Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 176.


__ADS_3

TingTong


TingTong


Cklekk


"Eeeh non dinda...masuk non"ucap sang asisten rumah tangga.


"Iya bi"balas dinda.


Dinda pun masuk ke rumah tersebut yang


tak lain adalah rumah varo.Ada sesuatu hal yang membuat dia ke rumahnya.


"Aaaaaa kak dindaaaaa?"pekik berli.


Melihat keberadaan dinda,yang tadinya dia sedang bermain dengan zelo dia langsung berlari menghampirinya dan memeluknya.Sama seperti zelo,dengan langkah kecilnya,dia pun berlari menghampiri dinda dan memeluk kakinya.Kedatangan dinda sungguh membuat heboh mereka.


"Ka inda,ka inda"


"Hay sayang sayangku"ucap dinda seraya mengelus rambut mereka.Setelah itu,dia pun menggendong zelo,dan merangkul bahu berli.


"Katanya lagi di luar negeri kak"ucap berli.


"Engga jadi"balas dinda.


"Kok kemarin kakak ga ngajarin aku si,


kan lewat hape bisa"ucap berli sedih.


Apa?.Apakah dia tidak dengar apa yang dirinya katakan kemarin?.Kalau iya, tidak mungkin dia menanyakan hal itu lagi.


Astaga,memang susah bicara dengan wanita ini,yang otaknya masih dasar dan suka ngebug tanpa ada jalan keluarnya.


Ucapannya pasti masih ada di otaknya,


dia mencoba mencerna ucapannya,tapi tidak akan tercerna kalau dirinya tidak menegaskan kembali.


"Kakak sibuk"balas dinda.


"Sibuk? sibuk ngapain,kan aku lombanya besok kak,kalo aku ga juara kan malu"


ucap berli merengek.


"Nanti malam kita lembur belajar deh"


ucap dinda.


"Sekarang ga bisa kak?kan hari libur"


tanya berli.


"Sekarang kakak males,capek pen tidur deh"balas dinda.


Sepertinya karena tadi malam,dia kecapean dan kurang tidur.Membuatnya tak semangat siang ini,pengennya tidur mulu.Padahal dia baru saja bangun.


Belum mandi belum apapun,dia langsung menuju ke sana.


"Ya ampun,pasti gara gara abang varo yah?"tanya berli tersenyum.


"Kok dia?"

__ADS_1


"Aku tau kok,tadi malam kakak kencan kan sama abang...will you marry me?"


ucap berli menggodanya.


Membuat dinda memutar bola matanya malas."Lupakan!"


"Hahaha,jadi kakak ke sini pasti mau ketemu abang yah"ucap berli.


"Iy-"


"Haaay sayang,kamu kesini rupanya"


sambut bunda,dia menghampirinya dan juga memeluknya.Lalu dia mengambil zelo dari gendongannya,dia sedang anteng sambil bermain mainannya.


"Hehe iya bunda,zia mana bun?"tanya dinda.


"Dia lagi tidur di kamar sama papahnya din"balas bunda.


Dinda mengangguk paham.


"Duduk din,...eh berli kok kak dinda ga disuruh duduk si"ucap bunda.


"O iya bun,ga kepikiran malah hehe"balas berli.


"Engga papa bun,lagian aku juga sebentar aja bun"ucap dinda.


"Lho kenapa?"tanya bunda.


"Varo mana bun?aku kesini cuma mau ngambil tas aku yang ketinggalan di mobilnya"ucap dinda.


Yah,itulah tujuannya.Kebiasaannya terjadi tadi malam.Barang apapun yang dari rumah ia bawa,pasti pulangnya dia tidak membawanya lagi.Dia memang pelupa,tentu saja itu membahayakan.


Takutnya,saat dia keluar,barang berharganya ketinggalan di tempat umum.Ya, siapa tau ada orang jahat yang mengambilnya.Untung saja tas yang berisi ponsel dan dompet yang isinya kartu segudang uang itu ketinggalan di mobil varo.


Mendengar ucapannya, membuat dinda malu.


"Bunda seneng deh, akhirnya kamu jadi calon mantu bunda lagi"ucap bunda seraya mengelus bahunya.


"Hehe,iya bun"balas dinda tertawa kecil.


"Maafin kelakuan varo yah,dia orangnya memang pemaksa"ucap bunda.


"Iya ga papa kok bun,aku udah biasa"


balas dinda yang nyatanya memang begitu.


"Tapi bunda yakin,varo benar benar cinta sama kamu Dinda,karena bunda melihatnya sendiri,coba deh kamu ke apartemennya...nanti kamu pasti tau seberapa cintanya dia sama kamu"


ucap bunda.


