
"Awas lo mindaaaa!!!"tekan dinda yang sedang memegang ponselnya.
Seketika dia terkejut,saat merasakan ada sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya,lebih tepatnya di balik Hoodie yang ia pakai.Dia sudah paham, itu pasti varo.
"Ngapain?"tanyanya seraya meletakan dagunya di bahu gadisnya.
"Ini,habis buat bubur untuk bunda"balas dinda.Varo membalikan badan dinda,dan menarik pinggangnya dari dalam bajunya,agar lebih dekat dengannya.
"Lo yang buat apa bibi?"tanya varo seraya mendekatkan wajahnya ke wajah gadisnya.
"Heee,bibi"balas dinda menyengir,
memperlihatkan gigi putihnya.
"Ya iya lah,motong bawang aja,kayak motong batu"gurau varo seraya menyatukan hidung mancungnya dengan hidung mancung nan mungil milik gadisnya.
Dia pun menggesekkan hidupnya dengan cepat,membuat dinda tertawa geli.Tak lupa tangannya mengelus punggung gadisnya dengan lembut.Sungguh sensualnya dia.Penuh dengan hal yang sangat romantis!.
"Hahaha stop varoo!!"tawa dinda.
Dia wanita yang mudah menyembunyikan rasa sedihnya.Seperti sekarang,dia sedang merasa khawatir dan gelisah memikirkan ayahnya. Memang sudah ada rencananya dengan para mafiosonya,tapi tetap saja, dirinya tidak tenang.
CupCupCup
Berkali kali,varo mengecup semua wajah gadisnya.
"Gue keluar sebentar"ucapnya.
"Kemana?"tanya dinda.
"Markas"balas varo.Setelah makan malam dengan gadisnya,dia di telpon oleh temannya untuk berkumpul di markas.
"Ada hal yang harus gue urus, sebentar"
ucapnya lagi,seraya mengecup kembali bibir gadisnya,dengan tiga ******* saja.
"Baiklah,hati hati dijalan"peringat dinda.
Sangat perhatian bukan?.
"Hmm"balas varo seraya mengacak lembut rambutnya.
"Aku pergi...jadi mantu yang baik ya"ucap varo tersenyum seraya melenggang dari hadapannya.
Membuat pipi dinda memerah.
"Iyaa"gumam dinda dengan salah tingkah.Setiap dengannya, dirinya merasa aneh!!.
Setelah itu,dia pun membawa nampannya menuju kamar bunda.
"Jelaskan!"ucap varo seraya duduk di sofa markas.Dia dan teman temannya berkumpul di rumah virgo.
"Benar cuy,om candra ketua dari mafia vedgrafl,gue tau dari teman gue yang ikut
mafia"ucap bima.
"Yang bener lo?"tanya dito ga percaya.
"Beneran ini,nih identitasnya"ucap bima sambil menunjuk layar ponselnya.
Dilihatnya, foto dan semua informasi tentang mafia vedgrafl.Mereka masih tak menyangka,sebaik dan selawak om candra,ternyata dia ketua mafia?.
"Bener tuh,fotonya aja persis varo.... tampan!"sahut tino.
"Ya emang iya ******!"ucap bima seraya menampol kepalanya.
"Hutan sebelah timur?"gumam varo tapi masih didengar oleh para temannya.
"Lo ga mau nyerang ayah lo kan?"tanya
dito.
"Dia bukan ayah gue!"sarkas varo.
"Tapi,ayah tetap ayah varo,ga ada yang namanya mantan ayah"ucap bima dengan sedikit kebijaksanaannya.
"Dia bukan ayah gue anjing!"tekan varo tak suka.Dia sangat sangat membencinya,melebihi rasa bencinya kepada kartal.huh, walaupun dia sedang bahagia,tapi hanya ia pancarkan di rumahnya,tidak dengan teman temannya.
__ADS_1
"Emm,baiklah..."
"Terus siapa anak dan istrinya?"tanya tino.
"Nah itu yang belum gue tau"balas bima.
Dia pun melanjutkan membaca artikel tentang vedgrafl yang temannya kirimkan padanya.
"Gimana keadaan anggota kita"tanya varo.
"Waah mereka sudah bergas semua,
mereka sudah memulai latihannya,baru satu hari keluar rumah sakit lagi!gila ngga tuh"balas tino.
"Ya mereka itu laki,ga kayak lo,banci!"
canda dito.
"Bangsat lo!"sarkas tino.
"Naaaahh ketemuu!!"heboh bima, membuat mereka menatapnya tajam.
Sudah beberapa kali dia selalu mengagetkannya.
"Heh maap,tapi serius!!ini bukannya ibunya karvon?"tanya bima seraya menunjukkan foto seorang wanita bersama dengan ayahnya varo.
