Jodohku

Jodohku
Hanya solidaritas


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu...


Satu bulan juga aku tidak bertemu Yudhis...


Tidak menjaganya..


Karena sekarang Yudhis berada dibawah pengawasan keluarganya.


(pengawasan thor... bahasanya seperti tawanan narkoba aja hihihihi)


Aku hanya tau dari Yuri bahwa Yudhis sekarang lebih emosian... mudah marah.. jika ada yang dia tidak suka...akan selalu melemparkan barang barang yang ada didekatnya...


Hmmm... aku sepertinya harus pindah jurusan nantinya... jika aku ingin siap menjadi istri Yudhis, sepertinya aku harus mengambil jurusan dokter kejiwaan 😁😄🤭


Hari ini seperti biasa,


kuliah..kuliah dan kuliah praktek...


Sepulang kuliah hari sudah sore, jam ditanganku menunjukan pukul empat sore..


handphoneku mati, karena aku memang suka mematikan handphone disaat aku kuliah...


Kuliah ini bagiku sangat sulit.. tidak ada waktu bagiku untuk memainkan handphone atau mengeceknya disela sela kuliah..


Setelah selesai kuliah, baru kuaktifkan kembali...


baru beberapa detik kuaktifkan, handphoneku terus bergetar... 100 notif telepon yang masuk... semua dari Yudhis atau Yuri... dahiku sedikit berkerut... ada hal yang pentingkah???


Kuperiksa chat di whatsapp ku...


"Teh Ega, Aa masuk Rumah sakit"


Whatsapp dari Yuri pukul 12.15 siang


"Teh Ega, kenapa handphonenya mati"


Whatsapp Yuri pukul 13.00 siang


"Teh Ega, cepat hubungi Yuri"


Whatsapp Yuri pukul 13.15 siang

__ADS_1


"Teh Ega, Aa dinyatakan dokter Koma"


Whatsapp Yuri pukul 15.00


DEG.... jantungku seperti mau berhenti...


KOMA????


seketika aku langsung membuka kontak... mencari nomor Yuri.. tidak terangkat...


kutelpon nomor Yudhis... tidak aktif...


kutelpon Teteh Yuni... tidak diangkat...


Apa mereka marah padaku????


kenapa tidak ada satu orang pun yang mengangkat telponnya...


Aku bergegas keluar kampus..


menghubungi salah satu teman kampus untuk menguruskan ijinku... teman kampus yang tau cerita tentang aku dan Yudhis...


Ketika aku sudah mengendarai mobil keluar komplek, Yuri menelponku... aku berhenti dipinggir jalan... menjawab telpon dari Yuri...


"Yuri, Teh Ega sudah mo berangkat.."


Aku langsung to the point ketika menerima telpon.


" Teh Ega sekarang dimana?? Papah bilang jangan berangkat sendiri"


"Sama siapa Yuri...Teh Ega bingung mo ajak siapa untuk berangkat.."


"Kata papah pokoknya gak boleh sendiri.."


aku menghela nafas, mungkin Yuri mendengarnya..


"Teh, Aa baik baik saja.. teteh jangan cemas.. sekarang teteh berpikir jernih dulu, siapa yang akan teteh ajak berangkat.."


"Baiklah, teh Ega akan pikirkan dulu..kabari teh Ega terus ya Yur.."


"Hati hati dijalan Teh..."

__ADS_1


Yuri menutup telpon.. sedang aku berpikir keras, siapa yang akan menemaniku...


Aku mengendarai mobilku kerumah Abi dan Ummah... kupikir sekalian saja, toh jalurnya juga melewati rumah abi dan ummah...


Di rumah Abi dan Ummah...


kuceritakan semuanya...


Dan akhirnya Abi dan Ummah yang menemaniku berangkat bersama pasukan kecilku si tembem Dilla..


Keluarga Papah juga mengenal Abi dan Ummah.. mereka pernah bertemu...


Diperjalanan Abi memintaku untuk mensegerakan menikah dengan Yudhis...agar aku bisa menjaganya.. bagaimana pun juga kami belum muhrim, jadi disegerakan menjadi muhrim...


begitulah ceramah abi di perjalanan ini...


Aku hanya menjawab dengan "Iya dan Iya"


Dikira Abi aku siap apa..


aku lho masih mau senang senang... maunya pas nikah tu dijaga dan dimanja.. bukan malah jadi penjaga..


tapi mana berani aku mengungkapkan isi hatiku pada Abi 🤭😁 bisa di hukum cambuk aku malam ni juga 😄


Klo gak siap jadi istri Yudhis dan merawatnya..


kenapa khawatir ketika mendengar Yudhis masuk rumah sakit dan Koma??


Solidaritas gaes... nanti dikira gak perduli ma tunangan.. entar kalo Bapak tau, habislah uang bulanan gak dikirim bapak...


eits, bener solidaritas??


cuma aku dan author yang tau bagaimana perasaanku pada Yudhis...


See u next episode ya gaes...


Love You All..


Jangan lupa vote, komen dan likenya yaa


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2