
"Alaaan kamu ga papa kan?"tanya dinda menghampiri alan yang sedang duduk di depan supermarket sambil meminum minumannya.Dia sudah biasa nongkrong malam disana, walaupun hanya sendiri.
"Kenapa?emang aku kenapa dinda"balas alan.
"Kata nita varo mau bakar rumah kamu,
tapi kenapa kamu disini?"ucap dinda.
"Kamu berharap rumah aku terbakar gitu?"tanya alan.
"Ishh,kamu tuh ga pernah serius!"kesal dinda membuat alan terkekeh kecil.
Dengan cepat,dinda masuk ke supermarket itu dan mengambil minuman untuknya.Saat nita mengatakan bahwa varo akan membakar rumah alan,dia langsung pergi ke rumahnya.Padahal dirinya sedang makan, membuatnya lupa untuk minum.
Dan saat sampai,dia melihat alan sedang duduk santai di depan supermarket.Dia heran,dia terlihat baik baik saja saat ini.
Saat dirinya menanyakan tentang hal itu,
malahan dia bercanda seperti tadi.Yang artinya semua ucapan nita itu tidak benar.Padahal dirinya sudah khawatir setengah hidup tadi.
Sepertinya dirinya harus membuat perhitungan kepadanya,yang telah memberinya informasi abal abal ini!.
"Bukain!"perintah dinda memberikan minuman kaleng yang dirinya beli.Dia salah satu wanita yang kesulitan membuka kaleng minuman.Aneh bukan?.
"Ngapain kesini?malam malam lagi"ucap alan seraya memberikan kaleng minuman itu yang sudah dia buka.
Sekejam kejamnya dinda,dia masih termasuk wanita yang manja.
"Ya hanya memastikan kalo lo aman gitu"
balas dinda.
"Aman dari apa?"tanya alan.
"Dari varo"balas dinda.
"Emang dia bahaya ya?"tanya alan terus menjailinya.
"Alaaaan ih!,tadi varo kesini ga?"tanya dinda kesal.
"Iyaa emang kenapa?"balas alan terkekeh kecil.
"Hah? beneran? ngapain?"tanya dinda.
Dia takut ada sesuatu dengan alan karena varo.
"Menyatakan cinta"bisik alan seraya mengedipkan matanya.
"Serius alaaaan,dari tadi becanda mulu deh!"ucap dinda memutarkan bola matanya malas.
"Dia ga ngapa ngapain,cuma nyuruh aku buat lepasin kamu,...gitu aja"ucap alan.
Membuat dinda menghela napasnya panjang.Ternyata varo benar melakukan apa yang ia katakan.Dia juga tak menyangka,sikap varo yang membahayakan ini masih ada pada dirinya.Sepertinya dirinya harus benar benar menjauhinya.
"Din,kamu ga mau nerima dia lagi?"tanya alan.
"Engga"balas dinda.
"Kenapa?"tanya alan.
"Ngapain balikan... pasti ceritanya masih sama,aku takut itu terjadi lagi"ucap dinda.
"Hmm?.. itu terserah kamu aja,tapi aku rasa...dia serius dengan kamu,apa kamu tidak kasihan kepadanya yang terus menyimpan hati kepadamu?"tanya alan.
"Aku tau,tapi cinta kan ga bisa dipaksakan"balas dinda.
"Iya si...tapi??..ah sudahlah aku juga ga berhak memaksa kamu"ucap alan.
"Hah?emang aku orang yang harus dipaksa gitu?hah!"protes dinda.
__ADS_1
"Emang!"
"Nyebelin banget sumpah!"kesal dinda seraya memukul kecil lengannya.
"Hahaha,engga engga elah!"
"Tapi kamu ga papa kan?dia ga ngapa ngapain kamu?"tanya dinda.
"Engga,kamu tenang aja"balas alan.
"Syukurlah"
Tanpa mereka sadari,ada seseorang yang menyaksikan mereka dari dalam mobil.Siapa lagi kalau bukan varo.Karena ada urusan di tempat lain,dia harus melewati jalan itu lagi.Namun saat disana,dia terhenti saat melihat dinda sedang tertawa dengan alan.Pria yang sangat dekat dengannya.Walaupun dia saudaranya,tapi masih saja membuatnya cemburu akan kedekatan mereka.
"Awshhh pegel banget si!"gerutu anya seraya memegang tangannya yang terasa sakit.
Karena itu, dia tidak nyaman tidur malam ini.Sepertinya saat tangannya baru sembuh,dia terlalu sering digerakkan, membuat pegal kembali.Apalagi untuk mengangkat beban tubuhnya saat belajar berdiri tadi.Tangannya belum benar benar pulih.
