Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 44


__ADS_3

Saat bangun,nita tertegun saat melihat bima yang tertidur di kursi sebelah ranjangnya,dengan menggenggam tangannya.Dirinya tak menyangka bima telah menjaganya semalaman dengan posisi tidur seperti itu.Dia sudah setengah jam, menatap wajah bima yang sedang tidur.


Wajah yang tersirat kelelahan, membuatnya tak tega membangunkannya.Sudah pasti tubuhnya terasa kebas,tidur seperti itu.


Dan pastinya dingin karena tidak memakai selimut.


Entah niatan dari mana, tangannya ia angkat untuk memegang kepala bima.


Dengan perlahan dia mengelus rambutnya,dia merasa kasihan kepadanya, sekaligus tersentuh.Entah dia tulus atau terpaksa,namun dia sudah menjaganya.


"Lo pasti capek jagain gue"ucap nita,yang dia kira bima tidak akan menjawabnya,


karena dia masih tidur.


Tapi tidak,sudah dari tadi bima sudah bangun,hanya saja dia diam saja.Dia ingin tau,apa yang nita lakukan.Ternyata,


melakukan tindakan kasih sayangnya dengan mengelus kepalanya.Tentu saja membuatnya senang.


"Untuk lo,gue ga pernah capek"balas bima membuat nita terkejut,dia segera


menarik tangannya dari kepala bima.


"Elusan lo buat gue nyaman nita"ucap bima seraya menahan tangan nita.


"Modus lo!"sarkas nita dengan melepaskan tangannya dari genggamannya,dia pura pura membenarkan selimutnya.Dia terlihat salah tingkah.


"Tuh kan! ngeselin lagi,gue itu lagi serius lho!"ucap bima kesal.


"Lo itu ga pernah serius!"ucap nita.


"Gue serius kok sama lo"ucap bima.


"Apaan si lo,gaje!"balas nita semakin salah tingkah.Segala tindakan dan ucapannya selalu membuat nita baper.


Bima berdiri dari duduknya.Dia mengambil kedua tangan nita dan menggenggamnya.Inj benar benar serius,


nita dapat melihat wajah keseriusannya.


"Gue serius nita,gue memang cowok yang ga bisa romantis,tapi gue selalu berusaha untuk bisa membuatmu selalu tersenyum"ucap bima.


"Bim-"


"Gue ingin mengatakan ini dari dulu,tapi setelah gue tau kalo lo trauma dengan pacaran, membuat gue ragu,gue juga takut kalo gue melakukan hal yang sama dengan mantan pacar lo itu"ucap bima.


Nita pernah berpacaran dengan cowok yang menurutnya kasar,suka selingkuh,


tapi saat dirinya meminta putus dengannya,dia tidak mau.Membuatnya takut untuk pacaran lagi.Menurutnya pacaran adalah hal yang tidak enak, tidak membuatnya senang dan tertawa.Tidak seperti waktu masih jadi teman.


"Tapi, sekarang gue memberanikan diri gue untuk mengungkapkan isi hati gue ke lo"lanjut bima.


Jujur,bima sudah mantap tapi gugup.


"Gue cinta lo,sayang lo,dan gue mau lo jadi pacar gue,gue akan berusaha semampu gue,gue akan membahagiakan lo selamanya"ucap bima.


"Bimaa?.."


"Memang ini aneh dan pastinya sederhana,tidak menarik,gue nembak lo di rumah sakit,tidak seperti yang lain,tapi hati gue istimewa buat lo"ucap bima.


Bentar?apakah ini bima?.yang ia tau itu bukan sikap bima yang asli.


"Apa lo serius?"tanya nita.

__ADS_1


"Sangat sangat serius!lo mau kan jadi pacar gue?"tanya bima antusias.


Apa nita harus menerimanya?.Dia juga merasa nyaman dengannya.Tapi dia takut,masa lalunya terulang kembali.


Memang,bima orangnya humoris dan pecicilan,tapi tetap saja nita talut sifat itu berubah setelah ini.


"Owh,ga mau,ya sudah ga papa"ucap bima dengan wajah yang kecewa.Dia mengatakan itu karena melihat nita yang hanya diam saja,dia anggap nita tidak menerimanya.


Nita ga tega melihatnya.Menolaknya?dia rasa,dia ga bisa.Dia akan mempercayai ucapannya dan dari segala sikapnya kepadanya,dia akan yakin,bima bukan seperti pria di masa lalunya.


"Gu-gue mau kok"ucap nita dengan lirih.


Apa?apa bima ga salah dengar?.


"Apaa?yang keras"tanya bima dengan wajah sumringah.


"Gue mau jadi pacar lo!"ucap nita dengan lantang.


"Makasihhhhhh"ucap bima,dia pun memeluk erat nita.Hari ini adalah hari paling bahagia, menurutnya.


"Awshhh sakit bimaa"ucap nita yang merasa lukanya kesenggol.


"Ah maaf maaf"balas bima dengan cool nya.


Kenapa jadi deg degan gini di dekatnya?.


