
Resmi sdh aku menjadi asisten dr.Farid...
seorang dokter lulusan akademi kepolisian.. kemudian mengambil kuliah kedokteran di universitas yang sama denganku...
kami satu almamater...
Setelah lulus dari S1 kedokteran.. beliau melanjutkan spesialis forensik di Negeri Paman Sam Amerika..
Bisa kalian bayangkan bagaimana jeniusnya beliau...
Semua biaya kuliah beliau di kedokteran adalah beasiswa dari kepolisian...
Setelah lulus, beliau mengabdi di Rumah Sakit Polri...
Karena merasa usia yang semakin tua, beliau akhirnya memilih untuk merantau jauh dari Rumah sakit Polri dan memilih Rumah sakit dipulau ini... kebetulan istri beliau adalah orang asli pulau sini...
menurut dr.Farid... terlalu banyak kasus yang harus ditangani di rumah sakit polri di ibukota... semua kasus harus cepat diproses... beliau sering kali tidak tidur dan kurang istirahat...
karenanya beliau memilih untuk istirahat dan bekerja dirumah sakit yang tingkat kasusnya rendah...
Jenazah pertama yang aku tangani bersama dr.farid adalah jenazah wanita yang diperkirakan wafat karena gantung diri...
kata dr.Farid... jangan sebut mereka "mayat"
terlalu kasar dan kaku... panggil lah dengan jenazah... atau bahasa di dalam ruang forensik adalah number one... number two dan seterusnya hehehehhe...
karena sering kali jenazah yang masuk diberi label dikaki mereka dengan nomor nomor 😁
__ADS_1
And Now... Aku tersenyum lega...
Jenazah pertama yang kutangani berhasil terungkap..
Setelah memberikan laporan kepada polisi dan menyerahkan jenazah kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini bagian administrasi kamar jenazah... untuk kemudian diserahkan kepada keluarga..
Aku melangkah keluar ruangan bersama dr.Farid...
berniat untuk makan dikantin...
kata dr.Farid untuk merayakan kedatanganku sebagai asistennya dan keberhasilanku mengungkap kasus 🙈
dr.Farid terlalu berlebihan... aku hanya membantu... walaupun tidak ada aku, dengan kecerdasan dan kejelian dr.Farid, aku yakin kasus ini pun akan tetap terungkap...
Kami bertemu rekan rekanku sesama dokter magang di kantin...
dr.Farid sangat bersahabat dengan mereka...
kami duduk satu meja dan saling berbagi cerita...
dr.Farid mengajarkan kepada kami bagaimana selayaknya seorang dokter itu bersikap dan bertindak...
membagi pengalaman beliau selama 30 tahun lebih menjadi seorang dokter....
berawal sama seperti kami, menjadi dokter magang yang ditindas oleh dokter senior 😄😄
Pengalaman dr.Farid lebih susah lagi... beliau bertugas di rumah sakit polri...
__ADS_1
kebanyakan dokter yang bertugas adalah perwira polri yang jelas lebih senior dari beliau...
yang jelas, setiap harinya beliau pasti kena tegur dan hukumannya adalah push up lima puluh kali...
"Tapi itu menjadikan saya kuat dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan" ucap dr.Farid..
"okey, pestanya usai... saya harus istirahat..
dr.Chintya, kamu juga bisa pulang dan istirahat.. jangan lupa standy untuk panggilan darurat"
"baik dok.." jawabku
dr.Farid berdiri... kami pun semua berdiri...
"Saya.yang bayar, jangan dibantah..see you"
"terima kasih dok" kami serentak mengucapkan itu..
dr.Farid beranjak... menuju kasir... membayar makan kami semua... sebelum keluar kantin, melihat kembali kearah kami dan mengangkat tangan..
kami semua mengangguk dan serempak mengucapkan terima kasih kembali...
Rekan-rekan ku berucap bahwa aku beruntung bisa belajar dari seorang dr.Farid...
Seorang dokter senior yang humble... tidak menggurui... mau mendengarkan dan mau berbagi...
mereka semua terkesan dengan kepribadian dr.Farid..
__ADS_1
Ya, aku harus bersyukur bisa mendapatkan seorang guru seperti beliau... semoga kelak aku bisa mengambil spesialisku dan bisa mengabdikan diriku seperti dr.Farid..
I Hope... suatu hari nanti 😇😇