Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 10


__ADS_3

"Woy sini,ngumpul sama kita"teriak bima kepada dani dan deni yang sedang mencari tempat duduk di kantin.


Dani dan deni yang mendengar teriakan bima,segera menghampiri dia dan teman temannya,sangat ramai.Bahkan ada juga teman teman dari adiknya.melihat itu membuatnya mengingat dinda.


"Hai bro"panggil mereka seraya menyatukan kepalan tangan mereka satu persatu.Itulah kebiasaannya.


Sedangkan nita,fifi,dan anya,mereka menatap dinda.Dia terlihat santai dan tidak peduli dengan kedatangan mereka,


abang abangnya.Sepertinya dia memang sudah melupakan mereka.


"Kau pindah kesini?"tanya dito.


"Iya gue pindah,lo tau lah"balas deni.


"Hay kalian disini juga"ucap dani kepada nita dan yang lainnya.Mereka belum menyadari kalau disana ada dinda,


karena dinda terus serius memakan makanannya,tidak menghiraukan sekitarnya.


"Eh iya kak"balas nita tersenyum canggung.Dia tidak mau menyakiti hati dinda.


Bima berpindah tempat,menjadi samping nita.Takutnya dani dan deni duduk di samping dia.


"Silahkan duduk, makannya pesen sendiri ya"ucap tino.


Jujur,dinda ingin sekali memeluknya.Tapi dia takut,mereka tidak mengenalinya. Bisa bisa dia yang malu di depan umum.


Dia memang pemberani,tapi dia juga masih mempunyai rasa malu,seperti orang pada umumnya.


"Gue mau ini dong"ucap bima, meminta makanan milik nita.


"mau ini?boleh"nita pun menyuapi makanannya ke mulut bima.Dia bukan wanita yang pelit dengan makanan.Tapi hal itu membuat yang lainnya iri dengan keromantisan yang mereka lakukan dengan tidak sengaja.


"Abaikan setan seperti mereka,mari kita makan saja"ucap dito menyindir,


membuat bima melirik sebal kepadanya.


"Lo gimana var?udah nemu penggantinya belum?"goda deni kepada varo.


"Sudah"bukannya varo yang menjawabnya,tapi malahan bima.


"Beneran?ada yang mau dengan cowok cuek seperti dia?"tanya deni bergurau.


"Iya, namanya dinda"balas bima.


Membuat mereka terdiam.Tak hanya mereka,dinda juga menatapnya tak percaya.Apaan dia! namanya dibawa bawa olehnya.Apalagi,melihat varo yang terus menatapnya dengan tersenyum miring,membuatnya semakin geram kepadanya.Apa si niat dia?.Membuatnya ingin sekali membunuhnya.


"Eh maaf kalo gue buat kalian sedih"ucap bima tidak enak.Ya,mereka sudah tau semua masalah dani dan deni.Terutama masalah dikeluarga nya.


"Sudah enam tahun,kita mencarinya,tapi tetep saja sulit"ucap dani bersedih.


"Andai, waktu itu kita ikut dengannya,kita tidak kesepian seperti ini,kita merasa bersalah"lanjut deni.


Dinda cukup tertegun.Ternyata,mereka masih mencarinya.Dinda tak menyangka,


abang abang nya masih peduli dengannya,setelah kejadian itu.Yang membuatnya tersenyum kecil.


"Lo yang sabar,nanti juga ketemu kok"ucap tino.


"Bener tuh,lagian dia yang salah,ngapain lo nyariin terus"timpal dito.


Varo dapat melihat,dinda langsung menatap tajam dito.,saat mendengar ucapannya.Sepertinya ada hubungannya dengannya.


"Bukan dia yang salah!"ucap fifi membuat mereka menatap dirinya.


"Tau dari mana?"tanya tino.Kejadian kemarin,saat dinda dan amel berdebat,

__ADS_1


tino dan teman temannya tidak mendengarkan pasti,apa yang mereka bicarakan.


Nita dan anya sangat gregetan kepadanya.Mereka hanya tidak ingin ikut campur tentang itu.Lagian mereka sudah tau semuanya,hanya saja biarlah mereka mencari taunya sendiri,kalau masih menginginkan adiknya.


Sedangkan dinda?dia masih sibuk dengan ponselnya.Mungkin terlihat sibuk,


tapi aslinya dia merasa tersentuh mendengar ucapan dari abangnya.


"Memang!dinda tidak salah!"ucap dani membuat fifi lega.


"Lalu siapa?"tanya dito.


"Minda,istri daddy sekarang"balas deni,


membuat teman temannya terkejut, kecuali dinda dan yang lainnya.Malahan dinda hanya tersenyum kecut.Apa setelah mengetahui semuanya,mereka baru mencarinya?.


"Tau darimana?"tanya bima.


