Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 27


__ADS_3

Dinda menatap datar para mafiosonya yang tergeletak tak bernyawa,sekitar 500 orang. Keadaanya tidak parah,bahkan tidak ada satu pun luka yang ada ditubuh mereka, hanya saja mulut mereka penuh dengan busa.


"Saat pagi hari, menemukan mereka


sudah dengan keadaan seperti itu,di luar markas,queen"ucap salah satu mafioso.


Dinda menanggapinya dengan anggukan kecil,tak lupa wajah dinginnya membuat para mafioso menunduk seakan sulit menatapnya. Tak berbeda dengan teman temannya yang berbaris dibelakangnya.Penuh dengan suasana mencekam.


"Beri aku minuman yang mereka minum tadi malam"ucap dinda.


Tak butuh waktu lama, mafiosonya datang dengan membawa segelas minuman, sesuai apa yang queen nya perintahkan."Ini queen" ucapnya seraya menyodorkan minumannya.


Dinda mengamati air berwarna hitam itu,


lalu dia menghirup bau air itu.Tentu saja baunya kopi,tapi dia tau,ada sesuatu didalamnya."Cek cctv"ucap dinda.


"Sudah queen,kamu bisa lihat sendiri"ucap fatur seraya menunjukkan video di laptopnya.


Di dalam video tersebut, terlihat para mafioso sedang berjaga diluar.Tak lama kemudian,ada sekitar 20 orang yang membawa nampan,berisi banyak gelas kopi untuk mereka.Dari jaketnya memang jaket mafia blackwhite,tapi entah orangnya siapa.


"Sepertinya ada penyusup queen, mereka menyamar dengan memakai jaket mafia kita" ucap nita.Walaupun sifat nita, anya,dan fifi sangat konyol,tapi mereka sudah cukup menjiwai, dalam bermafia.


"Bukan!mereka memang mafioso blackwhite"balas dinda.


"Mereka berkhianat gitu?"tanya fifi.


Dinda menanggapinya dengan tersenyum kecil, sangat kecil, sampai tidak terlihat.


"Kalian sudah sangat lama saling mengenal, sudah pasti kalian tau siapa yang tidak ada disini sekarang, terutama kelompok D"ucap dinda, kelompok D adalah kelompok yang ia angkut dari mafia Reddragon.


Para mafioso pun mengecek teman temannya."Kelompok A?"tanya fatur.


"Lengkap pak!"balas sang ketua kelompok A.


"Kelompok B?"tanya fatur.


"Lengkap pak!"jawabnya.


"Kelompok C, selain mereka?"tanya fatur.


Karena orang yang tergeletak di lantai itu, kelompok C.

__ADS_1


"Lengkap pak"


"Kelompok D?"tanya fatur,mulai mengintimidasi mereka.Dia curiga,ada yang berkhianat di mafianya.


"Lengkap pak!"balas sang ketua,dengan sedikit keraguan.


"Lengkap semua queen"ucap fatur.


"Memang lengkap,tapi penuh penghianatan" ucap dinda.


"Queen,saya yakin,anggota saya bukanlah pelakunya,karena malam tadi saya sudah mengecek mereka,kalau mereka tidak ada yang keluar"ucap sang ketua kelompok B.


"Diam!saya tidak menyuruhmu berbicara!"ucap dinda dengan tajam.Membuatnya terkaget takut.Membuat semua ketua tersenyum mengejek.


"Bang fatar,nita,fifi,dan anya!kalian geledah pakaian semua ketua kelompok, dan kedua temannya yang disamping kanan dan kirinya!"perintah dinda.


"Baik queen!"balas mereka.


Mereka pun mengecek setiap saku yang ada di pakaiannya satu persatu.Entah apa yang queen nya cari,tapi mereka tidak menemukan apa apa.


"Queen,saya menemukan ini"ucap nita menunjukkan tiga benda kecil, sangat kecil berwarna putih,dan isinya bubuk berwarna putih juga.Benda itu berada di saku baju ketua kelompok B tadi.


"Ta-tapi itu bukan milik saya queen,saya juga tidak tau,itu apa"ucap sang ketua B itu dengan cepat.Dia bingung, sekaligus panik,benda apa itu?kenapa ada padanya?!.


dia menghampirinya dan menarik kerah bajunya.Dia hampir memukulnya,tapi terhenti oleh ucapan dinda.


