
Pagi ini,dinda sedang sibuk di kantornya dengan segala surat pengajuan kerja sama dari berbagai perusahaan.Ternyata se besar dan se maju perusahaan miliknya,masih saja yang berulah di dalamnya.Dan ternyata juga,se cerdik dan se kejam seorang dinda,masih saja yang meremehkannya.
Nyatanya,pagi ini dinda sudah disuguhkan berita tentang korupsi di perusahaannya.Seorang koruptor yang membawa uang perusahaannya senilai
200 juta.Itu bukanlah jumlah yang kecil.
Kesalahannya bukan hanya itu,dia juga telah mencoreng nama baik perusahaan,
dan melakukan kebohongan yang sangat besar.Menjijikan!.
"Ternyata dia sudah lari ke luar negeri"
ucap alan seraya memantau lingkaran kecil di laptopnya,yang di mana titik itu merupakan koruptor yang sedang ia cari.
"Kemana?"tanya dinda.
"Ke Eropa,lebih tepatnya di New York"
balas alan.Dengan segala kepintarannya menjadi detektif,membuatnya dengan mudah menemukan targetnya.
Dinda mengangguk paham.Ternyata dia sedang menikmati uang hasil korupsi.
Menurutnya dia itu bodoh!, bertindak tanpa memikirkan nanti apa yang akan terjadi.Seperti ini,dia pergi begitu saja, tanpa melakukan sesuatu agar dia selamat dari pencarian.
"Kepung dia!,bawa ke hadapan saya!"
perintah dinda kepada para mafiosonya yang sudah siap berkumpul di sana.
"Baik queen"balas mereka searaya melenggang pergi.
Tentu saja keberadaan mereka membuat
para karyawan tak nyaman dan merasa tegang.Mereka seakan berada di antara kumpulan polisi dan penjahat yang membahayakan.Mereka memang melakukan kebaikan hanya untuk keamanan,tapi mereka juga melakukan kejahatan untuk kebaikan.Intinya hanya untuk kebaikan,namun caranya yang berbeda.
"Ada ada saja"ucap alan terkekeh.
"Cari mati dia!"balas dinda tersenyum miring.Mangsa datang sendiri!.
"Btw... udah sarapan?"tanya alan.
"Udah...tadi makan bubur ayam sama varo"balas dinda.
"Kamu ada hubungan apa sama dia?kayak akrab banget"tanya alan sambil menyeruput kopinya.
"Teman"balas dinda sambil memainkan ponselnya.
"Engga yakin deh, soalnya di postingan itu,banyak komentar yang menandai akun kamu sama varo, katanya....udah putus?"ucap alan.
"Dulu kita pacaran,tapi sekarang engga,
kita teman biasa"balas dinda.
"Kok gitu?kenapa?padahal kalian cocok lho"tanya alan.
"Engga cocok kok,nyatanya dulu banyak masalah di antara kita,dari perbedaan pendapat, prinsip dan saling egois... kita ga cocok"jelas dinda.
"Itu mah wajar di suatu hubungan....eh iya ada yang komen..oh itu calon suami dinda,...calon suami?aneh banget kan"
ucap alan.
"Hahahaha oh itu"dinda tertawa puas.
__ADS_1
Itu adalah hal konyol menurutnya.
"Emang apa din?"tanya alan heran.
"Saat itu aku sama varo lagi sengit sengitnya berdebat,kamu inget gak sih waktu kamu pertama kali ketemu dia di sini?"tanya dinda.
"Iya inget"
"Nah itu,dia terus tanya siapa kamu,jadi saking geramnya,aku jawab aja kamu itu calon suami aku,...udah deh,bikin dia puas dan diam"balas dinda tertawa pelan.
"Astaga,jahat banget si kamu!,dia pasti cemburu"balas alan.
"Dih,engga dong,kita kan teman,ga ada cinta cintaan"ucap dinda.
"Itu kata kamu,engga tau dia...mungkin saja dia masih cinta sama kamu"ucap alan.
"Ngadi ngadi!,kita teman adiku sayang"
ucap dinda sambil mengacak rambutnya.
"Iya iya temaaaan kakakku sayaang, haha"balas alan tertawa.
Yah itulah mereka.Jujur saja,alan cinta dan sayang kepada dinda.Tapi,rasa sayang itu hanya sebatas adik kakak.
Hanya saja dia tidak mengungkapkan secara langsung seperti itu.Yang membuat siapapun mengira, mereka saling mencintai.Apalagi, kedekatan mereka yang memperlihatkan seakan sepasang kekasih.
