Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 21


__ADS_3

"Mama,kenapa kita kesini si!"ucap amel seraya menatap takut gedung tua dan serem itu.


Gedung yang cukup besar tapi terlihat kotor dan banyak sarang laba-laba disekitarnya,terlihat gelap dan menyeramkan.Hanya orang tertentu yang boleh masuk.Kalau ada orang lain yang masuk,pasti sudah tidak bisa keluar lagi.


"Jangan berisik!ini markas vedgrafl, markas teman ayah"ucap minda sambil memapah anaknya.


"Oh itu,tapikan kita belum janjian sama candra ma, nanti kalau dia ngira kita orang asing,gimana?aku ga mau mati sekarang!"ucap amel merengek.


"Diamlah!kau mau membalas perbuatan dinda padamu kan?"tanya minda.


"Itu harus dong!"bala amel.


"Makannya kita minta bantuan sama dia!"


ucap minda.


"Bantuan?dia hanya satu orang aja ma,


ngapain minta tolong ke mafia,tinggal kita lenyapkan saja berdua,gampang kan"


ucap amel seraya menahan nyeri di semua bagian tubuhnya.


"Pantes saja kamu kalah sama dinda,kamu nya aja bodohnya minta ampun!"ucap minda.


"Maaa! serius nih!!"


"Dia bukan hanya dinda aja,tapi banyak,


kau tau dia itu leader mafia blackwhite"


ucap minda.


"APA!!"teriak amel terkejut.


"Husttt,diam amel!!nanti kita di tembak gimana!!"ucap minda,seraya menutup mulut amel.


"Emtttt"


"Makanya diam!"minda pun melepaskan tangannya dari mulut amel.


"Aku kan kaget maa, refleks refleks!"kesal amel.


"Ya gitu, awalnya mama juga tak percaya kalau dinda itu leader mafia blackwhite"


ucap minda.


"Hebat juga dia!terus sekarang kita harus gimana?"tanya amel dengan bodohnya.


"Hisshh kau-!"


"Siapa disana?"suara bariton itu membuat mereka berdua terjingkat kaget.Karena gelap,mereka tidak melihat jelas dimana orang yang teriak tadi.


Hanya beberapa cahaya lampu kecil yang meneranginya.


"Maa aku takut"lirih amel.

__ADS_1


"Jangan takut,kita harus membalasnya atas kematian ayahmu"ucap minda seraya menuntun amel untuk masuk ke dalam.Amel pun mengangguk kecil.


Brakkk


Tepat di dalam,tiba tiba pintu tertutup sendiri dengan keras,membuat mereka kaget.Bulu kuduknya berdiri seketika.


"Mama,hiksss pintunya"ucap amel yang sudah sangat takut.


TakTakTak


Di tambah suara jejak kaki makin terdengar jelas di telinga mereka. Keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya.Bayang bayang hitam, semakin membuat mereka bergetar.Sangat horor.


"Mamaa siapa itu,hikss aku takut"tangis kecil amel.


"Kau tenang!"ucap minda.


Dengan kaki gemetar, mereka terus berjalan ke depan.Jari jemari tangannya saling bertautan kuat.Pandangan terus mengamati setiap sudut gedung yang gelap dan sunyi.


TakTakTak


Mendengar suara jejak kaki semakin mendekat,seketika dada naik turun dan terasa bergetar bergemuruh hebat.Sudah pasti mereka dalam bahaya.Akhirnya minda memberanikan diri untuk bicara.


"Aku istri dari brato hanya ingin minta tolong kepada kalian!"ucap minda dengan suara lumayan keras.


"Mamaa,kita pulang aja yuk"rengek amel,


dia memeluk lengan mama nya.


"Aku akan memenuhi apa yang kalian mau,asalkan kalian mau membantuku"


lanjut minda tanpa menghiraukan ucapan amel.


"Mamaaa"rengek amel.


Dan mereka yakin,pria tepat di depan mereka itu adalah candra.Teman dari brato.Dia mengenakan jubah hitam dan masih lumayan muda.Wajahnya tidak tertutupi apa apa,membuat mereka melihat wajahnya dengan jelas.Tentunya lebih menarik dia daripada suaminya.