Varo?dia hanya mendengarkan apa yang mereka katakan.Sesekali dia melirik dinda yang ada di depannya.Dia berbicara,kalau ada yang mengajak bicara.


"Gue mendengarkan sendiri apa yang mereka katakan,mereka hanya ingin menguasai harta daddy"jelas dani.


"Daddy lo tau?"tanya dito.


"Biarkan dia tau sendiri"balas deni.


Dari kejauhan,amel terus memantau mereka.Ternyata dani dan deni belum tau kalau di antara mereka,adalah adiknya.


Baguslah, sepertinya dinda terlalu benci dengan mereka,yang membuatnya tidak ingin bertemu dengan abang abangnya.


"Gue pergi!"ucap dinda seraya beranjak dari duduknya,dan melangkah keluar dari kantin.


"Dia siapa?"tanya dani.


balas bima sambil mengunyah makanannya.


"Gue belum lihat jelas wajahnya"ucap deni.


"Lo makan sendiri!"ucap nita seraya berdiri dari duduknya.


"Lo mau kemana?"tanya bima menahan tangan nita.


"Gue mau keluar bentar"balas nita.


Mereka pun keluar mengikuti dinda. Mereka tidak bisa jauh dari dinda.Entah mau kemana dia?.


"Wanita misterius"gumam varo terkekeh.


Dinda segera menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.Saat di parkiran dia menatap mobil yang lain, tepatnya mobil yang persis dengannya.Membuatnya terkekeh kecil.


"Dia iri rupanya"gumanya.


"Lo mau kemana din?"tanya anya.


"Markas diserang"balas dinda.


Dinda segera masuk ke mobilnya dan menjalankannya menuju markasnya.


Sama seperti teman temannya,mereka pun masuk ke mobilnya masing-masing.


"Mau ngapain lo kesini hah!"ucap fatar tajam.


"Tenang!gue gak akan ngehancurin markas lo ini,tapi gue hanya ingin ngehancurin leader lo!"balas kelvan.


Dia adalah tangan kanan dari mafia RedDragon.Mafia yang tidak ada apa apanya bagi blackwhite.Sepertinya mereka salah satu mafia yang ingin menghancurkan mafianya.Hal itu,sudah biasa.

__ADS_1


"Engga ada!"balas fatar datar.


"Sebaiknya kalian pergi!kalau tidak mau mati disini!"ucap fatur.


"Mati?mungkin kalian yang mati"balas kelvan terkekeh remeh.


Tanpa berkata lagi,kelvan dan para mafiosonya menyerang fatar,fatur,dan juga mafioso blackwhite yang sudah siap.Tiada hari,orang yang tidak menggangu mereka.


Namun,sebelum mereka saling menyerang.Ada dinda yang menghentikannya.


"Berhenti!"ucap dinda dibalik topeng hitamnya.


Dia berjalan menuju pertengahan kelvan dan fatar,diikuti teman temannya yang juga memakai topeng.Mereka juga sudah mengganti pakaiannya,dengan memakai baju serba hitam,khusus mafia blackwhite.


"Tujuan apa kalian mengganggu mereka"


ucap dinda.


"Gue mau lo mati!"balas kelvan,dia tau dia adalah leader,karena pakaiannya, khusus leader madia blackwhite.


"Eh,gue tak menyangka, ternyata leadernya cewek guys,mudah laa"ucap kelvan meremehkan dinda,yang membuat tangannya terkepal kuat.Dia tidak suka ada yang meremehkan wanita!.


"banyak bacot!"


Dinda pun menyerang kelvan dengan sangat cepat.Membuatnya kewalahan untuk menghindari serangan dinda.


Sedangkan yang lain?mereka diam saja.


Tidak ada yang memulai,maka mereka juga tidak memulai.


Bugh Bugh


"Lo yang lemah!"


Bugh


"Jangan remehkan gue anjing!"


Beberapa pukulan saja,kelvan sudah terkepar lemas.Entah apa serangan barusan,sungguh hebat.Semua yang ada disana pun dibuatnya takjub akan kepintarannya.


"Gimana kekuatan seorang wanita?lemah?"tanya dinda mengejek.


"Arghhh...sshittt..."kelvan sudah tak mampu untuk berdiri.


"Dimana markas leader lo!?"tanya dinda.


Kelvan tidak menjawabnya.


"Diamana anjing!"sarkas dinda,dia menginjak perut kelvan dengan kuat.


"Arghhhhh sakit..."


"Dimana?"tanya dinda kembali.


"Di hutan sebelah timur!"dengan terpaksa diapun menjawabnya.Dia tidak ingin mati disana.


"hmmm,Anya!"


Dor


Sepertinya harapan untuk hidup,musnah.


Dia sudah tak bernyawa akibat tembakan dari anya.


"Bagus!!"

__ADS_1


__ADS_2