
Semalaman aku tidak bisa tertidur...
Dan Pagi ini.. mataku terlihat seperti panda...
Aku benar benar berpikir semalaman...
Apa yang harus kulakukan??
Apa aku harus membatalkan pernikahan ini...
Ayu menyarankanku untuk sholat istiharah tadi malam... meminta petunjuk dari Allah...
Aku sudah melaksanakannya...
Tinggal menunggu apa maunya Allah...
Dan pagi ini, bapak memanggilku...
Mandala dari kemaren juga tidak menelponku...
Tapi aku memang mematikan handphoneku tadi malam... dan baru mengaktifkannya pagi ini...
Tidak ada chat yang masuk dari Mandala seperti biasanya...
Aku duduk di meja makan berhadapan dengan bapak..
"Tadi malam bapak sudah menelpon Mandala... memberitahukan semua padanya... dan mandala memberikan keputusan padamu... terserah apa maumu terhadap pernikahan ini.."
Mandala menyerahkan semua keputusannya padaku?
Tumben... kenapa Mandala menjadi menyerah?
"Kenapa Mandala tidak berbicara pada Ega secara langsung?" tanyaku pada bapak..
"Apa kamu bisa di telpon? apa handphonemu aktif?"
"Mandala sudah bilang, kalo kamu ngambek, kamu tidak akan mau mendengarkannya...apa pun penjelasan dari Mandala.."
Aku terdiam...
"Undangan akan di sebar lusa.. waktumu sampai besok... Mandala juga akan membatalkan semua penerbangan keluarganya... menunggu keputusanmu.."
Bapak berdiri dan bersiap untuk pergi bekerja..
"Pikirkan baik baik... Mandala tidak masalah menunggumu lima tahun lagi... tapi jangan egois, pikirkan semuanya dengan tenang..."
Aku hanya diam tanpa berkata apa apa...
Ketika bapak pergi, aku pun naik kembali ke kamarku.. mengambil handphone dan mencari nomor Mandala...
Aku ragu untuk menelpon Mandala... tapi aku harus berbicara dengannya...
"Halo..." kudengar suara Mandala disana...
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam... "
Mandala terdengar seperti malas berbicara denganku.. tidak ada kata kata sayang yang selalu diucapkannya padaku...
"Kalo sibuk, telponnya nanti saja.." Aku berbicara sangat pelan..
"Tidak... katakan ada apa?"
Aku menarik nafasku...
"Apa yang harus kuputuskan untuk pernikahan ini?"
"Terserah kamu, itu keputusanmu.."
Mandala langsung memotong ucapanku..
"Kamu marah?"
"Apa yang harus aku marahkan?
menurutmu bukankah aku yang salah?
menurutku bukankah aku tidak lebih baik dari dr.Ryan
Menurutmu aku adalah laki laki yang membelimu..
sekarang katakan apa yang harus aku marahkan?"
Suara Mandala sangat keras dan terdengar suara benda jatuh di seberang telpon... sepertinya Mandala membanting sesuatu untuk melampiaskan emosinya..
Suasana di telpon hening...
Aku diam.. Mandala pun diam...
"Apa aku salah mencintaimu... apa aku salah melakukan apa pun untuk kebahagiaanmu..
jika waktu itu kamu bahagia di jodohkan dengan dr.ryan... aku akan melepaskanmu...
aku tidak akan menempuh jalan ini...
Tapi aku melihatmu menangis...
Aku melihatmu bertengkar di telpon dengan bapakmu..
Aku melihat kamu memaki dr.Ryan di rumah sakit..
Jalan inilah yang kutempuh untuk menyelamatkanmu.
Jika kamu merasa bahwa aku salah..
Maaf... maaf... aku benar benar minta maaf..."
__ADS_1
Aku terdiam... tiba tiba air mataku menetes...
Aku tidak bersuara apapun.. hanya suara tarikan dihidungku yang membuat orang tau bahwa aku menangis...
"Aku akan menelpon ke turki untuk memberitahukan semua ini.. juga akan menelpon keluarga yang lain.. aku akan menutup teleponnya.."
"Tidak... tunggu..."
Akhirnya aku bersuara...
"Jangan dibatalkan.. aku akan meneruskan pernikahan ini.. aku tidak ingin lagi egois.. hanya memikirkan diriku sendiri.. tapi aku memiliki beberapa syarat.."
"Kenapa pernikahan harus ada syaratnya?"
suara Mandala kembali terdengar emosi..
"Ini hanya perjanjian finansial.. untuk membedakan antara hak dan kewajiban..."
"okey.. apa syaratnya?"
"aku akan memberitahukan nanti.. setelah kita bertemu langsung.."
"Aku akan datang lusa..."
"Iya, lusa kita bertemu.."
"Baiklah... sampai jumpa.."
Mandala mematikan handphonenya lebih dulu...
Aku tidak tau kenapa aku memutuskan seperti itu..
Tapi mungkin inilah keputusan yang terbaik..
Aku hanya tinggal menunggu jalan Allah yang lainnya untukku...
--------------------------
Dua hari kemudian...
Mandala dan keluarganya sudah datang...
Lusa adalah acara pengajian di rumah sekalian mandi penganten...
Undangan sudah di sebar... dan aku bersiap untuk menjadi pemeran wanita utamanya... tersenyum manis walaupun hati sakit... (lebay Ga...😄🤪)
Malam ini, aku akan kehotel... menemui keluarga Mandala.. dan akan berbicara langsung pada Mandala...
Aku datang sendiri, diantar supir...
Aku menelpon Mandala.. dan Mandala memberitahukan nomor kamarnya...
Di depan kamar mandala aku memencet bel...
Melky yang membuka pintu..
