Jodohku

Jodohku
Sampai Jumpa...


__ADS_3

Pagi ini...


Aku menikmati nasi pecelku di rumah dr.Farid..


"Memang benar, klo Ega yang beli...nasi nya enak"


Istri dr.Farid tersenyum sambil mengedipkan mata ke arah mandala...


"Cuman Antri doang.. uang tetap dari Dala.." Mandala membela diri..


"Yang bayar ke ibu penjualnya siapa?"


Aku juga mulai beraksi..


"Kamu.." Mandala membalas


"Bearti yang bayar siapa?"


"Uangnya dari siapa?"


"Masa bodo uangnya siapa... yang penting tu yang ngasihkan uang ke ibunya siapa??"


dreeeeettttt....dreeeetttt....dreeeettttt


Pertengkaran kami berhenti...


Handphoneku bergetar... dari lamanya getaran, jelas kalo itu menandakan adanya telepon masuk...


Tas dan Handphoneku di meja dekat mandala dan dr.Farid duduk... sedangkan aku duduk di sofa bersama istri dr.Farid...


Mandala berinisiatif mengambil hape dan memberikannya padaku... kuliat nama yang tertera...


MY BABE BOSS....


"Bapak...." suaraku lirih dan pelan


"Maaf,,,saya angkat telepon dulu.."


"Silahkan sayang..." Istri dr.Farid berkata sambil tersenyum..


Aku menuju teras.. duduk disebuah kursi kecil.. letak kursi yang menyamping di depan pintu membuat orang orang yang didalam dapat melihat setiap gerakanku...


"Assalamualaikum pak..." Aku menjawab telepon..


"Waalaikumsalam....KENAPA LAMA BARU DIANGKAT.."


suara bapak keras dan kencang... Aku sampai menyingkirkan hape dari telingaku...


"Lagi makan..." suaraku masih pelan..


"Berapa gaji kamu di rumah sakit?"


"Kenapa bapak nanya gaji?"


"Apa kamu sekarang sudah merasa hebat... sudah bisa membiayai hidupmu sendiri.. jadi kamu sudah tidak mau mendengarkan orang tua lagi... membantah maunya bapak dan ibu...mempermalukan kami dan berbohong..."


"Ulun gak bermaksud begitu... tapi..."


belum selesai aku berbicara bapak sudah memotong..


"Berapa lama lagi masa tugasmu disana?"


"Dua bulan.."


"Setelah itu pulang... bapak akan mengatur pernikahanmu"


"Tapi Paaakkk...."


"CUKUP... jangan membuat bapak marah.. jangan pernah menemui bapak lagi jika kamu menolak..."


Aku menarik nafasku dan mulai mengatur kata kata..


"PAAKK.." Suaraku pun mulai naik satu oktaf.. mungkin orang orang didalam bisa mendengar suaraku..


"Bapak bisa dengarkan ulun dulu...


Bapak bisa tau kenapa ulun menolak perjodohan kali ini....


Waktu dengan Almarhum Yudhis... ulun bisa terima karena Kakek dan Bapak mengenal baik keluarga Aki dan Papah... Tapi kali ini...


Ulun yang berteman dengan dr.Ryan disini... Ulun yang berteman paaakkkk... ulun yang tau...


demi kedudukan dan politik bapak mengorbankan ulun.. "


Air mata mulai keluar dari kedua mataku...


kudengar bapak terdiam...


"Bapak mengancam dengan kata kata bahwa bapak tidak akan mengakui ulun lagi sebagai anak kalo ulun menolak... bagaimana kalo sekarang ulun yang mengancam bapak balik.... ulun akan bilang kalo ulun akan bunuh diri jika bapak tetap melanjutkan perjodohan ini... ulun akan beberkan ke semua media tentang perjodohan politik ini... bapak bukan hanya tidak mendapatkan kedudukan, tapi juga akan kehilangan anak bapak satu satunya..."


"Pulanglah dulu... kita bicarakan ini.."


"TIDAK... jika ulun pulang... bapak pasti akan mengurung ulun... Ulun tidak akan pulang sampai waktunya nanti ulun membawa seseorang melamar didepan bapak...


Maaf paķ, ulun harus kerja..


wassalamualaikum "


Aku menutup telpon.... menghela nafas panjang... menghapus air mataku... Berbalik badan masuk kedalam rumah dan tersenyum...


Mandala sudah berpakaian lengkap...memakai seragam pilot TNI AU...


dr.Farid pun sudah bersiap...


mereka semua duduk disofa dengan diam...

__ADS_1


ketika aku masuk.. semua mata memandangku..


dr.Farid yang berdiri lebih dulu..


"Ayo kita berangkat.. "


Mandala pun berdiri.. berpamitan pada Ina.. mencium tangan ina dan memeluknya...


"Sering sering jenguk ina ya Dala.."


Istri dr.Farid memeluk mandala dengan erat seperti enggan melepasnya..


"Pasti Ina.. hari ini sama Calon istri... nanti kalo kesini lagi Dala bawa istri..."


Istri dr.Farid tertawa kecil..


"Ina doakan semuanya terkabul dan diberi jalan sama Allah SWT"


"Amiiinn..."


Aku pun berpamitan pada istri dr.Farid..


"Sering sering juga kemari ya sayang.."


istri dr.Farid juga memelukku..


"Insya Allah Ina.."


"Nanti dia datang sama Dala ina... sebagai istri Dala.."


