Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 62


__ADS_3

Pagi ini,nita,anya,fifi,vina,dan indah sedang sarapan di mension milik dinda.


Walaupun yang punya sudah tidak ada,


mereka masih main kesana, sepertinya setiap hari main dan nginep di sana.


Mereka merasa nyaman di tempat sahabatnya, seperti dia masih ada bersamanya.


"Jangan lemes gitu dong kakak kakak tersayang"ucap fifi yang melihat wajah vina dan indah yang tidak semangat.


"Gimana mau cerah coba,yang punya aja udah ga ada!"ucap indah,dia dan vina tidak enak menikmati harta dinda, sedangkan yang punya tidak ikut.


"Eh jangan gitu,kalian harus bersyukur,


kalau kalian kayak gini,dinda pasti sedih,


apalagi nanti malam ada pesta opening hotel barunya kan?masa lemes gitu si"


ucap anya.


"Nah itu,nanti siapa yang ngomong didepan,kan harusnya yang punyanya!"


ucap vina.


"Eh,kan kalian yang punya, sekarang dinda mengalihkan hartanya untuk kalian,


seharusnya kalian senang,bisa dipercaya oleh dinda,kalian harus menjaganya dengan baik dong"ucap nita.


Mereka memang benar,tapi vina dan indah masih belum menerimanya.Mereka merasa seorang wanita matre,serakah,


dan tidak punya hati.Mereka sudah ditolong,dan habis itu,mereka yang enak enakan.Tidak!mereka tidak bisa tenang.


"Tidak! pokoknya aku ingin dia kembali!


aku ingin bertemu dengan adikku!"ucap vina frustasi,dia seakan tidak napsu makan setiap hari.Pikirannya hanya dinda!dinda!,dan dinda!.


Nita dan kedua temannya pun tersenyum kecut.Saat itu,mereka sangat terpukul dan berpikir seperti mimpi.Dinda wanita yang kuat,sukses dan tentunya masih sangat muda,pergi secepat ini.Wajahnya dan sikapnya memang terlihat biasa biasa saja,tapi hatinya penuh kesedihan.


"Hey hey!kita jangan seperti ini vina,kita harus bersikap dewasa,kita harus tegar dan menerima semuanya!jangan membuat mereka semua semakin terlarut kesedihan!"ujar inda seraya mengelus punggung vina menenangkan.


"Tapi aku benar benat tak bisa!!hikss walaupun sudah sangat lama, kejadian itu masih terbayang bayang dipikiranku!"


ucap vina.


"Kakak,kata kak indah benar,kita harus mencobanya,kita jangan buat dia sedih"


ucap nita.Dia,fifi,indah dan anya pun menghampiri vina,dan memeluknya.


Setelah itu mereka pun duduk kembali ke tempatnya masing-masing.Tentu saja membuat vina dan indah tersenyum.


"Kita makaaan"ucap mereka.Mereka pun memulai memakan sarapannya.


"Heeii kalian tidak kuliah?"tanya vina yang melihat mereka masih memakai pakaian baju tidurnya.


"Engga,kan aku mau ke hotel dinda,mau rancang dekorasi,iyakan kak?"ucap fifi dengan senangnya.Membuat vina dan indah mengangguk,mereka lupa kalau para remaja didepannya adalah calon wanita muda yang sukses.

__ADS_1


Senang karena tidak bertemu dosen galaknya.Dia kuliah dengan jurusan desain,tentu saja cita citanya ingin menjadi desainer seperti almarhumah ibunya.Ayahnya juga mendukungnya.Dia tidak mengharuskan anaknya untuk menjadi seperti dirinya.


"Kalo aku...huaa aku berangkat,tapi...


nanti aku juga ikut ke acara itu"ucap anya dengan bangga.


"Ngapain?"tanya indah.


"Aku disuruh mewakili papi,karena dia ga bisa datang"balas anya,dibalas anggukan oleh semuanya.


Sepertinya dia akan menjadi seperti ayahnya,menjadi CEO yang menekuni di bidang kuliner.Ya,sejajar dengan nya,dia suka makan tanpa henti.Bukan hanya makan,dia juga bisa memasak ala chef terkenal.Dia belajar dari ibu tirinya.


"Paling nitaa,dia akan bertemu dosen setiap hari,hahaha"ejek anya bergurau.


"Engga"balas nita dengan santainya,


membuat anya terdiam dan menatapnya.


"Aku ikut,aku kan tamu undangan"balas nita membuat kedua temannya terkejut.


Tentu saja,dia sudah persis seperti ayahnya.Dia merupakan CEO di perusahaan ayahnya, sedangkan ayahnya,dia memegang perusahaannya yang di luar negeri.Hanya saja, ayahnya


menyuruhnya untuk tetap kuliah.


