Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 133


__ADS_3

"Eh anjir, langsung viral ges"celetuk anya yang sedang menatap ponselnya.


"Apanya yang viral?"tanya fifi.


"Pantat lo!...ah maksudnya ini...foto dinda sama alan tadi"balas anya.


Dia menunjukkan layar ponselnya yang memaparkan foto dan video alan sama dinda yang tadi mereka sedang berlatih.


Baru saja beberapa menit,sudah banyak yang menyukainya dan banyak juga komentar untuk mereka dari netizen.


Mereka memuji fotonya yang cantik dan aesthetik,dan juga komentarnya berisi


soal mereka yang serasi, romantis dan masih banyak lagi.


"Eh itu ponsel gue?"tanya alan yang baru saja menyadari ponsel yang anya pegang adalah ponsel miliknya.Astagaaa...apa yang ia lakukan pada ponselnya.Apalagi layarnya tidak ia kunci.


"Hehe iya"balas anya menyengir garing.


"Lo posting foto itu di ig nya?"tanya dinda.


"Iyaaa... abisnya kan sayang,fotonya bagus...juga biar ada moment kalian berdua yang diabadikan"balas anya.


"Marah tuh"cibir nita.


"Engga papa kan?lan?din?"tanya anya dengan puppy eyes nya.


Alan dan dinda hanya memijat pelipisnya.


Bukannya marah,tapi....ah sudahlah mereka memakluminya.Lagian tentang itu bukan masalah bagi mereka.Apa yang dia lakukan,pasti ada hikmahnya.Hah?.


"Btw kalian romantis banget anjir"ucap nita.


"Cocok ga si?!"timpal fifi.


"CBL CBL cocok bangeeeeet lhooooo"


ucap anya, mengundang tawa dari kedua temannya.Sangat receh bukan?.


Alan dan dinda hanya menggelengkan kepalanya.Tiada hari tanpa kejahilan para temannya.


TingTong


Tiba tiba lonceng berbunyi nyaring di gedung itu.Yang artinya sudah jam 12....


waktunya istirahat.Saat itu semua mafioso berhenti,lalu dengan sisa tenaganya, mereka berbaris rapi disana.


Itu sudah kebiasaan mereka lakukan untuk mengakhiri latihan.


Sedangkan dinda,dia pun maju ke depan mereka.Dengan menggunakan microfon,


dia mulai menyampaikan yang biasanya dia sampaikan.Namun,saat ini dia tidak hanya menyampaikan selamat istirahat.


Dia akan membicarakan tentang latihan hari ini.Atau bisa dibilang seleksi ke dua.


"Siapa yang gagal maju ke depan!"ucap dinda.


Tak butuh lama,sekitar 500 orang mafioso pun maju berbaris ke depan.


Sudah pasti kebanyakan mafioso wanita,


dari mantan blackwhite dan garinda.

__ADS_1


Wanita yang boleh masuk adalah umur 17-40, sedangkan mereka kebanyakan wanita yang masih muda.Kenapa tenaga muda kalah dengan tenaga tua?.


Hmm tidak terlalu buruk.Padahal cuma latihan biasa,masih saja yang tidak bisa.


Dinda mengatakan hal itu bukan karena sok sok an jadi pemimpin.Sebelum memulai latihan,dia sudah terlebih dahulu memperagakan plank di hadapan mereka.


Dia berpasangan dengan anya.Karena berat badannya hampir sama dengannya.


Dan saat itu juga mereka dibuat kagum olehnya.Badan memang ideal bak model terkenal yang pastinya anggun, tapi tenaganya lebih dari kata ideal sudah seperti wanita pesilat internasional.


"Kalian tau konsekuensinya setelah gagal melakukan latihan ini?"tanya dinda.


"Siap,tau queen!"balas mereka tegas.


Yah memang tegas, tapi hatinya sudah seperti rasa sakit hati.Mereka sangat kecewa karena gagal melewati latihan itu.Rasanya sudah seperti di putusin oleh pacar.Heh lebay.Bagaimana tidak!, mereka hanya lulusan SD dan SMP, mereka putus sekolah karena biaya.


Dan jaman sekarang,sangat sulit mendapatkan kerja layak dengan pendidikan tersebut.Mau ngapain setelah ini?.


"Seharusnya kalian bersyukur,bisa keluar dari tempat terkutuk ini"ucap dinda membuat mereka tertegun.


"Saya akui disini itu tempat yang tidak baik, membahayakan nyawa kalian,dan sama sekali tidak bermanfaat"ucap dinda.


"Maaf queen saya menyela...tapi menurut kita,kita disini sangat baik, mendapat ilmu bela diri,menjadi jiwa yang pemberani,penuh tantangan yang menyenangkan,bahkan hidup pun terjamin"ucap salah satu anggota inti mewakilkan isi pikiran semuanya.


"Tapi sekali tembak,kalian akan mati"


ucap dinda.


"Itu sudah risiko yang harus diterima, lagian queen sudah memperingati kita dari awal, jadi siapa yang tidak terima, bisa keluar"balasnya.


"Saya setuju queen"sahut temannya.


Bahkan sampai menular kemana mana.


Dinda terkekeh pelan.


"Aku padamu deh"ucap dinda bergurau.


Mengundang tawa kecil dari semuanya.


Apalagi melihat pria itu salah tingkah karena queen,semakin membuat mereka tertawa.Mereka akui mereka mencintai queen nya.Rasa cinta itu tumbuh dari rasa kagum.Bahkan mereka terang terangan mengatakan rasa cintanya kepadanya.Tapi itu hanya candaan bersama.Karena mereka yakin, mustahil mendapatkannya.


