
Pagi ini,dinda sedang menikmati sarapan roti dan susu di depan televisi.Karena hari ini dia libur,membuatnya santai tanpa memikirkan pekerjaan.Kerja memang melelahkan,tapi hasilnya sangat menyenangkan.Lagian sudah dari kecil Dinda sudah bekerja,membuatnya tidak pernah mengeluh tentang pekerjaan.
"Bibiii tolong ambilin apel yah,sekalian dikupas,terus dipotong potong yah"teriak dinda memanggil sang bibi.
Kebanyakan orang,memakan apel langsung dengan kulitnya.Tapi, Dinda tidak nyaman akan hal itu.Lebih baik di kupas,dan tentunya lebih enak,tanpa yang keras karena kulitnya.
"Baik non"balas bibi.
Setelah itu,dinda pun membuka sosial medianya.Disana dia disuguhkan foto keromantisan kedua kakaknya.Yaitu dani sama vina.Mereka sedang menjelajahi wisata dunia,yang tentunya membuatnya iri.Padahal mereka belum nikah,tapi mereka sudah berlagak seperti suami istri.
Komentar.....
Dinda:Jahat!adeknya ga diajak!...
Dani: Kasihan...makanya cari pacar!abang ga tega kamu jadi obat nyamuk disini haha.
Dinda:Abang kurang ajar!!..nanti nangis tau rasa lho!.
Dani:Astaga,kamu berdosa banget dek!!.
Melihat balasan komentar dari abangnya,
membuatnya tertawa geli.Sudah dia duga,tak lama kemudian abangnya menelponnya,lebih tepatnya vidcall.
"Ya queen cantik disini,ada yang bisa saya bantu?"ucap dinda terkekeh kecil.
"Ada, tolong carikan pacar untuk adik saya,kasihan dia"balas dani ikut bergurau.
"Oh maaf,stok pacar sedang habis, tunggu beberapa saat lagi"ucap anya.
"Hahahaha"lelucon mereka membuat mereka tertawa bersama.Sungguh konyol.
"Abang,apa liburannya seru?"tanya dinda.
"Tentu saja dong!,sini nyusul"balas dani.
"Engga deh,btw kak vina kemana?"tanya dinda.
"Dia ada di kamar mandi"balas dani.
"Nikahin kakak abang!"ucap dinda.
"Iya sayang,besok...kita pulang langsung gas deh"balas dani.
"Beneran lho!,nanti pulang pulang udah bawa anak lagi"ucap dinda.
"Engga papa dong,bagus malah...cepet nyusul bang deni kan"balas dani terkekeh kecil.
"Ih ab-"
"Daniiiii!!,aku hamiiiil!!"teriakan itu seketika membuat dinda terkejut.
"Abang?"tanya dinda tak percaya.
"An-anu,bentar ya dinda...abang mau nyamperin dia dulu"ucap dani.
"Tuh kan abang maah!"ucap dinda menyalahkan.
__ADS_1
Dasar pasangan aneh.Mendengar hal itu,dinda tidak terlalu memikirkannya.Dia yakin,pasti ada jalan untuk mereka. Lagian mereka juga tak masalah akan hal itu.Malahan senang mendengarnya.
"Ini non,buahnya"ucap bibi seraya meletakkan sepiring buah di depan mejanya.
"Iya bi, makasih yah"ucap dinda mulai memakannya.
"Iya non sama sama"
Namun,baru saja dia menikmati buahnya sambil memfokuskan ke televisi.Tiba tiba ada seseorang masuk ke rumahnya,dan menarik tangannya.Siapa lagi kalau bukan varo.
"Iih apaan si var tarik tarik!"kesal dinda menghentikan langkahnya yang entah mau membawanya kemana.Sungguh membuatnya terkejut.
"Kamu harus ikut aku!"ucap varo.
"Iya,tapi kemana?"tanya dinda.
"Ke rumah sakit"balas varo.
"Ngapain?jengukin anya?"tanya dinda lagi.
"Bukan!"ucap varo seraya menarik kembali tangannya.Dia sangat terburu-buru saat ini.
"Ish varo,yang jelas dong!"kesal dinda.
Membuat varo menatapnya.Sedangkan yang di tatap,hanya diam gaje.
"Lama deh"ucap varo.Dengan cepat,dia
mengangkatnya seperti karung beras,
Tentu saja membuat dinda meronta ronta.
"Aaa varoo turunkan aku!!"teriak dinda.
"Diamlah!,aku hanya mengajakmu, bukan menculikmu"ucap varo sambil menurunkan dinda,lalu mendorong punggungnya pelan untuk masuk ke mobilnya.