"Bener kak?"tanya fifi.


"Iya dong,dia tamu undangan kita,tak hanya dia,tapi bima dan ketiga temannya juga"balas indah.


Karena mereka berempat,sudah memimpin perusahaan ayahnya masih masing.Ga tau nantinya mereka akan berganti profesi,tapi saat ini ayahnya menyuruh mereka untuk menekuni di bidang bisnis.


ucap anya membuat nita menyengir kuda.


"Engga,gue takut kalian iri,hahaha"gurau nita tertawa.


"Sialan lo!!"


Hahahaha.


"Kita pulang nanti siang"ucap dani yang sedang melahap makanan sarapannya.


"Lah pulang sekarang?katanya tidak sekarang"ucap dinda.


"Perusahaan butuh kamu sayang, apalagi nanti ada peresmian hotel kamu,lagian abang udah tanya sama dokter el, katanya kamu sudah sembuh total"ucap dani.


"Hmm,engga, maksudnya kita pulang aja gitu,aku kangen suasana negara kelahiran aku"ucap dinda.


"Hmm,katanya kamu ingin hadir di acara itu?"tanya deni.


Memang dinda ingin sekali datang dan bertemu dengan kakak kakaknya juga teman temannya.Tapi dia pikir pikir,dia belum siap bertemu dengan mereka.


Dia takut mereka sudah tak mengenalnya,dan dia takut mereka marah karena dirinya telah membohonginya.Memang itu mustahil,


tapi tetap saja,dia belum siap menunjukkan dirinya di depan publik.


"Ti-tidak,bukan begitu,aku hanya ingin pulang saja"ucap dinda.

__ADS_1


"Dindaa!janganlah begitu,kamu jangan memutuskan pendirian mu begitu saja,


cobalah bertemu dengan mereka, ungkapkan semuanya"ucap dani.


"Kamu lihatkan postingan varo,itu tandanya,dia sangat kehilanganmu, dia


belum melupakanmu"ucap deni membuat dinda terdiam.


"Jadi sekarang,kamu harus tunjukkan dirimu,abang ada disampingmu"ucap dani.


Benar!,dinda harus melakukanya segera.


"Baiklah!aku mau,jadi kita pulang sekarang kan?"balas dinda.Jujur,dia tak sabar bertemu teman temannya, terutama dengan varo.


"Eeetss,nanti dong, habisin sarapanmu dulu,terus kamu minum vitaminmu"ucap deni.


"Hmm, baiklah"balas dinda.


Mereka pun melanjutkan sarapannya.


Dan juga pagi itu,varo pun berangkat kuliah bersama teman temannya.Tak lupa dengan pakaian kerennya tapi berbeda dengan wajahnya.Wajah tampan nan datar,namun tak mengurangi ketampanannya.


Mereka berangkat, menggunakan mobilnya.Tapi tidak dengan varo,dia memilih menggunakan motornya.Saat di jalan,varo berhenti di depan toko, karena ada yang mau ia beli.Sedangkan mobil temannya,mereka sudah lebih dulu menuju kampus.


"Mba gimana sih,masa beli permen mentos aja,harganya satu juta!yang bener dong!"omel ibu ibu yang sedang menunggu di kasir.Sedangkan varo,dia di belakangnya dengan membawa satu kaleng minuman.


"Eh maaf mba,saya salah ngitung"ucap mba mba kasir itu.Selertinya dia ga fokus,karena ada cowok ganteng di dekatnya.


"Lain kali yang fokus mba!jangan tolol kayak gitu lagi!"ucap ibu itu tanpa memfilter mulutnya.Dasar ibu ibu.


"Ih bu!lain kali kalo mau beli permen doang,jangan disini!huh!"sewot mba kasir tak terima.


"Tuh, belakang saya juga sama, beli satu barang aja!ga komen mba?"ucap ibu itu.


"Itu beda bu!!sudahlah sana pergi!bikin saya kesel aja!"ucap mba kasir.


"Huh!mata buaya!"cibir Ibu itu seraya meliriknya lalu melengos pergi.


Dan giliran varo yang membayar minuman yang ia beli.


"Beli ini aja mas?ga sekalian beli hati saya?"ucap mba kasir dengan genitnya.


"Engga"balas varo dengan singkat.Dia pun memberinya uang berwarna biru.


"Bentar kembalian-"


"Ambil aja"potong varo seraya melenggang dari sana.


"Uhhh,dingin tapi enakk!!"guman mba kasir senang.


Brukk


Tiba tiba ada cewek yang menabraknya.


"Varooo?"

__ADS_1


__ADS_2