Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 12


__ADS_3

"Gue pulang"ucap dinda berpamitan kepada teman temannya.


Setelah dari Markas, mereka mampir klub untuk nongkrong bersenang-senang. Mereka memang anak nakal,tapi mereka tidak akan mengenal yang namanya pergaulan bebas. Minum?iya,tapi tidak sampai mabuk berat dan membuat mereka berakhir menyedihkan.


"Gue juga mau pulang,lagian sudah jam satu lagi"timpal nita.


Mereka anak broken home,yang membuat mereka bebas untuk melakukan apapun. Mereka tinggal dengan ayahnya,tentu saja ayahnya mengutamakan pekerjaannya.Yang penting,ayah mereka mempunyai uang untuk diberikan anaknya.


"Ya sudah,gue juga dah ngantuk"lanjut fifi .


"Ya sudah byeee"


Mereka pun masuk ke mobilnya dan menjalankannya menuju rumahnya masing-masing.Dalam perjalanan,dinda teringat ucapan abang abangnya waktu itu.Dia sangat bimbang,antara memaafkan atau membencinya.Tentang daddy?,dinda tidak mengingatnya lagi!.


Tiba tiba dinda melihat ada seseorang yang dibekap dari belakang oleh orang berpakaian serba hitam.Membuatnya berhenti.Dia merasa, dia harus menolongnya.Apa yang terjadi pada wanita itu?.


Setelah itu,dinda keluar mobilnya.Dengan langkah perlahan,dia mengikuti kemana wanita itu dibawa.Dia heran,sudah tengah malam, masih aja orang yang berkeliaran jalan kaki sendirian.Apalagi disini bukanlah tempat yang ramai orang.


"Hiks,mau apa lo!"ucap wanita itu.


Ternyata dia membawanya ke sebuah gedung kosong,yang jauh dari rumah masyarakat. Terlihat orang itu memakai topi dan masker, membuatnya tidak melihat jelas wajahnya.Dari postur tubuhnya,sudah pasti seorang pria.


"Gue mau lo!"balas pria itu.


Dari kata katanya, sepertinya dinda pernah dengar,bahkan suaranya pun sama.Tapi ga mungkin dia.Dia akan menunggu apa yang akan dia lakukan pada wanita itu.


"Please lepasin gue!"ucap wanita itu memohon.Dinda masih bersembunyi di balik tembok.


"Jangan harap!lo itu target gue!"ucap pria itu seraya mengeluarkan pisau kecil nan tajam dari saku Hoodie nya.


Dinda tau itu,pasti dia akan melakukan pembunuhan.Dinda memang suka membunuh, tapi dengan orang yang menurutnya salah.Dan apa kesalahan yang wanita itu perbuat?.


"Hiks,to-tolong,tolong!!!"teriak wanita itu ketakutan.


"Suttt diamlah"ucap pria itu dengan santainya.


"Akhhhh"rintih wanita itu saat pria didepannya menyayat tangannya.


Hmm'dinda tidak mau ikut campur.


Tanpa berlama lama,pria itu menyayat semua tangannya dan wajahnya sampai penuh darah. Hanya rintihan memenuhi tempat itu.Sudah pasti,tidak mungkin ada yang mendengarnya.

__ADS_1


Dinda menyaksikan pembunuhan itu dengan santai.Dia sangat suka,dari cara membawa korban,sampai memotong motong tubuhnya. Sangat licik dan terlihat menyenangkan.Persis seperti peikopat!!.


"Huh, memuaskan!"gumam pria itu melihat korbannya yang sudah terkepar tak bernyawa di lantai.Darah yang berceceran kemana mana, membuatnya semakin merasa puas.


Dinda tersenyum miring.Benar saja dia seorang psikopat yang senang akan darah.Merasa sudah puas melihatnya,dia pun segera pergi dari tempat itu.Namun sepertinya dia kurang berhati hati,sampai sampai dia menginjak botol plastik.


Kretekkkk


Mata dinda membulat sempurna.Dia memang tidak takut ketahuan,tapi dia tidak mau berurusan dengan psikopat sepertinya.Dia berharap,pria itu tidak menyadari keberadaannya.


Dinda melihat lagi,apakah pria itu masih disana?.Oh ternyata tidak.Sepertinya dia sudah pergi.Dan apa?jasad wanita itu sudah tidak ada?.Dikemanakan dia?.Heh,sangat cerdik.


