
"Hay baby baby ku,kapan kalian datang"
ucap dinda.
Saat dia masuk ke rumahnya,dia melihat ada deni dan indah yang sedang bersantai di depan televisi.Tak hanya mereka,kedua anak kembarnya pun sedang tidur di sampingnya.Yah, mereka sudah menikah dan dikaruniai anak kembar laki laki dan perempuan.
Yah,lima tahun ini,banyak yang sudah menikah dan mempunyai anak.
Sepertinya,ketika besar nanti, mereka akan sepertinya.Banyak teman seumuran yang nanti akan bersahabat baik.
Maybe....
"Uuuu gemasnya"Dinda terus menciumi seluruh waja,terutama pipi gembulnya.
Tak peduli,bayi umur tiga bulan itu terganggu akan kehadiran tante mereka.
Tentu saja membuat orang tua anak itu menggelengkan kepalanya.
"Dinda udah,nanti pipinya habis lho sama kamu"ucap indah bergurau.
"Abisnya menggemaskan si..kaya aku"
ucap dinda terkekeh.
"Dih"ucap deni mulai menjulidi adiknya.
"Ih abang maah,mulai deh!!!"kesal dinda seraya memukul lengan sang kakak.
Membuat deni dan indah tertawa.
"Tumben siang siang pulang din, biasanya malam baru pulang"tanya indah.
"Aku mau ambil berkas yang ketinggalan aja kak,...kakak udah lama disini?kok ga ngabarin aku"tanya dinda seraya duduk di antara mereka.
"Dari tadi pagi din...kamu tadi sarapan kan?"tanya indah memastikan.
Karena dia tau,dinda jarang sarapan.Dia dan deni memang tidak tega pindah rumah setelah menikah.Tapi katanya tidak apa,lagian mereka pindah tidak terlalu jauh dengan rumahnya.Hanya berbeda daerah saja.Lebih tepatnya, mereka pindah ke tempat yang lebih dekat dengan perusahaan miliknya.
"Kakak tenang aja,aku selalu sarapan kok,kan bibi sudah masakin aku setiap pagi"balas dinda.
"Tinggal sama kita aja ya,abang ga tenang kamu tinggal sendiri sayang"ucap deni.
"Iya dinda...tinggal sama kita ya?"ucap indah.
Sudah berulang kali mereka mengajak adiknya tinggal bersama di rumahnya. Tapi tetap saja dinda tidak mau.Kalau dia tinggal bersama mereka, mereka pasti bisa memantaunya,dari pola makannya,
kegiatan sehari-harinya,dan kesehatannya.
"Engga,kalian tenang aja..aku bisa jaga diri baik baik kok"balas dinda.
"Tapi-"
"Hustt udah deh,jangan bahas itu lagi oke"potong dinda.Dia ingin belajar mandiri sekarang.
"Btw,bang dani sama kak vina lama banget liburannya"lanjut dinda.
"Biarin aja, mereka sedang menikmati kebersamaan yang penuh keromantisan itu"balas deni.
Dinda bersyukur,tidak ada cinta yang penuh lika liku di antara para kakaknya.
Mereka langgeng sampai sekarang.Dan juga teman temannya,mereka dapat mempertahankan hubungannya walaupun sering ada kesalahpahaman.
Tidak dengan dirinya.
"Hahaha abang benar juga"ucap dinda.
__ADS_1
Tinggal dani dan vina lah yang belum menikah.Mereka masih menikmati rasanya pacaran dan menghibur diri mereka.
"Waaah mereka bangun!!"pekik dinda seraya menunjuk ke dua baby yang terlihat mulai terbangun.
"Astaga dindaaa ngagetin aja deh"ucap indah.
"Hehe maap kak...huuu utututu my baby twins romantis banget si,bangun aja bersama.."ucap dinda menatap gemas mereka.
Lagi lagi membuat kedua kakaknya menggelengkan kepalanya.
"Oeeeekkkk oekkkk "tiba tiba bayi laki lakinya menangis,sepertinya dia minta susu.Sedangkan yang ceweknya,dia terlihat tenang,bahkan dia langsung tengkurap dengan segala celotehannya.
Sungguh menggemaskan.
"Yaaah kok cowoknya nangis si... cengeng deh kayak va-"Dinda tidak melanjutkan ucapannya.Kenapa tiba tiba dirinya membicarakannya!.
"Va?..siapa dinda?..."tanya deni.
"Bu-bukan si-"
TingTong
Tiba tiba suara bel rumah berbunyi.Tentu saja menguntungkan dinda saat ini.
"Eh ada tamu aku bukain pintu dulu yaa.."
ucap dinda seraya melenggang pergi.
