Jodohku

Jodohku
Perjalanan berdua kami yang kedua....


__ADS_3

Aku harus pulang...


Kuliah akan dimulai dua hari lagi...


Bagaimana pun aku dan Yudhis harus kembali...


Karena aku masih ingat dengan kejadian malam itu, Yudhis memilih untuk menggunakan kereta api...


dan mengutus supir papah untuk mengantar mobil dan barang barangku...


Kereta api yang kami tumpangi, tentu saja yang kelas VIP Eksekutif...


memiliki ruangan sendiri seperti kamar kamar kecil yang sebenarnya diisi oleh empat orang... tapi Yudhis memesannya hanya untuk kami berdua...


(thor....emang ada kereta api seperti itu di Indonesia??)


(anggap ajalah ada... doakan cepat ada di Indonesia yaaa 😁🤭)


Aku duduk disisi yang berseberangan dengan Yudhis.. Kata Yudhis supaya kami bisa leluasa untuk duduk dan istirahat tidur...


fasilitas di kelas ini pun mendapatkan bantal kecil dan selimut...


Cuman kami berdua... hari masih siang... kereta api ini berangkat pukul dua siang...


Aku memandang jendela... menikmati hamparan sawah yang dilewati...


Tak lama hidangan pun datang...


Jika di pesawat terbang, kita dilayani oleh pramugari..


klo di kereta api... apakah sama??dipanggil pramugari juga??


yang jelas.. Yudhis memanggilnya mbak... 😄


"Terima kasih mba.." ucap Yudhis ketika di beri dua kotak makanan selamat datang..


Si mbak sih senyum senyum saja..😄😄


Setelah menikmati makanan yang diberikan... aku memilih untuk memejamkan mataku..


Entah kenapa aku sekarang seperti ****... selesai makan langsung merebahkan badan dan memejamkan mataku...


Menyusun bantal, menarik selimut... memejamkan mata... dan mulai tidak mendengar apa apa lagi...


sampai aku terbangun karena suara dering handphone ditasku...


Nomor tidak dikenal??


aku melihat ke tempat duduk Yudhis, tapi Yudhis tidak berada disana... dan kereta tidak sedang berhenti di stasiun untuk mengambil penumpang...


kemana Yudhis??


handphoneku kembali berdering... kuputuskan untuk mengangkatnya...


"Halo??"


"Ini Chintia?" kudengar suara laki laki..


"iya, maaf ini siapa?" sahutku...


jika ini orang yang sudah mengenalku, mereka akan memanggilku Ega... jika orang memanggil dengan nama depanku Chintia... bearti itu adalah orang yang belum kukenal...


"aku dr.Wahyu.... asisten dokter Rendy Tarigan"


seketika aku tersentak... ini bearti dokter coas yang bertugas menjadi asisten dokter...


ketika itu Yudhis masuk.. melihatku sedang menerima telpon.. tanpa berkata apa apa langsung duduk didepanku...


"oh iya dokter.. saya chintia rismawati marega" aku melanjutkan pembicaraan...


"besok kumpul di rumah sakit pukul sepuluh pagi, ada instruksi dari dr.Rendi... jangan terlambat!"


"baik dok, terima kasih informasinya"


pembicaraan terputus... huh gak sopan..gak ada basa basinya menutup telpon... mentang mentang sudah level atas..


aku meletak handphone dimeja dengan sedikit kesal..


"siapa?"

__ADS_1


Yudhis bertanya melihatku sedikit kesal..


"dr. Wahyu..asisten dr.Rendy Tarigan... besok harus ke Rumah Sakit jam 10 pagi.."


"Kok kesal?"


"Asistennya sok.. tutup telpon gak basa basi"


"Dia sibuk, kan banyak nomor yang harus dihubunginya"


"Mungkin..." jawabku singkat


Aku melirik cemilan yang dibawa Yudhis...


"Tadi keluar beli ini? beli dimana??"


"Ada yang jual tadi dipinggir jalan... "


"......." aku melongo...


Yudhis menarik hidungku...


"Percaya aja... beli di cafetaria laaah"


Aku mengusap hidungku yang ditarik Yudhis dengan sedikit ekspresi marah... Yudhis tertawa kecil.. membuka bungkusan cemilan dan memberikannya padaku...


Aku duduk manis memandang keluar jendela...


melihat hamparan padi yang menguning sambil mulut ini terus bergerak... (kata lainnya mengunyah makanan 😁🤭)


Kulihat Yudhis membuka laptopnya... entah apa yang dikerjakan... aku sempat melirik.. tapi aku tidak mengerti sama sekali...


"Ngapain??" aku mencoba bertanya


"Buat presentasi besok... "


"Presentansi???" aku kembali bertanya karena bingung...


" Ya... buat pengurusan ijin stasiun televisi baru..."


