
Aku memutuskan untuk menerima tawaran dr.Wahyu.
Tapi aku belum memberitahu Mandala...
Bagaimana jika Mandala tidak setuju?
Pagi ini, aku pun mengirimkan pesan pada Mandala yang sudah lima hari puasa bicara padaku...
"Suamiku... Ada tawaran jadi asisten dokter di Poli Bedah tempat dr.Wahyu bekerja... bolehkah kuterima tawaran itu???"
Aku sempat membereskan semua pakaianku..
Sarapan bersama ummah dan Abi..
Baru kemudian Mandala membalas pesanku..
"Lakukan apa pun yang menurut kamu baik.. jangan terbebani dengan diriku.. aku mendukung semua keputusanmu istriku..."
Aku sedikit tertawa membaca pesan Mandala...
membalas kata suamiku yang kupakai dengan kata istriku...
Aku kembali mengirim pesan pada Mandala...
"Suamiku... apa sakit gigimu sudah hilang? apa wanita ini boleh berbicara dengan suaminya?"
Mandala membalas..
"Istriku.. sekarang ada wanita lain yang sedang berbicara denganku... aku tidak bisa mengabaikannya"
"Kapteeeennnn... awas kalo berani macam macam di belakangku"
Mandala kembali membalas pesanku dengan sebuah foto seorang wanita yang sedang berbicara di depan.. bersama foto tersebut mandala menuliskan sebuah pesan..
"Apakah aku bisa macam macam dengan ibu menteri sosial yang sudah memiliki suami dan pengawal yang begitu banyak?"
"Tunggu pembalasanku nanti ketika kamu pulang"
"Aku akan menerimanya dengan senang hati istriku sayang 😘"
"Kapten... Apa kamu merindukanku?"
"Apa Istriku juga menangis merindukanku?"
Aku terdiam... bingung akan menulis apa... lagi lagi mandala mengungkit tangisanku pada Yudhis..
tapi kemudian aku membalas pesan mandala
"Istrimu tidak menangis merindukanmu... tapi sangat sangat merindukanmu sampai air mata ini tidak bisa lagi keluar"
Mandala tidak lagi membalas...
Sepuluh menit kemudian pesan Mandala kembali masuk..
"Aku take off sekarang... LOVE YOU"
Aku meletakkan handphoneku...
Kalo Mandala sudah mengatakan dia Take off maka off sudahlah chat kami...
Aku pun bersiap untuk pulang kembali ke rumah..
besok aku harus masuk kerja..
pakaian kerjaku masih di rumah.. jadi siang ini aku memutuskan untuk pamitan dengan abi dan ummah..
Sebelum kembali kerumah aku membeli dulu beberapa barang dan cemilan buatku merenung sendiri di dalam kamar hahahhaa...
Sore hari baru aku sampai di depan pintu pagar.. bertepatan dengan keluarnya Melky dari pintu mobilnya...
"kakak ipar... berapa hari tidak bertemu kakak"
Melky lebih dulu menyapaku..
"Memang sebelumnya kita sering bertemu?"
Candaku pada melky
__ADS_1
Melky tersenyum kecut mendengar kata kataku..
sambil membantu membawa barang barangku masuk ke dalam rumah dan menyerahkannya pada si Mbak yang menyambutku dengan berlari dari arah dapur..
"Biar saya bawa sendiri mbak.."
"Gak pa pa bu.. diantar ke kamar ibu?"
"Iya, terima kasih ya mbak.."
Aku duduk di ruang tamu bersama Melky..
"Kakak, apa besok kamu ada waktu?"
"Besok aku sudah masuk kerja... ada apa?"
Melky senyum cengar cengir gak jelas...
"Pulang kerja boleh aku langsung menjemput kakak ipar?"
"Ada apa ini?" tanyaku penuh selidik...
"Aku ingin memperkenalkan seseorang pada kakak.."
"Pacar?" tanyaku lagi
"Aku serius kak, dan ingin melamarnya"
Aku tertawa kecil...
"Kenapa tidak menunggu Abangmu pulang?"
"Aku ingin mengenalkannya lebih dulu pada kakak ipar sebelum pada abang.."
"kenapa begitu?" aku terus menggoda Melky dengan pertanyaanku..
"Aku takut dengan pendapat abang, jika kakak ipar sudah bertemu lebih dulu dan berpendapat.. abang tidak akan berani membantah kakak ipar"
Aku tertawa kembali..
