Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 132


__ADS_3

Plank adalah satu bentuk latihan fisik yang banyak dilakukan. Salah satu manfaatnya adalah untuk dapat melatih otot-otot inti tubuh seperti perut serta melatih tulang belakang. Kontraksikan otot-otot perut untuk menahan beban tubuh lalu tahan selama 20 detik.


Seperti pagi ini,para mafioso blackgrand sedang berlatih.Salah satunya adalah melakukan plank.Itu bukan plank biasa,


tapi mereka bukan hanya menahan beban tubuh,tapi juga mereka menahan beban seorang teman.Hal itu dilakukan secara bergantian.


"Tiga kali gagal!keluar dari sini!"tegas dinda.


Mafioso wanita pun sama,mereka saling menahan berat tubuh temannya. Posisinya,teman itu tiduran terlentang di atas punggungnya.Pria dengan pria,


wanita pun dengan wanita.Dinda tidak sembarang memilih teman untuk mereka.Dia mempertimbangkan berat badan mereka.Besar dengan besar,kecil pun dengan kecil.


Dinda juga tidak pilih kasih, kegiatan dan peraturan tersebut juga berlaku untuk mafioso blackwhite yang lama.Karena plank sudah biasa mereka lakukan,


membuat mereka tidak terlalu kesulitan.


Sedangkan Mafioso garinda, memang sudah biasa melakukan hal itu.Tapi menurut mereka, melakukan plank adalah hal yang cukup sulit.


"Kenapa anak lo ga dibawa ke sini si fi?tanya nita.


"Engga lah,anak gue udah gede,nanti tau dong tentang kelakuan emaknya"balas fifi.


"Ya ga papa kali,biar besok gede kaya emaknya"ucap nita.


"Jangan deh!,gue ga rela bocah seganteng dia,jadi pria badas nantinya"


timpal dinda.Dia juga sangat dekat dengan fito.Sepertinya di tahun ini dia dikelilingi oleh para anak kecil.


"Iya dong,gue takut dia kenapa napa, lagian gue mau dia sukses di masa depan"ucap fifi menyetujui.


"Gue setuju,dia kan calon pacar gue"sahut anya dengan lesu nya.


"Gue ga mau dong punya mantu nenek nenek"balas fifi, mengundang tawa kecil dari para temannya.Anaknya memang tampan,hingga membuat teman temannya ga ada otak.


"Muka lo nyebelin tau gak!"ucap nita kepada anya.Karena dari tadi anya tidak semangat dengan wajah ditekuknya.


"Sakit hati lagi dia"cibir fifi.


"Yaaa begitulah"balas anya tersenyum kecut.


Setelah keluar dari rumah sakit,memang dito mengajaknya untuk bersenang-senang.Seperti jalan jalan,belanja bareng,


bermain,dan lainnya.Tentu saja membuat dirinya senang dan tertawa bersamanya.


Semua rasa sakit hatinya kepadanya seakan hilang seketika.Semua kesalahannya kepadanya seakan terlupakan.


Sampai malam pun,dia masih bersamanya.Bahkan dia tidur bersamanya di rumahnya.Dia seakan sangat manja dan terus berbicara I Love You padanya.Arti kata itu bukanlah rasa cintanya padanya,namun arti kata itu adalah sampai jumpa lagi.


Pagi hari dia sudah tak ada di sampingnya.Dia tak pamit sama sekali padanya.Saat buka ponsel,ada seorang wanita yang memposting fotonya bersama dito.Saat itu juga dirinya merasa menyesal telah menerimanya kembali.


Lalu dia beranjak dari ranjang.Dia bercermin melihat seluruh tubuhnya.


Banyak bercak merah di lehernya dan dadanya.Seketika tubuhnya luruh kebawah.Air matanya keluar seketika,


rasa menyesal semakin mendalam.Dia juga kesal kepada dirinya sendiri.Kenapa dirinya masih menerimanya dengan begitu mudah?!.


"Tertipu lagi?"ucap dinda menekankan kata 'lagi'.


Anya mengangguk.


"Mau berapa kali lagi?"tanya dinda.

__ADS_1


Anya menggeleng pelan.


Para temannya hanya menghembuskan napas kasar.Mereka heran kepada temannya ini.Tak hanya itu, mereka juga geram kepada kelakuan dito kepadanya.


Dia terus terusan menyakitinya.Tapi anehnya lagi,anya masih mencintainya.


Membuat mereka menyimpulkan bahwa,


mereka adalah jodoh yang unik.Gila!.


"Apa lo ga liat ini?...hah?...jangan kemakan omong kosong dia dong anya!"


kesal dinda seraya menyibakkan rambutnya yang menutupi lehernya.


