Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 66


__ADS_3

Pagi ini,dinda dan varo mengantarkan kedua abangnya ke bandara.Tiba tiba ada pekerjaan penting di luar negeri,yang harus mereka tangani.Pastinya membuat dinda sedih,dia masih ingin bersamanya.


" Baby,maafkan abang"ucap deni,dia dan dani sedang memeluk adiknya yang sedang kesal.


"Kalian jangan lama lama!"ucap dinda seraya mengerucutkan bibirnya.


"Kita usahakan,tidak akan lama,lagian kita bisa mengobrol setiap waktu kan"ucap deni mengelus rambut sang adik.


"Pokoknya kalian jangan lama lama!"ucap dinda kekeh.Varo yang ada dibelakangnya hanya menggelengkan kepalanya,melihat tingkah manja gadisnya.


"Var,jagain si queen mafia yang manja ini yah"ucap dani.


"Beri saja es krim saat dia rewel,pasti diam kok"lanjut deni.


"Ih abaang,aku bukan anak kecil lagi!!"


rengek dinda.


Dani dan deni senang, sikap adiknya kembali seperti dulu.Sepertinya karena rasa kekeluargaan yang menyayanginya. Dia butuh kasih sayang dan perlakuan yang lembut.


"Siap!gue peluk aja,dia anteng kok"


ucap varo terkekeh kecil.


"Yeee,itu mau lo bambang!"ucap deni.


Sedangkan dinda,dia masih nyaman memeluk kedua abangnya.


"Awas aja lo nyakitin dia!abis lo!"peringat dani seraya menunjuk varo.Tentu saja hanya bercanda.Dia tidak menghabisinya,tapi menjauhkan adiknya darinya.Mereka yakin,hanya itu saja pasti membuatnya sengsara.


"Iya abang"balas varo.


"Dih kesambet apa lo, panggil gue abang?, biasanya dan?!den?!dan den"ucap deni.


"Ga boleh?biar sopan aja gitu sama calon kakak ipar"balas varo tertawa kecil.


"Baru kali ini lo sopan sama orang!...eh tapi bagus!pertahankan!"ucap dani terkekeh.


Mereka beralih ke dinda yang sedang memeluknya.Mereka juga tidak tega untuk meninggalkannya.Karena sepertinya mereka akan lumayan lama disana.Tapi mereka percaya,ada varo dan teman temannya,dan juga kakaknya yang selalu menjaganya.


"Kalau kalian udah sampe,kabarin aku ya"


ucap dinda seraya melepaskan pelukannya.


"Pasti dong"balas mereka.Mereka pun mengecup kening adiknya.


"Kamu hati hati ya,jaga diri baik-baik disini,abang usahakan,akan pulang cepat"ucap deni,dibalas anggukan kecil oleh sang adik.

__ADS_1


Saat dani dan deni segera pergi masuk ke pesawat.Tangannya masih di genggam erat oleh adiknya.Dinda seaakan seperti anak bayi yang akan ditinggal ibunya.


Ya bagaimana tidak, setiap hari,setiap waktu dirinya selalu dijaga olehnya.Lebih tepatnya mereka tinggal bersama.


"Nanti kita jalan jalan?beli es krim?"ucap varo dengan merangkul bahu gadisnya.


Dengan penuh kepasrahan,dinda melepaskan tangan kedua abangnya.


Dia rasa,dirinya tidak seharusnya melakukan ini,sama saja dirinya menghalangi kesuksesan kedua abangnya.Dan juga, dirinya tidak bisa menolak ajakan varo barusan.


"Apapun yang terjadi,kabarin abang!"


ucap deni seraya mengacak lembut rambutnya.


Dia dan dani pun melenggang pergi dari hadapan dinda dan varo,untuk masuk ke pesawat pribadi miliknya.Tak lupa mereka melambaikan tangannya ke adiknya.Dengan wajah tersenyum,dinda membalasnya,dia tidak boleh membuatnya khawatir.Dia sudah seperti orang yang ditinggal pergi sangat lama.


"Kita jalan jalan ya"ucap varo seraya menariknya ke pelukannya.Dinda menenggelamkan wajahnya ke dadanya.


Entah kenapa sekarang dirinya lebih pendek,eh mungkin varo nya yang tumbuh tinggi melebihinya.Pria yang jangkung dia.


"Lo yang bayar!"ucap dinda yang ingin membeli sesuatu.