"Oh iya?"tanya dinda penasaran.


Bunda mengangguk.


"Ya udah aku mau ke apartemen varo ya bun"ucap dinda.


"Iya sayang,hati hati yah"balas bunda.


"Aku ikut!"ucap berli.


"Engga usah,kamu harus belajar"tegur bunda.

__ADS_1


"Tapi-"


"Belajar sayang"tekan bunda membuat berli menghela napasnya panjang.


"Anak pintar"ucap dinda sambil mengacak rambutnya.


"Dadaa zelooo sayang,muach"ucap dinda sembari mencium pipinya gemas.


"Dada dada dada"balas zelo yang sangat senang di ajak dadah.


Dengan mengendarai motor sportnya,


dinda segera menuju gedung apartemen.


Dia menggunakan itu,karena menginginkannya.Hal itu karena untuk menghilangkan rasa lemas dan kantuknya.Di hari libur pun,saat bepergian dinda selalu menggunakan motor.Dia selalu menyempatkan diri untuk melakukan hobi terbaiknya.


"Hishhh mana si varo!"gerutu dinda sambil memencet bel apartemen varo berkali kali.


Namun dia belum juga muncul dari pintunya.Akhirnya dinda berpikiran untuk membukanya sendiri.Memang itu tidak memungkinkan pintunya terbuka.Tapi mencoba juga tidak salah.Lalu dia memencet pin yang ia tau dulu.Itu sudah lama, tapi siapa tau varo belum menggantinya.Dinda yakin sudah, karena pin itu adalah angka tanggal kelahirannya.


Tiba tiba pintunya terbuka, membuat dinda tertegun.Dia tidak menggantinya?.


Ah mungkin saja dia tidak sempat menggantikannya,atau bisa saja dia menganggap tanggal itu hanya tanggal yang tidak penting baginya.Tak butuh waktu lama,dia pun masuk ke dalam.Dia tak peduli dengan permisi.


"Varo?kamu dimana?"teriak dinda.


"Aku mau ambil tas aku"lanjutnya.


KrikKrik


Tidak ada sahutan.Dia mengelilingi setiap sudut apartemennya pun tidak ada varo.Karena apartemen varo duplex atau dua lantai, membuat dinda ribet mengecek semua ruangannya.Salah satu ruangan yang memungkinkan keberadaan varo adalah kamarnya.


TokTokTok


"Varoooo,apakah kamu didalam?!!"teriak dinda.


TokTokTok


"Varoooo!"teriak dinda sekali lagi.


Dinda merasa nyerah sekarang.Suaranya habis karena meneriakinya.Dengan tekadnya,dia membuka pintunya yang kebetulan tidak varo kunci.Itu sangat menguntungkan baginya.Dan sekarang dia berharap tas nya ada di dalam.


Karena,dari tadi dia tidak melihat tasnya di luar.


"Hufttt,pantesan ga denger... orangnya lagi mandi ternyata"gumam dinda yang mendengar gemercik air di kamar mandi.


Apakah suaranya kurang keras?.


Dan saat itu juga dia melihat tasnya ada ranjang.Namun belum juga dia mengambilnya,dia tertegun data melihat beberapa foto dirinya dan foto kemesraan dirinya dengan varo terpajang di dinding kamarnya.Itu foto yang besar, belum yang kecil,foto dirinya sangat banyak ia tempelkan di dinding.Astaga kamarnya penuh dengan wajahnya.


Dia juga melihat sebuah foto dirinya di ranjang.Banyak sekali foto yang dia cetak dan di pajang di kamarnya.Kata bunda benar,ternyata secinta ini varo kepadanya.Lalu dia mengambil sebuah buku terbuka di ranjang,yang di atasnya masih ada bolpoin.


Dinda pun mengambilnya dan duduk di ranjang.Dia membaca semua tulisan varo yang isinya curhatan hatinya di kehidupannya.Terutama tentang dirinya.


Dia terkejut, kebanyakan buku diary itu isinya tentang dirinya.Tanggalnya pun di tulis.Dan lima tahun itu,ternyata dia benar benar masih sangat menantikan dirinya.


Sepertinya,ini tulisan yang baru ia tulis.


Isinya membuat hatinya tersentuh.


'Setelah penantian lima tahun ini dan perjuangan aku untuk mendapatkanmu... akhirnya malam ini kamu telah menjadi milikku...Dinda Hidupku'

__ADS_1


Tidak hanya itu,dia pun membaca semua isi diary varo.Dia sangat pandai membuat kata kata.Saking pandainya,membuat matanya berkaca kaca.Ternyata selama ini dia sangat cinta dan sayang padanya.


"Hoaaaaamm"


__ADS_2