
Di tempat lain, seorang pria sedang mengamati setiap sudut dua pistol yang dia pegang.Pistol yang dia ambil dari seorang cewek yang menurutnya menarik perhatiannya.Berbeda dari yang lain dan sangat sulit di dekati.
"Queen"gumam varo.
Terlihat ukiran di pistolnya yang bertuliskan nama 'queen'.Yah,nama yang cantik seperti orangnya.Cantik dan misterius.Sifatnya tidak seperti wanita yang lain.Dia pendiam, cuek, pemarah,pintar,dan cerdik,tak lupa dengan nakalnya.Itulah yang membuatnya suka tertarik padanya.
"Varoooo lo gak bunuh orang lagi kan?!"
teriak bima dari luar kamar apartemen milik varo.Varo tak menghiraukan teman gila nya itu,dia melanjutkan untuk menghisap rokok yang ada di selipan tangannya.Tak lupa sebotol minuman,tersedia di depannya.
Apa yang dikatakan bima itu benar.Dia memang manusia,manusia yang sangat menyukai darah.Hal itu semenjak kejadian dimasa lalunya.Tak jauh dari masalah cinta.Setelah cintanya menghilang,dia menjadi emosional dan tak peduli dengan sekitarnya.
Karena kejadian itu,varo sering bersenang-senang dengan minum minuman tanpa batasan.Dia sering berantem, bahkan pernah berantem sampai lawannya meninggal. Tentunya hanya teman temannya yang tau.
Setelah itu,dia jadi suka dengan hal yang berbau psikopat.
Awalnya memang tidak percaya,tapi lama kelamaan teman temannya memakluminya. Setiap malam,varo pasti keluar untuk memenuhi hasrat membunuhnya.Sudah beberapa kali mereka memperingatinya untuk jangan melakukan hal tersebut.Tapi itu hanya sia sia.Jadi mereka akan menerimanya dan menyimpan rahasia itu baik baik.Hanya saja,perlahan mereka akan mengubahnya kembali.
"Varo kita mau numpang tidur"ucap tino.
Mereka masuk ke kamar varo.Kebetulan varo tinggal sendiri di apartemennya,membuat teman temannya selalu menginap disana semaunya.
"Ngapain lo bilang anjir!tiap hari lo nginep disini! juga!!"sahut bima seraya menuangkan minuman ke gelasnya,lalu meminumnya. Huh,segar dan nikmat.
"Emang iya?"tanya tino dengan pikun nya.
"Anying lo!"sarkas bima.
Mereka pun menjatuhkan dirinya di ranjang besar milik varo,mereka mengelilingi varo yang sedang duduk dengan bersandar.
"Ih itu pistol siapa var,bagus banget"ucap dito,dia mengambil pistol tersebut.
"Punya gue"balas varo.
"Kok gue baru liat"ucap dito,dia juga mengambil sebatang rokok milik varo dan mulai menghisapnya.Barang itu adalah barang yang tidak boleh mereka lewati.
"Gue baru dapat,dari dinda"ucap varo.
Mereka bingung,kenapa varo selalu mengganggu dinda.Mereka takut,dinda menjadi korbannya.Memang varo bilang,
dia menyukainya,tapi itu hal yang tidak pernah.Selain dia,varo tidak pernah dekat lagi dengan wanita manapun.
"Lo tidak ada rencana apa apa kan kepadanya?"tanya bima.
"Engga,emang kenapa?"tanya varo,dia mengambil remote PS nya,dan mulai memainkannya, tentunya teman temannya pun mengikutinya.Itu memang kerjaannya sehari hari.
__ADS_1
"Dia sahabat teman teman,gue harap lo gak berbuat macam macam kepadanya,
lagian dia ga ganggu lo"balas bima.
"Tapi dia yang ganggu dinda cuy"timpal tino.
"Tujuan lo apa si var,ga biasanya lo kayak gini ke cewe"ucap dito.
"Gue tertarik dengannya,memang salah?"
balas varo dengan santainya.
"Beneran?lo udah move on dong dari dia"
balas bima tak percaya.
"Ga usah bahas dia!!"sarkas varo.dia tidak suka masa lalunya di ungkit ungkit lagi.
"Oh baiklah,gue dukung lo kok,sama dia,
cocok,sama sama kulkas"ucap bima mulai julid.