Menurutnya,anya terlalu baik kepadanya,


sehingga membuatnya semena mena padanya.Sama persis dengan apa yang dialami dirinya dulu.


"Udah gue usahain,tapi tetep ga bisa din"


balas anya frustasi.


"Huh....gue ngerti kok"ucap dinda sambil merangkul bahunya.


"Terus gue harus gimana din?kalo dia kembali gimana?"tanya anya meminta pendapatnya.Karena hanya dinda lah yang waras di antara ketiga temannya itu.


"Hmm,semua tergantung hati mu saja nya,apa yang membuatmu nyaman,itulah pilihannya"balas dinda.


Anya mengangguk paham.Dia akan mengikuti alurnya saja,entah risikonya nanti gimana,dia akan menerimanya.


Dia udah lelah menghadapi segala kelakuannya.


"Tapi gue akui pikiran lo emang gila nya"sahut nita.


"Sialan lo!"sarkas nita.


"Btw,kapan lo nikah?udah ada tanggal belum?"tanya fifi.


"Udah doong"balas nita.


"Fiks belum?,nanti ada adegan baku hantam lagi sama bima"timpal dinda.


"Udah lah,kita udah sepakat... semuanya udah beres,tinggal nunggu tanggalnya"


balas nita.


"Cielah..tanggal berapa?"tanya anya.


"Ada deh,besok... satu jam sebelum mulai,gue kabarin"balas nita bergurau.


"Dih...kita ga dateng atau sibuk tau rasa lo!"ucap fifi.


"Harus dateng laaa,kalo ga gue culik kalian"balas nita.


"Sa ae lo bestai!"


"Terus hubungan lo sama varo gimana din?"tanya anya.


"Engga papa"balas dinda.Jawabannya yang begitu singkat, membuat teman temannya kesal.


"Ya jelasin dong sayang...ah kebiasaan lo!"ucap nita.

__ADS_1


"Kita berteman lumayan baik kok,ya... intinya kita teman"balas dinda.


"Lumayan baik?ga baik dong"sahut fifi tidak memakai otaknya.


"Hisss fifi,namanya lumayan baik itu...ya sedikit baik sedikit tidak baik,itu bercampur menjadi satu kesatuan yang...


eh gimana si?"ucap anya bingung sendiri dengan apa yang dirinya katakan.


"Tinggalkan bestie gila kayak mereka, mari cari bestie baru bersamaku"ucap nita seraya menarik tangan dinda,lalu melenggang pergi.


"Eh eh jangaaan doong!!"teriak anya.Dia dan fifi pun menyusul mereka.


Setelah kekonyolan yang mereka lakukan, sekarang mereka mulai memantau para mafioso berlatih.Bukan hanya mereka tapi juga anggota inti dari setiap kelompok.Sedangkan fatar dan fatur, mereka sudah tidak ikut di dalamnya.


Mereka hanya beberapa kali saja mengecek perkembangannya.


"Hey din,maaf baru datang"ucap alan tiba tiba ada di sampingnya.


"Eh kamu datang....engga papa lan santai aja"ucap dinda.


"Eh lo yang baru datang!...cepet lakukan plank!"perintah anya dengan gayanya.


"Gu-gue?"tanya alan.


"Ya iya lah,siapa lagi!"balas anya,tanpa peduli dia juga anggota inti di sana.


Mereka juga sudah akrab satu sama lainnya.Menurut mereka,alan adalah teman yang sangat lemah lembut dan baik hati.Namun dengan ke bar bar nya,


mereka berani dengannya.Lagian,dia pun tidak akan marah kepada mereka.


"Okeee baiklah"balas alan seraya memposisikan tubuhnya.


"Dan lo dinda!,lo yang ada di atasnya!"ucap anya.


Lagi lagi kelakuannya membuat para temannya menggelengkan kepalanya.


"Gue?...tak masalah...tenang lan aku enteng kok"ucap dinda terkekeh pelan.


Dengan hati hati,dia pun tidur terlentang di atas punggungnya.


"Gue sebagai fotografer,gue akan poto kalian"ucap fifi sambil memotret mereka dengan kameranya.


"Dan gue,..gue akan video kalian...siapa tau butuh postingan di ig gitu"ucap nita.


"Okee gue itung nih...siap?"tanya anya.


Alan mengangguk.


"Berat banget,makan apa si kamu din"


ucap alan terkekeh.


"Hah iya?..."tanya dinda.


"Engga, bercanda"balas alan.


"Ngagetin lo!,padahal kan gue lagi diet tau!"ucap dinda.


"Diet kok makan banyak"ucap alan.


"Dietnya sekarang maksudnya,kalo nanti engga lagi haha"ucap dinda tertawa.

__ADS_1


Alan pun ikut tertawa kecil.


"Satu....Dua....Tiga...Em-......"


__ADS_2