Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 46


__ADS_3

Sudah beribu ribu kali,bima mondar mandir di hadapan dito,tino,anya,dan fifi.


Dengan wajah yang penuh khawatir dan kepanikan,bima terus memencet layar ponselnya.Sampai sampai dia membanting ponselnya ke sofa.Dia kesal sendiri!.


"Nomornya ga aktif,anjir!"kesal bima.


"Aduh gimana? gue takut dia nekad melawan kartal sendiri"sahut anya.


"Gue takutnya juga begitu,tadinya aja dia sudah marah marah gitu"ucap bima.


"Gue harap si dia ga ngelakuin itu"ucap dito.


Sepulang sekolah,dito dan yang lainnya langsung ke markas.Setiap jam pelajaran,mereka selalu markas virgo.


Karena amukan dari bu gempal, membuat mereka sulit untuk bolos.


Tiba tiba dinda dan nita datang ke markas virgo.Itu bukan keinginan dinda,


tapi nita.Karena dia ingin melihat keadaan virgo.Memang dia dan kedua temannya bukan anggotanya,tapi mereka


hanya ikut ikut saja tanpa peresmian.


"Sayaaang,lo kan lagi sakit, kenapa kesini"sambut bima seraya merangkul bahu nita, membawanya untuk duduk di sofa.Lengan nita masih terbalut perban,


dan juga dia masih harus menggunakan gendongan tangan.Eh namanya apa si...


"Sa-sayang?"ucap teman temannya dengan cengo nya,kecuali dinda.


"Kita udah jadian,keren ga?"balas bima dengan gayanya.


"Di rumah sakit?ga romantis banget lo bim"sahut fifi.


"Menurut gue,dia romantis kok,lagian gue juga ga butuh apa yang kalian pikirkan"


ucap nita,tentu saja membuat bima tersenyum senang.


"Sayang?l love you"ucap bima seraya memeluk nita.Dinda hanya menanggapinya dengan kekehan kecil.


"Eleeeh...pamer!!"cibir teman temannya.


"Biarin wleee"balas bima.Dia kembali fokus dengan pacarnya.


"Dia ngajak gue kesini,untuk ketemu lo!"


ucap dinda.Seketika mata nita melotot.


"Dih engga!"elak nita dengan menyenggol tangan dinda yang duduk di sebelahnya.


"Engga apa engga nih"goda bima.


"Bimaaa"kesal nita.


Bukannya terlihat sedang ribut,tapi teman-temannya melihatnya sangat romantis.Baru aja pacaran,sudah romantis romantisan di depannya.Engga varo engga bima,selalu membuat mereka kesal.


"Din,lo kan masih sakit,kenapa lo kesini,


lo harus balik!"ucap anya.

__ADS_1


"Lo ngusir gue?!"balas dinda bergurau.


"Dia ya udah sembuh lah,kan dirawat ayang bebeb nya,yang selalu ada buat dia"ucap tino, mengundang anggukan mantap oleh teman temannya.


"Terus varo dimana?terus yang lain kemana?"tanya nita.


"Yang lain ke rumah sakit,terus varo...ga tau,kita takut dia ke markas kartal sendirian,kan bahaya"balas dito.


Pastinya membuat dinda khawatir.Secara sifatnya yang pemarah dan bertindak tanpa berpikir.Dia tak mau,varo terluka.


"Markas kartal dimana?"tanya dinda.


"Din!jangaan"cegah bima.


"Tap-"


Brakkk


Seketika semuanya terkejut,ketika pintu terbuka dengan keras.Menampilkan varo dengan keadaan acak acakan,namun tetap tampan.Bagaimana tidak, pakaiannya yang lusuh,dan yang paling menjadi pusat perhatian para temannya adalah jari jari tangannya.


Penuh luka luka,dan darah yang sudah mengering disana.Sorot matanya yang tajam,tangan yang mengepal, membuat teman temannya tak berani menegurnya atau bertanya.Dia sedang emosi, jangan sampai disentuh.


"Varoo,lo kenapa?lo darimana?kenapa tangan lo kayak gini varo?"tanya dinda seraya menghampiri varo yang masih diam di ambang pintu.


Tentu saja membuat varo tertegun mendengar suara itu.Suara yang selalu membuatnya luluh tak berdaya.Seakan iblisnya berubah menjadi kucing kecil yang sangat lucu.


"Sayaaang,lo disini?"tanya varo seraya memeluk gadisnya.


Para temannya hanya melongo.Semudah itu?membuat varo tenang?disaat dia emosi?.Membengongkan.


