
Sebuah mobil sport berhenti di parkiran perusahaan, khusus parkir untuknya. Tentu saja itu Dinda.Saat kemanapun dia tidak pernah di antar supir.Menurutnya tidak nyaman,dan lebih baik membawa mobilnya sendiri.Dan siang ini,setelah dari markas,dia langsung menuju kantornya.
"Selamat siang queen"ucap para karyawannya sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.Dinda pun membalasnya dengan senyumannya.
Dia terus melangkah menuju ruangannya.
"Mba,masuk ke ruangan saya"ucap dinda kepada sang sekretaris.
"Baik queen"balasnya seraya mengikutinya masuk ke ruangan miliknya.
"Gimana hasil meeting tadi pagi?kamu lakukan apa yang saya perintahkan kan?"
tanya dinda sambil membuka dokumen yang sang sekretaris berikan.
"Sudah queen,saya juga sudah menyampaikan sesuai apa yang queen katakan,disitu tertera... investasi kita berhasil, mereka menyetujuinya"jelas sekretaris.
Dinda mengangguk paham.Dia terus membaca hasil laporan darinya.Kerja yang bagus!.Tak sia sia dia memposisikan dia sebagai sekretarisnya.
Walaupun dia masih muda, namun dia sudah sangat handal dan cekatan dalam bekerja.Mengagumkan.
"Hmm,ka-"
Ucapannya terhenti karena tiba tiba varo masuk ke ruangannya tanpa permisi.
Tentu saja mengalihkan perhatian mereka.Mau ngapain dia kesini?.
"Maaf mengganggu"ucap varo.
"Ada apa?!"tanya dinda tanpa basa basi.
"Aku mengantarkan makanan ini untukmu"balas varo seraya meletakkan
tas tote bag yang isinya berbagai makanan.
"Hmmm makasih"ucap dinda.Tentu saja membuat varo tersenyum senang, karena dia menerima pemberiannya.
"Ya sudah queen,saya permisi"pamit sekretaris hendak melenggang pergi.
"Tunggu"ucap dinda.
"Iya queen?"tanyanya.
"Nih,bawa aja,buat kamu"ucap dinda,dia mengambil tas tersebut dan memberikan kepadanya.Membuat varo terkejut dengan tindakannya yang menurutnya sangat membuatnya kecewa.Apa yang dia lakukan?.
"Dinda?...."tanya varo.
"Kebetulan aku sudah makan,jadi aku berikan saja ke dia,sayang kan?kalo ga dimakan"balas dinda dengan santainya.
"Tapi queen-"
"Sudah bawa saja,ga papa kan var?"tanya dinda.
Varo mengangguk sambil tersenyum kecut.Padahal itu makanan kesukaannya,
yang....Ah sudahlah,lagian ini salah dirinya.Kenapa dirinya tidak dari awal mengantarkannya kepadanya.Jadi kan dia sudah makan terlebih dahulu.Yah,
sepertinya itu yang harus varo pikirkan.
"Tuh ga papa kan,bawa aja... dihabisin yah"ucap dinda.
__ADS_1
"I-iya,makasih pak,...queen"ucap dia.
Sekretaris itu pun melenggang pergi,
membawa tas tersebut.Dia bukan orang yang tidak tau siapa pria yang memberikan makanan itu ke bos nya.
Sudah tentu dia pemimpin perusahaan besar yang terkenal dingin dan tegas.
Namun yang ia herankan,kenapa di depan queen,dia seperti pria yang kalem dan pastinya perhatian.
"Ada urusan lain?aku sedang sibuk"ucap dinda.
Lagi lagi membuat varo kecewa.
"O-oh engga,ya sudah aku pulang yah...
bye"pamit varo.
"Hmmm"dinda hanya berdehem.Lalu dia duduk kembali,dan mulai memfokuskan pada dokumennya.
Varo rasa, dirinya memang tidak diharapkan disini.Bukan tidak,tapi belum!.
Varo tidak akan putus asa.
"Ya sudah aku pergi"ucap varo.Dengan berat hati dan penuh kecewa,dia pun keluar dari ruangan dinda.Dia akan kembali ke perusahaan untuk bekerja kembali.
Fisiknya memang fokus,tapi hatinya tidak.Setiap gelagat varo dinda memperhatikannya,bahkan dia melangkah keluar dinda pun melihatnya.
Entah apa perasaan ini,melihat wajahnya yang berbeda setelah penolakan yang dirinya lakukan.
"Maaf var,aku butuh waktu...."gumam dinda.
