
Tidak ada yang kami lakukan malam ini...
Selesai makan malam...
Aku dan Mandala masing masing dengan dunianya sendiri...
Mandala menggerjakan sesuatu di laptopnya... dan aku mulai belajar kembali..
membaca kembali buku buku kedokteran... aku takut otakku jadi buntu karena lama menganggur 🤪😄
"Sudah beritahu Bapak dan Ibu kita pulang besok?"
"Sudah.."
"Ada tanggapan?"
"Bapak juga harus keluar kota besok... jadi tanggapannya cuma.. pesawat jam berapa?"
"Kita ambil pesawat malam..."
"Kok malam?" Aku menutup buku yang kubaca..
"Pagi besok ada yang harus ku urus dengan bapak"
"Masalah hutang?" Aku berpindah tempat duduk mendekati Mandala..
Mandala mengangguk, membelai rambutku
"Jangan terlalu banyak berfikir yang macam macam"
Mandala menutup Laptopnya...
"Ayo tidur... beberapa hari ini aku kurang tidur.. malam ini mau tidur lebih cepat.. tolong ambilkan aku air putih ya yang.."
Aku mengangguk, meletakkan buku dan mengambil air putih untuk Mandala...
Berbaring disamping Mandala....
😳 Apa aku harus memulainya duluan??
"Kenapa wajahmu merah?"
"Eh, Panas.."
Mandala menarikku ke dalam pelukannya...
"Tidur, istirahat... otaknya jangan dipakai berfikir yang aneh aneh"
Mandala menekan kepalaku kedalam pelukannya... menciumi rambutku...
"Sudah tiga malam... kenapa?"
Aku bertanya dengan sedikit takut dan malu...
"Karena aku ingin semuanya spesial... istirahat dulu... Apa kamu sudah tidak tahan lagi?"
"Sembarang..." Aku mendorong Mandala...
"Aku takut kamu memiliki kelainan seksual..."
Mandala tertawa....
"Sebagai seorang tentara, kami harus bisa menahan diri, bagaimana jika nanti kami harus bertugas jauh dari istri?"
"Mungkin mereka akan selingkuh.. atau bermain di komplek komplek..."
"Jangan asal bicara.. tidak semua tentara seperti itu.. walaupun ada itu cuman oknum... dan biasanya si wanita yang duluan menggoda..."
"Jadi, para wanita ini penggoda?"
"Yaa... kamu wanita penggodaku.."
Mandala meraih kepalaku.. mengangkat kepalaku sedikit keatas.. menemukan bibirku dan menciumnya..
Kupikir Mandala akan menyerah malam ini, ternyata ini hanya sampai disini...
"Cukup wanita penggodaku.. sekarang tidurlah..."
"Kapteeennnn???"
Mandala tersenyum.. menarikku erat kedalam pelukannya...
"Tidurlah sayang..."
------------------------
Aku berkemas pagi ini...
Seluruh pakaian Mandala sudah berada di dalam koper... Pakaian Mandala tidak banyak.. tapi bagaimana dengan pakaianku??
Aku bingung... berapa banyak pakaian yang harus kubawa??
Haruskah aku membawa seluruh pakaianku??
__ADS_1
Aku sudah mengemas barang barangku ke dalam kardus dan mengirimkannya ke alamat rumah Mandala...
Tapi tetap saja barang yang kubawa masih sangat banyak 🙈
Mandala pagi tadi juga sudah pergi dengan bapak... Seandainya ada Mandala, aku bisa bertanya padanya..
Kenapa aku tidak menelponnya??
Tapiii... bukannya Mandala masih ada yang di urus dengan Bapak...
Arrrggghhhh kenapa otakku jadi buntu begini...
Aku seorang dokter, masalah baju saja aku tidak bisa menyelesaikannya??"
Akhirnya aku memasukan baju baju favoritku saja...
Jika memang aku kehabisan baju, aku akan minta ke Mandala untuk membelikanku...
Yaaaa... aku tersenyum ceria...
Aku akan minta apa pun pada Mandala... dan dia pasti akan memberikannya padaku...
Selesai...
masih ada waktu untuk memejamkan mataku sebelum bersiap kebandara....
Aku tertidur... dan dalam tidurku...
Aku melihat Yudhis di makamkan... dimasukan ke dalam kubur... semua orang di samping makam menangis termasuk diriku...
Aku terbangun dan aku benar benar menangis...
Lagi lagi aku bermimpi..
aku memang harus kemakam Yudhis..
sudah satu tahun ini juga aku tidak mengunjungi makamnya...
semoga mandala bersedia ku ajak kesana...
