
Setelah pernikahan Ayu...
Aku kembali menyiapkan diriku untuk mengikuti tes untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) dokter...
Paling tidak, setelah itu aku akan mendapatkan ijin praktek mandiriku... dan bisa melamar di rumah sakit swasta...
Tapi aku juga ingin mengikuti tes ASN... Siapa tau aku beruntung lolos dan bisa bekerja di rumah sakit milik pemerintah..
Dengan jabatan yang dimiliki bapak di kota ini, sebenarnya mudah bagiku untuk menjadi ASN di salah satu rumah sakit milik pemerintah...
Tapi aku ingin menggunakan kekuatanku sendiri...
Aku tidak ingin orang orang tau bahwa bapak ku adalah seorang pemimpin di daerah ini...
Aku tidak ingin orang orang menghormatiku atau mencari muka denganku karena kedudukan Bapak...
Dan Hari ini...aku berangkat ke Ibukota...
Bapak dan Ibu terlalu sibuk sehingga aku harus membiasakan diriku untuk berangkat sendiri...
Hanya para asisten rumah tangga dan supir yang mengantarku...
Sejak bapak menduduki jabatan yang lebih tinggi, bapak dan Ibu menjadi sangat sibuk...
Untunglah aku sudah dewasa... jika aku masih anak anak, mungkin aku akan merasa kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua...
Mandala memintaku untuk tinggal di apartemennya...
Karena dr.Farid dan istrinya pun berada di Ibukota...
karena kesehatannya, Ina harus selalu melakukan check up kesehatan di ibukota....
Aku menyetujuinya... aku pikir dari pada aku harus kost atau menyewa penginapan... toh aku hanya tiga hari di sini... sekalian aku harus mencoba kebaya akad nikahku yang dipesan Ibu pada salah seorang desainer di Ibukota...
Mandala mengutus seseorang untuk menjemputku di Bandara... Entah siapa itu, aku belum pernah mengenalnya... tapi sebelumnya Mandala sudah mengirimkan aku foto orang yang akan menjemputku di Bandara...
Sehingga aku tidak perlu takut di culik atau dibawa lari 😄
Siapa aku jadi ada orang yang ingin menculikku 😄😄
Begitu sampai dipintu kedatangan...
Senyum Manis seseorang menyambutku...
"Halo Kakak... Saya Melky... Abang Dala menyuruh saya untuk menjemput kakak.."
Orang ini mengangguk ramah padaku... Aku pun tersenyum padanya...
Wajahnya tampan seperti artis artis korea...
Matanya pun biru seperti Mandala...
Usianya masih Muda... kuperkirakan lebih tua sedikit saya dariku...
"Panggil saja saya Ega..."
"Tidak, saya tidak berani... Kapten akan menggorok leher saya hahahaha"
Aku pun ikut tertawa kecil...
orang orang disekitar Mandala semua takut padanya... apa Mandala memang kejam terhadap orang orang yang menjadi bawahannya..
"Silahkan kakak...."
Melky membawaku pergi.. Dia mengambil alih tas yang ku dorong tadi... Aku hanya membawa sebuah tas kecil... dan sedikit makanan khas kotaku untuk dr.Farid dan istrinya...
Aku tidak mengetahui apa yang disukai oleh Mandala...
Aku memang sangat sedikit tau tentang Mandala...
Melky membawaku ke sebuah mobil yang mewah.. keluaran terbaru dari sebuah produk mobil luar negeri... aku tertekun sejenak... begitu kayakah melky ini?? atau ini mobil sewaan??
"Silahkan kakak..."
Melky membukakan ku pintu depan penumpang...
ini bearti Melky sendiri yang membawa mobilnya.. tidak menggunakan supir...
Mobilnya sejuk, kursinya empuk...
iyaalah... mobil mahal 🙈
Didalam mobil, aku memberanikan diri untuk sedikit bertanya..
"Kamu siapa?"
