Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 164


__ADS_3

Ketidakberadaan dinda saat ini, membuat varo kelimpungan.Bagaimana tidak, sudah berkali-kali varo menelponnya,dia tidak mengangkatnya.Bahkan saat dirinya ke rumahnya,dia tak ada di rumahnya. Asisten rumah tangga nya pun tidak tahu dimana majikannya. Mungkin tau,tapi dinda memerintahkannya untuk tidak memberitahu dirinya.Seorang wanita tua yang tidak harus dirinya paksa untuk jujur.


"Dindaaa kamu dimana si"gerutu varo sambil menyetir mobilnya.


Dia tak menyangka apa yang ia lakukan, membuat semuanya berantakan. Terutama pertemanannya dengan dinda dan dia mengecewakannya.Tapi cinta ga bisa bohong.Dan sikap temperamennya


sangat tinggi.Sikap yang sudah ada pada dirinya dari dulu.Tidak akan pernah hilang.


"Arghhhh"saking kesalnya dia memukul setirnya.Ini semua gara gara pria itu!.


Dia menghentikan mobilnya,lalu dia mengambil ponselnya.Dia memutuskan untuk menanyakan soal calon suami kepada teman temannya.Terutama para cewek.Dia akan menanyakannya kepada nita,karena tak mungkin dirinya menanyakan kepada anya yang sedang sakit dan fifi yang sudah berkeluarga.


Tidak pas aja gitu.


"Hallo var,apa kabar?lagi apa?"tanya nita di seberang telepon.


"Dimana rumah pria itu?"tanya varo.


"Yaelah ga basa basi dulu gitu var?!"ucap nita.


"Dimana rumah pria itu?!"tekan varo.


"Ishh,pria itu siapa?yang jelas dong nanyanya"ucap nita.


"Yang disebut sebut calon suami dinda?!"


ucap varo malas.


"Owh itu,buat apa lo tanya rumahnya?,


mau silahturahmi kah?"tanya nita.


Tentu saja membuat varo memijat pelipisnya,dia gregetan kepada teman yang satu ini.


"Jawab aja nitaaa!!"ucap varo.


"Oh iya iya, rumahnya ada di-"


"Stop!"potong varo.Tiba tiba dia melihat


seorang pria keluar dari gerbang rumah yang besar,tepat di ujung sana.Pria itu varo paham.Dia alan.Pria yang sedang ia cari.Dia harus membuat perhitungan kepadanya.


"Kenapa anjir,gue belum selesai woi!!" ucap nita kesal.Sudah tanya nya ga sabaran,saat di jawab?dia memotongnya.Dasar teman ga ada akhlak!.


"Engga jadi!"


"Eh eh lo kenapa si tanya rumahnya,lo mau ke sana?"tanya nita kepo.


"Mau bakar rumahnya!"balas varo ngawur.


Lalu dia mematikan teleponnya secara sepihak.Pasti saja membuat nita menggerutu kesal.Varo tak peduli itu,dia segera menyusul alan yang sedang melangkah menuju... sepertinya ke supermarket yang ada di depan.


"Hati hati kenapa si sayang"guman alan terkekeh geli.Dia sedang chat chat an dengan dinda.Dia heran,kenapa tiba tiba dinda menyuruhnya hati hati.Aneh.Dia seakan takut ada apa apa dengannya.


Bughhh

__ADS_1


Seketika dirinya meringis karena ada seseorang memukul lehernya dari belakang.Dia langsung berbalik badan melihat siapa yang melakukannya.Dia tak tahu pasti siapa dia,karena wajahnya tertutup oleh masker dan Hoodie hitam yang ia pakai.


"Siapa lo!"sarkas alan.


"Lo ga perlu tau siapa gue!"balas varo yang masih juga belum diketahui olehnya.


Dengan langkah pelan,dia mendekatinya. Dia tersenyum miring di balik wajahnya.Tanpa dia cari,pria ini sudah menghampirinya.Sungguh memudahkan rencananya.


"Mau apa lo?!"tanya alan tajam.Dia memegang lehernya yang masih terasa pegal.


"Mau gue hanya satu,dan tentu saja sangat mudah lo lakukan"balas varo tersenyum miring di balik maskernya.


"Apa mau lo!"sarkas alan.Siapa si yang tidak emosi karena tiba tiba seseorang yang tidak dikenali memukul dan tidak jelas apa maksudnya.


"Eeeehh santai bro"ucap varo tepat di hadapan alan.


"Orang gila!"ucap alan seraya mendorong tubuhnya.Kebetulan jalannya sepi, tidak ada seseorang yang menegur mereka.


Varo hanya terkekeh kecil.


"Lepasin dia!"tekan varo.