Aku melotot pada Mandala..


"Ayo sudah, nanti kita terlambat..."


dr.Farid mencium kening istrinya... memanggil asisten yang menjaga rumah...


kami bertiga keluar....


kali ini aku duduk dibelakang...


masih mandala yang menjadi supir..


Aku lebih banyak diam.. kadang kala mataku melihat ke mandala... melihatnya dari samping dan belakang.. Hanya melihatnya.. tidak ada sesuatu apapun yang kupikirkan...


--------------------------xxxxxxxxxxxxxxx----------------


Halaman Utara rumah sakit penuh dan berisik...


Basarnas, BNPB, wartawan dan para relawan berpamitan...


Hari ini mereka semua harus pulang karena memang tugas mereka sudah selesai...


tapi upacara penutupan diadakan di pelabuhan.. bukan di rumah sakit ini...


Aku hanya memperhatikan mereka dari pintu ruang forensik...


Pegawai Rumah sakit menyapu dan mengepel...


"dr.Chintya..."


dr.Farid memanggilku...


"Ya dokter..."


Aku menoleh pada beliau...


"Mandala menelpon... tasnya ketinggalan di mobil.. dia minta tolong diantarkan ke pelabuhan.."


"Saya..??" tanyaku lagi...


"Bukan, dia meminta saya yang pergi... tapi ada sesuatu yang harus saya urus.. saya minta kamu yang mengantarkannya..."


Aku terdiam... ini murni atau memang ada kesepakatan di belakangku antara dr.Farid dan Mandala...


"Baiklah..." Akhirnya aku menyetujuinya..


dr.Farid memberikan kunci mobil padaku...


-------‐------


Aku mengendarai mobil menuju pelabuhan...


sedikit padat... menurut kabar, pejabat di pulau ini akan berkumpul pula di pelabuhan... menabur bunga dan melepas mereka semua pergi ke kota masing masing...


Berhasil melewati kepadatan... memarkirkan mobil dan mulai menengok kesana kemari mencari sosok yang menyebalkan itu...


Aku mencari nomor hapenya di kontakku...


tersambung... tak terjawab...


hmmmm... kemana sih ni orang...


Aku masuk kembali kedalam mobil...


Panas tau nunggu diluar...


sebuah chat masuk...


"Kenapa?? kangen yaa... baru juga pisahnya.."


"DIMANA?????? INI TASNYA MAU DIKASIH LEWAT LAUT APA UDARA???"


Aku sengaja mengetik dengan hurif kapital semua... supaya dia mengerti kalo aku serius, tidak suka dengan candaannya...


"kamu parkir dimana?"

__ADS_1


"Parkir Timur pelabuhan... gak boleh masuk lebih dalam lagi.. ada pejabat mo datang.."


"Tunggu.. Aku kesana"


"GPL" (Gak pake lama)


"SYS"


"???????????"


"Sabar Ya Sayang.."


"🤨🤨🤨🤨🤨🤨"


"Hahahahhahah"


Aku menunggu di mobil...


kulihat dari jauh.. seseorang yang berjalan dengan santai tapi terlihat gagah... memakai pakaian khas penerbang TNI AU... menggunakan kaca mata hitam..


Aku tertekun...


persis seperti adegan adegan di film...


dimana seorang jagoan berjalan dengan gagahnya...


Benarkah itu Mandala...


Huh.. kenapa otak ini langsung keram...


Begitu mandala mendekati mobil aku membuka kaca...


"Tasnya dibelakang... cepat, aku harus kembali ke rumah sakit.."


Mandala bukannya ke pintu belakang, tapi wajahnya malah bersandar pada kaca jendela mobil...


Jaraknya sangat dekat denganku...


Aku menjadi risih.. menjaga jarak dengannya..


"siang ini aku langsung kekotamu.."


"Untuk apa?"


"Melamarmu.."


"Ngaco..."


"Serius..."


"LAMARAN DI TOLAK"


"Hahahahhahaha"


Tidak kusangka, Mandala malah tertawa..


menyentuh hidungku dengan telunjuknya...


"Liat aja nanti... di tolak apa tidak"


Ini orang 🙈🙈


Mandala paling suka menyentuh hidungku.. sering kali dia melakukan itu padaku...


Mandala menuju kursi belakang... mengambil tas ranselnya... dan kembali kepadaku..


"Jangan kangen sama aku yaa"


lagi lagi hidungku yang dijadikan targetnya...


"Geer..."


Aku mengusap hidung yang baru disentuhnya..


"Jaga kesehatan... jangan telat makan... nanti kalo pingsan kasian yang gendong.. aku suka olahraga jadi kuat gendong kamu... kan kasian kalo kamu pingsan yang gendong Ama..."


Aku melongo memandangnya... kesampet jin ni orang..


Aku belum sadar sepenuhnya... tiba tiba ada yang mendaratkan bibirnya di pipiku...


Aku langsung tersadar...


"KAPTEEEEEENNN"


"Hahahahhaha... Sampai jumpa"


Mandala berjalan sambil melambaikan tangannya...


Aaaarrrgggghhhhhhhh


Kapten sialan... bisa bisanya dia mencuri pipiku...


Dasar Pencuri....


Dasar Kampret..


Dasar Monyong...


Dasar .................. (Apa lagi yaa hihihihihi)


-----------------------------


Jangan lupa like dan votenya yaaaa


LOVE YOU...

__ADS_1


(ulun \= saya)


__ADS_2