Jodohku

Jodohku
BAB 168


__ADS_3

Semua tamu yang datang ke kediaman Novanda, berpamitan untuk pulang, Doni, Tami dan kedua orangtuanya keluar dari rumah besar itu.


Mereka saling melambai tangan saat mobil Doni dan Pak Farhan keluar dari pintu gerbang , dan menghilang saat pintu gerbang kembali di tutup oleh pak satpam.


Rafa mendorong kursi roda dan membawa Lisa kembali ke kamar, " Apa kau mau mandi?", tanya Rafa saat mereka sudah berada didalam kamar.


" Iya kak, Lisa merasa sangat panas dan berkeringat, padahal tidak melakukan aktifitas apapun", Lisa merasa aneh.


" Mungkin karena udara sangat panas hari ini", ujar Rafa.


Kemudian mendorong kursi roda hingga depan pintu kamar mandi. Lisa berjalan memasuki kamar mandi setelah Rafa mengisi bak mandi dengan air hangat dan sedikit meneteskan aroma terapi di bak itu.


Lisa masuk ke dalam bak dan berendam disana.


Rafa pun ikut mandi bersama, sekalian menjaga Lisa takut terpeleset.


" Hem, rasanya segar sekali berendam di air yang ber aroma wangi, lihatlah sayang, si dede juga sepertinya merasa senang diajak mamanya berendam, dia jadi lebih aktif menendang", ucap Lisa sambil menunjukan pada Rafa gerakan pada perutnya.


Rafa tersenyum sumringah melihat calon putranya bergerak aktif di perut mamanya,


" Mungkin kelak dia akan menjadi pemain sepak bola, jadi waktu di perut juga menendang-nendang terus", ujar Rafa sambil mengelus perut Lisa dan langsung mendapat respon dari si jabang bayi.


Selesai mandi dan menuntaskan hasratnya sendiri di bawah guyuran shower yang terhalang tirai plastik bening bermotif daun kecil, Rafa melilitkan handuk di pinggangnya dan membuka penutup Tirai itu, Rafa menjumpai Lisa yang sudah membilas tubuhnya dan sudah mengenakan handuk putih yang melilit di tubuhnya.


" Sudah sayang?, ayo kita keluar", Rafa mengangkat tubuh Lisa dan membopongnya keluar dari kamar mandi.


Lisa berdiri di depan lemari pakaian dan memilih baju ganti untuknya dan untuk Rafa.


Selesai berpakaian Lisa kembali merebahkan diri di kasur.


Usai sholat Isa di kamar, Rafa merebahkan diri di samping Lisa. Lisa melingkarkan tangannya di pinggang Rafa. " Apa malam ini kita akan melakukannya?, setiap kali kakak memandikanku, sebenarnya Lisa tahu kakak memuaskan diri dengan cara kakak sendiri di balik tirai. Maafkan Lisa ", ucap Lisa dengan wajah penuh penyesalan.


" Tidak papa sayang, ini demi kebaikan bersama, hal seperti itu kan cuma sementara, dan kita bisa melakukan sepuasnya setelah nanti kau benar-benar pulih" , ucap Rafa mencoba menenangkan pikiran Lisa.


***


Doni langsung pulang ke apartemen, karena Tami pulang ke asrama bersama kedua orang tuanya.


Sepanjang jalan Doni masih kepikiran dengan obrolannya bersama Rafa dan Lisa di gazebo tadi. " Sebaiknya aku dengarkan musik saja biar tidak terus teringat tentang Tami", batin Doni, kemudian menyalakan musik dengan cukup keras.



*Setiap ada kamu mengapa jantungku*


*berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang*


*setiap ada kamu mengapa darahku*


*mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala*

__ADS_1


*setiap ada kamu otakku berfikir*


*bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu*



*mungkin ada kamu di sini aku ingin*


*mungkin ada kamu di sini aku ingin*



*setiap ada kamu mengapa jantung ini*


*berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang*


*setiap ada kamu mengapa darah ini*


*mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala*



*di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak*


*berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang*


*di setiap ada kamu mengapa darahku mengalir*


*mengalirnya lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala*



*mungkin ada kamu di sini aku ingin*


*mungkin ada kamu di sini aku ingin*



(*di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak*


*berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang*


*di setiap ada kamu mengapa darahku mengalir*


*mengalirnya lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala*)



*mungkin ada kamu di sini aku ingin*

__ADS_1


*mungkin ada kamu di sini aku ingin*



Lagu sedang ingin bercinta yang dipopulerkan oleh band TRIAD, menemani sepanjang perjalanan hingga sampai di tempat parkir apartemen.


Sesampainya di apartemen Doni langsung mandi dan berganti pakaian,


" Hari Minggu yang melelahkan", gumam Doni sambil merebahkan diri di kasur.


" Kenapa aku tadi mengatakan kalau aku serius bersama Tami, apa aku sungguh mencintainya, atau hanya tertantang gara-gara kalimat Lisa", Doni terus berpikir.


" Aku tidak menyangka aku bisa sampai seperti ini, apa Tami benar-benar menerima keadaanku dengan masa laluku yang cukup kelam", Doni masih terus berpikir hingga tersadar saat ponselnya berdering.


Doni mengangkat panggilan masuk dari Tami.


" Halo, kenapa Tam?", tanya Doni tanpa basa basi.


" Cuma mau tanya, kamu langsung pulang ke apartemen apa mampir-mampir", kemudian Tami mengganti panggilan telepon dengan video call.


Dari layar ponselnya terlihat Doni tengah merebahkan diri di kasur.


" Jadi lagi istirahat di kamar ya?, udah makan malam belum?", tanya Tami.


" Kenapa?, apa kau mau aku menemanimu makan malam?, aku belum makan, tadi pulang langsung mandi dan tiduran", jawab Doni.


" Aku masih punya banyak makanan, ternyata di mobil ibu bawa banyak makanan, kamu mau?, tapi sudah malam, setengah jam lagi jam 9, sudah nggak boleh keluar asrama", ujar Tami.


" Aku yang kesitu ya?, apa boleh cowok masuk asrama cewe?", tanya Doni.


" Boleh kalau cuma di depan, nggak boleh masuk kamar, tapi udah malem, makan barengnya besok-besok saja, atau besok pagi mampir lewat depan asrama, aku tunggu nanti kita makan bareng di mobil kakak", ucap Tami.


" Oke, kamu jam berapa ada kelasnya ?", tanya Doni.


" Jam 9 baru ada kelas", jawab Tami.


" Oke kalau begitu jam 7 aku jemput kamu di depan asrama", ujar Doni.


" Loh kok jam 7, kan masuknya jam 9, apa nggak kepagian?", tanya Tami.


"Ya nggak lah, satu jam sama kamu, karena jam 8 kan aku harus masuk kantor", ucap Doni.


" Oh iya, besok kan hari Senin dan kamu kerja, ya sudah aku tunggu di depan asrama jam 7 pagi, kakak jangan telat lagi kaya tadi pagi", Tami langsung mengingatkan, agar Doni tidak telat lagi.


" Oke oke, nanti aku pasang alarm biar nggak telat bangunnya. Sampai jumpa besok sayang, selamat tidur, jangan lupa mimpiin aku", Doni sedikit menggombal.


" Met malem, mimpiin aku juga ya, sampai jumpa besok, daah".


Tami dan Doni mengakhiri teleponnya.

__ADS_1


" Nggak usah di suruh juga sudah mimpiin kamu Tam, mimpi indah, sangat indah", gumam Doni kemudian memejamkan matanya.


__ADS_2