Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 146


__ADS_3

Saat ini,dito masih diam di tempat.Jari jari tangannya saling meremas,keringat dingin terus mengalir di wajahnya,dan kaki nya seakan berat untuk melangkah masuk ke ruangan di depannya.Rasa gugup,panik,dan takut bercampur aduk di hatinya.


Dengan perlahan,dia tekad untuk membuka pintunya.Hanya membuka...


kakinya belum juga melangkah.Apalagi melihat kedua orang tuanya sedang berbincang serius dengan ayah anya,


membuatnya semakin parno.Dia takut,


hubungan mereka yang baik baik saja,


seketika hancur karenanya.


"Aku sangat kecewa sama kalian"ucap ayah anya.


"Maaf...kita tidak bisa mendidik anak kita dengan baik"ucap ayah dito.


"Padahal kita sahabat ndra...kenapa kalian tega tidak memberitahu aku tentang kelakuan anak kamu yang telah menyakiti anak aku,bahkan kalian menyuruh anak saya mencari dito... secara kalian tau anak saya sakit hati karenanya"ucap ayah anya.


Kedua orang tua dito,sangat merasa bersalah dan tidak enak hati kepadanya.


Terutama ibu dito,dia sangat menyesal telah meminta tolong kepada anya untuk mencari anaknya.Dia merasa,karena dirinya,anya kecelakaan seperti ini.


"Memang seharusnya orang tua melindungi anaknya...tapi kalian tau kalo apa yang anak kalian lakukan itu salah,


sangat salah!"lanjut ayah anya.


"Ga...aku minta maaf...,aku benar benar salah,kita akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan anak kita, terutama biaya rumah sakit"ucap ibu dito sambil mengelus kepala anya.Dia menatapnya sedih, melihat keadaannya sekarang.


"Itu ga penting...yang penting adalah nyawa anak aku,lagian kalian tidak salah,


yang salah itu anak kalian....aku tak mau masalah ini mempengaruhi persahabatan kita"ucap ayah anya.


"Aku sedang tidak membela anak saya,


saya juga kecewa dan emosi kepadanya,


tapi dia anak kita....kita ga bisa terus menyalahkannya"ucap ayah dito.


Dito masih menyimak apa yang mereka bicarakan.


"Aku tau ndra,tapi kesalahannya bukanlah hal yang sepele,ini menyangkut nyawa anak aku,dia telah menyakiti fisik anak aku,dan hati anak aku"ucap ayah anya.


"Kita tau,tapi tolong maafkan dia...kita mohon,beritahu dia apa yang harus ia lakukan agar kamu memaafkan dia"


ucap ibu dito memohon.


Melihat pembelaan dari orang tuanya, membuat hati dito tersentuh.Mereka masih sangat sayang dan peduli dengannya.


"Tidak"ucap ayah anya membuat mereka tertegun.Terutama dito.Inilah yang ia takutkan.


"Satu jam lagi bila anya belum juga sadar,dia akan dibawa ke ruangan ICU,kalo itu terjadi...sampai kapanpun aku ga akan memaafkannya!"tekan ayah anya.


Kesedihan dito bertambah.Ia sudah dibuat sedih melihat keadaan anya saat ini,ditambah lagi ayahnya yang benci padanya.Itu menjadi hal utama yang menghalangi mereka bersama.Belum lagi,dia yakin anya juga membencinya.

__ADS_1


Sudah lengkap penderitaannya.


"Tapi, kalo sebelum satu jam anya sadar,


kamu bisa memaafkannya kan?"tanya ayah dito.


"Aku akan pertimbangkan ndra"balas ayah anya.


"Sayang,tante harap ...kamu cepet sadar,


maafin tente nak,kamu cepet sembuh yah"ucap ibu dito seraya menitikkan air mata.


Ayah dito menepuk bahu papi anya agar lebih tenang.Dia tau betapa sedihnya dia melihat keadaan anak satu satunya itu.


Anak kesayangannya,yang selalu membuatnya semangat dalam menjalani hidup.Sungguh tega anaknya telah melukainya.


"Di-dito ....uhuk...di to"ucapan lirih dari mulut anya membuat mereka tertegun.


Terutama dito, kebahagiaan mulai menghampirinya.Dia melihat jari tangan anya bergerak pelan sambil menyebut namanya.Sangat membuatnya senang.


