
Plakkkk
"Awshhh,maafkan aku king!"ringis minda seraya memegang pipinya yang terasa perih.
"Karena kau,mereka tau markas kita!" sarkas candra tajam.Para anggotanya pun menunduk takut,tak hanya mereka.. amel dan minda pun sangat panik.
"Ma-maafkan aku,aku melakukan itu karena dia mengancamku king"balas minda.
"Alasan apa itu!!! sekarang kau harus bayar kesalahan ini!"ucap candra.
"Ba-bayar?"gumam amel,dia semakin merasa tak beres dengan candra.
"Iyaa!coba saja kalian ga kesini! mereka ga akan tau tentang kita!ini semua karena kalian!"ucap candra dengan lantangnya.Memang benar kan?.
"Tapi aku sudah bayar kau 1 M untuk bangun markas lagi king"ucap minda.
"1 M belum cukup sayang.."
Dia menarik pinggang minda dan mengecup bibirnya,dia me lumatnya dengan kasar.Minda terus meronta-ronta bergerak kesana kemari.Minda bukan orang tua yang sudah seperti nenek-nenek,tapi dia tante yang masih cantik dan seksi.Sudah pasti candra terus menginginkannya.
Amel tak mampu berkata.Dia ingin menegurnya,namun dia takut.Dia takut menjadi pelampiasan hasratnya lagi tanpa henti.
"Hmpttt"
"Kau bayar 1 M lagi!"tekan candra seraya melepaskan ciumannya dengan kasar, sampai sampai minda terpental kebelakang.
"Huh huh,bisakah dikurangi lagi?huh"
tanya minda ngos-ngosan.
"Tidak bisa!aku mau membuat markas yang lebih besar dan kokoh,dan juga aku mau membeli senjata lebih banyak!"balas candra.
Minda dibuatnya bingung.Mau dapet duit sebanyak itu dari mana?, apalagi jordi sudah mulai berani memarahinya.Dia takut dia semakin curiga padanya.Entah bagaimana hidupnya setelahnya.
Dia menatap anaknya,meminta pendapatnya.Amel pun hanya menggelengkan kepalanya,dia juga tidak tau mau bagaimana lagi.Obsesinya untuk melenyapkan dinda sangat tinggi,tapi caranya ga seperti ini.Mereka berdua merasa bermodal terlalu banyak,tapi tidak terlihat usahanya.
"Tidak mau?okey,kita batalkan saja-"
"Aku mau,tapi kasih aku waktu untuk mendapatkan uang itu"ucap minda, membuat amel melototkan matanya kepadanya.Dia tak percaya dengan keputusan mamahnya.
"Sudah aku duga"guman candra seraya tersenyum miring.
"baiklah aku kasih kau waktu dua minggu,karena dua minggu para mafiosoku,sudah menyelesaikan setengah bangunannya"ucap candra.
Sekarang minda hanya meratapi nasibnya.Dia harus berpikir keras, gimana mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu dua minggu?.Sudahlah,
dia harus memenuhi semua apa yang ia mau,agar balas dendam nya terlaksana.
"Sekarang gimana king?"tanya minda.
"Kita,pergi ke markas baru kita,ya markasnya memang belum jadi,tapi kita bisa membuat gubuk untuk kita tinggal sementara,jika kita menyerang sekarang,sudah pasti kita kalah"ucap candra kepada beberapa mafiosonya.
"Baik king"
Minda dan amel hanya mengikutinya.
__ADS_1
Mau bagaimana lagi, mereka tidak bisa pulang sekarang.
DorDorDor
Suara tembakan dari luar, membuat mereka terkejut, sekaligus panik.
"Mereka sudah kesini!,kita keluar"ucap king.Sebagian mafiosonya pun keluar mengikuti sang king.Sedangkan minda dan amel,dia bersembunyi di dalam.
Memang dinda sudah tau kalau dirinya ikut mafia vedgrafl,namun mereka juga tidak mau mati, sebelum dinda mati.
Benar saja,lima mafiosonya yang sedang berjaga di luar markas,sudah tak bernyawa.
"Keluar kalian pengecut!"teriak candra.
Memang sepi,tidak ada siapapun,tapi tanpa mereka sadari,ada sembilan orang sedang bersembunyi di balik semak-semak.Mereka adalah nita dan kedua temannya,dan juga enam mafioso yang menjaga mereka.
"Iih,anyaa,lo ngapain nembak mereka,
nanti kita ketauan!"protes fifi atas tindakan anya yang menembak mafioso vedgrafl.Yah,dialah pelakunya.
