
Bulan sudah berganti matahari yang mulai muncul memancarkan sinar hangatnya.Burung berkicau dengan sangat merdu,mengiringi aktivitas orang orang.Namun,dinda mengawali paginya dengan menonton televisi di sofa empuknya.Cemilan yang ada di depannya menambahkan kenikmatan bersantai.
"Bii,buatin susu yah"teriak dinda.
"Siap non"balas bibi.
Tiba tiba bunyi panggilan masuk terdengar dari ponselnya.Lebih tepatnya ponsel barunya,pestinya nomor baru nya juga.
"Siapa?!"tanya dinda tanpa basa basi.
Membuat orang yang menelponnya menghela napasnya.Perkataannya sungguh singkat.
"Keluar!gue ada di depan rumah lo"balas vinsen.
What?!.Dia di depan rumahnya?.
"Dari mana lo tau rumah gue?"tanya dinda.Yaa,malam itu dia memberitahunya dimana ia tinggal,tapi dia kira vinsen tidak tau dimana.Sebab dia belum lama di bali.Tapi ternyata dia datang ke rumahnya tanpa mengabarinya.
"Ponsel canggih sayang"balas vinsen.
"Sayang sayang!...ngapain lo disitu!"
usir dinda.
"Wah para lo! bukannya di bukain pintu gitu"protes vinsen.
"Engga,gue lagi ga mood!pergi!"ucap dinda mengusir.
"Ayolaah,kita joging yuk!gue udah siap nih"ucap vinsen.Menurut dinda,dia memang terlihat cool,tapi uhh!! kelakuannya sangat menyebalkan.
"Gue lagi males sen!"balas dinda.Dia yakin,vinsen akan memaksanya!. Sungguh keterlaluan!.
"Ayolaah,lo tega nolak ajakan gue?apalagi gue kesini jalan lho"rayu vinsen.
"Tega?lo siapa?"tanya dinda menusuk.
"Wah parah lo!gue kan sahabat lo!"ucap vinsen.
"Dih sahabat,baru aja kenal beberapa jam!!"cibir dinda.
"Lo bener bener!!!...gue cium lo!"tekan vinsen bergurau.Bercandanya selalu membuat dinda darah tinggi.
"Bule gila!"ucap dinda seraya mematikan panggilannya secara sepihak.Dasar pria mesum!.
Mesum?....Woy!!lo ga inget varo?!
Tak lama lagi yang ia tunggu datang.
"Non,ini susu nya"ucap bibi memberikan segelas susu.
"Oh iya bi, makasih"balas dinda.
"Iya non"
Namun saat dinda hendak mengambilnya,tiba tiba mendahuluinya.
Dia meneguknya sampai habis.Melihat siapa itu,membuat mata dinda membulat terkejut.Kenapa dia bisa masuk?dan meminum susu tanpa permisi!.Dasar pria
ga tau malu!.
"Anjing lo!"sarkas dinda kesal.
"Wah pantesan lo ga mah keluar, ternyata ada ini"ucap vinsen.Dia mengambil salah satu cemilan milik dinda,lalu memakannya tanpa izin.Ishhh benar benar!.
"Kenapa lo masuk?"tanya dinda.
"Ada bibi yang baik hati tadi"balas vinsen.
"Ngapain kesini?,pulang!"ucap dinda.
__ADS_1
"Yee,perasaan tadi malam seneng seneng aja,kok sekarang sangat galak seperti ini"ucap vinsen.
"Gue lagi ga mood,terutama ga mood ketemu lo!'sewot dinda.
"Ah ayolah,joging,lo ga liat gue udah ganteng gini?"ajak vinsen seraya menunjukkan pakaian olahraga nya yang
keren.
"Ganteng?halu lo?"balas dinda.
"Plis!,yuk"rayu vinsen dengan memohon.
Dengan menghela napas panjang,dinda terpaksa ikut ajakannya.
"Gue siap siap"ucap dinda,dia pun pergi untuk berganti pakaian.
Akhirnya ocehannya dari tadi tidak sia sia.Dinda mau diajaknya joging.Kalau tidak pasti vinsen sangat kecewa.
Bagaimana tidak,dia rela mengorbankan pekerjaannya di negara asalnya, hanya karena ingin bertemu dengan cewek Indonesia yang satu ini.
"Meeting lo itu penting lho"ucap dinda sambil berlari kecil, berdampingan dengan vinsen.Setap perjalanan, mereka disibukkan dengan mengobrol.Dinda juga tak menyangka,vinsen mementingkan untuk ketemu dirinya,padahal ada pekerjaan yang menurutnya sangat penting.
"Memang,tapi gue masih ingin ketemu lo"balas vinsen.
"Lo teman baru yang langka"ucap dinda terkekeh kecil.
