Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 162


__ADS_3

Sikapnya berubah,bukan berarti kebiasaannya berubah.Kebiasaan buruknya masih tetap setia pada dirinya.


Itu diperlihatkan untuk dirinya sendiri.


Tidak ada yang tau kebiasaan itu kecuali dirinya sendiri.Kepribadian yang dingin dan tegas adalah suatu sifat yang tertutup.


Braaaakkk


Gebrakan meja itu, membuat beberapa karyawan yang ada di sana terjingkat.


Mereka menundukkan kepalanya tak berani menatapnya apalagi membuka suara.Di saat bos nya sedang marah besar seperti ini,mereka hanya berani diam.Siapapun yang melakukan kesalahan sedikit dalam perkataannya,


pasti akan ada korban kemarahannya.


Seperti, pengeluaran karyawan sampai


kerusakan barang barang.


"Apa kalian tak tau seberapa pentingnya


proyek itu!"bentak varo.


"Jawab!!!"tekan varo.


"Ma-af pak ki-"


"Saya tidak butuh maaf dari kalian!" lantang varo seraya melayangkan vas bunga yang ada di mejanya ke dinding.


Praaaaangg


Lagi lagi membuat mereka terjingkat kaget.Takut?tentu saja iya.Hal ini bukanlah yang pertama kalinya.Sudah beberapa kali bos nya marah seperti ini.


Semenjak perusahaan di pimpin kembali olehnya,memang mempercepat kemajuan perusahaan,tapi juga membuat ketegangan para karyawannya.


Suasana hatinya berubah ubah.


"Jadi gini pak,mereka membatalkan proyek ini karena mereka keberatan dengan pendapat kita"jelas salah satu karyawannya dengan penuh ketekadan.


"Itu bukanlah alasan yang masuk akal!"


ucap varo.


Seperti itulah yang mereka takutkan.


Tidak menjawab salah,saat menjawab juga salah.Lebih baik diam daripada serba salah.Yah memang itu bukanlah alasan yang masuk akal.Tidak mungkin dia jujur,bahwa karena bos nya yang sering mengundurkan jadwal meeting tentang proyek itu, membuat mereka


membatalkannya.Sama saja dirinya


membahayakan semua karyawan.


"Maaf pak"


"Itu karena kalian menggunakan kebodohan kalian di tempat yang salah!"


ucap varo dengan perkataannya yang menusuk.


Tidak apa.Mereka sudah biasa dengan kata kata itu yang keluar dari mulut bosnya.Kerja di sana harus mempunyai mental yang kuat.Sekali bos nya berbicara, langsung menusuk hatinya merobohkan mental yang kecil ini.


Ucapannya seakan berumah tangga di pikirannya.Setiap hari terus ada asupan yang membuat keributan di dalamnya.

__ADS_1


"Maaf pak, kami telah melakukan kesalahan,kami akan berusaha lagi untuk


lebih baik"ucapnya.


Ucapan itu juga sudah biasa varo dengarkan.Dia marah marah seperti ini karena dia ingin tidak ada kesalahan lagi di perusahaannya yang bisa membuat kemunduran perusahaan.Dia ingin meningkatkan kualitas karyawan.Dia ga peduli, sikapnya yang pemarah membuat para karyawan kabur darinya.


"Hari ini kalian beruntung,kalian tidak saya pecat!"ucap varo.


Seketika mereka bernapas lega.


"Bereskan ini semua sampai bersih!"


tekan varo seraya mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.Lalu dia melanjutkan kegiatan merokoknya.


"Baik pak"balas mereka.Dengan cepat mereka pun membersihkan kerusakan yang terjadi.Dari kertas yang berserakan dan serpihan vas yang menjadi korban kemarahan bos nya.Sangat menyebalkan bukan?.


"Menikah?"gumam varo.


Hanya kata menikah yang sedang ada di pikirannya.Dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melupakannya dan berteman biasa dengannya.Tapi tetap saja dirinya tidak bisa.Apalagi mendengar dia akan menikah dengan calon suaminya itu.


Semakin membuatnya kelimpungan dan kesal sendiri.Mungkin karena itu juga,


membuatnya marah besar hari ini.


"Jangan harap!!!"ucap varo geram.


Seketika membuat para karyawannya yang hendak keluar setelah selesai membersihkan ruangannya terdiam dan menatapnya heran.


"Mau saya pecat?!"tekan varo.


"Eng-enggak pak"balas mereka melenggang pergi.