Abang.. ada kakak ipar.." Melky berteriak kearah dalam tanpa mempersilahkanku masuk..
"Dimana kamar Ama dan yang lain?"
Tanyaku pada Melky...
Aku sempat melihat bayangan seseorang yang memakai baju, baru kemudian seseorang itu keluar menemuiku..
"Ayo aku antar.."
mandala berjalan lebih dulu..
Aku terdiam di tempat... ini tidak seperti biasanya...
setiap melihatku Mandala pasti akan memelukku dan mencium ujung kepalaku.. bukan mengacuhkanku..
kenapa hari ini menjadi berubah?
"Abang..." melky memanggil Mandala yang berjalan sangat cepat sedangkan aku hanya berdiri di tempat..
Mandala menghentikan langkahnya.. berbalik melihatku..
"Katanya mo ketemu ama.. ayo.."
Mandala memberi kode padaku untuk jalan..
Aku tersenyum pada Melky...
kemudian berjalan ke arah mandala...
Mandala tidak membawaku ke kamar keluarganya.. tapi mengajakku ke restoran...
" katanya mo bicara.. katakan.."
Mandala berkata padaku...
Aku mengeluarkan kertas yang sudah kepersiapkan.. didalamnya terdapat perjanjian pra nikah yang kubuat di notaris.. dengan kata kata sebagai berikut..
Harta yang dimiliki Mandala sebelum dan sesudah pernikahan adalah mutlak milik mandala seutuhnya.. aku tidak memiliki hak didalamnya..
Aku tidak akan menerima sepeserpun uang gaji Mandala sampai dapat melunasi hutang bapak..
Mengijinkanku untuk bekerja mencari uang untuk diriku sendiri dan untuk membayar hutang..
Seandainya terjadi perceraian, aku tidak berhak menuntut harta gono gini...
Mandala membaca perjanjian yang kubuat, memandangku...
"Kenapa sepertinya aku mementingkan diriku dan takut hartaku kamu bawa lari.. aku tidak menyetujuinya.." Mandala memberikan kembali kertas itu padaku..
"Aku hanya memberitahumu.. bahwa aku tidak akan menggunakan hartamu lagi..."
__ADS_1
Aku pun menyerahkan ATM yang dulu mandala berikan padaku..
Mandala terus memandangku...
"Sudah ku bilang, walaupun organ tubuh ini yang kamu minta, aku akan memberikannya... jangankan cuma harta ini... nyawaku pun akan aku berikan"
"Aku mencintaimu... Aku serius dengan pernikahan ini.. terserah pemikiranmu seperti apa.. tapi apa yang kulakukan semua sudah ku pikirkan baik baik... Aku hanya berharap kita bisa sama sama membangun rumah tangga ini..."
Aku memandang Mandala... menatap kedalam mata birunya... ada rasa sakit dimata itu..
"Tapi hutang tetaplah hutang kan??" tanyaku pada mandala
"Iyaa.. hutang bapak sudah ada perjanjiannya sendiri"
"Kalo bapak habis umur, aku kah yang akan menanggung hutang itu?"
"Tidak.. Istriku tidak memiliki hutang padaku.. jika bapak habis umur, habis juga hutangnya.."
"Mana bisa seperti itu..."
"Didalam perjanjian tertulis seperti itu.. hutang hanya di tanggung sendiri oleh bapak.. aku membebaskan bapak dari hutang jika bapak habis umur.."
"Kenapa seperti itu?"
"Karena aku menyayangimu..."
"Jika kita bercerai?"
"Tidak ada kata bercerai dalam kamusku..."
"Jika..."
"Tidak ada jika... aku hanya akan menikah sekali"
Aku kali ini kalah berdebat kata dengan Mandala..
Biasanya mandala akan mengalah denganku... tapi kali ini Mandala benar benar tidak ingin kalah denganku...
"Aku masih boleh sekolah lagi setelah menikah?"
"Tidak ada yang melarangmu untuk itu..."
"Boleh bekerja di rumah sakit, walaupun jadwal kerjanya tidak menentu.."
"Setelah menikah, kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau... aku selalu mendukungmu..."
"Janji..??"
"Apa aku harus membuat janji tertulis juga supaya kamu yakin?"
"Apa aku boleh membalaskan dendamku pada dr.Ryan dan keluarganya?"
Mandala terdiam dan tiba tiba tertawa...
"Jangan khawatir, Melky sudah mengurus hal itu.."
"Melky?? apa dia bisa?? kamu bilang dia belum dewasa..."
Mandala akhirnya menunjukan senyumannya melihat ekspresiku...
"Jangan khawatirkan hal itu..."
Mandala berdiri...
"Ayo kita kekamar yang lainnya... nanti mereka marah jika tau dari Melky..."
"Kapteeennn..."
Mandala menoleh padaku...
"Berjanji satu hal lagi padaku..."
"Apa itu?"
"Jangan sembunyikan apa pun lagi padaku... jangan main rahasia rahasia lagi..."
"Aku berjanji..."
Aku pun melangkah disamping Mandala...
Menarik sedikit baju Mandala..
Mandala pun menghentikan langkahnya...
memandang tanganku yang menarik bajunya...
"Kenapa mengacuhkanku??" aku bertanya dengan suara pelan..
"Karena aku marah padamu..."
Aku tertunduk... tiba tiba Mandala memelukku...
"Tapi aku tidak bisa berlama lama marah padamu..
sudahlah... kita jadi tontonan orang disini "
Mandala menggenggam tanganku dan membawaku pergi...
Aku sedikit bernafas lega... kuharap keputusanku ini benar..
-------------------
Jangan lupa vote, like dan komennya yaa..
Sampai jumpa di pernikahannya Mandala dan Ega...
LOVE YOU 😘😘
__ADS_1