"Ya begitulah"balas vinsen.
"Btw,gue ga yakin lo bisa nahan diri lo"
ucap dinda.
"Maksudnya?"tanya vinsen.
"Lihat saja tadi malam,lo hampir saja
membawa satu ****** ke kamar"balas dinda.Yaah, ceritanya memang seperti ambigu.SkipSkip.
"Dih alesan,itu udah kebiasaan lo"ucap dinda terkekeh.
"Wajar, itu baru awalan,tapi selanjutnya gua akan menahannya"ucap vinsen.
"Yaaah gue pantau lo"ucap dinda.
"Kalo gue pulang gimana?"tanya vinsen.
"Dari hati dan perkataan lo barusan"
balas dinda.
"Lo sangat mengagumkan"balas vinsen.
Mereka pun melanjutkan kegiatan joging nya.Dengan makan jajan di pinggir jalan,
dan berfoto riang ada juga di sela sela kegiatannya.Mereka akan membuat kenangan sewaktu mereka berpisah.
Sangat menyenangkan.
"Sen,cewek tuh,bohay lagi"ucap dinda menunjuk ke arah wanita yang sedang berolahraga dengan memakai pakaian serba ketat.Uhhh seksih.Dia ingin tau seberapa kuatnya dia melihat wanita seperti itu.
"Engga!,seksian lo lah"ucap vinsen, seketika mata dinda membulat.Owh no!!,
dirinya salah bicara!.
"Bajingan lo!"sarkas dinda seraya menampol lengannya,lalu dia lari meninggalkannya.
Ucapannya selalu membuat vinsen bingung.Apa yang ia katakan barusan.
Apa kata kasar?.Yah, sepertinya iya.
__ADS_1
Sebab dari awal bertemu pun,dia sangat liar.Tapi berteman dengannya sangat seru,walaupun dia sangat sulit di ajak bicara.
"Hay cewek"panggil vinsen seraya mengedipkan sebelah matanya kepada para wanita yang ada disekitarnya.Tentu saja mereka salting sendiri di sapa oleh bule tampan sepertinya.
"Upsss! salah lagi!"gumam vinsen merutuki kebodohannya.Bisa bisa niatnya tidak tercapai.
Dia pun berlari cepat menyusul dinda yang sepertinya sudah jauh darinya.
"Gue pengin lo cerita"ucap vinsen.
"Cerita? tentang?"tanya dinda sambil memakan bubur ayam di pinggir jalan.
Entah keberapa kali,mereka mampir melupakan acara olahraga nya.
"Masalah lo"ucap vinsen.Karena dari awal dinda tidak mau cerita padanya saat dirinya menanyakannya.
"Gue kecewa sama pacar gue"ucap dinda.Vinsen menatapnya dengan serius.
"Dia selingkuh"lanjut dinda menyimpulkan masalah tersebut dengan kata itu.Yah...itulah yang ada dipikirannya.
"O...ga usah dilanjutin"ucap vinsen seraya merangkul bahunya.Dia tidak mau dinda merasa sedih di saat ceria seperti ini.
Membuatnya senang,itu sangat sulit.
"Sama si,sama gue"gumam vinsen masih terdengar di telinga dinda.
"Maksudnya?lo kesini bukan untuk liburan?"tanya dinda.
"Lo kabur dari kasus lo ya?hah?... menyesal gue baru nanyain ini ke lo"
ucap dinda.
"Sialan lo!,gue kesini itu,karena ada masalah di rumah"ucap vinsen.
"Masalah?"tanya dinda.
"Para wanita,mau pada demo ke rumah gue"balas vinsen.
"Hahahaha!!"dinda tertawa renyah.
"Tawa lagi lo!"kesal vinsen.
"Bayar!"ucap dinda seraya melenggang pergi.
"Gue ga punya uang rupiah woy!!!"
"Hahahaha,lucu lo!"tawa dinda setelah melihat betapa paniknya vinsen saat tidak mempunyai uang rupiah.
"Lo tega banget sumpah!"kesal vinsen.
"Masa?...ngapain lo ngikutin gue!gue mau pulang"ucap dinda.
"Gue juga mau pulang"balas vinsen.
"Mau pulang ngapain ngikutin gue"
ucap dinda.
"Gue ga ngikutin lo,pede banget lo!"
ucap vinsen seraya masuk ke halaman rumahnya.
Seketika mata dinda terbelalak.Apa?,
ternyata rumahnya ada di depan villa nya?.Oh my gosh!.Baru kali ini dia merasa
dikibuli oleh orang.
"**** you!!"teriaknya seraya menunjukkan jari tengahnya ke atas,lalu dia berlari masuk ke villa nya
__ADS_1
Mengesalkan!.
Tentu saja membuat vinsen tertawa di depan pintu rumahnya.Sangat lucu.