Dia kesal sendiri.Kenapa tiba tiba keringat dia.Dasar hatinya tidak sesuai dengan mulutnya!.
"Ya siapa ya?"tanya dinda.
Saat itu juga,mata dinda membulat ketika melihat siapa yang datang.Dengan cepat dia membalikkan tubuhnya,berniat pergi dan menutup kembali pintunya.
"Hey tunggu dong..apa kamu lupa?"tanya varo seraya menahan pintunya, otomatis dinda pun menghentikan langkahnya.
"Kamu akan jadi guru privat berli kan?"
balas varo.
Membuat dinda mengingatnya.Awalnya dia bener bener tidak ingat akan hal itu.
Apa mereka seminat itu,sampai mengingatkannya seperti ini?.
"Iya,tapi bukan sekarang"balas dinda.
"Kenapa?,berli butuh kamu sekarang"
ucap varo.
"Maksudnya?"tanya dinda.
"Besok dia ada ulangan harian"balas varo.
"Tapi gue ga-"
"Kamu tega membiarkan seorang adik kecil kesusahan?"potong varo.
Hish,lagi lagi dinda setuju dengan ucapannya.
"Dinda,siapa yang datang?"teriak deni dari dalam.
"An-"
Belum juga menjawab,dinda sudah dikejutkan dengan tindakan varo yang main nyelonong masuk saja.Apaan dia?.
__ADS_1
Dasar tidak sopan!.Dengan cepat dia menyusulnya ke dalam.Entah apa yang akan ia lakukan di rumahnya.
"Hay bro...lo disini?"ucap varo seraya mengajak deni berjabat tangan.Tak hanya itu dia juga menyapa indah,dan juga kedua baby twins nya yang sedang asik bermain.
"Ih gemasnya... kembar kayak ayahnya"
ucap varo.
Sedangkan deni sama indah masih ngebug.Dia terus menatap varo dengan wajah bingungnya.Mereka masih tak percaya dengan keberadaannya disini.Dia kembali?.
Lalu mereka pun menatap dinda,terlihat dia hanya menggaruk tengkuknya dengan wajah garingnya.Apa mereka masih berhubungan?.Astaga,banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran mereka tentangnya.
"Oh hay bro...lo pulang?"balas deni seraya mengajaknya berpelukan ala laki.
"Iya dong,kan calon istri disini"ucap varo seraya melirik dinda.Sedangkan dinda hanya menatapnya tajam.
Hal itu,deni dan indah menyadarinya.
Sepertinya nanti akan ada kata CLBK.
Kata lama,tapi bermakna.Cinta Lama Bersemi Kembali.Entah gimana alur ceritanya, mereka yakin adiknya akan menemukan kebahagiaan.
"Wah penampilan lo keren amat var,
astaga pangling gue"ucap deni.
Varo hanya terkekeh kecil.Dia yakin,dinda akan kalah lagi.Lihat saja semua kakaknya pasti akan mendukungnya.
"Balik kapan lo?"tanya deni.
"Udah lama bang,..pas balik eh lo udah nikah,punya anak lagi...kok gue ga tau" balas varo.
"Gimana mau tau,lo nya aja ngilang"
balas deni.
"Hehe iya,gue lagi mempersiapkan diri untuk kembali ke wanita masa depan gue disini"balas varo terkekeh pelan,dengan arah pandang tak luput dari dinda yang terlihat dia mencebikkan bibirnya.Omong kosong!.
"Gue setuju..kasihan tuh udah nungguin lo mulu...jahat si lo!"ucap deni, membuat mata dinda membulat.Apa maksud cerita mereka?.Pasti ada yang tidak benar!.
"Iya bang,gue jahat...dia nya aja udah ogah sama gue...tapi gue ga nyerah dong"ucap varo.
"Hahaha perjuangin dan bersabar aja bro"
balas deni.
Indah hanya menyimaknya dan tertawa kecil,melihat dinda yang kesal sendiri.
Dia tau arah kemana cerita itu.
"Waah anaknya nangis tuh bang, gendong dong!"timpal dinda.
Dia menghampiri baby twins,lalu seperti biasa,dia menciumnya dan mengajaknya mengobrol.Kebetulah si baby girlnya nangis,bisa menjadi alihan pembicaraan mereka.
"Utututu mau digendong papa yah?....
tuh bang!"ucap dinda.
Deni pun menggendongnya dan mulai menenangkannya.
Dan ini saatnya dia membawa setannya keluar.
"Ya udah kak,abang,aku pergi dulu bye!"
pamit dinda,tanpa lama lama dia menarik tangan varo keluar rumahnya.Semakin lama varo di dalem,bisa bisa dia semakin caper kepada mereka.
__ADS_1
Ini sungguh menyebalkan!.