Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 82


__ADS_3

Bayangan dimana dia di usap bibirnya,di pegang tangannya,di tambah lagi mendengar pengakuan darinya,yang terus menggangu pikirannya.Kakak adik? apakah benar begitu?. Ya memang dirinya lah yang mengatakan itu.Tapi setelah mendengar ucapan itu dari mulutnya, dirinya seakan tidak suka.


Apalagi,dia mengatakan kepada orang lain,lebih tepatnya pria lain.


Apa dirinya jatuh cinta?.Jujur,selama dia bersama para wanitanya,dia tidak mencintai mereka.Dia melakukan itu,dia hanya menyukainya,dan menurutnya membuatnya menjadi pria yang keren.


Dia menganggap mereka hanya teman wanitanya.Dia tidak sama sekali merasakan cinta yang tulus dari seorang wanita.


"Ditooo lo kok ga bangunin gue si"kesal anya seraya menghampiri dito yang sedang menikmati kopi nya.


Karena,setiap pagi pasti dito yang membangunkannya.Tapi kenapa pagi ini tidak?.Akhirnya dia sedikit kesiangan, apalagi pagi ini dia ada kelas,di tambah ada ulangan dari pak dosen galaknya.


Bisa bisa dirinya di hukum olehnya karena terlambat.


"Dito lo kok ga jawab si"lanjut anya.


"Makanya kalo ada kelas penting,jangan pulang terlalu malam!"balas dito dengan sewotnya.


"Yaa kan...tapi ga malam malam banget kok"ucap anya beralasan.Dia heran,tak biasanya dito ketus seperti ini padanya.


Dia rasa,tadi malam dia biasa saja, apalagi selalu nempel padanya.Aneh!.


"Ya udah ayok berangkat!"ucap anya.


"Sarapan dulu"balas dito tanpa menatap siapa yang bicara dengannya.


"Engga ada waktu,gue udah telah lima menit dit,belum lagi di jalan nanti"balas anya tergesa gesa.


"Berangkat sendiri"balas dito.


"Males nyetir"ucap anya.


"Di anter supir"balas dito.


"Ditoo,kan tiap pagi gue berangkatnya sama lo,hari ini ya harus sama lo!"ucap anya memelas.Dito memang ngeselin, tapi dirinya selalu membutuhkannya.


Dia rasa, dirinya bergantung padanya.


"Gue adanya kelas siang"balas dito sambil memainkan ponselnya.


"Ayolaaah,anterin gue aja,pliss..yah " mohon anya sedikit merengek.


Dito masih menahan untuk tidak meresponnya.Dia sedang marah padanya. Tapi..melihat tingkah gemasnya,membuatnya tidak tahan. Setiap apa yang dia minta, dirinya sulit menolaknya.Malahan dia suka,anya


bergantung padanya.


"Huftt,masuk mobil!"perintah dito langsung di balas senyuman girang oleh anya.


"Makasih kakakku sayang"cengir anya.


Kakak?dito tak suka kata itu!.


"Gue bukan kakak lo!"tekan dito seraya naik ke atas untuk mengambil Hoodie nya.


"Apa salah?kan dia sendiri yang bilang kalo gue adiknya...hishh kenapa si dia!!"


gerutu anya.Dia pun keluar rumah untuk masuk ke mobil milik dito.

__ADS_1


"Dito lo ga gandeng tangan gue?"tanya anya,yang merasa kebiasaannya menggandeng tangannya sambil menyetir,tidak ia lakukan.Memang, kebiasaannya sedikit mirip dengan pasangan varo dan dinda.


"Ini mobil!tertutup!pintu?dikunci ga mungkin lo akan jatuh"balas dito yang masih menatap lurus ke depan.


Hmm benar juga!.batin anya dengan otak polosnya.


"Dit lo tau gak?"tanya anya tanpa memberi tahu.


"Lo ga ngomong apa apa,gimana mau tau!"balas dito.


"Oh iya..gini,tadi malam yah, ada orang aneeeh banget,masa dia menggebrak mena tanpa ada masalah,padahal dia lagi baca buku menu lho,ga mungkin kan marah sama buku nya"jelas anya menceritakan.Tentu saja membuat dito terdiam.Apa dia tidak tau apa yang orang itu masalahkan?.Jelas jelas dia yang membuat orang itu kesal!.Menyebalkan.


"Orang itu lagi marah sama cewek"balas dito.


"Eh lo tau? darimana?"tanya anya heran.


"Eng-engga gue ngasal"balas dito gelagapan.


"Owh"balas anya percaya begitu saja.


Tiba tiba,dia bingung,karena belum sampai kampus,dito sudah menghentikan mobilnya.


"Ada apa?"tanya anya.


"Tunggu"balas dito,dia keluar dari mobilnya.Lalu dia menghampiri seorang cewek yang sedang kebingungan sambil menatap ponselnya,dan juga mobilnya.


"Oh,ada cewek"gumam anya.


"Kenapa?"tanya dito.