"Eh iya,itu ibunya karvon"timpal tino.
Mereka hanya tau ibunya,belum ayahnya.
Mereka mengetahuinya,saat mereka mencari tentang karvon.Yang tercantum hanya nama dan foto ibunya,itupun sudah meninggal.
"Apaa....????"
"Dia anak om candra!!!"pekik mereka bersamaan.
Kecuali varo,dia masih diam menatap lurus ke depan.Jujur,dia juga tak menyangka akan hal ini.Ternyata,orang yang ia cari,ada di dekatnya,lebih tepatnya musuhnya.
"Anjir,ternyata si tai curut itu!!"ucap bima.
"Wah gila!!ternyata ada di sekitar kita bro"
"Jadi gimana bos?"tanya dito.
"Ini urusan pribadi gue!"ucap varo.
Bukannya begitu,dia hanya tidak ingin para temannya berurusan dengan yang namanya mafia.
"Jangan var,kita harus sama sama!"ucap tino.
"Bahaya!"peringat varo.
"Bahaya untuk kita?bukan untukmu sendiri?hah?!"ucap bima lantang,dia tidak
suka sikap varo yang sekarang.Dia lebih mementingkan temannya,daripada dirinya sendiri.
"Sabar bimaa!"ucap dito.
"Kita ikut varo kesana!besok!!"ucap bima,
langsung diangguki oleh kedua temannya.
Tentu saja membuat varo tertegun.
"Makasih"ucapnya.
"Sama sama var"balas mereka.
"Ya sudah,gue pulang"pamit varo.
"Tumben banget lo pulang gasik?"tanya dito.
"Bunda sama cewek gue pasti nyariin gue"balasnya.
"Bunda?"gumam mereka.
"Bunda udah sadar!"ucap varo tentunya membuat mereka bahagia heboh.
__ADS_1
"Kita ikut!!"ucap tino.
"Ga usah,kalian istirahat,siapkan tenaga untuk bantai mereka"balas varo.
"Baiklah!!"
Varo pun mengangguk.Lalu dia keluar markas,dan menjalankan motornya menuju rumahnya.Baru kali ini dia oulang jam sepuluh.Tanpa lama lama,dia pun sampai di rumahnya.
Cklekk
Varo membuka pintu kamar bunda.
Terlihat, bundanya yang sedang mengelus rambut gadisnya yang tidur dengan memeluknya di sampingnya.
Membuatnya sangat senang melihatnya.
"Bundaa,bunda belum tidur?"tanya varo.
"Belum,bunda sedang menunggu kamu"
balas bunda.
Varo pun mencium kening ibunya,lalu dia duduk di sampingnya.
"Kamu tidak mau berbuat yang tidak tidak kan terhadap ayahmu?"tanya bunda.
Dia tau dari cerita dinda.Mereka sudah mengobrol hanyak,sampai sampai dinda ketiduran di sampingnya dengan memeluknya.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan"
balas varo.
Bunda varo hanya menanggapinya dengan tersenyum.Ternyata anaknya sudah tumbuh dewasa,dan sikapnya dingin dan tegas.Dia sudah paham, anaknya bersikap seperti itu karena faktor keluarga.
"Baiklah,bunda tidak akan ikut campur"
balas bunda.
"Bubda jangan melakukan hal itu lagi!
percaya sama aku,aku akan membahagiakan bunda,lupakan lelaki jahat itu!"ucap varo.
Bunda varo mengangguk.Tatapannya jatuh kepada dinda.
"Jaga dia,jangan sampai kamu nyakitin hatinya!,dia sudah terlalu menderita"
ucap bunda.
Varo cukup tertegun.Apa hanya kepada bunda gadisnya mau cerita?.Sepertinya
dia sudah nyaman dengannya.
"Siap bunda!"balas varo.
Dia mendekati gadisnya,dan berniat untuk mengangkatnya.
"Mau ngapain?"tanya bunda.
"Bawa dia ke kamar lah bun"balas varo.
"Ga usah,dia disini aja,bunda masih mau memeluknya"ucap bunda.
Tentu saja varo tidak setuju.Dia tidak mau menyia-nyiakan malam ini bersamanya.
"Engga bun,dia sama aku!"tolak varo.
"Engga!sama bunda aja!,nanti siapa yang nemenin bunda disini?"tanya bunda memohon.
"Bunda udah pinter merayu!!"kesal varo,
seraya menghilangkan niatnya barusan.
"Lagian kalau kamu sama dinda,pasti kamu nakal padanya!!iya kan?!!"goda bunda.
"Tapi sekarang ga bisa!!"balas varo.
"Hahaha kamu lucu!,...sudahlah sana kamu ke kamar!"perintah bunda.
__ADS_1
Rencana mau romantisan dengan gadisnya,gagal!!.
"Meluk guling dong?!!"