
Jam tayangku bertambah.
Aku harus bolak balik ke dua rumah sakit untuk melihat Ama dan juga Sarah.
Aku bisa mengunjungi Ama di pagi hari sebelum mulai bekerja dan sore hari setelah jam kerja di karenakan Ama di opname di rumah sakit yang sama tempatku bekerja.
Siang hari di jam istirahat,bila aku tidak ada pekerjaan yang mendesak, aku akan mengunjungi Sarah.
Menenangkan Sarah untuk mau makan siang.
Sore harinya aku akan kembali lagi mengunjungi Sarah sampai kemudian Sarah beristirahat.
Aku baru tiba di rumah pukul sembilan malam.
Dua belas jam lebih yang ku lalui setiap harinya.
Lelah, terus terang aku lelah.
Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri.
Malam hari di saat biasanya ku gunakan untuk bermanja-manja dengan Mandala walaupun hanya lewat telepon, sekarang lebih banyak ku gunakan untuk tidur.
Lima menit Mandala menelponku, aku pun sudah tertidur tanpa banyak lagi kata yang kubicarakan pada Mandala.
Dan yang lebih membuatku lelah, setiap Mandala menelpon atau mengirimi aku pesan, kata pertama selain salam yang di ucapkan dan di tulisnya adalah
"bagaimana Sarah?"
"bagaimana Ama?"
Fisik ku sangat lelah Kapten. Jangan kau buat hatiku juga lelah ðŸ˜ðŸ˜
Aku mengerti bahwa Mandala mengkhawatirkan Ama dan Sarah. Tapi tidak kah dia juga bertanya tentangku.
Mandala pada akhirnya memang bertanya keadaanku, tapi itu sekian menit lamanya setelah Mandala mengetahui kondisi kedua orang yang Dia khawatirkan.
Berubahkah Mandala padaku ???
Bergeserkah posisiku di hati Mandala??
Ega, kecemburuanmu tidak beralasan.
Di saat kamu dapat menerima telepon dari Mandala, maka Mandala yakin bahwa kamu baik-baik saja, jadi jangan menambah beban pikiran Mandala.
Apa aku harus menghilang dulu?
Apa aku tidak akan mengangkat telepon dari Mandala, biar dia perduli padaku?
Salah Ega.
Mandala memang akan berusaha mencarimu, berusaha menghubungimu dengan berbagai cara, tapi apa kamu pikir karena Mandala perduli?
Mandala memang perduli, perduli karena tidak ada orang lagi yang bisa mengurus Ama dan Sarah.
Mandala perduli karena hanya kamu yang bisa membantunya merawat kedua orang itu.
Berarti Mandala hanya memanfaatkanku?
Menjadikanku perawat untuk Ama dan Sarah?
Seharusnya kamu bersyukur Ega, karena Mandala masih membutuhkanmu. Jika tidak, mungkin Mandala akan meninggalkanmu dan menikahi Sarah.
Untuk apa Mandala menikahi Sarah?
__ADS_1
Anak yang di perutnya Sarah bukan anak Mandala.
Sarah juga hilang ingatan, memang Mandala mau??
Kamu pikir tidak ada wanita lain yang mendekati Mandala?
Apa yang di lakukan Mandala di tempat tugasnya?
Apa kamu pikir Mandala bisa berdiam diri tanpa pergi ke tempat hiburan malam?
"Mandala bukan laki-laki seperti itu".
Aku bergumam sendiri.
Kalo kamu yakin Mandala bukan laki-laki yang suka mencari hiburan di luar rumah, kenapa kamu mempunyai pikiran-pikiran aneh seperti ini?
Kenapa kamu tidak membiarkan saja semuanya berjalan apa adanya?
Bau busuk di simpan sebagus apa pun pasti akan tercium. Jadi kamu jangan khawatir dan terus berpikiran aneh. Jika memang Mandala melakukan hal yang aneh dan tidak kamu suka, itu pasti akan ketahuan. Yang kamu lakukan sekarang hanya cukup berdoa pada Yang Kuasa, agar rumah tanggamu dan Mandala mendapatkan keberkahan.
Aku spontan memganggukkan kepalaku.
Setan yang berbaju hitam dan malaikat yang berbaju putih terus terlihat bergantian di depan mata dan mengganggu otakku.
Jika seperti ini terus, mungkin aku akan menggantikan Sarah menghuni rumah sakit khusus kejiwaan itu.
Aku depresi Kapten.
Aku butuh liburan.. Lho???