"Dinda kamu milikku!tetap milikku!"ucap varo.


"Aku akan mendapatkan mu kembali!"


tekan varo.


Tanpa ia sadari,ada seorang wanita yang berdiri di ambang pintu.Tentu saja kalau bukan dinda.Dia tak percaya dengan apa yang varo ucapkan.Ternyata yang teman temannya katakan itu benar.Tapi yang varo ucapkan itu salah.Dia masih berharap padanya.


"Varoo apaan yang kamu katakan barusan?!"ucap dinda membuat varo terkejut.Dia ada disini?.


"Dinda?"gumam varo.


"Jawab var,kamu ga serius kan?"tanya dinda seraya menghampirinya dan berdiri di hadapannya.


"Huft...jujur aku masih cinta sama kamu din"ucap varo, membuat dinda menggelengkan kepalanya.Dia tidak mau ada cinta di antara dia lagi, yang nantinya hubungan pertemanan ini hancur.


"Kamu mau kan jadi pacar aku lagi?"tanya varo sambil menggenggam tangan dinda.


"Engga var,aku ga bisa"ucap dinda seraya melepaskan genggaman itu.


"Din,aku ga bisa ngelepasin kamu"ucap varo.


"Kamu harus bisa var,aku udah ga mau berhubungan lebih dari teman sama kamu var!,kamu jangan berharap lebih"


ucap dinda.


"Kenapa din,aku janji aku ga akan ngulangin kesalahan aku lagi,plis...

__ADS_1


aku ga rela kamu sama orang lain"ucap varo.


"Engga var,hilangkan rasa cinta kamu sama aku!"ucap dinda.


"Engga dinda,kamu harus sama aku...


atau aku lenyapkan calon suami kamu itu agar kamu mau sama aku?"tanya varo tajam.


Dinda tertegun.Sikapnya sama persis seperti varo yang dulu.Pemaksa dan suka mengancamnya.


"Sikap kamu ini,malahan membuat aku takut sama kamu var,aku ingin jauh sama kamu,dan aku ga ingin kenal sama kamu lagi"ucap dinda.


"Tidakkkkk!!!"bentak varo.


Lagi lagi dinda terkejut dengan perubahan sikapnya itu.Membuatnya ragu kembali untuk dekat dengannya lagi.


Sekedar teman pun dinda enggan.


"Var!,jangan kayak gini makanya,kita kan sepakat untuk tidak ada cinta di antara kita var!"ucap dinda.


"Kalo gitu,aku akan rebut kamu dari dia dengan cara apapun itu!"tekan varo.


"Jangan libatkan dia ke sikap egois mu itu var!"ucap dinda.


"Dia kan,yang buat kamu lupakan aku?


hah!,"tekan varo.


"Dia bukan calo suamiku"ucap dinda membuat varo terkekeh.


"Heh?kamu tidak mengakuinya hanya untuk melindunginya kan?"ucap varo.


"Engga var,aku jujur,itu semua hanya kebohongan aku sama temen temen" balas dinda.


"Bohong!,tinggalin dia kita akan berteman,atau tetep sama dia,tapi aku akan rebut kamu dari dia untuk jadi pacar aku!"ancam varo menatap tajam dinda.


"Kamu bukan varo,teman yang aku kenal var!"ucap dinda tak menyangka.


"Jawab dinda!"bentak varo seraya memegang bahunya kasar.


"Aku lebih memilih sendiri,jauh dari kamu,


dan ga akan kenal pria egois kayak kamu lagi!"tekan dinda tajam.Dia kecewa dengannya.


Walaupun sudah dapat penolakan darinya,tapi dia tetap memaksanya. Takutnya dia bertindak lebih jauh lagi seperti dulu.Dirinya seakan merasa terjebak lagi olehnya.Dirinya harus menjauh darinya!.


"Dindaaa!"tekan varo geram.Dia sudah tak peduli dengan janjinya dulu.Rasa cinta dan sayangnya kepadanya, membuatnya bertindak yang salah.Lagi.


"Apa var!,sikapmu ini semakin membuatku ingin jauh dari kamu!"ucap dinda seraya melenggang pergi.Namun hendak pergi, tangannya ditarik olehnya,


dan dia memeluk pinggangnya.


Plakkkkk


"Kamu keterlaluan tau gak!"


Setelah Dinda pergi,varo memegang pipinya yang terkena tamparan dinda,


lalu tersenyum miring.

__ADS_1


__ADS_2