"KAKAAAAAAK"dan tiba tiba juga,dinda dikejutkan dengan teriakan itu yang menggelegar di ruangannya.
menghampirinya dengan grasak-grusuk,
pecicilan,ngos ngosan dan wajah yang berkeringat.Siapa lagi kalau bukan berli.
Dia sangat terburu-buru,bahkan masih dengan seragam sekolahnya.
"Kakak kakak,lihat nih...demi apaa!!!,nilai
aku seratus anjir!!!"pekik berli seraya menunjukkan nilai yang tertulis di kertas ulangannya.
Benar saja,angka seratu lah yang tertulis disana."Kakak sudah lihat"ucap dinda.
"Iihhh kok kakak biasa aja,harus seneng dong!"kesal berli.
"Waaah iya seratus,kamu pinter banget!,
hasil otak kamu sendiri kan?...."ucap dinda tersenyum lebar.
"Dari otak sendiri dong kak"balas berli.
"Bagus dong"ucap dinda.Dengan semangat, mereka pun berpelukan,yang artinya mereka sudah baikan.Nilai itu yang membuat mereka akur lagi.
"Ngapain kesini?"tanya dinda.
"Iih kakak ga peka!"kesal berli.Dia melemparkan tasnya,dan membanting tubuhnya ke sofa.
__ADS_1
Membuat dinda menggelengkan kepalanya.Dia pun ikut duduk disampingnya.
"Kesini sama siapa?"tanya dinda.
"Naik angkot,mau naik apa lagi,kalo telpon supir,nanti aku ketahuan kabur dari sekolah lagi"ucap berli.
Eh bentar?!.
"Oh jadi ini kamu bolos!"ucap dinda.
Berli langsung menyengir kuda.
"Kamu nunjukin ini kan bisa nanti,atau lewat chat aja berli,ga harus sekarang"
tutur dinda.
"Engga kak!harus sekarang!"ucap berli kekeh.
"Huh,bilang aja itu sudah biasa!"ucap dinda.
"Hehe, kakak tau aja"ucap berli tertawa.
"Untung aja,bang varo lagi sibuk masak,
kalo ga,habis gue!"gumam berli lirih.
Namun tetap saja,dinda mendengarnya.
"Sibuk masak?,ga ke kantor?"tanya dinda yang entah dari mana pertanyaan itu muncul di pikirannya.
"Ke kantor,tapi kata bunda...jam sepuluh dia pulang,...anehnya tiba tiba dia masak sendiri gitu...heran deh,biasanya kan dia ga pernah masak sendiri, walaupun dia pinter masak"balas berli.
"Masak sendiri?"gumam dinda.
"Iya kak,bahkan katan bunda,dia terus mengulang membuat makanan sampai rasanya sesuai apa yang dia inginkan...
katanya makanan itu harus dibuat super sepesial untuk sesorang,harus perfect tanpa ada kekurangannya!"lanjut berli.
"Dan akhirnya!dua jam kak!dua jam makanannya siap,entah makanan keberapa kali itu!...huh gila ga sih,aneh banget"ucap berli heran.
Tunggu!.Apa yang ia ceritakan itu benar?.
Dia seniat itu membuatkan makanan untuknya?.Astaga,dengan keegoisannya,
dirinya membuatnya kecewa karena telah menyia-nyiakan perjuangannya dalam membuat makanan itu.Kenapa dirinya setega ini?!.
"Orang itu pasti beruntung banget dapet makanan spesial dari bang varo...aku harap si seseorang itu adalah kakak"
tutur berli.
"Tidaak!"dengan cepat dinda melangkah keluar, untuk menuju ruangan sekretarisnya.Berli tidak tinggal diam,
dengan wajah bingungnya,dia pun menyusulnya.Menurutnya dia sangat membagongkan.
"Emm...mau queen?"tanya sang sekretaris.Bagaimana tidak,tiba tiba bos nya menghampirinya,dan menatapnya yang kebetulan dirinya sedang makan, makanan pemberiannya.Apalagi melihat queen terus menatap makanannya.
"E-engga makasih... lanjutkan!"balas dinda tersenyum garing.Kenapa dirinya merasa bersalah seperti ini.Di tambah melihat makanan itu sudah hampir habis olehnya.Dia menyesal dengan tindakannya.
"Kakak kenapa!"ucap berli seraya menepuk pundaknya.
__ADS_1
"Ka-kak ga papa"balas dinda.Dengan tatapan yang kosong,dia melangkah kembali menuju ruangannya.
Varo maafkan aku.