Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 86


__ADS_3

Dengan tatapan kosong,dinda terus menyusuri jalanan yang gelap dan sepi,hanya lampu jalan yang menerangi disekitarnya. Matanya merah dan isakan kecil masih terdengar darinya.Dia sangat kecewa dengan varo.Kenapa dia tega melakukan ini padanya!!.


TinTin


Suara klakson mobil menghentikan langkahnya.


"Heei,kamu kenapa sayang?"tanya fatar menghampiri adiknya.


"Dindaa kamu nangis?kenapa astaga"ucap fatur.


Dia juga terkejut saat mendapatkan panggilan darinya.Suara yang menahan tangis,dan kenapa malam malam dia masih ada di luar.Sendirian tanpa tranportasi lagi.Membuatnya khawatir.


"Abaaang hiks hiks!!"tangis dinda pecah


seraya memeluk kedua abangnya itu.


"Kamu kenapa nangis dindaa!siapa yang buat kamu nangis seperti ini!"ucap fatur.


Dia mulai emosi,karena menangis,adalah hal yang langka darinya.Bahkan selama ini mereka tidak pernah melihatnya menangis,jangan sampai mereka melihatnya menangis.Tapi ini?,baru kali ini ada yang membuatnya menangis.


"Siapa dinda!bilang sama abang,biar abang beri dia pelajaran!"lanjut fatur.


"Jangan!"cegah dinda.


"Tap-"


"Sudahlah bang,ini masalah aku!"potong dinda.


Fatar dan fatur pun saling bertatapan heran.Lalu dia mengangguk sepakat.


Mereka paham,ini masalah privasinya.


Soal privasi,mereka tidak akan memaksanya untuk membukanya.Saat ini,mereka harus menenangkannya.


"Ya udah kalo kamu ga mau cerita,kita pulang yah"ucap dani sambil mengelus rambutnya.


"Aku ga mau pulang!"ucap dinda membuat mereka menatapnya.


"Kenapa?"tanya fatar.


"Ga papa"balas dinda.


"Pulang ke markas?"tanya fatur.


"Engga,aku mau pergi"balas dinda seraya melepaskan pelukannya.


"Pergi kemana sayang?janganlah membuat semua kakakmu khawatir"


ucap fatur.


"Aku mau pergi bang"ucap dinda seraya masuk ke mobil yang kedua abangnya bawa,dan menjalankannya tanpa menghiraukan mereka yang terus memanggilnya.


"Mau pergi?pergi kemana dinda!!"ucap fatur.


"Dindaaa lo mau kemana!!"teriak fatar.

__ADS_1


Dia dan fatur sangat frustasi melihat adiknya seperti ini.Mau kemana dia?


dan pertanyaan paling utama adalah kenapa dia?siapa yang membuatnya menangis seperti ini.Astaga,ini sangat membingungkan.


"Kita ga bisa seperti ini,kita harus kejar dia!!"ucap fatar.


"Kita kejar dia!"balas fatar.


Mereka pun masuk ke dalam mobil yang fatur bawa.Karena mereka membawa mobil dua,tentu saja dinda yang menyuruhnya.Dengan kecepatan tinggi mereka terus menyusul adiknya.


"Anjir,dinda cepet banget..."ucap fatar sambil menyetir mobilnya.


"Ga heran gue"balas fatur.


"Kita lewat jalan pintas!"lanjut fatur di angguki oleh fatar.Mereka tidak akan membiarkan dinda pergi sendiri,apalagi dengan keadaan seperti itu,bisa bisa akan membahayakan dirinya sendiri.


Ternyata keberuntungan berpihak kepadanya.Akhirnya mereka bisa menyusul adiknya,dengan menghentikan mobilnya di tengah jalan,lebih tepatnya depan mobil dinda.Otomatis dia akan menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Dindaa keluarlah..abang butuh penjelasan dari kamu"ucap fatar membujuk dari luar jendela mobil dinda.


Mereka terus mengetuk kaca mobilnya agar dia keluar untuk menemuinya.


"Abang,biarkan aku sendiri!"balas dinda dari dalam mobilnya.


"Jangan buat abang khawatir dinda"


ucap fatur.


"Kalian jangan khawatir,aku ga papa,aku hanya ingin sendiri,aku tidak mau ada yang menggangguku!"ucap dinda tanpa keluar dari mobilnya.


"Tapi setidaknya beritahu abang kamu mau pergi kemana sayang"ucap fatar.


