Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 70


__ADS_3

"Makasih"ucap dinda.


Dia dan teman temannya,pastinya ada fatar dan fatur,sedang berkumpul di markas mafia blackwhite.Sepulang kuliah,mereka langsung ke sana.


Kebetulah varo dan yang lainnya ada urusan di markas,jadi tak membuat mereka sulit untuk lepas dari mereka.


"Kamu ga perlu makasih sayang"balas fatar.


Dinda berkata seperti itu,karena kedua abangnya dan teman temannya telah membangun dan mempertahankan mafianya seperti semula.Dari anggotanya semakin banyak,bahkan markasnya pun semakin besar.Dia pikir,


mafia blackwhite sudah dinyatakan hilang.


"Kita tidak bisa membiarkan usaha kamu sia sia"ucap fatar.


Dinda pun memeluk kedua abang angkatnya,yang sudah sangat ia sayangi.


"Kalian memang terbaik"ucapnya sambil menikmati elusan mereka di rambutnya.


"Kita terburuk nih?"tanya anya bergurau.


"Kalian bukan terburuk"balas dinda.


"Apa dong?"tanya mereka.


"Tertolol!"ucap dinda ikut saja bercanda.


Mengundang tawa dari mereka.Fatar dan fatur,melihat banyak perubahan dari adiknya itu.Dari fisiknya maupun sikapnya.Dia menjadi semakin cantik, lumayan banyak bicara dan sikapnya tidak terlalu dingin seperti dulu.


"Btw,kapan kalian nikah?kan udah tua"


tanya dinda bercanda.


"Iya ih,belum pernahbpunya pacar pula" lanjut nita.


"Belum ada yang cocok aja"balas fatar.


"Makanya jadi cowok itu jangan datar datar amat!"timpal fifi.


"Jadi semua wanita takut sama kalian bang"lanjut anya.


"Eh kok jadi gini!"gumam fatur seraya memijat pelipisnya.Tak henti hentinya mereka membahas tentang itu.Dirinya bahkan belum memikirkannya.Apalagu umur mereka sudah hampir kepala tiga.


"Eh engga!mereka sudah ada gebetannya woy"ucap dinda.


"Eh apaan si dinda sayang!jangan ngada ngada deh"ucap fatur.


"Benar kan?bang fatar lagi deket sama anak dari mafia, terus bang fatur sama anak muridnya? bener kan?"balas dinda.


Dia tau?eh maksudnya bukan.Mereka hanya mengenalnya.Bukan gebetan, bahkan kenal saja hanya sekedar perkenalkan nama.


"Wiiih beruntung banget wanita itu"sahut nita.


"Anak mafia?pasti keren dong"ucap anya.


"Anak SMA?masih muda tuh"lanjut fifi.


Fatar dan fatur merasa,mereka harus pergi dari sana sebelum ceritanya diperpanjang.Bisa pusing dia lama lama di antara para remaja itu.Menyedihkan.


"Hmm,sudah ya,abang tinggal"ucap fatar.


"Mereka harus dilatih dulu"ucap fatur.


Sebelum pergi,mereka mencium kening adiknya dan mengacak rambut teman temannya,seakan gemas dengan tingkah mereka sekarang.


"Yeee,abang kabur!"


Hahaha.

__ADS_1


DrttDrtttt,ponsel nita berbunyi.


"Hallo sayang,kamu dimana?"tanya bima.


"Gu-gue lagi di kafe,sama temen temen"


balas nita.


Dia tidak bilang,kalau dirinya sedang ada di markas.Sebab,dia tau,bima dan teman temannya menganggap mafia blackwhite sudah tidak ada.Lagian,dia dan teman temannya tidak pernah membahas hal itu.Karena mereka anggap,hal ini tidak penting bagi mereka.


"Kafe mana?"tanya bima.


"Mau ngapain?"tanya nita balik.


"Aku jemput"balas bima.


"Ga usah,biar aku sama temen temen ke markas Virgo,kamu disana kan?"tanya nita.


"Iya,beneran?ga mau dijemput?"balas bima.


"Bener,ya sudah aku kesana"ucap nita.


"Baiklah aku tunggu,bye sayang"ucap bima.


"Byee"


Dia pun memutuskan panggilannya.


"Sepertinya baru dinda sama varo, pasangan kekasih yang manggilnya masih lo gue"tutur fifi.


"Mereka kan,pasangan yang unik"timpal anya.


"Husttt,biarin!"balas dinda.


"Kita ke markas virgo!"ucap nita, diangguki setuju oleh para temannya.


"Gue ga ikut"balas dinda,karena dia masih malam bertemu dengan varo,gara gara hal tadi pagi di kampus.


"Hmm,ga papa,kita paham kok"balas nita tersenyum.


Mereka pun pergi menuju markas virgo.