Wajah tampannya,sangat dekat tepat di depan wajahnya.Bima semakin mendekatkan wajahnya,dia seakan tertarik dengan bibir nita,bentar...lebih tepatnya gadisnya.Yah...gadisnya yang sangat ia cintai.


"Bi-"


Membuat nita terbawa suasana. Hembusan napasnya semakin menerpa wajahnya,hingga hidungnya saling bersentuhan.Bahkan tangan bima sudah berada di lehernya, untuk menarik wajahnya dengan perlahan.Nita pun memejamkan matanya.


Deheman seseorang membuat bima dan nita terkejut.Ternyata varo dan dinda sudah ada di ambang pintu,dengan dinda


yang ada digendongannya ala koala.


Dari keluar mobil,dinda sangat malu dengan tindakan varo.Bagaimana tidak,


dia memaksa untuk menggendongnya hanya karena takut dirinya pusing lagi dan ia kira tubuhnya masih lemas. Padahal tidak,dinda sudah sembuh.


Tapi saat membuka pintu ruangan VIP dimana nita di rawat inap,lagi lagi dinda malu melihat mereka berdua.Membuat Dinda memeluk leher varo,dan membuang muka ke belakang.Tentu saja membuat varo terkekeh kecil,ternyata gadisnya sensitif dengan adegan seperti itu.Padahal dia sudah pernah melakukannya,bahkan sering.


"Turunkan gue varo!"ucap dinda.


Varo pun mendudukkan dinda di ranjang,


tepat samping nita.


"Emmm,anu...eh lo kesini,emang lo udah sehat din?"tanya nita garing.


"Udah,lo gimana?"balas dinda.


Bima hanya melirik varo,dia bukan malu,


tapi kesal,mereka berdua sudah mengganggunya.


"Nanti lanjutin"ucap varo seraya menepuk bahu bima.


"Dikit lagi lho, dikit lagi"balas bima, membuat varo terkekeh.


Nita sungguh malu.

__ADS_1


"Ehmm,gue udah sembuh, sekarang juga bisa pulang"balas nita,di balas anggukan oleh dinda.


"Lo udah sarapan?minum obat?"tanya dinda.


"Belum, makanan yang lo kirim juga belum gue makan"balas nita.


"Maaf,gue nyuruh lo"ucap dinda.


"Nyuruh ngapain din?masak maksud lo?"tanya bima.


Nita menceritakan kepada bima,kalau dirinya terkena pisau saat memasak.


Memang itu alasan yang konyol,namun hanya alasan itu yang ada dipikiran nita dan kedua temannya.Serba konyol!.


Bima juga heran, biasanya jari yang kena,


tapi itu lengan yang atas.Lukanya terlihat parah lagi.


"I-iya,tapi ga papa kok din,gue udah biasa"balas nita seraya mengedipkan matanya kepadanya yang terlihat bingung.


"Owh begitu"ucap dinda.


TingTing


Bunyi pesan masuk terdengar dari ponsel varo.Ternyata tino yang mengirimkan pesan tersebut.


"Var,kata si yono,banci datang ke markas,


dia dan para pasukannya menyerang virgo, beberapa anggota virgo terluka parah, sialnya gue dan tiga kacung gue, ga bisa kesana sekarang,dan dani deni juga, mereka malah liburan ke Jepang anjir!!,bentar....bu empal lagi mengamookk huaa!!"


"Bangsat!"umpat varo.


"Ada apa var?"tanya bima,varo pun memberikan ponselnya kepadanya.


"Banci lagi banci lagi!"ucap bima setelah membaca pesannya.


"Sayang,gue pergi dulu ya,gue ga bisa ajak lo,abis ini lo pulang,jangan keluyuran!atau sekarang mau pulang masih pusing?gue antar ya"ucap varo seraya menangkup pipi dinda.


Dinda paham,varo ada masalah di markasnya.


"Engga ih,gue udah ga papa,gue disini aja jagain nita,lagian nanti gue juga pulangnya sama dia"balas dinda.


Bima menatap nita, meminta pendapatnya,sekaligus izin.Nita pun mengangguk.


"Pulang! langsung pulang!kalo ada apa kabarin gue!jangan lirik cowok lain!"peringat varo dengan segala keposesifannya.


"Iyaaa iyaa"balas dinda dengan malas.


"Yaudah gue pergi!"pamit varo seraya mengecup bibir gadisnya.Tentu saja membuat bima dan nita melongo,bisa bisanya pasangan itu melakukan hal senonoh di depannya?selalu membuatnya iri saja!.


Varo pun keluar dari ruangan tersebut.


"Nita gue pergi dulu ya,jangan lupa sarapan dan minum obat,maaf gue ga bisa antar lo ke rumah"ucap bima seraya memegang pipi nita.


"Iya ga papa,kan ada dinda"balas nita tersenyum.


"Baiklah,gue pergi,byee"pamit bima, karena dia belum berani seperti varo,dia pun hanya mengecup kening gadisnya.


Membuat nita tertegun sejenak.Setelah itu,bima pun keluar menyusul varo.


"Lo jadian?.

__ADS_1


__ADS_2