"Tap-"


"Sudahlah bang,kalian pergi!"ucap dinda terdengar mengusir.Dia sangat kacau malam ini.Dia akan marah marah ga jelas, walaupun itu kakaknya sendiri.


"Sayang jangan sep-"


"Aku bilang pergi bang!!....Pergiii!!"teriak dinda frustasi.


Fatar dan fatur akan mengerti.


"Abang akan pergi,tapi kamu jaga diri baik baik,jangan kebut kebutan seperti tadi,itu bahaya!"peringat fatar.


"Abang menantikan kabar baik darimu"


ucap fatur.


Dengan pasrah, mereka pun memasuki mobilnya,dan menjalankannya pergi dari sana.Dinda tetap dinda,dia akan kekeh dalam keputusannya.Kalau dia sudah marah seperti ini,pasti tidak akan yang ada menghentikannya. Mereka hanya berharap adiknya baik baik saja.


"Arghhhhh lo bajingan!!!lo bangsat!!!"


teriak dinda dengan memukul setirnya.


"Hiks hiks,teganya lo buat gue nangis!lo buat gue sakit!dan buat gue bodoh! hiks..

__ADS_1


lo anjing!"racau dinda menangis.Sudah berkali-kali dia berusaha untuk menahan tangisnya.Dia menganggap menangisinya hanyalah sebuah hal yang


menjijikkan.Tapi...dia tidak bisa!!!.Dia sudah diperdaya olehnya!.Dia menyesal sudah percaya dengan kata kata manisnya!.


"Gue benci lo!"tekan dinda seraya menjalankan mobilnya menuju bandara.


Bali,adalah tujuannya.Ketenangan adalah suasana yang sangat dibutuhkan olehnya.Tanpa ada yang mengganggunya dan dia akan mencoba untuk melupakannya.Yah, melupakannya.Dia tidak akan meminta penjelasan kepadanya,cukup melupakannya!.


"Jadwal penerbangan ke bali besok pagi mba"ucap petugas.Karena wanita di depannya terus memaksanya untuk berangkat saat ini juga.


"Saya ingin sekarang!"ucap dinda memaksa.


"Maaf mba,ga bisa dong,masa semaunya sendiri,aneh banget"protes petugas itu.


Baru kali ini dia menemukan orang yang request dengan jadawal penerbangan.


Membuatnya merasa wanita ini tidak waras,apalagi ke bandara,memakai pakaian seperti mau pesta,pakai masker,


dan kacamata.Tak hanya itu, rambutnya juga berantakan seperti orang yang mencurigakan.


"Anda memaksa saya untuk memamerkan identitas saya?"tanya dinda seraya menarik kerah seragamnya.


Glekkk


Apa dia psikopat?, seperti di novel dan film film itu?.Menakutkan.Saat inj dirinya sangat gugup tubuhnya bergetar takut.


Melihat sekitar,lumayan sepi,karena hampir tengah malam.


"A-anu it-"


"Saya sewa pesawat ini,untuk saya sendiri!"tekan dinda seraya menunjukkan kertas cek yang angkanya membuat mata petugas itu membulat.Sultan mana lagi nih?!.


Dinda pun melepaskan cekalannya.


Dia tidak menggunakan pesawat pribadinya,karena dia tidak mau para kakaknya dan teman temannya tau kemana dirinya pergi.Dia terpaksa menyembunyikan dirinya dari mereka.


Dia tahu,mereka akan khawatir padanya,


tapi dia berharap bang fatar dan bang fatur dapat mengatasinya.


"Ma-maaf queen saya benar benar tidak mengenalimu"ucap petugas itu seraya menundukkan tubuhnya.Saat melihat kartu identitasnya,dia sangat terkejut.


Ternyata,seorang CEO dari perusahaan nomer satu dan tentunya sangat kaya raya.


"Hmm,siapkan semuanya!"balas dinda.


"Baik queen"balasnya.


"Ingat!, sembunyikan hal ini dari siapapun!,keluarga saya sekalipun!"


peringat dinda.


"Ba-baik queen"balas petugas itu.


Dia pun segera berdiskusi dengan teman temannya,terutama dengan pilot yang akan mengantarkan queen.Mereka harus menyiapkan semuanya dengan teliti.

__ADS_1


Mereka harus menerima berbagai komentar pedas dari penumpang yang akan berangkat ke bali besok pagi.Huh,


mereka harus pasrah.Ini demi keselamatan dan juga uang.


__ADS_2