"Jadi mo dirikan stasiun Tv?" Tanyaku lagi...


Yudhis menjawab tanpa melihat padaku... terus asyik dengan laptopnya...


Aku kembali memandang keluar jendela..


Mulai tampak rumah rumah dan gedung...


Berarti tujuan kami sudah dekat...


"Nama Stasiunnya nanti apa?" tanyaku lagi dengan kembali memandang Yudhis..


Yudhis melihatku, tersenyum... "punya ide?"


Aku termenung kemudian menggeleng....


Tapi terucap juga sebuah Kalimat...


"CD Net...... Ci bisa berarti Connection...Comunikasi..


Di... bisa bearti Diskusi..debat.. atau apalah..."


aku berucap sambil memandang keluar jendela seperti menerawang... tanpa sadar Yudhis terus memandangku...


"Ci juga bearti Chintia hahahhaha" aku tertawa dan membalikkan kepalaku... melihat Yudhis yang sedang tersenyum memandangku...


"Okey... Good Idea" Yudhis kembali asyik dengan laptopnya...


"Dengan CD (Compact Disk) semua data juga bisa di copy dan disebarkan... seperti itulah filosofinya..." aku terus berbicara...


Yudhis mematikan laptopnya... menutup dan menyimpannya kembali...


"CD juga bisa bearti Communication -Dokter...." ucap Yudhis sambil tersenyum melihatku...


"What??" tanyaku heran..


"Yaa... banyak arti buat CD... celana dalam juga bisa...


Ayo siap siap... sebentar lagi kita berhenti.."

__ADS_1


Aku pun bersiap siap.. memasukan handphone ke tas kecilku...


Ketika suara pemberitahuan bahwa kereta sudah sampai di stasiun yang kami tuju... aku dan Yudhis sudah siap untuk turun...


Yudhis menggenggam tanganku melewati lorong antara kamar di kereta ini... beberapa kali bertabrakan dengan orang orang yang tidak sabar untuk turun...


Dan Yudhis selalu memeluk pundakku setiap kali melewati orang orang seperti itu...


Aku tersentuh dengan perhatiannya padaku...


Aku pandangi wajahnya...


Yudhis sangat tampan... wajahnya bersih dan mulus khas wajah anak pejabat yang selalu turun naik mobil...


Tapi bukan wajah alay alay artis artis korea yaa


(🙏✌ para penggemar BTS.. XO.. 😁😁😀😀)


Wajah Yudhis seperti artis artis india 😁


yang kekar, tegas dan berahang... tapi lembut...


Tidak mungkin klo gadis gadis tidak mengejar Yudhis.. aku pun pernah melihat di media sosial.. bagaimana Yudhis menjadi idola dan memiliki pengikut yang banyak...


Tapi entah kenapa... Yudhis memilih patuh pada pilihan orang tuanya dan menerimaku...


menjagaku, bahkan dari perhatian dan possesivenya padaku.. aku tau klo Yudhis menyayangiku...


Hmmm... seharusnya aku besyukur atas pilihan orang tua padaku...


Tapi sampai sekarang, walaupun aku senang diperhatikan, dijaga dan dipeluk Yudhis...


bahkan kadang terselip rasa marah jika melihat Yudhis bersama wanita lain...


Tapi hati dan perasaanku masih berontak...


masih belum mengakui bahwa aku menerimanya..


hmmmm....


Sampai diluar stasiun...


Yudhis menelpon supir papah...


Setelah bertemu.. kami bertukar posisi...


Supir Papah kembali menggunakan kereta...


sedangkan Aku dan Yudhis menggunakan mobil untuk kembali ke kost kami masing masing....


Melalui negosiasi yang panjang dengan sekuriti..


akhirnya Yudhis mengantarku sampai depan pintu rumah kost...


Dengan alasan...banyaknya barang yang harus kubawa...


Yudhis tau bagaimana keadaan kostku..


Setelah menurunkan barang barang...


langsung pamit dan menghilang dari hadapanku...


hmmmm... selamat datang kembali Ega....


Dikost unikmu ini...


Tapi kali ini Ayah,Ummi dan bibi menyambutku dengan senyum... bahkan sekuriti didepan pun tadi tersenyum melihat penampilanku...


Yaaa.... mereka senang melihatku yang sudah menutup kepalaku... yang sudah tidak memakai pakaian ketat lagi...


" Semoga istiqomah ya neng..." si bibi berucap sambil membantuku mengangkat barang barang...


"Terima kasih bi.."


Aku memasuki kamar yang sudah dibersihkan bibi...


meletakan barang barangku...berniat untuk mandi...


kemudian mempersiapkan barang barang yang akan aku bawa besok ke rumah sakit...

__ADS_1


Selamat kuliah kembali Egaaaa...


__ADS_2