"Eh dito,ini nih mobil gue mogok,temen temen gue ga ada yang bisa jemput gue,


"Ya udah,ikut gue aja"ucap dito.


"Tapi.."


"Udah,daripada lo lebih telat lagi"potong dito seraya merangkul bahunya, melangkah menuju mobilnya.


Tentu saja wanita itu senang,dia bisa satu mobil dengan pria idolanya.Dia rasa, dirinya akan jadi pacarnya.Meskipun tidak lama,yang penting dia pernah jadi pacarnya,dan dia akan jadi salah satu mantan dari seorang pria tampan sepertinya dan banyak digemari para wanita.


"Anya lo pindah ke belakang"perintah dito.


Anya sungguh tak menyangka dia menyuruhnya ke belakang,hanya untuk wanita yang baru dia kenal.Dia tega!.


Walaupun dia sangat kesal padanya,tapi sudahlah dia tidak mau berdebat.Lagian untuk apa berebut tempat duduk.Depan belakang,sama aja.


"Makanya mba,mobil rusak jangan di bawa!"cibir anya seraya keluar dari mobil.


Wanita itu hanya meliriknya sinis.Dia juga tidak menyangka, ternyata ada wanita di dalam mobil dito.Tapi ga masalah, sepertinya dito lebih mementingkan dirinya dari pada wanita itu.Lihatlah,dia menyuruhnya pindah ke belakang. Artinya,dia ingin berdampingan dengannya.Membuatnya semakin jatuh cinta.


"Dia siapa lo dit?"tanya wanita itu.


"Dia adik gue"balas dito seraya melirik anya lewat spion mobilnya.


What?.Anya melototkan matanya.Dia mengakuinya sebagai adiknya?tapi dia di panggil kakak olehnya,dia marah!.Apa yang dia mau si!.Dasar cowok munafik!.


Batin anya sambil meremas tas kecilnya yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


Hal itu membuat dito tersenyum.Dia berhasil membuat anya kesal.Dia akan membuat anya merasakan apa yang dirinya rasakan,saat melihatnya bersama pria lain.Dilihat dari wajahnya, sepertinya dito berhasil.Menurutnya, setelah ini anya tidak akan berdekatan dengan pria itu lagi.


"Eh kak rean ada apa?"tanya anya sedang teleponan dengan rean.Membuat dito meremas setirnya.Beraninya dia mengucapkan nama itu,tanpa menghiraukan dirinya.Apa rencananya gagal?.Tidak sesuai keinginan.


"Gue ke kelas lo tadi pagi,kok lo ga ada?


ga berangkat?kenapa?"tanya rean berturut-turut.


"Gue sedang di jalan kak,tadi gue kesiangan"balas anya seraya senyum senyum sendiri.Menurutnya rean sangat perhatian kepadanya.


Cihh.Dito berdecih.


"Owh ya udah,nanti gue tunggu di kantin"


ucap rean.


"Okee kak"balas anya.


"Hati hati di jalan"ucap rean.


"Baik kak"balas anya sambil menggenggam ponselnya, tak lupa senyuman senangnya.


Tak hanya itu,dia juga memegang perutnya yang terasa sangat lapar.Sebab tadi malam dia hanya memakan steak yang tentunya sedikit, apalagi hari ini belum ada makanan yang masuk ke perutnya.Bibi nya sudah beberapa kali,


menyuruhnya untuk meminum susu yang dia buatkan,tapi anya menolaknya dengan alasan kesiangan.


"Seneng banget,pacarnya ya?"tanya wanita itu.


Dih sok kenal"batin anya.


"Hehe bukan,tapi lagi otewe,.. katanya"


balas anya tersenyum terpaksa.Hal itu tentu saja membuat dito semakin kesal.


Apa dia tidak memperhatikannya?.


"Owh"balasnya.


"Lo suka kan sama dito?"tanya anya.


Membuat wanita itu tersenyum malu.


"Tenang!setelah ini dia pasti nembak lo kok"balas anya,membuat wanita itu tersenyum malu,sambil melirik dito.


Apa!!dia malahan mendukung wanita ini?.Apa dia tidak kesal karena dirinya bersama wanita lain?.Sungguh mengherankan!.


"Oh iya?"tanya wanita itu terkejut tak percaya.


"Iya,nantikan saja"balas anya.


Kebetulan mereka sudah sampai di parkiran kampus,anya pun keluar dari mobil dito.Dia menyesal meminta diantar olehnya.


Eh bentar!kenapa dirinya merasa pusing seperti ini,saat berdiri.Dia memegang kepalanya dan memejamkan matanya.


"Lo kenapa?"tanya dito.


Apa dia masih peduli dengannya?,setelah sikapnya yang ketus padanya?.

__ADS_1


"Engga papa"balas anya,dengan menahan rasa pusingnya,dia pun keluar dari mobilnya dan pergi menuju kelasnya.


Kenapa dirinya khawatir dengannya?.


__ADS_2