
"Varooo stop!!please dengerin penjelasan gue dulu"ucap dinda sambil menarik tangan varo.Namun dia tetap menghindarinya.
"Varoo!please berhenti"ucap dinda memohon.
"Apa!"sewot varo membentak,membuat dinda tertegun.Ini pertama kalinya Dinda mendapatkan bentakan emosi darinya.
Dia semarah ini?.
"Maaf varo,tadi gue-"
"Tadi apa?,lo pelukan sama cowok lain?..
oke..gue sadar,lo memang ga cinta sama gue!"ucap varo.
"Bukan gitu var,gue cinta sama lo!,tapi lo salah paham!,gue ga sesuai dengan apa yang lo pikirkan"ucap dinda mencoba menjelaskan.Dia ingin menjelaskan dengan cara baik baik.Bukan ribut seperti ini.
"Lo ga cinta gue!,lo ga ngertiin perasaan gue dinda!,gue tau lo ga suka dengan sikap gue yang posesif,suka ngatur, pencemburu...tapi setidaknya lo ngertiin gue!,gak kayak gini...lo pergi dengan pria lain tanpa seizin gue!,dan sekarang lo ambil kesempatan untuk mendekati pria lain,secara lo dalam bahaya!"jelas varo dengan lantangnya.
Tidakk!!,dinda tidak menyukai situasi seperti ini.Dirinya sudah tidak bisa berkata-kata lagi.Emosi varo sudah tidak bisa dikendalikan.Apapun yang ada di hatinya dia keluarkan semua.Tentu saja membuat dinda tidak terima,apa yang ia katakan sungguh menyakiti hatinya.Tapi,
bukan saatnya dirinya juga ikut marah.
Dirinya harus menenangkannya.
"Var bukan gitu!!,... sekarang kita ke villa,
gue akan jelasin semuanya..yaa"ucap dinda lembut.
"Stop dinda!,lo bikin gue kecewa din,gue sadar di dalam hubungan ini terus ada banyak masalah di antara kita,kita sering bertengkar karena apa?....karena lo ga cinta sama gue din,lo hanya kasihan dan lo nerima gue karena lo takut sama gue,
lo ga benar benar tulus din,....bahkan lo
cari kesenangan diam diam dengan berselingkuh dengan pria lain!,...lo emang wanita murahan!"ucap varo dengan kata katanya yang menusuk hati.
"Engga var!,lo salah!,gue tulus cinta sama lo var!...oke gue jelasin disini!...tadi gue sama karvon itu-"
"Udahlah din!!,ga usah munafik!,lo suka kan kita terus berantem seperti ini?,jadi sebentar lagi hubungan kita akan selesai,
dan lo bebas mau melakukan apapun dengan pria lain!"ucap varo memotong ucapannya.Membuat dinda menghela napasnya,dengan wajah yang mulai memerah,tak lupa mata yang berkaca-kaca.
"Dindaa!, please jangan nangis!,gue ga suka lo nangis!"ucap varo.
"Kalo ga suka gue nangis, kenapa lo marah marah kayak gini ke gue varo...hiks kata kata lo yang buat gue nangis!"ucap dinda menangis.
Membuat varo kelimpungan.Arghhh, kenapa jadi seperti ini!.Dirinya tak tega melihatnya menangis,tapi dirinya juga sedang sangat marah padanya.Tidak ada seorang pria yang terima gadisnya berpelukan bersama pria lain.Yah, dirinya akan melakukan sesuai isi hatinya. Dirinya tidak boleh lemah hanya karena melihat dinda menangis.
"Gue pergi!"ucap varo hendak melenggang pergi.
"Pergi kemana var?...jangan pergi!,gue mohon... hikss, sekarang gue akan jelasin var,...gue mohon dengerin gue!...jadi-"
__ADS_1
Lagi lagi ucapannya di potong olehnya.
"Stop!,gue capek!,gue capek mengekang lo mulu dan gue capek berjuang sendiri,..
jadi sekarang lo akan bebas mau melakukan apapun tanpa kekangan gue,
lo mau cari cowok berapa pun silahkan,
lo bebas...."ucap varo dengan penuh kesedihan.
"Tidakkk!,var lo masih cinta kan sama gue!!,var...jangaan!,gue mohon.."tangis dinda sambil menggelengkan kepalanya kuat.Dia tidak akan siap kehilangannya.
"Sayang,gue masih sangaaat cinta lo,tapi melihat apa yang lo lakuin tadi, membuat cinta ini dengan perlahan memudar oleh rasa kecewa, cemburu,marah,dan sedih"
balas varo seraya menangkup wajah gadisnya.
