
Dengan posisi merangkak di atas tubuh dinda,varo terus memandangi wajah cantiknya yang sedang tertidur pulas.
Sangat menggemaskan.Ada rasa kasihan kepadanya karena dia telah menunggunya lama,dan ada rasa senang dia telah datang ke apartemennya.
Walaupun hanya untuk mengambil tasnya,tapi dirinya sangat berterima kasih padanya.
Ternyata kebiasaannya bukan hanya pelupa pada barangnya,dia juga tukang tertidur saat menunggu sesuatu yang menurutnya membosankan.Heh sangat lucu.Dia sangat mudah tertidur di situasi apapun.Kemudian dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.
Sudut bibirnya terangkat seketika.
Cup
"Maafkan aku,tadi aku benar benar tidak
tau kamu datang"ucap varo setelah mencium pipi dinda tanpa izin.
Mungkin karena terlalu lama di kamar mandi,membuatnya tak menyadari ada dinda dan pastinya tidak mendengar dia memanggilnya.Saat keluar kamar mandi,
dia dikejutkan dengan seorang wanita miliknya sedang tertidur di ranjangnya dengan buku miliknya yang menutupi wajahnya.Ternyata tadinya dia sedang membaca buku diary miliknya.
Merasa tak tahan,dia mencium kedua pipinya berkali kali.
CupCupCupCupCup
Dasar pria cabul!!.
Tentu saja membuat dinda terganggu,dia hanya berganti posisi kepalanya dengan alis yang mengkerut,pertanda dia kesal.
Lalu dia tidur pulas kembali tanpa memedulikan siapa yang mengganggunya tadi.Hal itu membuat varo tertawa kecil.Dia memang putri tidur miliknya.
TesTesTes
Tetesan air di wajahnya membuat dinda
terus terganggu.Akhirnya dengan terpaksa dia pun membuka matanya.
Saat itu juga dia terkejut,karena ada varo di atasnya.Dengan keadaan telanjang dada, handuk masih melingkar di perutnya,dan rambut yang masih basah.
"Varooo?"guman dinda
Matanya tertuju pada tato yang ada di beberapa tempat,terutama perut ABS nya, wajahnya yang penuh dengan butiran butiran air,membuatnya terlihat....errr seksi.Hust!!,Dindaaa bisa bisanya lo berpikir seperti itu!.Sepertinya otaknya sudah tertular oleh otak mesum varo.
Btw,dia ingin memegang dan menekan roti sobek itu.
Ahh,dinda penasaran!.
Entah niat dari mana,tiba tiba dinda memberanikan diri untuk memegang roti sobek itu.Dia sangat penasaran bagaimana teksturnya.Dari atas,dia memegang dadanya.Hanya merasa sentuhan kecil dari tangannya, membuat varo terjingkat kecil.Tiba tiba ada sebuah sensasi datang padanya.
"Ehmmm"
Dengan wajah polosnya,dinda menggerakkan pelan tangannya ke bawah.Dengan telapak tangannya yang halus,dia meraba dan menekan kecil roti sobek itu.Keras dan tidak bagus.Dinda kira itu akan lembut dan kenyal.Tapi ternyata tidak.Rasa penasaran dinda akhirnya terpenuhi.
Baru kali ini ada seorang wanita menganggap roti sobek seorang pria tidak bagus.
"Akhh!"
Tiba tiba dia terkejut saat varo terjatuh di atasnya.Tidak tidak!.Dia langsung menahan dengan sikunya.Wajahnya sangat dekat dengannya.Dia terlihat memejamkan matanya dengan hembusan napasnya yang tidak teratur.
Apakah dia habis joging?,bisa bisanya dia ngos ngosan seperti itu.Haha konyol.
__ADS_1
"Varo kamu kenapa?"tanya dinda.
Seketika dia tertegun saat melihat sebuah benjolan di leher varo yang naik turun.Dia tau itu jakun pria.Tapi dia juga penasaran,ingin untuk memegangnya.
Seumur umur,dia tak pernah memegang jakun pria,abangnya pun tidak.Apa mungkin dirinya tak pernah kepikiran.
Astaga,polos sekali wanita ini.
Namun saat ini dia penasaran.Dengan tanpa memikirkan kesengsaraan varo,dia pun memegang jakun nya.Emm,tentu saja keras.Kebetulan varo terus menelan ludahnya, membuat jakun itu terasa bergerak.Tapi itu sangat menarik.Bahkan membuat wajahnya tersenyum senang.
Hanya seperti itu saja,sangat menyenangkan.