"Cari gue?"


Suara pria dari arah belakangnya, membuat dinda mematung.Sejak kapan dia disana?. Sepertinya dia lawan yang sulit.


Tanpa menjawab ucapannya,dinda berniat pergi dari hadapan pria itu.Jujur,dia sudah lelah dan pusing.Menbuatnya malas untuk meladeni dia.


Belum sempat melangkah,tangan dinda sudah ditarik oleh pria itu,dan dirapatkan ke atas.Pria itu tepat di hadapannya, merapatkan tubuhnya lebih dekat dengannya.beraninya!


"Lepasin gue anjing!"sarkas dinda.Dia berusaha kuat untuk melepaskan kedua tangannya dari cekalan pria itu,yang dirapatkan ke atas.


"Sial!"gumam dinda.


"Lo mau ini?"tanya pria itu sedaya mengambil pistol yang dinda bawa.


"Balikin!"tekan dinda menatap tajam mata pria itu.Baru kali ini dinda merasa lemah,tak mampu melawan.Mungkin ini efek minum tadi.


Dinda tak habis akal,dia pun menendang barang *********** dengan kuat.


Membuat pria itu merintih sakit.Entah apa yang terjadi di masa depannya.


"Arghhhh.."


Tak hanya itu,dia pun mengeluarkan jurus beladirinya.Mulailah, perkelahian di antara mereka.


Bugh.


Dinda terus melakukan serangan kepada pria itu.Jujur,dinda cukup terpana akan cara dia menangkisnya.Sangat cepat dan jago.Tapi ini belum seberapa.


Bughhh

__ADS_1


Dinda segera menyerangnya kembali. tapi...sayangnya,pria itu lebih cepat darinya.Bahkan cekalannya lebih kuat dari tadi.Sialnya dia mengurungnya kembali,seperti posisi tadi.


"Babi lo!"ucap dinda dengan dada naik turun,cukup mengeluarkan tenaga lebih banyak untuk melawannya.Dia terus memaki maki pria itu.


"Lo memang nakal,sayang"ucap pria itu di balik maskernya.Sudah pasti dia sedang mengejeknya,karena tidak bisa lepas darinya.


"Lepas!"sarkas dinda.


Lagi lagi dinda dibuatnya geram! beraninya dia memegang wajahnya dan mengusapnya.Ingin sekali dinda membunuhnya sekarang juga!.


"Lo mau apa!"ucap dinda tajam.


"Mau bunuh gue?hah!!"lanjut dinda.


"Hmm?!,gue mau lo jatuh, jatuh cinta"


balas pria itu terkekeh.


Pria itu terus mengelus pipi mulus dinda.Hingga berhenti tepat di bibir tipis nan seksi milik dinda.Sangat menggoda.


Apalagi bau minuman yang memabukkan,membuatnya semakin menggoda.Sangat mesum dia!.


"Siapa lo!"ucap dinda sewot.


"Gue masa depan lo!"balas pria itu semakin berani dengannya.Huh!dinda sangat geram kepadanya.


"Lo gila!"sarkas dinda menatap tajam pria itu yang sedang mengelus pipinya. Kurang ajar!.


"Lepasin gue!!!"Dinda kembali memberontak dari kurungannya.Dia merasa sangat cupu dan merasa terkalahkan olehnya.


Cup


Seketika mata dinda terbelalak saat pria itu mengecup bibirnya.Memang dia masih menggunakan maskernya,tidak bersentuhan langsung.Tapi tetap saja snagat kurang ajar!.Tangannya sudah gatel untuk mencekik lehernya.Sialnya cekalannya sangat kuat.


"Bajingan!lepaskan gueee!!!!"teriak dinda semakin marah kepadanya.


"Okey,karena ini sudah malam,gue lepasin lo,gue gak mau,lo terlalu lelah!"


Setelah mengucapkan itu,pria itu pergi dari hadapan dinda yang wajahnya sudah merah,


menahan amarahnya.Dia ingin sekali menembaknya sampai mati!!!!,tapi dia rasa itu sia sia.

__ADS_1


"Gue akan cari siapa lo!!!"teriak dinda.


First kiss gue!!!!!!


__ADS_2