
"Nita!anya!fifi!mana si lo!belajar jan fokus fokus amat napa!"gerutu dinda sambil menggenggam ponselnya.
Sudah berulang-ulang kali,dinda terus menghubungi teman temannya.Tapi tetap saja tidak bisa,ada yang ga aktif dan ga terjawab.Membuat dinda kelimpungan,ga mungkin dirinya berdiri di sini terus.Dan ga mungkin juga, dirinya menelpon varo,secara dia kan mudah emosi,bisa bisa terjadi keributan besar.
"Permisi apa ada orang di dalam?"suara seorang laki laki dari arah luar, membuat dinda terjingkat.
"Gue denger ada keributan didalam"lanjut pria itu.Apa dirinya meminta tolong saja ke pria itu?.Apalagi jam pelajaran sudah hampir selesai.
"Lo bawa jaket?"tanya dinda tanpa basa basi.
"Oh ada orang"gumam pria itu.
Awalnya dia tidak peduli dengan ini,tapi rasa kepo nya meningkat.Apalagi mendengar keributan di dalam,dan juga melihat banyak air di lantai depan pintu.
Padahal,pelajaran dudah dimulai, masih ada orang yang keluyuran.
"Ada jaket ga woy?"seketika pria itu terkejut saat melihat kepala keluar di pintu.Hanya kepalanya,apalagi melihat rambut yang basah dan berantakan.
Membuatnya berpikir, apa ada kuntilanak mandi di toilet?.
"Gue manusia anjir!"lanjut dinda.
"Owh manusia,kirain setan"balas pria itu terkekeh kecil.
"Punya jaket ga si?"tanya dinda lagi.
"Buat apa?"tanya pria itu.Tentu saja membuat dinda gregetan tidak sabar.
"Ga boleh?ya udah"ucap dinda,dia segera masuk kembali ke dalam.
"Eh eh bentar!gue bawa nih!"cegah pria itu seraya menyodorkan jaket kulitnya.
Dia ga tega melihat wajahnya yang basah,pastinya membuatnya kedinginan.
"Lama lo! makasih"ucap dinda mengambil jaket tersebut,dan masuk ke dalam kembali.
Pria itu hanya bingung.Apa hanya seperti ini?ga ada apa apa?.Sudahlah,lebih baik dia pergi dari sana.
"Eh bentar!"ucap dinda.
Dia keluar sudah dengan memakai jaket milik pria di depannya.Bajunya sudah ia buka, kebetulan roknya tidak terlalu basah membuatnya lebih nyaman.Hanya saja rambutnya yang membuatnya risih,dan tentunya dingin.Tapi wajahnya sudah dia bersihkan.Pastinya sudah mendingan.
"Lo abis mandi?sendiri kan?kok rame banget tadi"tanya pria itu seraya melihat dari bawah ke atas tubuh dinda.Basah semua.
"Mata lo!,gue abis berantem,lebih tepatnya gue abis di kerjain!"balas dinda sambil mencepol rambutnya yang basah ke atas.
"Owh, btw lo dinda kan?kok ada ya yang cari gara gara sama lo?secara,lo kan idola kampus, apalagi cewek varo, cowok tampan nan posesif itu"ucap pria itu heran.
"Ye apaan si lo!di dunia ga semua orang suka sama kita,hanya saja,cara mereka menunjukkan rasa itu yang berbeda"jelas dinda.
__ADS_1
"Hmm,bener juga si lo"ucap pria itu mengangguk setuju.
"Mending lo pulang,daripada kedinginan disini apalagi di sangka orang gila"lanjut pria itu sedikit bergurau.
"Yee,ya udah gue pulang,jaket lo gue pinjam dulu yah,besok gue balikin"ucap dinda.
"Hmm,santai"balasnya.
"Makasih juga ya,kalo ga ada lo,bisa bisa gue lumutan disini"kekeh dinda.
"Yoi,ngomong ngomong,lo bawa mobil kan?kalo ga,gue anterin"ucap pria itu dengan kebaikan hatinya.
"Engga usah,gue bawa mobil"balas dinda diangguki olehnya.
"Sekali lagi makasih lho"ucap dinda.
"Iya iya dinda, ternyata lo cerewet juga yah"ucap pria itu.Cerewet?dinda rasa dirinya memang cerewet.
"Haha,bisa aja lo,ya udah ya,gue pulang byee"pamit dinda seraya melenggang pergi dari hadapan pria itu.
