Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 51


__ADS_3

"Bundaaa,aku datang..."


Dilihatnya seorang wanita yang masih cukup muda,terbaring lemah di ranjang.


Tangan yang masih di perban,banyak selang menempel di tubuhnya,sungguh membuatnya menatap iba.


"Bunda harus lihat,aku bawa calon mantu bunda,cantik kan?.."ucap varo.Setiap saat dia selalu mengajak bunda nya mengobrol.Walaupun ibunya tidak menyahutinya,telinganya pasti mendengarnya.


"Cantik dong,kan pacarnya anak bunda yang posesif ini"sahut dinda bergurau.Dia hanya ingin suasananya lebih berwarna,


dan pastinya ibunya varo tidak sedih lagi melihat anaknya murung.


Varo terkekeh kecil.


"Bunda tau,dia itu pecicilan,nakal, pembangkang,dan selalu buat varo khawatir,ga kayak bunda,kalem dan lemah lembut"ucap varo mulai membalas bercandaan gadisnya itu.


"Masih ada lagi?"tanya dinda kesal.


Varo hanya tersenyum,melihat betapa menggemaskan gadisnya.


"Bunda tau aku memaksanya untuk jadi pacarku?,aku memang pemaksa,tapi itu semua karena aku sangat mencintainya, aku yakin dialah jodohku,aku harap bunda memarahiku karena aku telah menyakiti anak orang"ucap varo, membuat dinda tertegun sejenak.


"Bundaa,tapi sekarang aku benar benar bahagia bisa jadi pacarnya,walaupun aku sering membantahnya,tapi aku mencintainya,hanya saja sikapku yang salah"ucap dinda.


Mereka akan mengisi ruangan itu dengan penuh curhatan dan senyuman.


"Makanya buka mata bunda,agar tau wajah gadis nakal ku ini"ucap varo seraya mengacak-acak rambut dinda.


"Ihh varoo,bundaa lihatlah kelakuan anakmu ini!!bahkan dia pernah mencabuli aku bundaa! "pekik dinda sambil tertawa,membuat varo mengunyel unyel pipi tembem dinda. Menggemaskan.


Tiba tiba tawa dinda terhenti.Saat melihat jari ibu varo bergerak sedikit, hanya sedikit!.Tentu saja membuatnya tertegun.


"Va-varo?tangan bunda?"ucap dinda menyenggol lengan varo.


Varo pun mengikuti arah pandang gadisnya.Seketika dia terkejut,rasa bahagia mulai menghampirinya.


"Permisi den,biar saya periksa"ucap sang dokter.Setiap ada sesuatu dengan ibunya varo,dia pasti akan datang cepat.


Dengan teliti dan cekatan, dia mulai memeriksa kondisi ibunya varo saat ini.


Dia dokter yang masih terlihat muda dan tampan,tapi tentunya ilmunya sangat pintar.Sudah puluhan tahun,dia menjadi dokter pribadi keluarga ibunya varo.


"Sungguh saya juga tak menyangka,


dengan tiba tiba, kondisinya membaik tinggi,detak jantungnya terlihat sangat jelas, bahkan sampai bisa menggerakkan tangannya"jelas sang dokter.


"Kenapa bunda belum membuka matanya dok?"tanya varo tak sabar.


"Kamu yang sabar,bunda sedang menyesuaikan keadaan,paling sebentar lagi bunda kamu akan membuka matanya"balas dokter.

__ADS_1


Varo tersenyum.Dia memeluk gadisnya dengan erat.Dinda pun membalasnya,dia mengelus punggungnya,dia juga senang,


akhirnya ada rasa bahagia sebenarnya. muncul di wajah varo.


"Makasih"ucap varo.


"Buat?"tanya dinda heran.


"Karena kehadiran lo disini,bunda gue sadar dari koma nya"balas varo penuh ketulusan.


"Itu bukan karena gue varo, ini karena kasih sayang lo terhadap bunda lo"ucap dinda.


"Gue sayang lo!"ucap varo,sudah berkali-kali dia mengucapkan kata itu.


Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya, melihat keromantisan kedua remaja ini.Dia juga tak menyangka,varo bisa seluluh itu dan selembut itu kepada wanita selain ibunya.Dia tau dari cctv yang selalu ia pantau setiap saat.


"Ughhh.."


Tanpa mereka duga, ternyata ibu varo mulai sadarkan diri.


"Bundaa?"panggil varo.


Dengan perlahan matanya terbuka. Terlihat seorang lelaki remaja yang begitu tampan,dan juga seorang wanita cantik disampingnya.Apa dirinya masih hidup?.


Tentu saja,setiap hari dirinya selalu bermimpi bertemu dan mendengar suara anak tersayangnya.Ternyata anaknya mempertahankan hidupnya.


"Ha-hallo bundaa"ucap dinda tersenyum ramah.Tentu saja dibalas senyuman oleh bunda varo.Ternyata suara tawa anaknya dan wanita itu yang terdengar di telinganya, sehingga dirinya merasa ingin tau.


Varo dan dinda pun keluar dari ruangan itu dengan wajah berseri-seri.Rasa senangnya mulai berdatangan.Dinda sangat bersyukur, akhirnya yang varo tunggu tunggu,terjadi juga.


"Var,udah malam,gue pulang ya"ucap dinda yang masih dipeluk varo.Kalau saja bisa setiap hari,varo akan melakukannya.


"Tidur disini!"balas varo.


"Engga bisa,kan besok sekolah"balas dinda.


"Besok aja!!lo ga mau ketemu bunda?"


tanya varo,tentu saja membuat dinda bingung.Pastinya membuat varo tersenyum.Soal ini,pasti dia tidak bisa menolak.


"Sudaah,lo disini, semuanya gue yang ngurus!"ucap varo seraya mengecup kening gadisnya.


Uh siksaan apa lagi ini!!batin kedua penjaga ruangan.Bisa bisanya mereka melakukan hal romantis seperti itu di depannya!.


Tak lama kemudian, sang dokter pun keluar,dengan para susternya.


"Sungguh keajaiban dunia,keadaannya bunda kamu sudah normal semua dengan mudahnya,luka nya pun sudah kering,hanya saja tubuhnya masih lemas...,kalian boleh bertemu, tapi jangan terlalu sering di ajak bicara ya" ucap dokter.


"Baik dok"varo dan dinda pun masuk kembali ke dalam ruangan ibunya. Terlihat wajah ibunya yang sudah sedikit fresh,dia sedang menatapnya dengan senyumannya.

__ADS_1


"Bundaaa"panggil varo seraya memeluk ibunya yang sangat ia rindukan.Dinda rasa,varo semakin berbeda,wajahnya sumringah dan penuh semangat, karena ibunya.


Membuatnya teringat kepada keluarganya,terutama mommy.Sudah bertahun-tahun dirinya jauh dari keluarganya.'Mommy,aku rindu..'


"Varooo anakku"balas bunda seraya mengelus rambut anak putra satu satunya.


Pandangannya beralih ke wanita cantik yang ada disamping anaknya.Dari wajahnya dia terlihat tersenyum sedih,


seperti ada yang ia pikirkan.


"Sini sayang,peluk bunda"ucap bunda varo.


Dinda tertegun sejenak.Kemudian dia pun memeluk erat ibunya varo,yang sudah ia panggil bunda.Itupun perintah varo.


"Anggap saja bunda,ibu kamu sayang"


ucapnya.Dia sedikit paham,ada sesuatu yang terjadi pada keluarganya.


"Bolehkan?"tanya dinda.


Dari responnya saja,bunda varo sudah yakin.


"Boleh doong"balas bunda varo.


Betapa senangnya,varo melihatnya.


Tiba tiba ponsel dinda berbunyi,pertanda ada pesan dari seseorang.Dan terlihat ada banyak, panggilan tak terjawab dari teman temannya.


"Dindaaa,lo kemana sii!!di telpon ga diangkat terus!!!...ada berita baik dan buruk!!.Berita baiknya,gue udah nemuin markas baru vedgrafl,tapi berita buruknya,daddy lo hilang entah kemana! katanya rumah ayah lo sudah dijual!!"


Isi pesan dari nita membuatnya meremas ponselnya kuat.Ternyata mereka sudah melancarkan aksinya.Dirinya harus bertindak cepat!.


"Ada apa sayang?"tanya varo,membuat dinda terkejut.Ternyata varo dan bunda sedang menatapnya dengan heran.


"E-engga ada apa apa"balas dinda.Dia ingin pulang sekarang,tapi bingung mau berpamitan gimana.


"Var gue pu-"


Belum sempat dinda menyelesaikan bicaranya,bunda sudah memotongnya tanpa niat.


"Kamu mau kan nginep disini?,bunda ingin lebih banyak mengobrol denganmu" ucap bunda.


Tentu saja membuat dinda semakin bingung,dan tidak tega menolaknya.


"A-ak-"


"Iya bun,dia nginep disini"sahut varo.


"Makasih ya sayang"ucap bunda.

__ADS_1


"Emm,sama sama bun"balas dinda.


__ADS_2