Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 26


__ADS_3

Sungguh,memasak adalah hal yang sangat sulit baginya.Dinda sangat kewalahan diajari memasak oleh varo. Tapi baru kali ini dia mencoba hal baru yang menurutnya asing tapi seru dan menyenangkan,selain berperang.


"Matikan kompornya"ucap varo.


"Matikan?gimana?"tanya dinda,tadi menyalakan kompor juga ga bisa, apalagi mematikan.


"Kayak gini sayang,kalo nyala,


di putar ke kiri,kalo mati diputar ke kanan"


ucap varo seraya menuntun tangan dinda


untuk mematikan kompornya.Dinda cukup heran,kenapa sifatnya berbeda.


Sangat cerewet.


Dinda cukup terkagum dengannya.


Walaupun dia pria yang cuek,tapi dia pintar dalam memasak.Dinda cukup senang,dia berhasil memasak satu masakan, walaupun varo masih diajarinya.


"Sudah?"tanya dinda.


"Sudah sayang,tinggal kita makan"balas varo,seraya mengecup bibir dinda.


Karena dinda sedang senang karena masakannya berhasil,membuatnya tidak protes dengan kelakuan semena mena itu.


"Kitaa makaan"ucap dinda dengan senangnya.Membuat varo tersenyum,


sangat lucu.


Mereka pun duduk di meja makan,dan mulai makan,dengan satu piring berdua.


"Enak?"tanya varo seraya mengelap sebutir nasi yang menempel di sudut bibir dinda.


Dinda cukup tertegun.Apa dia sudah menerima perjanjian itu.Dia sangat perhatian dan bersikap lembut padanya.


Membuatnya menurut saja.Dia tidak bisa menolak ataupun protes lagi.Dia akan menjalaninya walau tanpa hati.


"Heii?kenapa?"tanya varo.


"Ekhemm,engga"balas dinda terlihat salah tingkah.Konyol!.


Dinda menyadari,sudah pasti bang fatar terus menghubunginya.Dia tidak bisa diam terus disini,dia harus mencari cara agar varo mau membukakan pintu untuknya.


"Var"panggil dinda.


"Apa sayang?"balas varo,dinda sudah ga peduli dengan panggilan itu.Terserah!.


"Gue mau pulang,bukakan pintu"ucap dinda,yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Gue anter"ucap varo seraya berdiri dari duduknya dan menarik tangan dinda.

__ADS_1


"Lo ga mandi atau pakai baju gitu?"tanya dinda.Bagaimana tidak, dari bangun tidur, varo tidak memakai baju menampilkan tato bergambar naga besar di punggungnya dan hanya memakai celana bokser. Memalukan!.


"Oh iya,gue ganti mandi dulu ya sayang"


ucap varo seraya mengacak rambut dinda yang ia cepol ke atas,membuat dinda mendengkus kesal.


Ketika dinda ingin pergi dari dapur, seketika dia terhenti ketika melihat piring kotornya masih di meja.Harus diapakan?. Kalau ditaruh disana saja, pasti tidak enak dilihat.Baiklah, dinda memutuskan


untuk mencucinya.Dia bukan bayi yang baru lahir,yang belum tau apa apa, termasuk mencuci piring.


"Sayang"ucap varo seraya memeluk pinggang dinda dari belakang.


"Varo!lepas!"tekan dinda.


"Diam!atau lo gue kurung disini!"ancam varo yang sedang menikmati aroma wangi vanilla dari lehernya,yang baru baru ini menjadi candunya.


Awalnya dia cukup terkejut,kenapa? ternyata dinda memiliki tato di lehernya, tepat di bawah telinga kanannya.Tato itu bergambar tengkorak kecil,entah apa artinya,tapi varo cukup terpukau.Keren.


Dinda pun diam,dia melanjutkan kegiatannya yang sedang mencuci piring.


Ini bukan kebiasaannya,namun dia rasa,


bisalah.


"Sudah,gue pulang"ucap dinda berbalik badan menghadap varo.


"aayooo!"ucap dinda.


"Sayang?"balas varo seraya menaikkan alisnya.


"Ayo sayang"ucap dinda tersenyum terpaksa.


"Baiklah"balas varo,dia melingkarkan jaket miliknya ke perut dinda.Miliknya!


yang menikmatinya hanya dirinya!bukan orang lain!.


