Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 56


__ADS_3

"Kalian siapa!?"tanya jordi,yang masih terbaring lemah di ranjang.Wajah yang penuh luka dan pastinya rasanya sangat lemas dan panas.Akhir akhir ini, dirinya merasa semakin tidak berdaya.


"Kalian anak buah candra?uhukkk,tolong!! pertemukan saya dengan anak anak saya! sebelum kalian bunuh saya,saya mohon!uhukk"ucap jordi memohon.


Membuat varo dan yang lainnya menatap iba padanya.Betapa tersiksanya dia oleh istri dan anaknya.Hanya karena harta.


"Om,tenang..kita akan pertemukan om dengan anak anak om"balas varo.


"Benarkah?"tanya jordi berbinar,dengan sisa tenaganya dia mendudukkan dirinya.


Dito pun membantunya.Benar saja,suhu tubuhnya sangat panas.


"Benar,apa om tidak ingat kita?"tanya bima.Membuat jordi berpikir.. mengingat ingat siapa para lelaki remaja di depannya.


Melihat wajah kebingungan om jordi,


varo dan teman temannya heran,padahal


mereka sangat dekat dengannya.Hanya saja,setelah dia menikah dengan minda,


membuatnya tidak pernah berkumpul bersama lagi.


"Kita teman teman anak kembar om,...


dani sama deni om"ucap bima.Jordi masih mengingat ingat.


"Varo,dito,tino,dan bima om..ingat kan?"


sahut tino.


"Kaliaan?..mana dani sama deni?"ucap jordi yang akhirnya bisa ingat siapa mereka.


"Mereka masih di jepang om,sekarang lagi pulang,..om kenapa disini,mereka nyariin om lho"tanya varo.


"Om dibawa minda dan amel kesini uhuk,


mereka..uhukuhuk"berbicara saja sudah susah.


"Sudah om,ga perlu dijelasin,kita sudah paham kok,...ya sudah sekarang om harus keluar dari tempat bahaya ini"ucap


bima.


"Ma-maksih nak,om mau mencari anak perempuan om"ucap jordi,membuat mereka terdiam.


"Emm,baiklah,kita pergi dari sini"ucap varo seraya memapah jordi.Dia merasa dirinya harus mempertemukan dia dengan gadisnya nanti.


Mereka pun keluar dari kamar itu,menuju dimana para anggota virgo berada.


"Kalian jagain om jordi,kalau keluar sekarang pasti kalian ketahuan,tunggu kita!,kita akan ke atas,ke ruangan candra!"printah varo.

__ADS_1


Dia mendudukkan om jordi ke kursi yang ada disana.Mereka rasa tempat itu, tempat yang aman untuk bersembunyi. Karena,penjaga di bagian belakang markas,sudah mati semua.


"Baik bos!"balas mereka.


Dengan hati hati,varo dan ketiga temannya pun melangkah menuju lift yang ada di seberang.Mereka yakin, ketua dari mafia vedgrafl,ada di ruangannya.Sedangkan para mafiosonya,


ada di ruangan sebelahnya,yaitu ruangan latihan.Mereka tau,karena disana terdengar sangat ramai.


"Suara apa itu anjir!"ucap dito saat mendengar suara yang sangat ambigu.


"******* goblok!"balas bima.Tepat di depan pintu ruangan candra,mereka terhenti ketika mendengar suara sesuatu.


"Paham bener lo!"ucap tino.


"Ya paham lah!yang legend aja kalian paham"balas bima dengan santainya.


"Bangsat lo!".


Dengan pelan,varo mendorong pintunya,


yang ternyata tidak dikunci.Mungkin,itu sudah biasa,marena tidak ada yang berani masuk ke sini tanpa izin.


"Ih astaga,itu om candra,!"pekik tino lirih,


sambil menutup mulutnya.


"Yang ditutup itu matanya,bukan mulutnya kambing!"ucap bima.


"Menjijikkan!"gumam varo tajam.


"Amel sama ibunya masih aja begitu,ga ada kapok kapoknya,setelah apa yang dinda lakukan kepadanya di sekolah!"ujar dito.