"Aku bilang ga usah masuk kantor lagi"
ucap bima sambil memeluk calon istrinya dari belakang.
"Aku butuh uang sayang,engga mungkin minta sama papa"balas nita.
"Kamu siapa aku?"tanya nita terkekeh kecil.
"Kamu ga anggap aku?"tanya bima.
"Canda...lagian kita belum menikah,ga seharusnya aku minta sama kamu"ucap nita.
"Tiga bulan lagi sayang,tinggal bilang sama aku kamu butuh berapa"ucap bima.
"Engga,aku masih ingin urus perusahaan aku sendiri"ucap nita seraya membalikan tubuhnya menghadapnya.
"Tapi nanti aku ga ngizinin kamu kerja!,
kamu di rumah,ngurus aku sama anak kita nanti!"ucap bima.
"Tapi-
"Sekarang kamu ga harus capek capek kerja...ngapain?,nanti juga kamu akan di rumah"potong bima.
"Engga bima!"ucap nita dengan lantangnya.
Membuat bima menjauh darinya, dan memijat pelipisnya.Apa keributan akan terjadi lagi?.Itu karena mereka masih egois.Mereka masih mempertahankan pendiriannya,secara mereka sepasang suami yang harus mempertimbangkan pendapat masing-masing.
"Kamu ga tau,betapa susahnya aku mendirikan perusahaan ini bim!"ucap bima.
"Aku tau nita!,tapi setidaknya kamu hargai permintaan aku!"ucap bima.
"Aku selalu hargai permintaan kamu bim!,
tapi soal ini aku ga bisa!,kamu harus tau
__ADS_1
inilah cita cita aku dari dulu!,jadi wanita karir yang sukses dan aku gak akan sia sia kan apa yang aku capai sekarang!"
tekan nita.
"Engga!,aku ga mau kamu menghabiskan waktu kamu dengan pekerjaan!,aku ingin kamu tinggalkan pekerjaan kamu ini!"
ucap bima tak kalah nyolotnya.
"Kau ga mau!"ucap nita.
"Nitaaa!!!...arghh!"bima mendudukkan dirinya di sofa ruangan nita.Dia frustasi dengan keributan yang selalu ada di antara mereka.Padahal tak lama mereka akan menuju ke pelaminan.Namun ada saja yang membuat mereka ragu dengan pernikahan.Yaitu perdebatan yang berujung perceraian.
"Ngertiin aku dong bim!"kesal nita.
"Kamu yang ga ngertiin aku!,kamu selalu egois!tanpa memikirkan aku!"balas bima.
Tidak!.Nita rasa,tak seharusnya dia berdebat dengannya hanya karena masalah ini.Masalah tidak harus diselesaikan dengan berdebat,tapi secara baik baik.Kalau mereka terus kekeh dengan prinsipnya,pasti masalah ini tidak ada ujungnya.
Dengan bernapas panjang,nita duduk di sampingnya.
"Aku ga mau gagal nikah"ucap nita.
"Aku juga ga mau"balas bima.
"Kita saling cinta ga si?"tanya nita.
"Iya dong"balas bima.
"Kenapa kita ribut terus,seakan ga ada kekompakan di antara kita"ucap nita.
"Ga tau,kamunya aja yang-"
"Okeh,aku salah!"ucap nita membuat bima menatapnya.
"Aku egois!,ga nurut apa kata kamu"ucap nita.
"Tapi bolehkan aku kerja sampai hari H nanti?"tanya nita.
Membuat bima sadar,ribut bukanlah cara menyelesaikan masalah.Dia akui,dirinya memang salah.Tidak mengalah dengan wanita.Tapi,dia juga ingin apa yang ia mau,dihargai olehnya.
"Boleh"balas bima tersenyum.
"Aku janji,abis kita nikah,aku ga kerja,
aku ngurus rumah,suami tercinta dan anak kita nanti,aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik"ucap nita.
Membuat bima memeluknya.Setelah itu dia menatap matanya.Mata yang selalu membuatnya tenang.
"Maaf"ucapnya.
Nita mengangguk kecil.
"I love you"ucap bima.
"I love you to"balas nita.
Tanpa aba aba,bima pun mengecup bibir tipis calon istrinya itu.Calon istri yang selalu membuatnya emosi dan frustasi.
Tapi dia selalu sayang dan sangat mencintainya.Setiap keributan di antara mereka, mengajarinya tentang kesabaran dan bersikap dewasa saat berkeluarga nanti.
"Per-...eh maaf bu-"
__ADS_1