Kok liburan?? hehehehe
BRAAAAAKKKKKK
"Astaghfirullah alazim"
Hanya itu yang kuucapkan sebelum semuanya menjadi gelap.
"Dokter.. dokter Chintya"
"Ega.. Bangun Ega"
Aku merasa ada yang menepuk pipiku.
Aku membuka mataku. Ku lihat dua orang berdiri di sampingku. Yang jelas mereka bukan si setan dan si malaikat yang mengganggu otakku, tapi mereka adalah perawat dan dokter yang ku kenal.
Aku memegang pelipisku yang sakit dan ternyata memang ada plester yang terpasang di sana.
"Apa yang terjadi?"
Aku bertanya pada dokter Iin yang berdiri di sampingku.
"Ada kecelakaan beruntun, truk barang remnya blong, kamu terkena tabrakan itu, di tabrak dari belakang, beruntung hanya luka ringan"
dokter Iin menjelaskan padaku.
"Hanya luka di pelipis ini saja?"
"Karena itu aku bilang kamu beruntung. Istirahat dulu sampai infusannya habis, sekalian observasi dulu, takutnya kamu pusing"
"Korban yang lain banyak?"
"Lumayan, gak usah tanya, istirahat saja dulu. Aku sudah telpon Irawan supaya menjaga Sarah. Aku sudah telpon perawat di ruangan Pamannya Mandala. Aku sudah telpon suamimu, dan tadi ade iparmu sudah kemari. Tapi aku bilang, jangan khawatir, aku yang menjagamu. Sekarang minum obat ini dan istirahat. Kamu seperti zombie. Sekarang waktumu istirahat"
__ADS_1
Iin memberikan khultumnya padaku. Aku hanya bisa diam. Aku melihat ke sekitar, aku tidak berada di UGD, tapi di ruangan istirahat para dokter jaga di UGD. Berarti ini di ruangan istirahatnya Iin.
"In, kenapa kamu bilang aku seperti Zombie?"
"Iyalah zombie, kantung mata sudah setebal kaca mata minus sepuluh, belum lagi badan yang kurus kurang gizi."
"Enak aja kurang gizi."
"Kamu mengurus Pamannya dan Sarah. Tapi tidak mengurus dirimu sendiri. Itu salah besar Ega. Sekarang aku membebaskanmu dari semua itu, pejamkan mata dan istirahat"
"Mandala pasti khawatir tidak ada yang menjaga Ama dan Sarah"
"Apa hanya kamu yang bisa melakukan itu? Aku akan memarahi Mandala jika dia muncul di hadapanku nanti"
"Iiiinnnnnn...."
"Egaaaaa... Aku sekarang doktermu, kamu pasienku, aku akan memberikanmu obat bius bila kamu tidak menurutiku. Pejamkan mata dan istirahatlah. Jangan memikirkan apa pun. Ingat itu !"
"Kenapa kamu berkata seperti itu?"
Iin tertawa.
"Aku mengenalmu sekian tahun, aku tahu kamu pintar, tapi kepintaranmu itu sering di bumbui dengan pikiran yang aneh-aneh. Kamu suka berimajinasi sendiri dan membuat pendapat sendiri di dalam otak pintarmu itu"
"hehehehe, jadi malu"
Aku memegang kedua pipiku sambil menunjukkan wajah manis pada Iin.
"Aih, basi dah senyum manismu itu.. Aku harus keluar, begitu aku kembali, kamu sudah harus tidur. Kalo tidak, aku akan memberikanmu obat bius"
"Siap bos!"
Iin meninggalkan ku keluar ruangan.. Aku tahu, dia harus melihat pasiennya yang lain.
Doaku terkabul, akhirnya aku bisa istirahat.
Walaupun harus melalui kejadian tabrakan beruntun ini.
Mandala?? bagaimana dengan Mandala??
Siapa yang membantunya menjaga Ama jika aku sakit. Mandala pasti khawatir dengan Ama dan Sarah. Di tambah dengan kabar ku saat ini, Mandala pasti akan bertambah cemas.
Egaaaaaa, seperti kata dokter Iin.
Jangan terlalu banyak berpikir. Mandala pasti khawatir, dan itu wajar karena semua adalah anggota keluarganya dan orang yang di sayanginya.
Tapi Mandala juga bukan anak kecil lagi, Dia bisa berpikir rasional, tidak sepertimu yang selalu berpikiran aneh-aneh.
hehehehehe.. baiklah.
Aku tidak akan berpikir lagi.
Aku akan tidur.
Menikmati istirahatku yang tenang ini.
zzzzzzzzzzzzzzzzz
-------------------
Jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU 😘😘😘
__ADS_1