
"Bajingan!!"
Bughhhhh.
"Arghhh"
Seketika pukulan keras mengenai pipi dito.Ayah anya tak segan segan melakukan itu kepada orang yang telah melukai anaknya.Tak hanya melukai hatinya,tapi juga fisiknya.Dia tak menyangka,selama ini anaknya menderita karena pria brengsek itu.
"Lihat!!lihat apa yang kamu lakukan pada anak saya!"tekan ayah anya sambil menunjuk anaknya yang sedang tidur tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.
Tak lupa,beberapa perban yang menutupi luka luka ditubuhnya,terutama di kepalanya.Dia belum juga sadar, setelah kecelakaan yang dialaminya malam tadi.
Saat mendengar anaknya kecelakaan,tak butuh waktu lama ayahnya pun langsung pulang dari luar negeri.
"Ma-maaf om...aku salah"ucap dito lirih sambil menatap wajah pucat wanitanya.
Ada rasa sedih yang mendalam di hatinya.Dia sangat merasa bersalah,
menyesal,kecewa,dan emosi kepada dirinya sendiri.Hal ini sangat membuatnya terpukul.
"Om tidak butuh kata maaf darimu!,...
sekarang kamu pergi dari sini!"tekan ayah anya tajam.
"Tidak om,aku mau nemenin anya disini!"
tolak dito.
"Jangan harap!, keberadaanmu disini hanya membuat anak om semakin sakit!"
ucap ayah anya.
"Tidak om!,aku ga mau keluar!"ucap dito kekeh.
"Keluar dito!!,om bilang keluar dari sini!,
dan jangan temui anak om lagi!"lantang ayah anya menatap tajam dito.
Dito tidak bisa berbuat apapun lagi.Dia menatap nanar wanitanya.Melihatnya membuat hatinya teriris.
"Keluar!"ucap ayah anya lirih namun penuh penekanan.
Dengan terpaksa,dito pun melangkah keluar dari ruangan itu.Namun, tatapannya tak luput dari anya.Dia sangat ingin menemaninya saat ini.Tapi dia tau,
ayahnya lah yang lebih berhak menemani anak satu satunya itu.Namun dia rasa,
harapan untuk bersamanya lagi,sangat kecil.Apalagi dirinya sudah tak dapat kepercayaan lagi dari ayahnya.
Selama ini,dia hanya menyiakan kepercayaan itu.Semua pihak keluarga, sangat mempercayainya untuk menjaganya.Namun, dirinya selalu menyakitinya.Dia tak menyangka,dengan kebaikan hatinya,anya tidak mengadu tentang kejahatan yang dirinya lakukan pada keluarganya.Dia sangat menjaga nama baiknya di depan mereka.
Dirinya memang pria yang buruk!.
Memang, penyesalan datang di akhir.Dia baru sadar,selama apa yang ia lakukan,
sangat menyakitkan.Dirinya egois, dan benar kata anya... dirinya juga brengsek.
Namun mau bagaimana pun, dirinya akan terus meminta maaf kepadanya dan juga ayahnya.Dia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan maaf dari mereka.
"Astaga...bibir lo dit"ucap dinda yang melihat sudut bibir dito terluka.
"Ini belum sesakit apa yang anya rasakan"balas dito seraya duduk di antara para temannya.Karena dari kejadian itu, mereka setia menunggu di depan ruangan dimana anya di rawat.
__ADS_1
"Lo yang sabar dit,... semuanya pasti akan baik baik saja kok"ucap nita menenangkan.
"Tidak, semuanya buruk saat ini...arghhh kenapa ini terjadi!"teriak dito sambil menjambak rambutnya kasar.Dia sangat frustasi dan kacau saat ini.
"Itu juga salah lo anjing!"geram bima menusuk.
"Bimaaa, diam,jangan memperburuk suasana!"tegur nita.
"Mending sekarang lo pulang dulu...temui orang tua lo"ucap dinda.
"Gue ga mau"balas dito.
"Lo gila?hah!,lo ga kasihan sama mereka?!"tekan varo.
"Ngapain kasihan, mereka aja udah ga nerima gue jadi anaknya!"balas dito.
"Kalo udah ga nerima,ngapain ibu lo nyariin lo dit!kita nyari lo itu karena ibu lo!,
dia sangat khawatirin lo setan!"ucap bima dengan gedegnya.
Membuat dito cukup tertegun.
"Itu ibu gue,tidak ayah gue!"ucap dito.
