Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 55


__ADS_3

Sambil menunggu varo datang,bima terus mencoba menghubungi gadisnya.


Sudah dari tadi malam,dia tanpa kabar.


Tentu saja membuatnya khawatir.Apalagi saat dirinya ke rumahnya,dia tidak ada di rumah.


"Cewek lo belum bisa ditelpon?"tanya dito seraya menepuk bahunya.


"Belum"balasnya dengan lesu.


"Lo sabar aja,gue aja...chat fifi,ga balas balas!kemana si mereka"sahut tino.


"Sekolah mungkin!,anehnya anya juga ga minta uang jajan ke gue!"timpal dito.


Mereka merasa khawatir oleh para sahabat ceweknya.Sehari tak bertemu,


sudah seperti satu tahun saja.Mereka saling membutuhkan dan bergantung satu sama lain.Memang tidak ada hubungan spesial,tapi mereka belum menyadari rasa cintanya saat ini.


"Eh bentar,dani sama deni belum pulang?"tanya tino yang menyadari akan tidak lengkapnya pertemanan mereka.


"Belum!katanya pgi ini setelah meeting mereka pulang"balas dito.


"Makin sukses aja mereka berdua"timpal bima.


"Bagus dong,kita bisa minta jatah kepadanya,hahaha"gurau tino, mengundang tawa dari dua temannya itu.


Tak lama kemudian,varo pun masuk ke markas,dan duduk di antara perkumpulan teman temannya.


"Nah,si bos bucin datang!"ucap bima.


"Wiih,pake seragam sekolah lagi! sekolah lo?"tanya tino.


"Abis nganter cewek gue sekolah"balas varo,tanpa menjelaskan panjang lebar.


Para teman-temannya pun mengangguk paham.


"Dinda sekolah?,lo liat ga teman temannya?"tanya dito.


"Engga"balas varo.


"Sudahlah! sepertinya mereka sekolah,


mungkin dia lagi ulangan,jadi ga pegang ponsel"tutur bima.


"Bisa jadi!"


Varo segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.Sedangkan para temannya,dia mulai mempersiapkan para anggotanya.Anggotanya memang tak seberapa,tapi sasaran varo hanya ketua vedgrafl bukan para mafiosonya.Lagian dia sudah ada banyak cara untuk melenyapkan dia.


"Siap?!!"tanya varo dengan tegas.


"Bawa senjata sebanyak banyaknya, kalian harus mengutamakan kecepatan dalam menangkis lawan!"peringat varo kepada para anggotanya yang berbaris di halaman markas.


"Baik bos"balas mereka.


Dengan membawa motor, mereka menuju markas mafia vedgrafl.Dengan kecepatan sedang,mereka berkumpul mengendarai motornya di jalan.Mereka tidak peduli,mobil yang terus menyalakan klaksonnya dibelakang mereka.

__ADS_1


Mereka mulai memasuki kawasan hutan terlarang,yang pastinya tidak ada yang berani masuk kedalamnya.Jalan yang sempit,membuat mereka melewati satu persatu.


Tiba tiba motor varo berhenti secara mendadak, membuat ban motor belakangnya meleset.Entah kenapa varo merasa tak enak hari ini.Dia gelisah dan seketika dia kaget, membuatnya tak menyadari kalau ada kucing yang lewat didepannya.


Untung saja,dirinya bisa mengendalikan motornya,tak membuatnya menabrak kucing liar itu,kucing itu sudah lari entah kemana.


"Lo ga papa var?"tanya bima.


"Engga,lanjut!"balas varo kembali menjalankan motornya diikiti para anggotanya.Ini bukan pertama kalinya mereka melawan mafia.Varo bangga kepada anggotanya,karena serangan mereka tidak pernah gagal.


"Kita berhenti disini?"ucap varo.


Mereka pun memarkirkan motornya di


hutan agak jauh dari markas.Para anggota virgo,berbaris bersiap untuk masuk ke markasnya."Kita lewat belakang!"ucap varo diangguki oleh yang lainnya.


Mereka mulai melangkah menuju belakang markas lewat hutan.Sebab,


banyak sekali mafioso yang menjaga di depan markas.


"Kalian satu persatu,lenyapkan mafioso yang jaga,tapi satu persatu!jangan sampai ada yang tau!"perintah varo.


"Baik bos!"balas mereka.


Dengan langkah pelan,mereka mulai memasuki pintu belakang markas vedgrafl.Tentu saja ada beberapa orang yang jaga disana.


"Siapa kalian!"tegus mafioso itu.


"Bacot lo!"balas bima,dia mengisyaratkan anggotanya untuk menyelesaikan hal ini.