"Kakak... saya sudah memperkenalkan diri saya tadi"
"Maaf, maksud saya hubunganmu dengan Mandala"
"Saya sepupu jauh Kapten..."
"Bekerja dengan Mandala?"
"Iyaa... saya yang mengurus perusahaan Amantua disini"
Perusahaan???
Apa lagi yang tidak kuketahui tentang keluarga Mandala...
Kenapa Mandala tidak pernah bercerita tentang perusahaan padaku...
Aku akan menanyakan itu padanya nanti setelah kami bertemu..
Dan ATM yang diberikan Mandala...
Sampai sekarang aku belum pernah menggunakannya atau pun cuman sekedar mengecek berapa saldo didalamnya...
Ya, aku akan mengecek saldonya nanti... jangan sampai aku terkejut atau pingsan ketika mengetahui saldo di dalamnya...
"Melky... boleh saya bertanya sesuatu..."
"Iya kakak... silahkan"
"Mandala pernah memberiku sebuah ATM... katanya kakek yang memberikan itu untukku... apakah itu benar.."
"ATM berwarna hitam??" melky bertanya padaku...
"Iyaa... kamu tau??"
"Tentu kakak... Amantua memberikan semua anggota keluarganya ATM... tapi hanya Kapten yang memiliki ATM hitam itu..."
"Apa itu artinya?"
"Itu ATM unlimited kak... kakak tidak akan bisa mengecek saldonya... ATM itu tersambung pada buku rekening bank... Saldo hanya bisa di lihat melalui bank.. atau via telpon jika Kapten atau amantua menginginkannya..."
Aku terdiam.... sebegitu kaya kah kakek Mandala??
"Amantua sangat menyayangi Abang...
Abang lah cucu laki laki satu satunya amantua...
Setelah ayahnya abang meninggal....
Ama juga tidak ingin mengurus perusahaan....
Abang juga memilih untuk terus terbang..
Dan menyuruh saya untuk mengurus perusahaan..
__ADS_1
hahahaha... mulut saya sangat lebar terbuka... jika abang tau, dia akan membungkam mulut saya.."
Aku sedikit menyeringai...
"Kalo kamu sepupu dari mana?"
"nenek saya dan amantua bersaudara..."
"Oooo..."
Aku berpikir kalo kakeknya Mandala hanya yang di turki itu saja... ternyata Kakek dari ayahnya pun masih hidup.. tapi kenapa tidak hadir di acara lamaran kami kemaren??
"Kakak... kita harus kerumah sakit terlebih dahulu.. kita harus menjemput Ama dan Ina di rumah sakit.."
Aku tersenyum senang begitu mendengar nama yang di sebutkan melky..
"Baiklah...."
Ketika bertemu Ina aku memeluk beliau...
Ina terlihat lebih kurus lagi dari terakhir kami bertemu..
Penyakit kanker rahim yang di derita Ina sudah memasuki stadium akhir..
Tapi dr.Farid dan Ina tidak berputus asa..
mereka terus berobat dan berikhtiar untuk kesembuhan Ina..
Melky menjalankan perintah Mandala...
Membawa kami untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemen...
Tapi Ina sangat lelah... jadi dr.Farid memutuskan untuk membawa pulang saja dan memakannya di rumah...
Aku mengangguk setuju...
Kami sampai di sebuah komplek apartemen kelas atas...
Aku pernah mendengar di berita, bahwa orang orang berduit dan para selebritis saja yang menempati apartemen ini..
Ini fakta baru lagi tentang keluarga Mandala...
Melky berhenti di sebuah rumah di tengah apartemen..
diantara apartemen yang menjulang tinggi...
terdapat sebuah rumah bertingkat tiga...
Seorang sekurity bergegas begitu melihat mobil datang...
Membukakan pintu mobil... membungkuk hormat pada Melky...