"Tapi kan-"
"Udah sayang,masuk oke,kita ga butuh waktu!"ucap varo membuat dinda semakin bingung.
"Emang ada apa varo?,aku bingung banget sumpah!"ucap dinda.
"Lebih baik kamu diam aja,aku mau ngebut"ucap varo.
Dia menancap gas mobilnya,dan menjalankannya dengan kecepatan di atas rata rata.Sedangkan dinda,hanya diam sambil berpegangan.Jangan lupa dia ahli balap, membuatnya tak takut dengan hal ini.Namun,sepanjang perjalanan dia hanya sibuk dengan pikirannya.Kenapa dia tiba tiba ada di mobil!.
"Kita masuk!"ucap varo seraya mengandeng tangan dinda.
"Kita mau kemana varo?"tanya dinda heran.Tak mungkin dia mengajaknya untuk menjenguk anya,secara rumah sakit itu bukan tempat anya di rawat.
Varo tidak menjawabnya.Dia tetap menarik tangannya masuk ke rumah sakit.Entah dia mau membawanya kemana,dinda hanya diam mengikutinya.
Mereka menaiki lift,yang menuju lantai atas,sepertinya paling atas.Apa ini namanya di culik?!.
"Kakaaaak hiks!!"tiba tiba berli memeluknya sambil menangis.
Membuatnya semakin bingung.Ada apa ini?.Apalagi melihat semua keluarga varo ada di depan ruangan UGD.Tak lupa wajah panik dan khawatir pun menyertainya.
__ADS_1
"Kamu kenapa berli?,kenapa kalian ada disini?"tanya dinda sambil melirik varo yang sama saja,dia terlihat panik dan khawatir sambil melihat pintu UGD.
"Bunda kak!!hiks bunda!"ucap berli.
"Bunda?!!...bunda kenapa?"tanya dinda terkejut.
"Bunda jatuh di kamar mandi kak,hiks"
balas berli.
"Ya ampun,terus...terus sekarang bunda dimana?"tanya dinda panik.
"Bunda ada di dalem kak,dia sedang di tangani sama dokter hiks,tapi aku takit bunda kenapa napa kak!,tadi aja bunda kesakitan di perutnya,apalagi banyak darah mengalir di kakinya...hiks"ucap berli.
Membuat dinda menutup mulutnya shock.Rasa khawatir mulai menghampirinya.Dia merangkul bahu berli, untuk menenangkannya.Sedangkan si adik kecil,dia sedang di gendong ayahnya.Dia tau betapa khawatirnya mereka.Terlihat mereka terus mondar mandir,sangat menantikan keluarnya sang dokter dan mendengar tentang keadaan baik bunda dari mulutnya.
Benar saja,saat itu juga pintu ruangan UGD terbuka.Menampilkan seorang dokter dan para suster nya, mendorong sebuah brankar yang disana tempat bunda tiduran.Dinda juga tak tega melihat wajah pucat bunda yang pastinya dia sedang kesakitan di bagian perut besarnya.
"Semuanya,saya akan segera melakukan operasi terhadapnya, untuk mengangkat bayi nya....saya takut keadaannya semakin lemah"ucap sang dokter.
"Maaas sakiiit"rintih bunda.
"Sayaang,kamu harus kuat yah,demi bayi kita...aku yakin kamu pasti bisa"ucap sang suaminya sambil menggenggam tangan istrinya.
"Dindaa kamu disini sayang"ucap bunda senang melihat keberadaan dinda di sampingnya.
"Iya bunda...bunda harus kuat yah,dinda yakin bunda bisa!"ucap dinda menyemangatinya.
"Bunda pasti bisa!"ucap varo dan berli.
Membuat bunda nya tersenyum.
"Makasih sayang sayangnya bunda"
ucapnya.
"Unda Undaaaa"celoteh zelo.
"Doain bunda ya sayang...awshh"ucap bunda.
Para suster pun membawanya ke ruang operasi.Semuanya pun mengikutinya.
"Biarkan saya menemani istri saya sus"
ucap ayah varo.
"Maaf pak,ga bisa"ucap sang suster seraya menutup rapat pintu ruangan operasi.
Rasa tegang, khawatir,dan tidak sabar,
adalah rasa yang sedang mereka rasakan.Terutama dengan suami bunda.
Dia mencium zelo,dengan mata berkaca-kaca.Sedangkan berli,dia masih menangis lirih di pelukannya.Dan varo,
dia masih setia mondar mandir sambil menggigit jarinya,di depan pintu operasi.
Sungguh menegangkan!.
__ADS_1