"Iya ih,kita kan hanya mengecek,benar atau tidak markasnya disini! jangan nyerang sekarang anya!"ucap nita, mereka ditugaskan dinda untuk membuktikan ucapan minda dan amel.
"Namanya juga khilaf,kan gue gregetan sama mereka,ga tahan untuk menebas lehernya seperti queen lakukan itu"balas anya seraya terkekeh kecil.
Ke enap mafioso pun hanya tersenyum geli, mendengar percakapan teman teman queen nya.Sangat lucu,setiap hari selalu ada hiburan dengan segala tingkah konyol dari mereka.Namun sekali mereka marah kepada musuhnya,mereka tak bisa tertawa,menatap pun,mereka merinding.Sangat kejam!.
"Keluar lo!"ucap fifi menyuruh anya untuk menampakan dirinya kepada mereka.
"Gue ga mau mati sekarang anjing"balas anya.
ucap nita,dibalas anggukan dari kedua temannya.
"Tembak mereka!"ucap candra dengan lantangnya.
Membuat nita dan yang lainnya kelimpungan.Jumlah orangnya tak sepadan dengan mereka.Membuatnya tak berani melawannya sekarang.
DorDorDor
"Awhhh sakiit"rintih nita seraya memegang lengannya bagian atas,yang terkena tembakan dari mereka.
"Nitaaaa"teriak anya dan fifi,rasa khawatir mulai menyerangnya.
Dengan siap siaga,ke enam mafiosonya,
membuka baju mereka,lalu mereka ikatkan ke lengan nita yang terus mengeluarkan darah.Hal itu bertujuan,
agar darahnya tidak keluar terus menerus.
"Awshhh"
"Beraninya diaa!!panggil mafioso yang lain!"geram fifi tak terima.
"Kita serang mereka!"ucap anya.
Para mafioso pun setuju,mereka juga tidak terima teman nita terkena tembakan.
__ADS_1
"Jangan!dinda pasti tidak setuju!kita pergi dari sini cepat!"ucap nita.
"Tap-"
"Kalian ingin gue mati disini!"ucap nita dengan tajam.
"Ti-tidak begitu,...ah sudahlah,kita pergi dari sini!"ucap fifi.
Mereka berdua pun segera memapah nita.
"Gue tangannya yang sakit bukan kaki nya woy!"ucap nita seraya berdiri sendiri,
menolak bantuan mereka.
"Owh gitu"balas anya.Kenapa mereka terlihat bodoh sekali!.
"Kita pergi!"
Mereka semua pun berlari keluar dari hutan,menuju mobilnya yang ada di jalan.
"Tepat sasaran!"gumam candra.
"Mereka hanya beberapa orang!jangan biarkan mereka lari!,kejar mereka!"ucap candra dengan sorot matanya yang tajam.
"Baik king"
Ada sekitar 20 orang,yang mengejar anggota blackwhite.Dia tidak tau pasti mereka siapa,Karena mereka menggunakan maskernya.Tapi candra yakin, mereka perempuan.Teman leadernya.
"Mereka mengejarnya kita"ucap salah satu mafioso.
"Jangan ada yang berhenti!mereka ada banyak!kita terus lari!"ucap nita seraya memegang lengannya yang masih sangat sakit.
"Lo ga papa?kita gendong yaa?"tanya fifi.
"Gue ga papa,lo tenang aja"balas nita.
Mereka terus berlari menghindari kejaran mereka yang semakin dekat.Keringat yang bercucuran di wajahnya,dada nya yang naik turun,dan rasa khawatir terhadap nita pun menyertainya.
Para mafiosonya pun terus waspada menjaga para teman teman queen nya. Mata mereka terus memantau ke belakang.Entah apa hukuman yang queen nya berikan nantinya.
"BERHENTI KALIAN!!"teriak salah satu anggota vedgrafl.
"Tembak mereka!"perintah nita.
Mereka semua,terus menembak para mafioso yang mengejarnya.Satu per satu,
mafioso vedgrafl tumbang.Nita dan yang lainnya,terus berlari secepat mungkin.
"Gu-gue pusing anjir"ucap nita seraya memegang kepalanya.
"Nitaaa, sepertinya darahnya keluar terlalu banyak!"ucap anya,dia dan fifi pun memapah nita menuju mobilnya yang sudah terlihat.
"Mereka masih banyak!"ucap fifi.
"Cepat masuk!"
__ADS_1
Akhirnya,mereka sudah pergi dari hutan tersebut.Sayangnya,ada beberapa anggota yang terluka.