"Astaga,lo cewek apa laki si,kok pesimis gini... udah tau ayah lo benci sama lo!, harusnya lo berusaha agar dia maafin lo dito!"ucap dinda.
"Dengan cara apa?!"
"Temui mereka,minta maaf...dan perbaiki sikap lo!"timpal varo.
Mereka melakukan itu,hanya ingin teman yang satu ini kembali lagi dengan keluarganya.Membuatnya hidup menjadi lebih baik,dan berpikir ke masa depannya.Kesalahannya dulu biarlah berlalu,sekarang dia harus hidup baru dengan warna baru.
"Gue pulang"ucap dito seraya melangkah pergi.Namun,dia tidak melupakan wanitanya.Dia akan menemuinya lagi,
"Tuh...main pergi aja...gila ga si!"ucap bima membuat para temannya memutarkan bola matanya malas.
"Terus kita ngapain?"tanya nita.
"Pulang"balas dinda.
"Anya gimana?"tanya nita.
"Kan udah ada ayahnya sayang"balas bima.
"Kasih mereka waktu berdua bersama"
ucap varo di angguki oleh para temannya.
Mereka pun melangkah pergi dari sana.
Lagian,mereka sudah bermalam disana untuk menemani anya.Karena baru pagi ini,ayahnya sampai di rumah sakit.Dia dari bandara langsung menuju ke rumah sakit.Mereka tau betapa sedihnya ayahnya melihat keadaan anaknya yang belum juga sadar.
Sebab,kecelakaan yang ia alami tadi malam cukup parah. Bagaimana tidak,yang menabraknya bukanlah motor,tapi mobil truk besar.Untung saja,supir mobil menghentikan mobilnya dengan tepat.Kalau tidak, pasti tubuh anya sudah tidak berbentuk.
"Hallo lan?ada apa?"tanya anya yang sedang telponan dengan alan.Tentu saja,
varo yang sedang menyetir, langsung membuka telinganya lebar lebar.
"Aku ke rumahmu,kamu ga ada, padahal aku ingin antar kamu ke kantor"balas alan.
"Aduh maaf ya lan,dari tadi malam aku di rumah sakit, nemenin anya lan"ucap dinda.
__ADS_1
"Anya?dia kenapa?"tanya alan.
"Dia mengalami kecelakaan lan"balas dinda.
"Terus, keadaannya gimana sekarang?"
tanya alan dengan sikap perhatian kepada temannya itu.
"Nanti aja ceritanya ya lan,kamu masih di rumahku kan?"ucap dinda.
"Oh masih dong"balas alan.
"Aku lagi ada di jalan,tunggu ya"ucap dinda.
"Okeei siyap baby"ucap alan terkekeh pelan.
"Oke baby hahaha"tawa dinda.
Hal itu pastinya membuat mata varo membulat,hatinya panas,dan tentu saja
ga suka dengan interaksi mereka berdua.
Namun dia hanya membatin saja.Dia berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa emosinya kepadanya.Tapi tetap saja, mereka sangat bahagia!.
"Kamu cinta sama dia?"tanya varo membuat dinda menatapnya tak percaya.
"Sama siapa?"tanya dinda.
"Calon suami"balas varo dengan nada datarnya.
"Namanya juga calon suami, pastinya cinta dong,kalo engga,ga mungkin jadi calon suami dong varo...kamu lucu deh"
balas dinda.
"Pacaran berapa hari?"tanya varo.
"Hari?...udah sekitar tiga tahun"balas dinda meliriknya dengan tersenyum.
Apa dia kesal?.
"Tiga tahun?..heh ga lama"ucap varo remeh.Hish,dia sangat geram mendengar jawabannya!.
"Kerja apa dia?"tanya varo.
"Hmm,dia kerja sebagai manager di kantor"balas dinda jujur.
"Manager?...lumayan,aku ga mau kamu ga bahagia karena pekerjaan suami"
ucap varo dengan kata kata yang menyindir.
Membuat dinda menatapnya heran.
"Kenapa kamu nanyain dia mulu?"tanya dinda.
"Engga,nanya aja emang ga boleh"balas varo sewot.Dia sudah terlanjur kesal kepadanya.
"Kamu aneh deh,tiba tina kesel gitu sama aku,kenapa?"tanya dinda.
Masih tanya kenapa?!hah!.Apa dia ga tau kalo dialah yang buat dirinya panas seperti ini.
"Engga papa!"balas varo seraya memukul setirnya.
__ADS_1
"Dih aneh!"ucap dinda tidak peduli. Mungkin ada hal lain yang membuatnya kesal seperti ini.