Varo terus memejamkan matanya, merasakan sesuatu yang menjalar di tubuhnya.Lemas dan entahlah itu.
Namanya juga laki.Pasti akan ada napsu akan wanita.Apalagi wanita polosnya ini,
telah memancing jiwa rangsangan yang ada pada dirinya.Dia tersiksa!.
"Wooh!"
Lagi lagi dinda terkejut,tiba tiba varo menjatuhkan tubuhnya di atasnya.Dia menelusupkan wajahnya di lehernya.
Dia memeluknya,dengan dada yang naik turun.Ini sangat aneh.Padahal dari tadi dia hanya diam,tentu saja tidak akan membuatnya ngos ngosan seperti ini.
Membuatnya bingung saja.
"Kamu memang nakal,sayang"bisik varo seraya mengecup lembut lehernya.
Dinda mengkerutkan alisnya.
"Apa aku berbuat kesalahan?"
"Apa?"tanya dinda heran.
"Kamu membuat aku semakin jatuh cinta sama kamu"balas varo semakin mengeratkan pelukannya.Tak.hanya itu,
dia terus mengecup lehernya,dengan gigitan gigitan kecil dinda rasakan.
"Varoo?jangan"tegur dinda.
Membuat varo mengangkat kepalanya,
lalu menatapnya.
"Kenapa?"
Dinda menggeleng pelan.Dia malu.
"Wanitaku memang masih baby"ucap varo seraya mengecup bibirnya.
"Varooo"pekik dinda seraya memukul kecil bahunya.Sepertinya pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.Memalukan.
"Aku mau lagi,boleh?"tanya varo.
Bisa bisanya dia meminta izin.
"Boleh?"tanya varo lagi.
Dinda menggeleng.
__ADS_1
"Tapi aku maksa sayang"ucao varo.
Tanpa butuh waktu lama,dia pun menyatukan bi'birnya dengannya,dan melu'mat'nya lembut.Dinda hanya pasrah dengan memejamkan matanya. Menikmati?.Tentu saja iya,dinda sudah biasa dengan hal ini bersamanya.Ini adalah sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan.
Tanpa dia sadari, tangannya sudah ia kalungkan di lehernya.Dia tak tau pasti apa rasanya saat ini.
"Eunghhh"
Lenguhan itu membuat varo tersenyum di sela sela ciumannya.Dia semakin bersemangat karena itu.Ciumannya turun ke lehernya.Hanya kecupan dan gigitan yang dinda rasakan di sana.Dia juga terkejut dengan apa yang tadi keluar dari mulutnya.
"Varoo, udaaah!"ucap dinda.
Mendengarnya,varo langsung menyudahi aktifitasnya.Lagi lagi dia tersenyum melihat beberapa hasil karyanya di lehernya.Itu sangat indah.Lain kali,dirinya akan memperbanyak lagi.Dih mulai gila!.
"Bangun doong!"ucap dinda.
Varo pun bangkit dari atas dinda.Dia kembali menggosok rambutnya dengan handuknya.
"Maaf yah,tadi aku langsung masuk aja ke sini"ucap dinda.
"Jadi,kamu masih ingat pin apartemen aku?"tanya varo senang.
"Emmm, sedikit"balas dinda lirih.
Varo hanya menanggapinya dengan tertawa kecil.Lalu dia menarik lembut tangannya,menuju ke meja rias.Varo mengambil hair dryer,dan memberikannya ke dinda.Setelah itu,dia p
duduk di kursi,dengan dinda yang ada di depannya.
"Ayok"ucap varo.
"Huft, baiklah"balas dinda hanya menurut.Dia mulai mengeringkan rambut varo.
"Varoo jangan kayak gini dong,kan susah jadinya"ucap dinda,karena varo terus memeluknya.
"Hmm"varo hanya berdehem.
"Varooo"panggil dinda.
"Hmmm"lagi lagi varo hanya berdehem.
"Varoo?wajah kamu kok panas?"ucap dinda yang merasakan wajahnya hangat di dadanya.
"Hmm"
Dinda pun menangkup wajahnya dan menatapnya.Bibirnya sangat pucat saat ini.Dan juga keningnya sangat panas.
Artinya dia demam.Membuat dinda berpikir.Apa karena kesalahannya?.Tadi dia bilang dirinya nakal!.
"Kamu demam varo, sekarang cepat oake baju sana"perintah dinda.
"Aku ga papa"balas varo masih memejamkan matanya.
"Iih cepat deh pake baju"ucap dinda.
"Pakeein"ucap varo ngawur.
"Varoooooo!!!"
"Iya iyaa sayaaang"
__ADS_1