"Mereka ******,pasti ga ada kapok kapoknya"lanjut bima.


"Terus karvon dimana?"tanya tino.


"Kalian cari karvon,gue sama dito yang urus ini"ucap varo,diangguki oleh ketiga temannya.Mereka pun segera pergi dari sana untuk mencari musuhnya yang satu lagi.


"Aaaaa"teriak bima merintih.Tentu saja membuat teman temannya panik dan bingung.


"Husttt diam!"ucap varo.


"Kaki gue bangsat!"kesal bima.


Ternyata dia teriak karena kakinya di injak oleh varo.


"Oh,sorry!"ucap varo singkat,tanpa ada rasa salahnya.Menyebalkan!.


"Siapa disana!"suara bariton itu terdengar dari dalam.Membuat bima dan kedua temannya kelimpungan.Sedangkan varo, dia masih diam santai santai aja.

__ADS_1


"Aduuuh gimana nih!"ucap tino panik.


"Gue masuk!"ucap varo.Dengan cepat,dia masuk ke dalam.Teman temannya tidak mau varo sendirian,mereka pun mengikutinya.


Tanpa aba aba,varo segera menendang perut candra yang sudah berdiri di depan pintu,yang artinya dia sudah mau keluar ruangan.


"Arghhh!!"Candra terpental kebelakang menabrak minda dan amel.


"Akhhh"pekik mereka berdua.


"Siapa kalian!!"sarkas candra.


Amel pun terkejut,kenapa varo dan trman temannya ada disini?.dirinya sangat malu!!.Dengan cepat,mereka bertiga pun memakai pakaiannya.Entah rapi atau tidak,yang penting barang mereka tertutupi.


Varo tak sabar menunggu,dia berniat menyerang kembali candra,namun bima segera menahan tangannya.


"Jangan dulu var!biarkan mereka berpakaian,gue jijik liatnya anjir!"ucap bima konyol.


Varo tidak menghiraukannya ucapan gaje temannya itu,dia pun segera maju menghampiri mereka yang terlihat panik terburu-buru.Baru saja satu langkah,


varo dibuat terkejut saat suara seperti tanda darurat berbunyi nyaring di seluruh gedung markas milik vedgrafl.Membuat varo dan temannya kelimpungan.


"Kalian memang bodoh!"ucap candra,tentu saja membuat tangan varo mengepal,dia menatap tajam dia.


"Mereka?"dito segera keluar mengecek ada apa ramai ramai diluar.


Hal itu tentu saja membuat candra tersenyum miring menatap para lelaki remaja di depannya.Memang dia belum paham siapa mereka,tapi menurutnya mereka adalah bocah yang lemah dan datang kesini karena mereka ingin mati ditangannya.


"Var var,anggota kita diserang mafioso sekampung!!"ucap dito dari arah luar.


Membuat varo berpikir,sambil menatap tajam candra yang sedang menatap remeh padanya.Ingin sekali dirinya membunuhnya saat ini,tapii teman temannya lebih penting.Dia harus membantu para anggotanya.


"Kita keluar!cepat!!"ucapnya.


Dia dan para temannya segera turun dan membantu para anggotanya yang sudah terlihat lelah.Ternyata mereka sudah mengalahkan beberapa mafioso vedgrafl.


Hebat!!.


"Lemah!"kekeh varo.Dia pun bergabung di pertempuran sekampung lawan sekelas.


Dengan beberapa jurus beladiri yang sudah ia kuasai,baru beberapa menit saja,dia sudah mengalah berpuluh-puluh mafioso.


Bentar!dia baru sadar,ada pria yang harus ia jaga.Dia mengedarkan pandangannya,mencari ayah dari gadisnya.Dia takut dia kenapa napa.


"Var,lo jangan khawatir!dia masih aman!"


teriak tino.Karena dia baru saja mengecek jordi,


ternyata dia masih aman dengan dijaga oleh dua anggota.

__ADS_1


Varo pun mengangguk.Dia melanjutkan kegiatannya yang menurutnya sangat mudah.Mereka tidak menggunakan senjata,varo dan yang lainnya pun mengikutinya.


"BERHENTIIII!"


__ADS_2