"Sayaaang,....kamu sadar?!...hah?buka mata kamu sayang"ucap dito seraya menghampirinya,lalu dia menggenggam tangannya,dan mengelus pipinya.


Seketika ayah dito terkejut akan kedatangannya,tentu saja dia tidak akan membiarkan dia ada di sana.


"Ga,aku mohon biarkan dito disini sebentar"ucap ayah dito.Membuatnya diam,terpaksa membiarkan dia disana.


Apalagi, mendengar anaknya menyebut namanya.Membuatnya heran,apakah anaknya masih mencintainya setelah apa yang dia lakukan padanya?.


Dengan perlahan,anya membuka matanya,yang membuat semuanya tersenyum.Ibunya dito segera menekan bel,agar dokter ke ruangannya untuk memeriksanya.


"Sayaaang?,apa kamu lihat aku?"tanya dito.


Buram!,anya belum bisa melihatnya jelas.


Tapi, mendengar suara itu, membuat matanya membulat,lalu menatap dito dengan tajam.


"Ngapain kamu disini!,pergi!!!...kamu pergi!!"teriak anya histeris seraya melepas kasar tangannya dari genggamannya.


Membuat mereka terkejut seketika.


"Sayaang,...anya?papi disini nak,kamu tenang yah"ucap ayah anya sambil memeluk anaknya.


"Papi!usir dia!!aku ga mau laki laki brengsek itu disini!!...pergi kamu!"teriak anya menunjuk ke arah dito.


"Anyaa... maafin aku...kamu-


"Pergi!!,hiks...kamu pergi!"potong anya memberontak, membuat impus yang menempel di tangannya tertarik.


Tentu saja semuanya panik akan hal itu.


Ayah anya semakin memeluknya erat.


Hatinya sangat sakit melihat anaknya seperti ini.Membuatnya merasa menjadi seorang ayah yang tidak baik dalam menjaga anaknya.

__ADS_1


"Dito,kamu keluar!"ucap ayahnya dito.


"Tapi pa-"


"Keluar dito!"potongnya.


Dengan rasa khawatir,dia pun keluar dari ruangan itu.Dia tak percaya dengan responnya saat melihatnya.Membuatnya yakin,dia sangat benci padanya.Dia akui,


dirinya lah yang membuatnya seperti ini.


Dirinya telah merusak kebahagiaannya.


"Ada apa ini?!"tanya sang dokter.


"Tolong dok,dia tiba tiba berteriak saat melihat anak saya"ucap ibunya dito.


Anya masih menangis di pelukan ayahnya.


"Pa-papi?...kenapa kaki aku ga bisa digerakin?...papi gimana hiks...kenapa dengan kaki aku..."ucap anya panik saat merasakan kakinya tidak bisa digerakkan.


Ayahnya hanya diam,tak berani bersuara.


"Papiii!!jawab aku!!!"


"Nak anya,...kamu tenang dulu yah"ucap aang dokter.


"Engga!,kaki aku kenapa dok!!!,tante om...


kaki aku kenapa?!!"ucap anya berteriak.


Dito yang mendengarnya hanya menangis dalam diam.Dia mendudukkan dirinya,dan memijat pelipisnya.Dia tak tega mendengarnya,apalagi melihatnya.


Dia yakin,anya kuat!,anya sabar,dan anya


ikhlas.


"Sayaaang,maafin papi"


"Sayaang,kamu tenang dulu yaaa...kamu baru saja sadar anya"ucap ayahnya dito.


Sedangkan ayahnya anya.Dia masih setia diam sambil mengelus sayang rambut anaknya.Inilah yang ia takutkan saat anya sadar.Dia tak tega, anaknya tau tentang kondisi kaki nya.


"Tidaaaak!!...aku ga lumpuh kan dok?!!


papii...jawab aku!!!!"teriak anya semakin histeris.


Hal itu tidak bisa dibiarkan.Demi kesehatannya, dokter pun mengambil alat suntik,lalu ia menyuntikkan obat tidur ke lengan anya.Hanya dengan cara itu,


dia bisa tenang.Dia takut,apa yang anya lakukan,menganggu kesehatannya, apalagi dia baru saja sadar.


"Kalian keluarlah sebentar,saya akan memeriksanya" ucap dokter diangguki oleh semuanya.


Mereka pun keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2