
"Ughh"
Lenguhan terdengar dari varo yang mulai membuka matanya.Kepalanya sedikit pusing.Dia pun mendudukkan dirinya,
dia merasa ada yang aneh pagi ini.
Seketika dia terdiam saat melihat dirinya di kaca sebelahnya.
Dia heran,kenapa dirinya memakai setelan jas?dengan kancing kemejanya yang terbuka.Huft,apaan ini,dirinya masih saja tidak mengingat apapun. Pandangannya terus menelusuri setiap sudut kamar yang ia tempati.Hotel?.
Kenapa ada disini?.
Ponsel?.dimana ponselnya?.Dia terus mencari ponselnya yang entah dimana.
Dia masih bingung dengan apa yang terjadi padanya malam ini?.Ke klub?...
tidak.Semenjak gadisnya bersamanya,
dirinya sudah jarang ke klub.
Bentar! gadisnya?.Jam berapa ini?... dirinya harus cepat menjemput gadisnya.
Soal ini,dia akan memikirkan lagi nanti.
Tak perlu lama lagi, dia pun membenarkan pakaiannya dan segera keluar dari kamar ini.
Tapi saat hendak turun dari ranjang,dia terdiam saat melihat jaket di sampingnya.Dari modelnya,sudah pasti ini jaket wanita,apalagi parfumnya juga wanita.Tentu saja membuat varo semakin bingung.Tidak mungkin dirinya bersama wanita kan?.Lagian,dia ingat dengan jelas,sepulang kampus kemarin,
gadisnya sudah tidak bersamanya.
Tidak!!ga mungkin!.
"Ga mungkin!"gumam varo.
Tiba tiba dia menemukan ada yang mengganjal di saku jas nya.Ternyata ada kotak cincin disana.Cincin ini?....
"Dindaa!"ucap varo yang mengingat kalau dirinya akan melamar gadisnya malam ini.
Tapi kenapa dirinya disini?.Ini sangat membingungkan.Sayangnya dirinya tidak mengingat apapun,dan ini lagi ponselnya entah pergi kemana.
"Sial!"ucap varo.
Dia pun keluar dari kamar itu.Dengan buru buru dia masuk ke mobilnya,lalu menjalankannya menuju rumah gadisnya.Dia berharap,hal ini bukanlah kesalahan yang merugikan gadisnya.
"Mana dinda?"tanya varo.
"Lah?bukannya sama kamu?"tanya indah.
Dia dan vina,dan juga teman teman
dinda sedang asik memakan sarapannya. Tak hanya mereka bima dan tino juga ikut bergabung.Yah itulah mereka,kadang setiap pagi mereka berkumpul di rumah dinda hanya ingin sarapan bersama.
"Tadi malam sukses ga var?"tanya bima.
"Calon pengantin nih"ucap tino.
"Tapi kenapa kusut gitu var?"tanya dito.
"Lagian,ngapain lo kesini masih pake baju itu?,ngelindur lo?"timpal fifi.
"Lah terus mana dinda?jangan diumpetin woy!"tanya nita.Astagaaa, konyol sekali pertanyaan mereka.
"Mana dinda anjing!"ucap varo dengan nada sedikit tinggi.Dengan rasa frustasi,
dia pun duduk di antara mereka,sambil menjambak rambutnya.
__ADS_1
Tentu saja membuat semuanya terdiam.
Apa dia serius?.
"Ga lucu lo!"sahut anya.
"Arggghh"kenapa varo merasa ga enak seperti ini.Dia merasa ini adalah masalah besar.
"Varo ceritakan"ucap vina.
"Tadi malam gue gak ketemu dia"ucap varo.
"Apaaaa!!"teriak mereka kompak.Dengan mata melotot dan mulut yang menganga pun menyertainya.
"Wah,ga usah bercanda lo"ucap bima yang masih tak percaya.
"Gue serius bangsat!"sarkas varo yang masih memijat pelipisnya.
Apa?.baik,mereka akan serius.
"Gue udah nyiapin semuanya!tapi gue setelahnya...sial!gue ga ingat!"ucap varo.
"Varo lo yang tenang,nih minum dulu"
ucap indah seraya mengambilkannya air putih.
"Gue bangun,gue udah ada di kamar hotel"ucap varo seraya menyandarkan tubuhnya menatap langit langit rumah.
"Sendiri?"tanya tanya anya.
"Sendiri"balas varo.
"Ada yang aneh ga di sekitar lo?"tanya dito.
"Ada jaket"balas varo.