Dinda hanya menangis,air matanya terus keluar,dia menggenggam tangan varo yang ada di pipinya.Menatapnya dengan penuh memohon,agar dia tidak meninggalkannya."Engga var!,lo harus terus cinta sama gue!! hiks"
"I love you"ucap varo seraya melenggang pergi dari hadapannya.
"Vaaaarooooo tidaaaakk!!!!!,jangan tinggalin gueeee!!!hikss,lo mau kemanaaa!!"teriak dinda yang melihat bayangan varo semakin menghilang.Dia berharap,varo kembali ke villanya.
"Varooo,lo kemana sii"
Dinda terus mondar mandir sambil menggigit jari telunjuknya.Rasa khawatir menguasai perasaannya.Sedangkan para temannya,dia menatap bingung kepadanya.Mereka masih bingung apa yang terjadi dengannya sama varo.
Sehingga,varo pergi entah kemana.
"Din sebenarnya ada apa si?"tanya nita.
"Huh!!gini"dinda duduk di antara mereka.
Dia akan menceritakan sedetail detailnya.
"Gue sama karvon,sudah menyelesaikan masalah kita,yang artinya hubungan kita sudah baik baik saja,bahkan dia sudah meminta maaf ke gue,dia berjanji sudah tidak mau mengganggu kita lagi,dia akan membenarkan hidupnya,tak hanya itu,dia juga akan meminta maaf kepada kalian juga"jelas dinda.
Tentu saja membuat para temannya saling menatap tidak menyangka. Seorang karvon bertobat semudah itu?.
Memang,dinda selalu menjadi pengaruh baik untuk semuanya.Tak heran para laki laki mengharapkannya untuk menjadi pacarnya.
"Huh,dan kalian telah melenyapkannya kan?"tanya dinda.Ini bukan penyesalan yang besar,tapi dia merasa, dirinya akan memberinya satu kesempatan lagi, untuk memperbaiki hidupnya.
"Maaf din,dia udah mati karena dito memukul otaknya"ucap bima.
"Eh kok gue?"tanya dito.
"Kan lo yang terakhir mukul dia,sampai nyungsep gitu"balas bima.
"Tapi kan kalian mukul dia juga"protes dito.
__ADS_1
"Eng-"
"Husttt debat mulu deh!"ucap anya menengah.Dia juga kesal dengan pacarnya ini.
"Sayang,I love you"ucap dito merayu,
sambil merangkul bahu gadisnya.
"Jawab yaang"ucap dito sedikit merengek,karena anya tidak membalas ucapannya.
"I love you to"balas anya malas.Astaga,ini hanya perkara I love you!,sampai segitunya.Dasar cowok!.
Para temannya hanya menatapnya malas.Pasangan bucin yang tidak tau tempat dan situasi.
"Maaf din,dua orang itu udah mati,ga papa kan?"tanya nita.
"Engga papa lah,itu ga terlalu penting bagi gue"balas dinda.
"Terus apa alasan varo pergi?"tanya dito.
"Setelah karvon mengatakan hal itu, tentu saja gue senang dong,terus dia meluk gue,dan varo melihatnya"balas dinda dengan wajah menyesalnya.
"Dia izin?"tanya bima.
Dinda mengangguk.
"Lo izinin?"tanya anya.
Dinda mengangguk.
Yah ini memang salahnya mau dipeluknya,tapi menurutnya pelukan itu adalah pelukan teman yang baru saja baikan.Dia juga tidak tau varo akan datang saat itu juga.Varo benar dirinya memang wanita murahan,yang mau di peluk pria lain,secara dirinya sudah mempunyai pacar.Apalagi dirinya tau sifat pacarnya.
Arghhhhh,ini salahnya!!!.
"Hari ini gue nyalahin lo deh din"ucap nita.
Menurut para temannya,dinda terlalu baik kepada orang.
"Iyaah,gue salah..gue minta maaf,tapi varo kemana!! hikss dia bilang dia akan ninggalin gue!!,tapi tidak dengan hubungan kita juga kan!!!,hiks"ucap dinda mulai frustasi.Hanya malam itulah yang menjadi saksi perpisahan dirinya dengannya.
"Engga mungkin dia pulang kan?,ini sudah hampir pagi"ucap anya.
"Hikss,ini salah gue!!!"racau dinda.
"Dinda lo yang sabar, hubungan lo sama dia pasti akan baik baik saja kok"ucap nita menenangkan.
"Gimana kita pulang aja,terus kita tanya ke bunda?"tanya bima berpendapat.
Langsung mendapat anggukan setuju oleh para temannya.
__ADS_1
"Tumben pinter!"