Mandala kembali di sore hari...
Kami bersiap siap untuk kebandara...
"Gimana urusannya tadi?"
"Sudah beres.."
Mandala memandangku...
"Dua puluh persen..."
"Langsung cair tadi?"
"Kamu mau uangnya?"
Mandala tersenyum...
"Tidak... siapa yang mau.. aku cuma bertanya"
Mandala duduk diatas tempat tidur...
menjelaskan padaku...
"Semua uang perusahaan, akan masuk kerekening perusahaan... tapi amantua membagi separonya untuk Ama dan ayahku... bagian ayahku tentu saja kubagi dengan Kakak Dali... kalo sudah masuk ke rekening perusahaan, selanjutnya urusan Melky..."
Aku hanya membentuk huruf O di mulutku...
"bagianku tentu saja menjadi milikmu.."
"tidak, uangmu adalah uangmu... aku tidak menginginkannya... aku hanya akan mengambil uang gajimu saja... cuma itu hak ku.."
"Baiklah, mulai sekarang kamu akan menjadi bendaharaku.. aku yang akan meminta uang nantinya padamu.."
Mandala menyerahkan padaku satu lagi ATM...
"Ini ATM gajiku... kalo uang perusahaan, ATM nya di Melky... aku tidak pernah mengambilnya... ayo siap siap... kita sholat maghrib di bandara saja..."
"ini isinya berapa??"
Aku mengayunkan ATM di tanganku...
"Sudah kukosongkan untuk biaya pernikahan kemaren... akan terisi kembali gajian bulan depan.."
"Kapteeeennn"
"Iya sayangku..."
Mandala menarikku dan lagi lagi menciumku 🙈
‐----------------------
Pesawat kami lepas landas...
__ADS_1
Aku sebenarnya takut di perjalanan malam ini...
Jadi sepanjang perjalanan aku hanya menggenggam tangan Mandala...
Dan Mandala memilih untuk tidur...
Kami di jemput Melky...
"Semua sudah siap?"
Mandala bertanya pada Melky...
"Sesuai arahan Abang..."
"Ayo..." Mandala menggenggam tanganku pergi menuju mobil...
"ini bukan arah pulang kerumah..."
Aku yang duduk di belakang memperhatikan jalan yang diambil Melky...
"Hanya mengikuti instruksi dari atasan"
Melky tertawa...
Mandala hanya asyik memainkan handphonenya...
Kami berhenti di sebuah hotel ternama di Ibukota...
"Kenapa tidak pulang kerumah?"
Aku bertanya pada Mandala...
Mandala hanya tersenyum... dan menarikku masuk...
Setelah Melky menurunkan dua tas koper milikku dan Mandala.. dia pun berpamitan pulang...
"Selamat berbulan maduuuu"
Kata kata yang diucapkan Melky sebelum menghilang dari pandangan membuatku terdiam...
Apa ini memang sudah di rencanakan Mandala???
"Kenapa??? Ayo..."
Mandala menggenggam tanganku... membawaku masuk ke dalam lift menuju kamar yang sudah dipesan...
Jantungku berdegup dengan kencang...
Kemarin mempertanyakan.. sudah waktunya malah gugup 🙈
Mandala membuka pintu kamar...
Masih tetap menggenggam tanganku..
"Masih mau mempertanyakan sesuatu?"
Aku menggeleng dengan pelan...
Terasa bahwa wajahku menjadi hangat...
"Kenapa wajahnya jadi merah lagi?"
Mandala berbisik di telingaku... membuat bulu bulu dileherku berdiri semua... Aku berdiri dengan kaku...
Tiba tiba Mandala menggendongku... menuju tempat tidur yang sudah di hias dengan bunga berbentuk hati...
"Siapa yang mendekor kamar ini?"
"Melky dan pihak hotel..."
"Bagaimana aku menghadapi melky nanti..." aku menutup wajah dengan kedua tangan...
"Kenapa harus bagaimana? kamu istriku... kita tidak sedang berselingkuh.."
"Kapteennn....aku malu.."
Mandala membaca sesuatu di kepalaku.. kemudian mencium kepalaku..
Malam ini aku resmi menjadi milik mandala seutuhnya... Mandala memperlakukanku seperti barang mahal yang langka... sangat lembut dan hati hati... inilah "khalwah" ku...
Ya Allah... Aku mohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa.. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang Ia bawa..
Berikan keberkahan kepada kami berdua...
----------
makin turun ni rangkingnya..
Tolong votenya yaa
Jangan lupa untuk tetap stay dirumah...
LOVE YOU 😘😘😘
__ADS_1