"Jangan dirasakan anya"ucap anya. Dengan memaksa,dia menutup matanya.
Namun tangan kanannya tidak berhenti untuk memijat tangan kirinya.Setelah kecelakaan yang menimpanya, tubuhnya terasa lemah,mudah sakit dan capek.
Seketika dia tertegun saat merasakan ada pijitan lain di tangannya.Dia langsung membuka matanya.Ternyata dito yang sedang memijat tangannya.
"Kamu?"
"Kalo pegel bilang dong,aku kan bisa mijitin kamu"ucap dito.
"Dari kapan kamu disini?"tanya anya.
Suara pintu kamarnya terbuka pun tidak.
Bisa bisanya dirinya tidak menyadari dia ada disana.
"Baru aja kok"balas dito.
"Jangan buat otak kamu capek berpikir"
ucap dito seraya menoel hidung mungil nya.
"Udah malem lho,kamu ga tidur?"tanya anya,karena dari tadi dia yang menjaganya.
"Engga,bentar lagi aku juga mau pulang"
balas dito.
"Jangaaan!"ucap anya cepat.
Membuat dito tersenyum.
"Maksudnya,udah malem"lanjut nya.
"Kenapa kalo malam?"tanya dito.
"Maksudnya,kamu ga takut?"balas anya.
"Engga dong,kan udah biasa"balas dito.
Kenapa dia melihat ada rasa khawatir di wajahnya.
"Hmm,kalo mau pulang mending sekarang aja,agar ga terlalu malam dit"
ucap anya.Dia juga bingung,kenapa dirinya merasa takut ada apa apa dengannya kalau pulang terlalu malam.
"Engga anya,tunggu kamu tidur dulu"
balas dito.
"Tap-"
__ADS_1
"Udah,agar aku pulangnya ga kemaleman,kamu tidur dong"potong dito.
"Iya iya,tapi ga usah-"
"Hustt tidur,aku tau kamu ga nyama karena tangan kamu sakit"ucao dito sambil memijat pelan tangannya.Karena
biasanya,dia bisa tidur saat dipijit olehnya.
"Baiklah"balas anya.Dia memejamkan matanya.
Nyaman yang ia rasakan.Tak lama kemudian, dia masuk ke alam mimpinya. Tentu saja membuat dito tertawa kecil.Kan,tidak butuh waktu lama untuk membuatnya tidur.Dito meletakkan minyak kayu putih yang ia gunakan untuk memijat tangannya di nakas.Lalu dia membenarkan selimutnya.
"Mimpi indah little girl"ucap dito seraya mencium lembut tangannya.Tanpa permisi,dia juga mencium keningnya.
Setelah itu,dia keluar dari kamarnya, segera pulang ke rumahnya.
"Eh dito"panggil ayah anya.
"Iya om?"balas dito.
"Masuk ke mobil,biar supir om antarkan kamu"ucap ayah anya.
"Engga usah om,aku naik angkot aja"
tolak dito.
"Kamu menolak permintaan om?,jauhi anya!"ancam ayah anya.
"Tidak!,baiklah"balas dito.
"Nah gitu,sudah gih sana"ucap ayah anya sambil menepuk bahunya.
"Baik om"balas dito.
Dia sangat baik kepadanya.Karena ada sesuatu yang harus ia ambil di rumahnya,
malam ini dia pulang ke rumahnya.
"Dito,kenapa kesini malam malam nak?"
tanya ibu dito.Dia dan suaminya sedang menonton televisi di ruang tengah.
"Apa itu mobil yang mengantarkan kamu adalah wanita baru kamu?!"tanya ayah dito menusuk.Dito sudah biasa dengan ucapannya.
"Bukan,dia mobil ayah anya"balas dito.
"Hmm,dia terlalu baik kepada anak aku yang telah jahat padanya"tutur ayah dito.
Membuat dito menghela napasnya panjang.
"Sayaang,lain kali jangan pulang terlalu malam yah,istirahat yang cukup, apalagi mama tau kamu sering lembur di kantor,
belum jaga anya, lagian kamu juga tidak
harus terus menjaganya dito"ucap ibu dito.
"Tidak maa,ga papa kok,aku butuh uang dan aku juga harus bertanggung jawab menjaga anya sampai sembuh,apalagi dia wanita yang aku cintai"balas dito.
Ucapannya cukup membuat ayahnya tertegun.
"Besok malam ada acara di perusahaan ayah"ucap ayah.
"Acara apa pa?kok dito ga tau?"tanya dito heran.
"Kamu ga perlu tau,besok datang saja"
balas ayah dito.
"Baiklah"
__ADS_1