrinya"


"Egaa... kamu juga harus kuvaksin.. aku yakin tadi kamu sudah memeluk suamimu dan menyentuh ama..."


Aku pun mendekati dokter Iin yang sudah selesai melakukan vaksin pada Mandala...


"Ini spesial buatmu.. aku sendiri yang melakukannya.. kalo orang lain, aku akan menyuruh perawat saja.."


"Aku tersanjung dokter Iin sayang...."


Iin adalah sahabatku waktu kuliah...


Temanku bergadang melakukan tugas tugas kuliah...


Sekarang Iin menjadi dokter umum di rumah sakit yang sama tempatku bekerja...


Dan Iin adalah istri dari dokter Irawan yang sekarang sedang merawat Sarah...


Kebanyakan teman teman kuliahku dulu menikah sesama dokter juga.. ada juga yang menikahi perawat atau tenaga medis lainnya...


Hanya aku yang menikah dengan seorang tentara...


"Aku titip ama yaa bu dokter Iin.. kabari terus keadaan ama.."


"Tenang.. serahkan pada kami.. sana kembali bekerja... jangan lupa suamimu jaga kondisinya..."


Aku mengangguk sambil melangkah pergi..


"Tengkiyu yaa In... "


Iin pun melambaikan tangannya padaku...


"Yang.. pulang kerumah jangan menyentuh apa pun... langsung mandi.. baju yang ini masukan dalam plastik dulu... habis itu makan terus istirahat..."


Aku memberi perintah pada Mandala...


"Yang.. harus begitu ya.. aku baik baik aja.."


Mandala protes padaku..


"Tahu kalo kamu baik baik saja... tapi kan harus antisipasi..."


"Okey.... aku pulang dulu...


Aku dan Mandala pun berpisah...


Aku kembali bekerja...


Dokter Irawan beberapa kali memberi kabar jika Sarah mencariku...


Akhirnya aku melakukan panggilan video untuk meyakinkan Sarah bahwa aku masih berkerja...

__ADS_1


Sarah mematuhiku walaupun hanya melalui video.. dan sama seperti kemarin kemarin, Sarah berjanji bahwa dia tidak akan membuatku sedih....


----------------


Dua hari berlalu...


Semua dapat bernafas lega..


Ama hanya terinfeksi virus flu...


Bukan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan....


Melalui vaksin dan obat obatan, ama mulai membaik... tapi tetap berada di bawah pengawasan para dokter dan tetap tidak bisa dikunjungi banyak orang...


Mandala yang benar benar bernafas lega...


Karena dua hari ini aku terus melarikan diri darinya...


Sore ini sepulang kerja aku mengunjungi Sarah...


Seperti biasa, Sarah berteriak senang melihatku datang kemudian memelukku...


"Ibu jahat, tidak datang melihat Sarah"


"Maaf sayang... ibu banyak kerjaan... hari ini apa yang Sarah lakukan?"


Sarah dengan semangat bercerita padaku... memperlihatkan tulisan dan gambar yang dibuatnya...


Aku pun menanggapi semua cerita Sarah..


Tersenyum geli melihat Sarah yang bercerita layaknya adegan gerak dan tari di televisi.. tangannya terus bergerak seperti penari..


Tiba tiba Mandala masuk ke dalam ruangan..


Aku pun terkejut, karena memang Mandala tidak berjanji untuk datang kemari juga...


Sarah juga bersorak melihat Mandala...


"Suamiku... kamu datang..."


Aku terkejut dengan perkataan Sarah.. dan baru sadar jika Mandala datang dengan pakaian dinasnya...


Dan di luar dugaanku... Mandala membalas pelukan Sarah.. Aku membelalakan mataku ke arah Mandala yang dibalas Mandala dengan sebuah senyuman...


Perhatian Sarah beralih pada Mandala...


Sarah bersikap manja pada Mandala..


Terus memegang tangan Mandala bahkan sesekali memeluk Mandala..


Aku hanya tersenyum setiap kali Sarah bertanya padaku "apakah suaminya tampan?


Dan ketika kami berniat untuk pulang..


Sarah melarang Mandala untuk pulang, meminta Mandala untuk menemaninya...


Terus memeluk Mandala...


Sampai akhirnya Mandala berhasil membujuknya dengan berkata bahwa Mandala harus pergi lagi membawa pesawat terbang untuk kemari menjemput Sarah 🙈


Sarah mengangguk senang karena akan naik pesawat bersama Mandala...


Dan akhirnya mengijinkan Mandala untuk keluar bersama ku dengan meninggalkan kecupan di pipi 🙈


Sabar Ega... sabar...


"Sudah??" Aku bertanya pada Mandala begitu kami keluar dari ruangan...


"Belum.. baru di cium di pipi.."


"Sana balik, minta cium lagi"


"Aku akan kembali kemari menikahi Sarah, jika Istriku terus menghindariku dengan alasan virus..."


Mandala merangkul bahuku sambil kami berjalan keluar rumah sakit...


Aku memberikan tatapan marah pada Mandala yang dibalas Mandala dengan senyuman dan sebuah ciuman di pipi..


"Ayo kita pulang kerumah.. menyelesaikan ini dengan tenang dan damai di dalam kamar kita..."


Mandala memelukku dan mencium kepalaku..


Kami pun berpisah menuju mobil masing masing kembali ke Asrama...


--------


Maaf agak jarang UP nya...

__ADS_1


Lagi sibuk ujian online hehehehehe


LOVE YOU 😘😘😘😘


__ADS_2