Seketika para mafioso itu tumbang tanpa perlawanan.Membuat varo tersenyum,


tidak menyesal dirinya mempertahankan geng virgo ini.


"Lanjut"ucap varo.


Pastinya setiap perjalanan,ada aja halangan.Ada beberapa mafioso yang menghalangi mereka,dengan terpaksa,


virgo mengurangi tenaganya untuk melawannya.Tapi sepertinya,para mafioso vedgrafl yang lain sedang ada di ruang latihan.Tentu saja, membuatnya mudah untuk masuk ke ruangan ketua vedgrafl.


"Berhenti!"perintah varo.


Para temannya paham,ada...amel dan ibunya masuk ke pintu ruangan yang ada di sebelah mereka?.Ngapain mereka kesini?."Ngapain si ular gila itu disini?"


ucap tino heran.Mereka sudah sangat tau,karena dani dan deni selalu menceritakan semuanya kepada mereka.


"Ngelonte kali,haha!"balas bima,dia dan teman temannya pun tertawa lirih.


"Berarti...sama om candra dong!"sahut tino membuat temannya membekap mulutnya.Memang..mulutnya asal ceplos aja,tanpa menjaga perasaan varo.


"Cih,gila!!"gumam varo tersenyum miring.


Yang ia maksud adalah pria hidung belang itu,lebih tepatnya mantan ayahnya.


"Kalian jaga sini!biar kita saja yang masuk kesana!"ucap varo, diangguki oleh para anggotanya.

__ADS_1


Dengan langkah perlahan,varo dan ketiga temannya mendekat ke ruangan tersebut.Kebetulan pintunya terbuka,


membuat mereka mudah untuk mengintip.


"Om jordi!!"ucap dito terkejut.


Mereka terkejut,saat melihat jordi,ayah dari temannya sedang diperlakukan kasar oleh minda dan amel.Dengan di pukul,ditendang,tanpa bela kasih.Dilihat dari pakaiannya yang lusuh,dan mukanya yang pucat,varo dan temannya yakin,dia sedang sakit keras.Sudah tidak menggambarkan seorang CEO besar yang rapi dan profesional.


"Kita harus hentikan mereka!"ucap varo.


"Jangan sekarang var!sudah pasti kita bisa membuat keributan sekarang, lihatlah ada bel di sampingnya"ucap bima.Kalau bel itu dipencet,pasti para mafioso segera datang ke ruangan ini.


"Kita, tunggu aja dia keluar dulu,abis itu kita keluarkan om jordi dari sini!"ucap dito.


"Sementara itu,gue akan telpon dani sama deni untuk ngabarin hal ini,gue yakin,mereka sedang khawatir,takutnya mereka ga konsen bekerja"ucap dito di angguki oleh para temannya.Dia mulai menelpon dani dan deni.


Apa dinda sudah tau?.Varo rasa,dinda belum tau.Dari sikap dan gelagatnya,


tidak ada tanda tanda kalau dia gelisah dan khawatir.Sayangnya, dirinya tidak pernah menanyakan tentang keluarganya kepadanya.


"Anjir!kasihan banget om jordi!kita harus berbuat sesuatu agar dia keluar dari sana!"ucap dito tak tega melihat perlakuan mereka kepada jordi.


"Woyyy!!ada anjing!!"teriak bima, membuat ketiga temannya menatapnya.


Tak hanya itu,minda dan amel pun menatap keluar,mencari suara siapa itu.


"Siapa disana!!!"ucap minda.


Tentu saja membuat varo dan yang lainnya panik,sekaligus ingin tertawa.


Memang mudah menyingkirkan kedua wanita itu,tapi entah kenapa otak mereka agak konslet.Mereka seperti main main disini.


"Woy,kita ngumpet anjir!!"ucap bima menarik ketiga temannya itu ke balik dinding.


Minda dan amel pun keluar dari ruangan.


"Siapa ma?"tanya amel.


"Ga tau, kayaknya kita salah dengar"balas minda yang merasa tidak ada siapa siapa diluar.


"Sudahlah,kita ke atas aja yuk ma"ucap amel,minda pun mengangguk setuju.


Dia mengunci kamar itu,dan pergi dari sana.Mereka merasa puas, setelah menyiksa dia.


Duuut.


Suara ambigu itu,membuat varo,dito,dan tino menatap tajam bima,yang sedang menyengir gaje kepadanya.


"Lo anjingnya!"sarkas mereka,seraya keluar dari sana, kembali ke depan ruangan kecil tadi.


"Gimana masuknya?"tanya tino.


"Kita dobrak pintunya!"balas varo.


Dengan hitungan ketiga,mereka pun mendobrak pintunya.Hanya satu dorongan saja, akhirnya pintunya terbuka.

__ADS_1


"Siapa kalian!!"


__ADS_2