Varo tidak menyahut,dia terbawa suasana nyaman di pelukan gadisnya.


"Sepertinya tidak deh din,sudah pasti dia melukai dirinya dengan memukul benda yang keras,itu sudah biasa sewaktu dia marah"ucap tino.


"Dia memukul dinding untuk melampiaskan amarahnya, sampai melukai dirinya sendiri"lanjut bima.


Dinda tak menyangka sampai segitunya.


Dia pun membawa varo untuk duduk di sofa.Kemudian,dia mengambil kotak P3K,


dia mulai mengobati luka varo.


"Apa yang membuat lo melakukan itu varo,jangan melukai dirimu sendiri!"ucap dinda menasehati.


"Lo cantik kayak ibu gue"ucap varo terdengar tidak nyambung.Tapi cukup membuat bima,dito,dan tino tertegun.


Hanya mereka lah yang mengetahuinya segala urusan pribadi varo.


"Var?"tanya bima.


"Sekarang gue tau alasannya"ucap varo.


Dinda dan ketiga temannya hanya saling pandang.Mereka bingung apa yang mereka bicarakan.Tapi hanya bingung sendiri,tanpa berani bertanya.


"Jangan mikirin yang lain! cukup mikirin gue aja!"ucap varo seraya mengecup bibir gadisnya,lalu kembali memeluknya. Sentuhan gadisnya,adalah candunya.


Para temannya yang menyaksikan hanya menatapnya malas.Mereka mulai menyibukkan dirinya dengan kegiatan yang tak berfaedah.Seperti memainkan game,mengelap sepatunya yang bersih,

__ADS_1


menatap rambutnya,dan ada juga yang mengupil.Menjijikan!.


"Amplop yang tadi dia beri,udah dibuka var?apa?"tanya bima.


"Belum"balas varo,dia pun mengambil amplop itu.Menurutnya kartal hanya iseng saja,dan sudah pasti isinya ga penting.


"Buka"ucap varo seraya melemparkan amplop itu ke meja yang ada di tengah tengah mereka.


Tino pun membuka amplop tersebut.


Seketika dia terkejut, sekaligus panik.


Sudah pasti,hal ini membuat varo semakin emosi.Dia ragu ingin memberitahunya.


"Dih lama banget lo!"fifi pun merebut amplop itu,lalu ia buka.Bukan dia kalo mulutnya tidak terbuka,tanpa berpikir.


"Wihhh,foto lo din,cantik banget,pasti pake kamera mahal ya?"heboh fifi.


Tino hanya memijat pelipisnya.


"Mana?....o iyaa, foto dinda banyak banget"ucap anya tak kalah heboh.


Varo pun mengambil foto foto tersebut.


Benar saja,ada sekitar sepuluh foto dinda.Dinda juga heran,dari mana dia mendapatkan foto foto nya?.Anehnya foto itu merupakan foto dimana dinda sedang beraktivitas.Seperti sekolah,


sedang belanja,dan yang paling membuat varo emosi,saat dinda bersama karvon di klub.Bajingan!.


"Anjing!!"sarkas varo seraya meremas foto foto tersebut.Ternyata dia mengincar gadisnya!.


"Var, sepertinya dia semakin bertindak lebih jauh"ucap dito.


"Kita kesana sekarang!!"tekan varo dengan tajam.Dibalas anggukan setuju oleh para temannya.Tapi tidak dengan dinda dan ketiga temannya.Mereka akan mengikuti dinda saja.


"Jangaan!"cegah dinda.


"Lo suka dia??"tanya varo yang mulai marah.Teman temannya pun bingung,


kenapa dinda mencegahnya.


"Bukan begitu varo,lo jangan marah dulu!"


balas dinda.


"Terus apa!"bentak varo.


"Mereka sudah merencanakan ini semua varo,lo mau rencana mereka berhasil?"


balas dinda.Para temannya pun mulai berpikir setuju.


"Setelah mereka melukai semua anggota virgo, otomatis tinggal kalian,tak hanya itu,dia terus memancing amarah lo, kalo kalian kesana,kalian ga sebanding dengan banyaknya anggota kartal, membuat dia mudah menghancurkan kalian,itulah rencana dia varo"jelas dinda.


Ucapannya cukup membuat varo dan para temannya terdiam.Memang benar,


dia memang cerdik.


"Sudahlah,lo yang sabar,kita buat rencana lagi!"ucap dinda seraya memeluk varo,dan mengelus rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2