"Tolong dibantu..." Melky memberi perintah
"Baik pak..."
dr.Farid dan Ina masuk lebih dahulu kedalam rumah...
aku mencoba membantu untuk membawa barang barang...
"Kakak... tidak usah... biar kami saja"
"Melky... ini rumah siapa?"
Melky menatapku sejenak...
"Milik Amantua... tentu saja milik kapten juga..."
Aku memandangi rumah besar di depanku...
Bagiku rumah Aki sangat besar dan luas..
Kapteeennn... tolong jelaskan padaku...
berapa kaya keluargamu...
kenapa kamu menyembunyikan ini semua dariku...
Aku berusaha menahan nafasku begitu memasuki rumah...
Sangat mewah dan elegan...
semua perabotannya sangat mahal...
"Kakak... kamar abang di lantai tiga.. apa kakak juga ingin dilantai tiga.."
"dr. farid dan Ina?"
"Ama dan Ina di lantai 1 karena mudah bagi Ina..."
"Lantai 2 ?"
"Lantai 2 wilayah kekuasan saya.." melky menyengir kuda kepadaku.."
"Apa di lantai satu masih ada kamar?"
"Ada satu kamar milik Ibunya abang jika datang dan satu kamar milik amantua..."
"boleh saya menggunakan kamar Mama?"
"Tapi abang sudah menyiapkan kamar untuk kakak dilantai tiga... di depan kamarnya..."
"Untuk apa kamu bertanya pada saya kalo begitu?"
aku mendelik kesal pada Melky...
"Hanya menjelaskan pada kakak... supaya kakak tidak bertanya lagi..." Melky tersenyum manis padaku memamerkan gigi putihnya...
Aku pun mengikuti melky naik keatas...
Rumah ini pun memiliki liftnya sendiri 🙈
Mandala pulang di malam hari...
saat itu aku mengobrol bersama dr.Farid...
melihatnya datang dan tersenyum manis padaku..
"Ama.."
Mandala mencium tangan Ama...
Kemudian mendekatiku...
"Apa kabar sayang?"
Mandala memelukku....mencium ujung kepalaku...
"Mau minum?"
"Boleh, air putih saja..."
Aku menuju dapur...
mungkin seperti ini nantinya ketika kami sudah menjadi suami istri dan tinggal serumah...
Aku akan menunggunya pulang dan mengambilkannya segelas air 🙈😄
Aku mendengar Mandala menanyakan keadaan Ina pada Ama...
__ADS_1
"Katanya dokter fisiknya semakin menurun..."
"Kita bawa saja ina ke luar negeri ama.."
"Tidak.. dokter takut kondisinya memburuk di perjalanan.."
Aku memberikan segelas air putih pada Mandala..
Mandala meminumnya sampai habis... memberikan kembali gelasnya padaku...
"Terima kasih sayang..."
Mandala selalu memanggiku "sayang"...
Kata itu tidak pernah lepas dari mulutnya ketika dia berbicara padaku...
"Kamu istirahat dulu... Ama juga mau istirahat... Ega kamu juga istirahat..."
Kemudian ama berdiri meninggalkan kami berdua di ruang tamu...
Mandala meraih pundakku masuk kedalam pelukannya...
Aku memejamkan mataku... merasakan aroma tubuhnya...
"Ayo istirahat, besok aku harus berangkat subuh.."
"Kemana?"
Aku masih memejamkan mataku didalam pelukan Mandala..
"Ada latihan bersama tentara se Asia tenggara... seharusnya aku tidur di asrama... tapi karena kamu datang.. aku menyempatkan untuk pulang.."
"Capek?"
"Lumayan...." mandala tersenyum
"Capeknya hilang kalo dikasih ciuman..."
Mandala menunjuk pipinya...
Aku mendaratkan bibirku di pipi mandala... tapi mandala tidak melepaskanku... satu tangan memegang erat leherku... dan tangan satunya memelukku...
Aku berontak, tapi kekuatan mandala lebih kuat..
Akhirnya aku menyerah...