"Jangan lupa cuci jaket gue!"teriak pria itu bergurau.
"Ga janji!"balas dinda.
Membuatnya terkekeh kecil.
Sekarang,dinda hanya bingung di parkiran.Dia harus bagaimana?,karena tadi pagi dia berangkat dengan varo.
Kalau nanti varo tau,pasti masalah ini jadi panjang dan tersebar ke mana mana.
Sebab, menurutnya masalah ini hanya masalah kecil baginya.
Tiba tiba ponselnya berdering.Tertera nama nita di layar ponselnya.
"Lo dimana woy!gue udah ke toilet,lo ga ada"tanya nita,yang baru saja melihat pesan dinda di grub.Dia langsung menyusulnya ke toilet.
"Lagian kenapa baru nyaut anjir, sekarang lo ke parkiran!cepat!"balas dinda.
"Hmm,okeei,tunggu!"ucap nita.
Setelah menutup panggilan,dia segera menuju parkiran.Mungkin karena dirinya mengerjai gurunya, berakhir ponselnya di sita olehnya.Membuat dirinya tidak tau panggilan dari dinda.
Dengan segala cara,akhirnya dia bisa mengambil ponselnya kembali.Tentu saja dengan mengambil secara diam diam,
dan kabur dari jelas juga diam diam, sudah seperti pencuri.Sangat lucu.
"Astaga dinda,lo kenapa kayak gini?"tanya nita dengan wajah terkejutnya.
"Gue dikerjain sama kayla anjir!"kesal dinda.
__ADS_1
Kayla?.Otaknya sedikit ngebug hari ini.
"Mantan varo nita!"lanjut dinda.Karena nita dan yang lainnya belum tau soal kayla yang kulaih disini,bahkan sekelas dengan dinda.
"Wah anjir,dia disini?"tanya nita tak percaya.
"He'em"balas dinda.
"Lo ga langsung bantai dia?atau bunuh dia?gue ikut dong"ucap nita.
"Engga,gue udah beri dia sakit di perutnya,kalau dia berulah lagi,baru kita tebas kepalanya wkwk"balas dinda terkekeh.
"Isa ae lo!"
Tiba tiba bel kampus berbunyi, pertanda semua mahasiswa boleh pulang.Dan dinda,harus memikirkan alasan saat varo menanyainya.Dia harap,varo tidak menyadari keadaan dirinya saat ini.
"Tuh pacar lo,baik baik lo,ngamuk dia"
gurau nita,yang melihat varo sedang menghampiri mereka,dengan menenteng tas milik dinda?.Oh my god!.
"Huftt"dinda hanya menghela napasnya panjang.
"Kenapa disini?"tanya varo tepat di depan gadisnya.
Saat dia ke kelas gadisnya, ternyata hanya tas nya yang ada.Dia tanya ke guru nya,dia bilang dinda sedang ke toilet,tapi belum kembali.Saat dia ke toilet,yang ada
para cewek mengerubunginya.Kemana dia?.
Dinda menyadari,mata varo yang mengamatinya dari bawah ke atas. Hingga terhenti,di baju putih yang semula ia pakai,di tangannya.Tentu saja membuat varo berpikiran kemana mana. Membuat dinda, mengigit bibir bawahnya.
"Gu-gue-"
"Masuk!"potong varo seraya masuk ke mobilnya.Sebelumnya dia melemparkan tas milik dinda ke tempat duduk belakang.Dia sudah emosi, sebelum tau yang sebenarnya.
Dinda menatap nita,seakan minta pertolongannya.Namun nita tidak bisa,
jujur,setelah masa lalu varo, dia dan teman temannya takut kepada perubahan sikap varo.Apalagi melihat dia marah, mengerikan!.
"Lo jaga diri sendiri aja ya"ucap nita dengan wajah sedihnya.Bukannya terlihat peduli kepadanya,tapi dinda merasa jijik dan ingin tertawa melihat wajahnya.
Konyol?.
"Gue pengin muntah anjir!"ucap dinda.
"Kambing lo!"sarkas nita seraya menampol lengan dinda,membuat dinda terkekeh.
"Dindaaa!masuk!"tekan varo.Bisa bisanya dia masih tertawa,tanpa memedulikan dirinya?!.
"Iya"balas dinda,dengan ragu, dia pun masuk ke mobilnya.
__ADS_1