"Tapi sekulkas kulkasnya dia,dinda juga menyeramkan woy, seperti ada sesuatu gitu"ucap tino.
"Iya,diam diam dia galak woy,galak nan tegas,tapi seperti kucing,sangat cantik dan lucu"ucap bima membuat varo menatap tajam dirinya.
"Ya ya ya,dia udah bucin dengan nita boor"cibir dito.
"Yee,kagak gini,gue masih ditolak anjir"
balas bima.
"Kasihan,jamet si!"goda dito,yang aslinya tidak.Mereka pria yang kerena dan tentunya sangat tampan.Tapi kelakuannya tidak sepadan dengan parasnya.Sangat absurd dan nakal.
"Sialan lo!"
Mereka mengobrol seperti itu,sudah pasti sambil bermain PS milik varo.
"Eh btw nanti malam ada balapan lho"ucap dito dengan mata yang serius menatap layar televisi.
"Selaku lo king racing,gimana var?lo ikut ga?"tanya bima.King racing adalah julukan bagi varo yang merupakan raja jalanan,yang tak terkalahkan dalam balapan.
"Gue ikut"balas varo.
"Gue pastinya ikut dong,ikut nonton maksudnya"lanjut bima.
__ADS_1
"Ga nanya setan!!"
-_-_-_-_-_-_-
Di perusahaan Queen Company.
"Lepaskan saya!!"teriak vera sambil memberontak dari cekalan kedua satpam itu.
"Saya tak percaya,ternyata pemilik perusahaan ini sangat tidak berperikemanusiaan!!kau wanita sombong!tidak punya hati!!kau menjatuhkan orang kecil sepertiku dan
bersikap semena mena kepadaku!!"teriak vera dengan lantangnya,tepat di depan dinda.Tangan yang terus menunjuk nunjuk wajahnya,membuat dinda semakin geram.
"Saya yakin, perusahaan ini tidak akan maju,dan tidak ada yang mau bekerja sama denganmu!wanita kejam!!"tekan vera.Dinda mengepalkan tangannya kuat.
Baru kali ini,ada yang berani memarahinya seperti itu.
"Banyak bacot!!"
Dorrr
"Aaakkhhhh"
Seketika tubuh vera tumbang,darah terus mengalir di dada nya,dia tergeletak dilantai tak bernyawa.Dan semua karyawan menutup mulutnya, mereka terkejut dengan apa yang dia lakukan.
Mereka juga tidak ada yang berani menegurnya, ataupun protes.Mereka takut, nasibnya seperti dengan vera.
"Saya peringatkan kalian,siapa yang berperilaku tercela sepertinya,kalian akan bernasib sama sepertinya!!"
"Inilah risiko kalian bekerja di sini,kalau tidak mau,kalian bisa keluar...tapiii!! setelah kalian keluar,ada polisi datang kesini!!saya yakin kalian tidak akan melihat alam keesokan harinya!!"
"Terserah kalian,tutup mulut?!atau mati!!!"tekan dinda tajam.
Para karyawan dibuatnya ragu.Memang mereka tidak akan bilang siapapun ke orang lain.Tapi,mereka juga tidak bisa keluar dari perusahaannya.Karena apa,
karena gajinya sangat besar dan menurut mereka sangat nyaman dengan fasilitasnya.Apalagi mengingat, perjuangan saat masuk ke perusahaan ini.
"Silahkan,siapa yang mau keluar! keluar sekarang!saya akan memberi gaji terakhir kalian"ucap dinda.Beberapa menit dinda menunggu,ternyata tidak ada satupun yang mau keluar dari perusahaannya.Membuatnya tersenyum di balik maskernya.
"Tidak ada?"tanya dinda.
"Tidak bu"balas mereka bersamaan.
"Queen!panggil saya queen!"ucap dinda.
"Tidak queen!"
__ADS_1
"Kalian bereskan mayat itu!"perintah dinda,dan vina dan indah mengangguk paham.Mereka hanya menbawa mayat vera ke mobil,untuk di antarkan ke markas blackwhite.Cukup mudah, mereka lumayan sering melakukan itu waktu di London.
"Dan kalian!bubar! lanjutkan pekerjaan kalian!!"