Menyerah ketika Mandala menciumku...
Ini bukan ciuman pertamaku... tapi tetap saja tubuhku menjadi kaku...
Aku mendorong Mandala dengan kuat...
Mandala melepaskanku sambil tersenyum manis...
mengelus lembut bibirku dengan jarinya...
"Manis.."
"Dasar pencuri..."
Mandala tertawa kecil.. seperti biasa menarik ujung hidungku...
Kemudian membuka handphonenya...
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Tanyalah..."
"Seberapa banyak kekayaan keluargamu??"
Mandala menghentikan gerakan tangannya membuka buka handphone...
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Sedikit yang kutau tentang kamu dan keluargamu... ketika aku kemari... aku dikejutkan dengan melky... rumah mewahmu..dan ATM unlimited yang kamu berikan padaku... Aku tidak ingin lebih terkejut lagi nantinya setelah kita menikah..."
Mandala menyandarkan tubuhnya di sofa... memegang tanganku...
"Aku akan menceritakannya..."
Aku duduk manis disamping Mandala... mendengarkan Mandala mulai bercerita...
"Amantua... Ama dari Ayahku... dulunya seorang pemberontak... "
Mandala berhenti sejenak dan menghela nafasnya...
"Amantua di buang keluar negeri bertahun tahun yang lalu... tapi di luar negeri Amantua menjadi sukses... menjadi mafia dan pengusaha yang di segani...
Inantua mengubah semua data diri anak anaknya.. menjadikan ayah dan ama orang yang berguna buat negara... tidak ada yang tahu tentang amantua... semua berpikir bahwa amantua sudah meninggal di luar negeri... sampai kemudian ada seorang utusan amantua yang datang... mencari inantua dan anak anaknya... barulah mereka semua tahu bahwa amantua masih hidup..."
"Sekarang dimana amantua??"
Aku bertanya dengan pelan...
"Masih di luar negeri... amantua sudah tua.. menghabiskan harinya dengan minum obat..."
"Belum bisa pulang ke Indonesia?"
"Bisa... amantua sudah membuang identitas lamanya... tapi amantua merasa lebih baik hidup disana dari pada disini..."
"Perusahaan?"
"untuk biaya hidup seluruh keluarganya amantua berinvestasi pada beberapa proyek disini... melky lah yang mengurus semuanya... karena aku hanya ingin menjadi penerbang... mungkin nanti di saat aku sudah bosan terbang, barulah aku akan memikirkan bisnis ini... untuk sekarang, cukup melky saja... melky sangat pintar dan piawai mengurus semua ini.."
"Kenapa amantua tidak hadir di lamaran kita?"
"Amantua tidak ingin merusak suasana... amantua takut akan ada yang mengenalinya... padahal aku sudah bilang, tidak ada yang akan mengenali amantua.."
Aku mengangguk tanda puas dengan penjelasan dari Mandala...
"Ada yang ingin kamu tanyakan lagi? kalo tidak boleh aku tidur? aku sangat mengantuk..."
"Baiklah... ayo naik, aku juga sudah mengantuk..."
Aku berdiri menarik tangan Mandala..
"Tidur sekamar berdua?" Mandala mengedipkan matanya padaku...
"Maumu... Enggak!!!"
"Hahahhaha"
Mandala tertawa kemudian berdiri dan beranjak menuju lantai tiga...
Kami berpisah didepan kamar masing masing..
Lagi lagi Mandala menggodaku...mengajakku untuk tidur dikamarnya...
Aku dengan cepat menutup pintu kamarku dan menguncinya... memastikan bahwa tidak ada jalan masuk yang lain....
Kudengar suara tawa Mandala... sampai kemudian pintu kamar di depanku di tutup....
barulah aku melangkah ke atas tempat tidur...
membaringkan badanku dan terlelap di alam mimpi...
--------------xxxxxx-----------
jangan lupa like, vote dan komennya yaa
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