"Apa yang kau bilang?"ucap candra.


"Yah,aku ingin meminta tolong padamu"


balas minda.


"Kau istri dari brato?kemana dia?"tanya candra.


"Dia meninggal tadi pagi"balas minda.


"Karena?"tanya candra.


"Dia dibunuh oleh leader mafia blackwhite"balas minda.


"Blackwhite?mafia yang besar,kau ingin aku membalasnya?"ucap candra.


"Iyaa,bukan hanya membunuh brato,tapi dia juga melukai anak aku,kau lihat, wajahnya penuh dengan luka,dan itu karenanya!!"ucap minda.


Amel hanya tersenyum ragu.Dia juga gugup,candra terus menatapnya dengan intens.

__ADS_1


"Melawan mafia terkejam nomer satu, bukanlah hal yang mudah,butuh persiapan yang matang dan kuat"ucap candra,dia mendekat ke arah minda dan amel.


Dia mencolek dagu amel,membuat amel terkejut dengan tindakannya.Memang dia sudah biasa,tapi sekarang dia sedang tidak mood dan tubuhnya sangat lelah.


Dia hanya menanggapinya dengan senyuman terpaksa.


Membuat minda menyenggol kecil lengan amel.Sikapnya bisa saja membuat candra menolak untuk membantunya.


"Aku siap memberimu apapun yang kau mau,tapi kau harus melenyapkan dia"ucap minda.


"Benarkan?"tanya candra tersenyum,


seraya merangkul bahu amel,dan memukul kecil pantatnya dengan sensualnya.Sungguh,amel ingin sekali lepas dari rangkulannya, namun sudah pasti ibu nya marah kepadanya.


"Aku ingin anakmu ini? bolehkah?"tanya candra.


Amel menatap minda dengan mengisyaratkan agar dia tidak memperbolehkan dirinya bersama candra.Bisa bisa dirinya tidak bisa berjalan selama satu bulan.Dia belum pulih,bahkan belum sembuh.Terutama di


bawah sana,masih sangat perih.


"Bo-boleh,sangat boleh,silahkan gunakan sepuasmu,dia sudah biasa melakukan itu"balas minda tanpa mengetahui persetujuan dari anaknya.


"Maa,kau tidak lihat,aku masih sakit ma"


ucap amel menolak,tapi minda hanya membalasnya dengan kedipan matanya,


agar amel menurut saja.


"Om,kau tak lihat wajahku ini?penuh luka,


apa kau masih selera denganku?"ucap amel,berharap agar responnya sesuai dengan apa yang diinginkan.


"Tak masalah,kau masih cantik,lagian aku tak butuh wajahmu,tapi permainanmu"balas candra,membuat amel ingin lari dari sana.Di luar dugaannya.


"Bisakah jangan bersamaku?aku sedang sakit om"ucap amel.


"Aku tau obatnya agar kau tidak sakit lagi"ucap candra.


Seorang mafiosonya pun darang dengan membawa segelas minuman.Entah minuman apa itu?.


"Minumlah,ini akan membuatmu enak"ucap candra.Amel dapat melihat senyuman miringnya yang penuh arti.


"Ga usah om,ma-"


"Minum!atau kalian pergi dari sini!"tekan candra.


"Sayang,minumlah,biar kau sehat"ucap minda dengan menatap tajam amel.


Dengan gerakan ragu,amel pun mengambil gelas itu dan meminumnya.


Itu hanya air biasa,tapi sepertinya ada sesuatu yang dia masukkan ke dalamnya.Amel hanya pasrah saja.


Seketika tubuh amel lemas dan terasa sangat panas.Dengan cepat candra membopongnya dan membawanya ke ruangannya.Sebelumnya dia mengisyaratkan kepada beberapa tangan kanannya untuk menangani minda.


"Mau apa kalian?"tanya minda,dia mengelus satu persatu dada para mafioso tersebut.

__ADS_1


"Cih,sudah ahli dia"sahut salah satu mafioso tersebut.


Mereka pun membawa minda ke ruangan yang satunya lagi.Menjinjikan!!!.


__ADS_2