Geng motor yang dibangun kembali oleh mereka,setelah kejadian dua tahun yang lalu.Tentu saja membuat anggota baru dan sekarang anggotanya sudah lumayan banyak.


"Habisin dia bos,jan kasih kendor!"ucap bima menyemangati varo yang sedang melenyapkan targetnya.Sesudah dia,dito,


dan tino menyiksanya terlebih dahulu.


Soal itu,mereka sangat menyukainya.


Varo berdiri tepat seorang pria yang sudah duduk bertekuk lutut dengan tubuhnya yang lemas dan wajahnya penuh luka.Dia melakukan itu,ada alasannya.Tak jauh dari gadisnya.


"Lo iblis!"sarkas pria itu.


"Memang,lo baru tau?"kekeh varo tersenyum miring.Teman temannya merasa,dia bukan hanya pacar dinda,tapi juga kembarannya.Sama sama menyeramkan dan sangat kejam.


"Gue merasa kasihan kepadanya,bisa bisanya dia punya pacar kayak lo!uhuk!!"


lanjut pria itu menatap tajam varo.


"Oh gitu?..gue ga peduli anjing!"tekan varo seraya mencekik lehernya.


"Arghhh,lepasin gue!uhuk...aakhh"


rintih pria itu.Dia merasa sangat sakit di seluruh tubuhnya,apalagi cengkraman nya semakin kuat.


"Lepasin? mimpi lo?"balas varo.Dia mengeluarkan dan menunjukan pisaunya di wajah pria itu.Membuat dia bergidik ngeri,sekaligus sangat panik.Apa yang akan ia lakukan?!.

__ADS_1


"Lo tau gunanya ini?"tanya varo.


"Argghh uhuk uhuk.."semakin sering bergerak, cengkraman varo semakin kuat.Teman temannya pun menggigit bibir bawahnya.Walaupun dia sering menyaksikannya,tapi tetap saja sangat mengerikan.


"Gunanya..buat nusuk perut lo gimana?"


lanjut varo.Pria itu hanya menggelengkan kepalanya,tak mampu membalasnya,


apalagi kabur.


"Jangan?baiklah"dengan gerakan pelan,


varo melepaskan cengkramannya pada lehernya.Tentu saja seketika membuat pria itu lega.


Tapi hanya sekejap!,seketika dia terkepar di lantai,dengan pisau yang masih menancap di perutnya.Dia sudah tidak bernyawa,membuat varo tersenyum puas.


"Karvon masih hidup anjir"ucap dito.


Setelah itu,mereka berkumpul di ruang tamu rumah virgo.


"Lo tau darimana?"tanya tino.


"Kalau iya,itu ga mungkin lah,secara waktu itu tubuhnya udah ga karuan gitu"


ucap bima seraya memasukkan ponselnya ke saku nya,setelah menelpon seseorang.


"Ini bener bro,lihat nih"ucap dito seraya menunjukkan sebuah foto,dimana seorang pria yang sedang nangkring di motornya.Wajahnya memang mirip karvos,tapi masih saja ada perbedaannya.


"Bukan woy,tuh bibirnya aja miring sebelah,ga mungkin karvon mah"ucap bima.


"Lihat tuh,dia ada dikumpulan anak geng


Kembo,pastinya dia anggotanya lh"ucap tino,karena orang orang disekitar pria itu,


adalah geng kembo.Mereka tidak asing dengan nama itu,hanya saja mereka tidak pernah ada masalah dengan mereka.


"menurut lo gimana var?"tanya dito.


"Mungkin saja,dari wajahnya juga ada mirip mirip nya,tapi...entahlah itu belum jelas,kita tidak perlu cari tau dulu,kalo ada hal yang aneh lagi,kita baru mencarinya"balas varo dengan bijak.


Teman temannya hanya mengangguk paham.


"Btw,apa kabar hubungan lo sama anya?


baik baik aja kan?"tanya bima mulai menggoda dito.Mereka selalu tertawa melihat betapa kesalnya dia kepada anya yang sedang bersama pria lain.


"Diem lo!"sarkas dito.


"Ga baik ya?pria buaya buntung?"lanjut tino.Hahaha.


"Sialan!"kesal dito.


Tiba tina ada nita,fifi,dan anya masuk ke rumah virgo.


"Hay gess"sapa fifi.Mereka pun ikut duduk bersama mereka.


Tentunya nita langsung disambut oleh pacarnya.Sedangkan fifi,dia disambut tampolan di kepalanya oleh tino. Membuatnya mendengkus kesal.Dan juga anya,dia duduk di samping fifi,dengan menghindari tatapan dito.


Mengingat itu,membuat anya menyesal ikut kesini.


"Dinda mana?"tanya varo.


"Dia ga ikut, kayaknya udah pulang deh"


balas nita.


Tak butuh waktu lama,varo beranjak dari duduknya, melangkah keluar dari rumah virgo.

__ADS_1


__ADS_2