Alan cukup tertegun dengan apa yang ia katakan.


"Soal wanita rupanya"tutur alan.


Kejadian ini bukan pertama kalinya buat dia.Maksudnya?.Yah,sudah beberapa kali seorang pria menyuruhnya melepaskan dia.Yang mereka maksud adalah melepaskan dinda.Alan juga heran, kenapa mereka menyuruhnya melepaskan dinda?.Padahal dinda menganggap mereka hanya seorang teman atau rekan kerja.Apa mereka merasa di ghosting dinda?.Heh lucu!.


"Gue ngelepasin dinda?,caranya?"tanya alan.


Varo cukup terdiam.Dia tau maksud dirinya?.Apa dia juga tau siapa dirinya?.


Apa?,jadi banyak pria yang mengharapkan dinda jadi miliknya?.


Apa secinta itu Dinda kepada pria didepannya ini?.Dia tidak tergiur ke pria lain karena sangat mencintainya?!.


Tidak!,varo tidak terima akan hal ini!.


"Dia milik gue!"tekan varo.


"Bukan!dia milik gue!"ucap alan menantang.


Tiba tiba dia berpikiran soal dirinya yang menjadi calon suami pura pura dinda.Dia mengatakan hal itu karena dia ingin pria yang menyukai dinda,tidak mengejar ngejarnya.Dia sudah capek!.Lagian apa membuat mereka ngebet banget ingin memiliki dinda.


"Milik gue anjing!"sarkas varo.


Dengan cepat dia mendorong tubuh alan sampai terbentur pohon besar.Dia mencengkeram kerah bajunya dan menatapnya penuh ketajaman.Dia tak suka dinda di sebut miliknya dari mulut orang lain.


Alan tak tinggal diam,dia penasaran dengan wajahnya.Dengan cepat dia membuka maskernya.Saat itu juga dia terkejut,ternyata varo.Varo yang merupakan mantan kekasih dinda.Hmm,


tak heran si,dia melakukan hal ini karena dia masih mencintainya.Hanya saja,


kenapa dinda tidak menerimanya lagi?.


Alan melepaskan cengkeramannya dengan kasar.Sehingga dia terlepas darinya.

__ADS_1


"Kenalin,gue alan....adik ipar dinda,karena gue lebih tua satu tahun dari dinda,jadi gue kakaknya...., lebih tepatnya lagi gue adik dari kak Anis,istri bang fatar"ucap alan.Menurutnya,varo salah paham dengannya.Lagian dinda jahat si,telah membohonginya.


"Ga mungkin!"ucap varo tak percaya.


Apa apaan ini, dirinya seakan di permainkan olehnya.


"Engga percaya?ya udah"ucap alan.


Saat alan hendak pergi,varo menghentikannya dengan ucapannya.


"Jelaskan!"tekan varo.


Alan terkekeh kecil.Kisah percintaan yang rumit.


"Soal gue calon suami?,itu tidak benar,


Dinda berbohong,agar lo bisa menjauhinya,...tapi asal lo tau dinda melakukan itu untuk kebaikan lo"jelas alan.


"Ga usah ngarang anjing!"sarkas varo.


Dia masih saja tak percaya kepadanya.


Dinda tak mungkin bohong kepadanya!.


Kalau saja dia hanya saudaranya, cukup membuat varo lega.


"Ga percaya lagi?...mau berapa kali lagi gue ngomong!"kesal alan.


"Lo baru bilang satu kali setan!"ucap varo.


"Hmm iya juga,tapi lo harus percaya sama gue!,dia saudara tercinta gue!,dia tidak mempunyai pacar,apalagi calon suami"ucap alan.


"Tercinta?!"tekan varo tak suka.


"Ealah pentas aja dinda ga mau sama lo lagi, ternyata lo posesip bgt gini"cibir alan.


"Bacot lo!"sarkas varo.


"Oke oke,tapi gue berharap banget,lo mendapatkan dinda dengan cara yang halal var,dengan cara lo yang kayak gini,


hanya membuat dinda lebih menjauh dari lo!"ucap alan.


"Cara apa?"tanya varo.


"Lo mau bunuh gue kan?mengancam dinda agar mau sama lo lagi? hah!"balas alan.


"Diam lo!"tekan varo membuat alan menggelengkan kepalanya.


"Kalo lo cinta sama dia,perjuangin dengan sabar,buat dia cinta lagi sama lo!,


lo harus ingat,dia benci kecurangan!"


ucap alan.


Alan masih tak menyangka dengan kesalahan pahaman ini.Apakah disini dirinya yang salah?.

__ADS_1


"Oke!,kali ini lo selamat!"ucap varo seraya melenggang pergi.


"Bajingan lo!"


__ADS_2