"Huftt wanita"balas varo dengan rasa kecewanya.Lagi lagi mereka dikejutkan dengan jawaban ini.Pikiran negatif mulai bermunculan di otaknya.
"Owhhh jadi lo yang buat adek gue nangis hah!!"suara bariton itu membuat semuanya terjingkat,menatap pintu rumah.Di sana sudah ada fatr dan fatur yang berdiri dengan mata memerah bertanda emosi.Sepertinya setelah mendengar ucapan varo.
"Nangis?"gumam varo.
"Bajingan lo!"sarkas fatur dengan cepat dia menarik kerah kemeja varo.Tanpa rasa ragu mereka memberikan pukulan di wajahnya.Varo hanya diam saja, menerima risiko dari kesalahannya.
"Eh udah udah,kita bisa selesaikan dengan baik baik!!"ucap indah seraya mencoba memisahkan mereka.
"Lo ga tau betapa berharganya air matanya var!,dengan mudahnya lo menumpahkannya membasahi pipinya!"
ucap fatur.Fatar hanya diam saja,dia setuju dengan apa yang fatur lakukan.
"Arghhh, maksud lo apa?"ucap varo merintih merasakan sakit di sudut bibirnya.
"Sudah bang!!sudah!"ucap bima,dengan kuat dia mendorong fatur agar menjauh dari varo.Kalau tidak,entah apa jadinya wajah tampan varo.
"Shhhh"varo mendudukkan tubuhnya kembali sambil memegang luka di wajahnya.Ini belum seberapa, dibandingkan rasa takut dan khawatirnya kepada gadisnya saat ini.
"Apa yang lo lakuin ke adek gue?!"tanya fatar.
"Dimana dinda?"tanya varo tanpa membalas pertanyaannya.Dia benar benar belum mengerti dengan ini.
"Lo emang cowok pengecut!"sarkas fatar.
Dia segera memukul kembali varo.
"Weh weh sabar bang sabar!"ucap dito menghentikannya.
__ADS_1
"Apa yang lo lakuin ke adek gue anjing!"
ucap fatar emosi.
"Gue ga ngerti apa yang lo omongin bang,
gue ga tau!!!"balas varo frustasi.
"Lo!..lo main sama cewek lain?hah?lo khianati adek gue?..iya!"ucap fatur.
"Ga akan!"balas varo.
"Ga akan?...heh terus apa tadi yang lo omongin!!,hotel?jaket wanita? hah"ucap fatur terkekeh meremehkan.
"Gue ga tau bang!!saat gue mau menghampirinya,tiba tiba,gue pusing sampai ga sadar!!"jelas varo.
"Cincin ini masih di tangan gue!,gue mau menghubungi dinda tapi ponsel gu hilang entah dimana!"lanjut varo.
Semuanya terdiam.Terutama fatar dan fatur,ternyata niatnya sangat baik.Dia akan melamar adiknya.Yang ia herankan,
dari cerita varo sangat aneh.Apa ada orang di balik semua ini?.
"Aneh ga si?"ucap indah.
"Btw saat lo bangun,ga ada yang ilang selain ponsel lo kan?"tanya bima.
"Maksud lo?"tanya tino.
"Baju gitu?"balas bima.
"Engga,baju gue masih utuh,gue bener benar ga tau apa yang gue lakuin disana"
balas varo.
"Kamu mabok?"tanya vina.
"Engga kak"balas varo.
"Dinda nangis? maksud lo apa bang?"
lanjut varo bertanya.
"Kita sempet ketemu dia"balas fatar.
"Maksudnya?"tanya varo.
"Dia nangis memeluk gue,apalagi tengah malam dia masih ada di jalan,dia tidak menjelaskan apapun"balas fatar.
"Tengah malam?"guman varo.Apa dia menunggunya?.Astaga sayang,maafin gue...batin varo.
"Terus terus?"tanya nita.
"Dia pergi entah kemana"lanjut fatur.
"Pergi? kemana bang?"tanya anya.
"Ga tau"balas fatur.
"Maksud lo ga tau?"tanya varo semakin khawatir.
"Dia tidak memberi tahu gue mau kemana dia,dia hanya mau sendiri"balas fatar.
"Bangsat!!"sarkas varo seraya menggebrak meja.
"Var lo sabar dulu,kita bisa cari sama sama"ucap dito.
__ADS_1
"Ini salah gue!!!salah gue!!"racau varo menelungkupkan wajahnya ke lipatan tangannya.Dengan napas terengah-engah,membuat semuanya menatapnya iba.
"Biarkan dia tenang dulu"