"Stop bang!"ucap dinda.Dia masih mengamati setiap wajah para mafiosonya sambil menikmati setiap hisapan dari rokok yang ia selipkan di sela sela jari tangannya.Yaa,dia salah satu orang pencandu rokok.


"Kenapa queen?sudah jelas jelas dia dan teman temannya yang bersalah!"ucap fatur heran,seraya melepaskan cengkeramannya di kerah mafiosonya.


"Jujur,bukan saya yang melakukannya,


saya juga tidak tau benda itu,queen,saya mohon,jangan bunuh saya"ucap ketua B itu dengan sedihnya.


"Jangan gegabah!bawa dia ke depan!"tekan dinda,


dengan jalan yang pelan namun berkesan dingin.Dia melangkah mendekat ke arah mereka.Dia melewati depan para mafiosonya yang berbaris rapi.Tentu saja membuat mereka menunduk dengan jari jemarinya saling bertautan.Keringat dinginnya terus bercucuran di wajahnya,mengingat betapa kejamnya sang queen.


"Kalian sudah saya peringati,siapa yang berkhianat,hidup kalian akan segera berakhir"


Dinda berhenti,tepat di depan ketua D,

__ADS_1


anggota mafianya yang baru.Setelah melakukan pengecekan dan pengajaran,


queen sudah yakin,mereka sudah tunduk dibawah pimpinannya.Tapi salah, ternyata masih ada yang munafik!.


"Bukan saya queen,sudah jelas dia yang bersalah,lagian tidak ada apa apa di pakaian saya"ucap ketua D,dengan wajah yang seperti mengejek kepada sang ketua B.Dinda dapat melihatnya.


"Saya tau,tidak ada apa apa di pakainmu,


tapi tidak dengan dia!"ucap dinda menunjuk orang yang ada dibelakangnya.


"Bu-bukan saya queen,sa-"


"Diam!!bawa dia kedepan!!"ucap dinda.


Fatar pun membawanya ke depan,tepat di samping ketua B.Bukan hanya orang itu yang takut,tapi juga sang ketua D.Dia memejamkan matanya,berusaha menghilangkan kepanikannya.


"Ambil apa yang ada ditangannya!" perintah dinda.


Dan benar saja,ada satu benda yang sama seperti apa yang nita temukan di saku ketua B.Membuat para mafiosonya kagum pada queen nya, dia sangat pintar dalam mencari pelakunya.


"Saya berani sumpah!itu bukan milik saya queen, percayalah"ucap orang itu.


"Saya percaya padamu,tapi kamu tunjukkan siapa yang memberimu itu!"balas dinda.


Orang itu terlihat tidak berani mengungkapkannya.Dia ragu ingin memberi tahunya.Karena dia di ancam mati oleh pelakunya.


"Bicara!atau mati!"tekan dinda.


"Itu tidak mungkin queen,anggota saya tidak ada yang melakukannya,pasti ada yang memfitnahnya"ucap kelompok D.


"Aaa,apa kau pelakunya?"tanya dinda dengan senyum miringnya.Membuatnya semakin panik dan gugup.


"Apa yang kau bicarakan queen,saya benar benar bukan pelakunya,sudah pasti ketua B yang melakukannya,bisa saja dia menaruh benda itu ke pakaian anggota saya,supaya kelompok D yang disalahkan" balasnya.


"Oh ya?,kau yakin sekali"ucap dinda terkekeh.Apa yang lucu?membuat ketua D merasa salah dalam ucapannya.


"Pukul dia bang"perintah dinda ke bang fatur untuk memukul ketua B.


Fatur mengangguk,lalu dia menghampiri ketua B,yang sudah sangat panik.


"Queen,saya tidak bersalah queen,saya

__ADS_1


juga tidak tau,kenapa benda itu ada di saya, queen jangan bunuh saya"ucap ketua B yang sedang ada di cengkraman fatur.Hal itu membuat ketua D tersenyum sangat senang. Suasana disana sungguh menegangkan.


Lagi lagi,saat fatur ingin melayangkan pukulan di wajahnya,dia terhenti saat mendengar suara tembakan.Membuat para mafioso sangat terkejut.


__ADS_2