"Apapun buat lo,sayang"balas varo,dia pun memeluk pinggangnya dan melangkah pergi dari sana.


Mereka mulai menelusuri setiap sudut salah satu mall besar di kota.Soal di traktir,dinda tidak bisa menolaknya.Dia dan varo masih asik memilih barang yang akan ia beli.Memang,ora kaya mah bebas,tidak perlu memikirkan uang.


"Sudah?"tanya varo.


Pikirannya!!.


"Hmm...sudah kayaknya deh"balas dinda.


Membuat varo mengacak rambutnya gemas.Hari ini benar benar happy.


"Baiklah"varo pun membawa belanjaannya ke kasir untuk ia bayar. Tentu saja hasilnya tidak sedikit,tapi tidak membuat varo kaget.Dia mengeluarkan black card nya.Dinda tau,mall ini adalah miliknya.


"Makasih den,non"ucap petugas kasir wanita itu dengan tersenyum ramah.Dia sudah sangat paham, wanita yang disampingnya adalah kekasihnya.


"Hmm"balas varo.


Dia pun mengambil tas belanjaan tersebut yang lumayan banyak.


"Var sini gue yang bawa"ucap dinda, karena kebanyakan adalah barang miliknya.


"Gue aja"balas varo seraya mengecup bibir gadisnya.Pastinya membuat jiwa baper para manusia disekitarnya, menjerit meronta-ronta.Betapa romantisnya pasangan itu.


"Mau pesen apa den,non"ucap sang pelayan restoran.Mereka mampir ke restoran terlebih dahulu.Karena saatnya makan siang.

__ADS_1


Dinda masih memilih makanan yang akan ia pesan.


"Spaghetti carbo-"


"Nasi goreng ayam katsu aja mba,2"


ucap varo memotong ucapan dinda.


"Varoo,gue kan mau-"


"Minumnya?atau ada menu lainnya?"


tanya pelayan restoran.


"Satu botol wine"ucap dinda ngawur, membuat varo melototkan matanya.


Pelayan tersebut pun terkejut.Bisa bisanya gadisnya memesan minuman itu!.


"Jus jeruk 2"ucap varo.


"Ba-baik den,ditunggu...."balas sang pelayan,seraya melenggang pergi dari sana.


Sedangkan dinda,dia masih kesal dengan varo.Mau protes?itu hanya sia sia.Dia juga tidak mau berdebat dengannya. Tentu saja dirinya lah yang kalah.


"Gue ga ngizinin lo makan itu"ucap varo seraya mengelus tangan gadisnya yang ada digenggamnya.Betapa menggemaskan gadisnya saat ini.Varo tau,gadisnya sedang badmood,karena habis ditinggal kedua abangnya.


Setelah makan siang dan pastinya beristirahat,sekarang yang mereka tuju adalah toko makanan.Dengan hati yang senang, dinda mendorong trolinya,dan mulai memilih makanan yang akan ia beli.Terutama makanan ringan,dan es krim.


"Jangan banyak banyak!"peringat varo yang melihat dinda mengambil sangat banyak jenis es krim.Menurutnya ga baik untuk kesehatan gadisnya.


"Ishh terserah gue dong!!tadi kan lo yang nawarin!"kesal dinda.


"Huftt,iya,tapi jangan banyak-banyak sayang,ga boleh"ucap varo seraya mengembalikan sebagian es krim yang sudah dinda ambil.


Tentu saja membuat dinda mengerucutkan bibirnya,tak lupa dengan mata yang berkaca-kaca.Dia pun memeluk pinggang varo,dan menenggelamkan wajahnya di dadanya.


Sangat nyaman.


"Lo jahat!!"ucapnya.


Ternyata dia memang tidak berubah.Dia teringat, dulu saat dinda ingin es krim pun,dia tega tidak membelikannya.Dan sekarang, sama aja!.Lebih baik, dirinya beli semua apa yang ia mau, sendiri tanpa dia.


"Ini demi kebaikan lo,sekarang kita pulang yah,lo pasti udah cape"ucap varo seraya mengecup keningnya.


Mereka pun membayar belanjaannya,


lalu mereka pulang ke rumah dinda.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari,ada seorang wanita yang menyaksikan itu,dengan tangan yang mengepal.


"Gue akan mendapatkan lo kembali,dari wanita lo!!awas lo!!"


__ADS_2