"Kamu menjadikanku tameng?"
"Kalo aku tidak menyukai pilihanmu?"
Melky terdiam memandangku...
"Aku perlu sogokan.."
"Kakak ipar, apa yang harus kuberikan sebagai sogokan padamu.. kamu sudah punya segalanya"
Aku kembali tersenyum..
"Aku menjual mobil lamaku... dan sekarang aku membutuhkan mobil baru untukku berangkat kerja"
"Kakak ipar mau kubelikan mobil?"
"Uang penjualan mobilku masih ada, mungkin hanya kurang sedikit, aku bisa minta mandala untuk menambahkannya... aku hanya perlu bantuanmu untuk membelinya dan mengurus segalanya.. karena aku tidak mengerti sama sekali tentang membeli sebuah mobil"
"Kakak tidak usah meminta pada abang... aku yang akan menambahkan uang kakak dan mengurus segalanya.. mobil apa yang kakak inginkan?"
Aku memberitahukan sebuah merk mobil pada Melky...
Melky mengingat dengan benar merek mobil, warna dan Plat mobil yang kuinginkan...
"Aku akan mengurus semuanya kakak... kakak tenang saja"
"Terima kasih... besok jam lima setelah aku pulang kerja?"
"Iya.. aku dan calonku akan menjemput kakak jam lima sore"
"Baiklah... aku ke atas dulu.. "
Aku dan melky sama sama berdiri..
sama sama masuk kedalam lift...
"Terima kasih kakak ipar"
__ADS_1
Melky berpamitan padaku ketika lift sudah sampai di lantai dua...
Aku tersenyum pada Melky... dan menutup kembali pintu lift..
Sampai dikamar.. kembali dengan kesunyian...
Aku berbaring diatas tempat tidurku menatap langit langit kamar..
Handphoneku berdering... dari Mandala...
Akhirnya... Mandala menelponku..
Aku tersenyum bahagia...
"Assalamualaikum.."
aku tidak bisa menutup kebahagiaanku.. terdengar jelas dari suaraku..
"Waalaikumsalam... sudah mandi yang?"
"Suamiku kamu jahat... menghukumku dengan tidak berbicara padaku"
"Kenapa jadi aku yang jahat.. aku hanya memberikan waktu pada istriku untuk menangisi pria lain"
"Kapteeeennnn... aku minta maaf.. aku tidak akan menangis lagi.."
"Berjanji padaku?" Mandala bertanya kembali..
"Iya, aku berjanji..."
"Aku berusaha untuk tidak membuatmu menangis.. tapi orang lain selalu membuatmu menangis.. aku tidak bisa terima itu"
"Iya, aku berjanji..."
Kemudian percakapanku dengan Mandala pun kembali normal seperti biasa, kami berbicara selayaknya sebuah pasangan...
Aku pun memberitahukan Mandala mengenai niatku untuk membeli mobil dan niatan Melky untuk melamar seorang perempuan...
"Sayang, Melky punya banyak perempuan dari klub malam.. kamu selidiki dulu dengan jelas calon yang dimaksud Melky... kalo memang dia baik, aku akan setuju, tapi kalo perempuan dari klub yang sering dibawa melky menginap... aku tidak akan setuju"
"Kalo perempuan itu sudah bertobat dan melky mau menerimanya?"
"perempuan yang sudah mau diajak tidur sebelum menikah apa perempuan yang baik?"
"Siapa tau karena ekonominya... kita tidak boleh kan menghakimi orang sepihak saja"
"Aku mengerti... kamu selidiki dulu dengan benar.. melky pintar menjadikanmu tamengnya..."
Aku tertawa mendengar kalimat mandala...
"Suamiku, apa aku boleh membeli mobil itu?"
"belilah, toh uangnya dari penjualan mobilmu yang dulu.."
"Tapi masih kurang.."
"Aku akan menambahkannya... mintalah pada Melky"
"Aku minta pada Melky uangmu atau uang Melky? karena Melky berjanji akan memberiku sogokan supaya aku setuju dengan calonnya..."
"Sayang... jangan terlalu serakah... jangan suka memanfaatkan orang seperti itu"
Aku kembali tertawa...
malam ini aku begitu bahagia...
bisa berbicara seperti biasa dengan Mandala..
Dan aku pun bisa tidur dengan pulas..
Selamat Malam suamiku...
Selamat Tidur kaptenku...
-------'xxx---------
Jangan lupa votenya yaa
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘😘