
Malam ini,dinda dan semua temannya sedang menikmati hidangan di acara itu sembari tertawa ria karena obrolan mereka yang ga jelas.Tak lupa dengan seorang anak laki laki yang juga ikut menghiburnya dengan segala tingkah gemesnya.Acara yang besar itu dihadiri seluruh pengusaha besar,dan tentunya kakak dinda juga ada di sana.
"Pecat jadi calon adik ipar aja bang"cibir dito.
"Baku hantam ga si"timpal tino.
"Gelud kuy"lanjut bima.
Mereka terus mengompori deni yang sedang menatap varo dengan menggelengkan kepalanya.Dia heran dengan kelakuannya untuk adiknya.
Sedangkan yang di tatap,hanya tertawa kecil.Dan Dinda yang ada disampingnya,
juga ingin menertawainya.
"Dasar anak mudaaa!"tutur deni seraya menjewer telinganya,lalu duduk di sampingnya sambil menggendong anak perempuannya.Dan yang laki lakinya, digendong oleh istrinya,indah.
"Kak,dinda mau gendong"ucap dinda.
Indah mengangguk.Dia pun memberikan
anaknya ke gendongan adiknya.Dinda dan varo pun bermain dengannya.
"Btw,selamat bro...lo juga"ucap deni.
"Hmm, makasih bang"balas dito terkekeh.
"Kok gue si bang"ucap anya heran.
"Ya selamat aja gitu"balas deni.
"Apasih ga jelas deh abaaang"ucap anya.
"Engga papa,ya ga cantik"ucap deni seraya mencium pipi anaknya yang sedang menjilati tangannya sendiri.
Sungguh menggemaskan.
"Hey boy,cantik kan?"tanya deni kepada fino.
"Cantik om, boleh gigit ga?"balas fino.
"Waduh,jangan dong"balas deni.
"Pipinya kayak bapao soalnya"ucap fino sambil menekan kecil pipi si baby.
"Kaya bapao?haha...ya udah cium aja deh"ucap deni tertawa.
"Engga usah,kan banyak ludahnya tuh"
ucap nita menggodanya,apakah dia akan melakukannya?.
"Engga papa kak,kan dia masih kecil,
pasti wangi...gemes deh"balas fino sambil mencium kedua pipinya dengan gemasnya.
"Tino fifi,anak kalian pinter banget modus si elah"ucap deni seraya mengacak rambut fino.
"Persis ayahnya bang"balas fifi.
"Ga heran si"balas deni tertawa kecil.
"Gimana bim?mau ini ga?"tanya deni.
__ADS_1
Semua temannya harus dia sebut.
Karena sudah lumayan lama,deni tidak berkumpul dengan mereka.Mereka harus kena kejahilannya.
"Itu mah gampang bang"balas bima.
"Gampang apanya?"tanya nita.
"Gampang buatnya"balas bima mengundang tawa dari para temannya.
"Betul banget bim"ucap deni mengacungkan jempolnya.
"ya udahlah abang mau ke sana dulu ya"pamit deni.
"Baby nya bisa di tinggal engga?"tanya fino.
"Engga bisa sayang,...minta buatin tuh sama papa mama kamu ya"balas deni terkekeh kecil,lalu dia melenggang pergi.
"Pa ma mau baby"ucap fino.
Membuat kedua orang tuanya melebarkan matanya.
"Sialan lo bang deeen!"teriak tino.
Hahahaha.
Sedangkan vina,dia masih di sana bersama mereka.Dia tidak mau mengikuti suaminya yang sangat pecicilan itu.Katanya,dia ingin pamer anaknya ke teman temannya.Lihat saja,dia sedang berbincang heboh dengan para temannya di sana.Sangat lucu dan mengherankan.
"Nih kak,aku mau ke kamar mandi dulu"ucap dinda.
"Sama gue aja din,sini"ucap nita.
Dinda pun memberikan si baby kepadanya.
Dinda mengangguk mantap.Dia pun melenggang pergi menuju ke toilet.
"Nih fin,baby nya yang satu juga ada disini"ucap fifi.
"Oh iya,lucunya...tapi laki laki sama kaya fino"bals fino.
"Emang kenapa kalo laki laki sayang?"tanya indah.
"Engga bisa pacaran dong tante"balas fino membuat semuanya tertawa karena ucapannya.
"Finoo"tegur tino menggelengkan kepalanya.
"Canda paa"balas fino tertawa kecil.
Tino pun mengelus rambutnya.
"Hay queen"sapa seorang pria muda kepada dinda yang sedang melangkah menuju tujuannya.
"Oh...,hai pak"balas dinda kepadanya, yang tak lain adalah rekan kerja dulu.
Dia yang dari awal telah memperhatikannya.Ada hal yang dinda tak suka darinya.
"Apa dia pacar baru mu?,atau...maaf selingkuhan mu?"tanyanya.
"Kurang ajar!"umpat dinda.
Dia adalah pria kurang ajar yang beraninya menjelekkan dirinya.Mungkin dia balas dendam,karena dia pernah ditolak olehnya.Bukannya pamet,tapi itulah nyatanya.Dia tidak terima saat mendengar penolakan langsung darinya,
__ADS_1
dengan alasan yang sama.Yaitu sudah mempunyai calon suami.Tentu saja dia sudah tau alan.
Bahkan,saat itu juga dia marah padanya,
menyindirnya dengan ucapannya yang terdengar tak sopan,dan dia menjelekkan alan.Namun,semua itu dinda tak ambil hati.Dinda menganggapnya hanya orang lain yang berusaha masuk ke kehidupannya.Contohnya mencari masalah dengannya.Dia masih meresponnya selayaknya rekan kerjanya.
"Maaf pak,saya permisi dulu"ucap dinda seraya melenggang pergi.
"Eh bentar dong"ucap pria itu menahan pinggangnya.Membuat tangan dinda mengepal seketika.
"Mau bapak apa ya?"tanya dinda menjauh sedikit darinya.Dia akan santai,
agar semua orang tidak terganggu olehnya.
"Saya kira,queen adalah wanita cukup dengan satu pria tapi...em munafik bukan?!"ucap pria itu semakin membuat dinda geram dan ingin memukulnya saat ini juga.Tapi tak mungkin,dia tidak ingin membuat keributan di acara itu.
"Saya pergi dulu pak"ucap dinda tidak mau meladeninya.Lebih baik pergi dari pada mengacaukan acara.
Dengan tergesa-gesa dia masuk ke kamar mandi,karena dia lihat pria itu membuntutinya.Dia menutup dan mengunci pintunya dengan baik.Kenapa dia semakin membahayakan?.Apalagi disana hanya ada dirinya.Dia berharap ada segerombolan wanita datang ke sana.
"Tenang dinda"gumam dinda.
Dia segera menyelesaikan urusannya di sana.Mungkin karena hal tadi membuatnya tidak fokus dan sedikit parno.Dia sedang malas ribut dengannya, apalagi saling baku hantam.Dia berharap pria gila tidak benar benar mengikutinya.
Setelah urusannya selesai,dia pun segera keluar dari sana.Namun saat membuka pintu utamanya,dia terkejut akan keberadaan pria tadi di depan.Dia menunggunya?.Huh,dia benar benar mengganggunya!.
"Hay sayang"ucap pria itu dengan mengedipkan matanya.
"Plis jangan ganggu aku!"ucap dinda.
"Awalnya saya ingin serius denganmu,
tapi setelah kamu menolak saya... sepertinya saya ingin bermain denganmu"ucap pria itu mendekat ke arah dinda.
"Pak,ga usah macam macam ya!"tekan dinda.
"Tidak usah munafik queen,kamu itu sama saja... sama sama wanita murahan!hanya saja pekerjaan mu yang menutupinya"ucap pria itu menusuk.
Plakkkk
Dinda menampar keras pipinya.Mana si yang terima dikatain 'Wanita Murahan'.
Dia semakin kurang ajar padanya.Seakan tidak menghargai dirinya sebagai wanita.
Dia heran,kenapa di dunia ini masih ada lelaki sepertinya.Jahat dan bajingan.
"Ummm,....tanganmu halus,gimana dengan tubuhmu?"ucap pria itu tersenyum miring.Dia semakin mendekat ke arah dinda,hingga dia ada di kungkungannya.Bahkan dia mendekatkan wajahnya padanya.Tentu saja Dinda tak tinggal diam.
"Bangsat!"sarkas dinda seraya menendang perutnya sampai pria itu terpental ke belakang.
Saat itu,dinda bingung.Tak mungkin dia berlari dengan menggunakan gaun seperti ini?.Pasti dirinya tertangkap olehnya,apalagi dia pria.Tak hanya itu,
jarak kamar mandi dengan tempat acara itu cukup jauh.Tidak!,dinda tidak mau menghabiskan tenaga untuk berlari.
Akhirnya dia memutuskan untuk masuk kembali ke dalam,dan mengunci pintunya.
TokTokTok
"Kamu kira kamu bisa lari dariku hah!"
teriak pria itu sambil menggedor-gedor pintunya.
__ADS_1
Dinda semakin panik,dia juga kesal kenapa tidak ada seorang pun yang datang.Apakah tidak ada yang kebelet?.
Dengan cepat,dia mengambil ponselnya dan segera meminta bantuan seseorang.