Hal itu selalu membuat dinda tertawa.


"Yahh, pendapat kalian memang seperti itu,tapi entah pendapat dari yang lain....


tapi tetap saja!,dengan kebodohan kalian, kalian bisa keluar dari sini,dan selamat dari bahaya"ucap dinda dengan sedikit mengeluarkan kata laknatnya.


"Dan kalian juga menguntungkan kita,kita bisa mengetahui mana yang pantas dan mana yang tidak pantas bergabung di mafia ini"lanjut dinda,lagi lagi mengatakan kata kata yang menusuk.


Terlihat semuanya menunduk seakan takut dinda marah kepada mereka.Dan saat itu juga dinda tau,bukan hanya tenaganya yang lemah,tapi juga mentalnya.Hanya di bilang seperti itu saja,mereka sudah menunduk takut dan pastinya sedih.Lemah!.


"Dan saya juga juga tau,dimana kalian harus berada"lanjut dinda.


Membuat mereka menatapnya.Mereka baru menyadari,kalau mereka tidak mempunyai tempat tinggal.Selama ini mereka hanya hidup luntang lantung tanpa ada tujuan hidup.Kalau saja mereka tidak diangkut kesini,mungkin mereka sudah mati kelaparan.


"Yang laki laki,saya sarankan kalian bekerja menjadi kuli bangunan...karena saya rasatidak ada lagi yang pekerjaan yang menerima kalian tanpa pendidikan tinggi dan juga ijazah bukan?"tanya dinda.


"Iya queen"balas mereka.


"Terserah kalian mau kerja dimana,saya hanya bisa memberikan ini untuk bekal kalian untuk hidup!"ucap dinda seraya melemparkan tas lumayan besar kepada mereka.Tak perlu basa basi,salah satu dari mereka pun mengambilnya.Lumayan berat.

__ADS_1


"Buka saja"perintah dinda.


Dengan pelan mereka membuka tas tersebut.Seketika mata mereka terbelalak kaget.Karena apa?...karena ternyata isi tas tersebut adalah uang.


Uang dengan jumlah sangat besar.


"Itu memang tidak seberapa,tapi saya yakin bisa untuk kalian hidup beberapa bulan"ucap dinda.


"Makasih queen,makasihhh,makasih banget queen"ucap mereka sangat senang.Yang lainnya tidak iri,tapi mereka juga merasa senang.Temannya itu tidak terlalu kesusahan karena kebaikan queen.


"Lama kelamaan uang itu pasti akan habis,kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan pada situasi saat itu?"tanya dinda.


Jawabannya adalah bekerja!.


"Siap, tau queen"


"Jadilah keluarga yang akur,jangan serakah dan saling membantu...kalian harus ingat...kita tetap mengawasi kalian!"peringat dinda.


"Siap queen"


Dengan berat hati mereka harus menerima soal mereka keluar dari mafia blackgrand.Tapi setidaknya mereka bersyukur,mereka tidak bingung kedepannya setelah keluar dari sini.


Queen memang sangat baik.


"Yang wanita...sama saja,terserah kalian mau bekerja apa,tapi asalkan jangan bekerja yang memalukan!,ingat kalian masih cukup muda!"ucap dinda seraya melemparkan tas lebih besar dari yang tadi.Karena mereka lebih banyak dari laki laki.


"Makasih queen"


"Queen,bisakah queen rekomendasikan pekerjaan untuk kita?"tanya salah satu dari mereka yang juga mewakilkan pertanyaan dari para temannya.


Dinda tertawa kecil.Mereka sangat mempercayainya.


"Oh astagaa ....haha,kalian bisa bekerja


jadi ..art rumah tangga mungkin?...nah dengan itu kalian bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya,setelah itu kalian bisa sekolah lagi untuk mencapai cita cita kalian"balas dinda.


"Atau kalian bisa bikin usaha sendiri... seperti membuka toko atau apapun,yang penting kalian akur dan saling mendukung,jangan lupa bersabar,dan jangan gunakan jiwa mafioso kalian"ucap dinda.


"Hehe iya queen,terima kasih queen"


"Atau kalian mau langsung nikah aja,juga ga papa"ucap dinda bergurau. Mengundang tawa dari mereka.


"Sudah?ada yang mau keluar?ada yang mau lanjutin sekolah mungkin?mau capai cita cita kalian? silahkan"tanya dinda.


Tidak ada yang menyahut.


"Siap,tidak queen!"balas mereka.


"Bagus!,kalian bisa keluar...selamat tinggal,selamat menempuh hidup baru kalian....kita memantau kalian"ucap dinda.


Dengan lesu, mereka pun keluar dari gedung itu,markas itu,dan mafia itu.Dan yang lainnya pun memberikan ucapan selamat tinggal bagi mereka.Sedangkan mereka memberi hormat kepada para anggota inti mafia.Mereka berjalan sambil menundukkan sedikit tubuhnya saat dihadapkan teman teman dinda,


terutama sang queen.Mereka pun membalasnya dengan sopan.


"Cieeee alan senyum senyum sendiri nih"


goda nita.


"Kagum yah sama dinda?!"timpal fifi.


"Tanda tanda cinta nih?!"sahut anya.

__ADS_1


"Tidak,apaan si kaliaaan...ada ada aja!"


__ADS_2