"Kita pulang"varo pun menarik tangan dinda keluar dari apartemennya menuju parkiran.


Tapi saat keluar apartemen,dinda dikejutkan dengan adanya teman teman varo yang sedang tidur di lantai dengan gaya yang tidak elitnya.Kenapa mereka disini?.


"Hoaaaamm,...va-Varooo,lo jahat banget sumpah!"ucap bima,dia langsung berdiri dan masuk ke apartemen varo dengan wajah layaknya bangun tidur dan juga kesal.


"Lo!!!tega tau gak!"kesal tino mendramatis seperti sinetron.


"Gue!gue sakit hati varo!"ucap dito tak kalah dramanya.Mereka pun masuk ke apartemennya,dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.


Varo hanya menanggapinya dengan wajah tak pedulinya.Sedangkan dinda,dia sedang dilanda kebingungan.Kenapa mereka seperti itu?.


"Jangan dipikirkan"ucap varo.Dia melanjutkan langkahnya,dengan menggandeng tangan dinda.Dinda sempet menolak,tapi varo tetap varo.Dia sangat pemaksa.


"Rumah lo dimana?"tanya varo yang sedang mengendarai mobil sportnya.

__ADS_1


Dia sangat santai,tapi tidak dengan dinda.Dia tak nyaman dengan tangan kiri varo yang terus menggenggam tangannya.Merasa kesal,dia menarik tangannya ke atas paha nya Tapi tetap saja tidak terlepas.Membuat mereka saling bergandengan.Menyebalkan!.


"Lurus,belok kanan,sampe"balas dinda dengan malasnya.


Varo pun mengangguk.Mereka memasuki kompleks perumahan elit di kota.Tak lama lagi,mereka berhenti di depan rumah, sepertinya mension yang sangat besar dan mewah.Mungkin,hanya rumah ini yang paling besar di komplek tersebut.


Serasa sudah sampai,dinda pun turun dari mobil varo,diikuti oleh varo.


"Mau kemana?"tanya dinda yang melihat varo mau masuk ke rumahnya.


"Mau masuk lah,mau ngapain lagi,nikahin lo?besok ya,tunggu gue sukses"ucap varo menggombal.Sungguh berbeda sifatnya saat ini dengan waktu di sekolah.


"Apaan si!gaje!...udahlah mending lo pulang,gue mau pergi"ucap dinda.


"Pergi?pergi kemana?"tanya varo dengan wajah datarnya.


"Gu-gue ma-"kenapa dinda merasa takut kepadanya.


"Mau kemana!"ucap varo tajam.


"Gue mau pergi istirahat di kamar"ucap dinda.


"Benar?"tanya varo.


"I-iyaa,sudahlah lo pulang aja"ucap dinda.


Varo menyipitkan matanya mencari kebohongan di wajah dinda.


"Beneran!"


"Awas aja lo!keluar tanpa izin dari gue!"


tekan varo.


"Iya iya, lagian siapa lo"balas dinda, tanpa ia sadari, ucapannya membuat varo mengepalkan tangannya.Dinda dapat melihat sorot matanya yang mengerikan.


Kenapa sifatnya mudah sekali berubah?!.


"Gue pacar lo"lanjut dinda,dan benar saja ucapannya kembali membuat varo tersenyum.


"Ya sudah,gue pulang,nanti malam gue jemput"ucap varo seraya mengecup bibir dinda sekilas.Entah berapa kali dia menciumnya,tapi itulah kesukaannya sekarang.


Jemput? Dinda ga peduli dengan apa yang ia katakan barusan.Dia hanya membalasnya dengan senyuman,agar dia cepat cepat pergi dari hadapannya.


"Ya udah sana!byee"ucap dinda, terdengar mengusir bukan?.


"Byee sayang"balas varo,kemudian dia pun menjalankan mobilnya pergi untuk pulang ke apartemennya.


Setelah varo tak terlihat dari halaman rumahnya,dia pun mengambil ponselnya dan mulai mengirimkan pesan untuk seseorang.Setelah itu dia masuk ke rumahnya untuk berganti pakaian.


Dia pun berpakaian serba hitam,, seperti biasanya,tak lupa topengnya dan jaket khusus untuknya.

__ADS_1


Kemudian dia keluar kembali,dan sudah ada mobil yang terparkir didepan rumahnya."Lama lo!"


"Bacot!"


__ADS_2