Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 50


__ADS_3

Setelah bima,dito,dan tino bersenang-senang dengan para cewe cewe di kolam renang, sekarang mereka fokus berdiskusi dengan varo,tentang apa rencana selanjutnya.Sedangkan dinda dan yang lainnya,mereka sedang berganti pakaian.Berfoto dan ghibah,juga mereka lakukan.


"Gue masih ga nyangka si,ayah lo kayak gitu"tutur bima setelah mendengar cerita dari varo tentang keluarganya.


"Secara kan,ayah lo baik,apalagi keluarga lo terkenal sangat harmonis, seperti tanpa ada masalah di keluarga"ucap tino,


di angguki setuju oleh kedua temannya.


"Kita ke rumah ayah lo aja?gimana?" tanya dito.


"Mau ngapain?ngemis lo?"sahut bima.


Varo masih setia menghisap rokoknya, dengan tubuh yang menyender ke sofa,dan juga wajah yang penuh kesantaian.Memang terlihat santai,tapi pikiran dan hatinya penuh bar bar.


"Kenapa dengan ayah varo bim?"tanya nita dari arah tangga.


Dia,dinda,fifi,dan anya sudah mendengarkan semua obrolan varo dan temannya.Hanya itu saja,belum tau masalahnya.Mereka pun menghampiri,


dan ikut duduk bergabung dengan varo dan yang lainnya,di ruang tamu rumah dinda.


"Engga papa sayang"balas bima seraya merangkul bahu gadisnya yang duduk di sebelahnya.Sedangkan dinda,dia duduk di sebelah varo,dan kedua temannya duduk mengumpul dengan dito dan tino.


"Ibu gue sakit"ucap rangga seraya menyuruh dinda untuk tiduran,dengan paha nya sebagai bantalnya.Dinda pun hanya menurut,sambil mendengarkan apa yang varo ceritakan.


Ketiga temannya pun tertegun.Apa varo akan menceritakan tentangnya,yang dulu ia suruh dirinya untuk tutup mulut?.


"Hah?sakit apa?"tanya fifi.Dia dan kedua temannya tak menyangka,varo mau menceritakan tentangnya kepada mereka.Mereka akan mendengarkan nya dengan baik.Mereka senang, mereka merasa di anggap sahabat olehnya.


Walaupun sikap varo dingin,tapi dia tidak lupa dengan sahabat.


"Ibu gue cerai dengan ayah gue"balas rangga.Dinda menatap varo, terlihatlah wajahnya yang penuh kesedihan.


"Apa ada hubungannya dengan perceraian itu?"tanya anya.


"Ibu gue bunuh diri karena itu"balas varo sambil mengelus rambut gadisnya yang ada di pangkuannya.


"Hahhhh?"pekik nita dan kedua temannya.Mereka sangat terkejut, ternyata setegar tegarnya rangga, penuh kesedihan yang tertutupi.Bima dan kedua temannya hanya mendengarkan tanpa ikut menimbrung.Karena mereka sudah tau semuanya.


"Karena ayah gue selingkuh sampai mempunyai anak...lah yang membuat ibu gue sedih sampai nekad melakukan hal itu"jelas varo,dinda yang merasa ikut sedih,dia memeluk perutnya.


"Terus keadaan ibu lo gimana?"tanya nita.


"Sudah setengah tahun lebih,dia tidak sadarkan diri"balas varo.Ternyata tak beda dengan hidup dinda,tanpa kasih sayang dari orang tua.


"Astaga,kasihan banget,ayah lo jahat banget deh"ucap anya.


"Bikin gue gregetan anjir!"ucap fifi.


"Terus bunda lo dimana?siapa yang jagain?"tanya dinda mendongakkan kepalanya menatap wajah varo.

__ADS_1


Cup


Saking tak tahan melihat betapa menggemaskan gadisnya,dia pun mengecup bibirnya.


"Anjirrr!setan kalian!"pekik para temannya.Varo dan dinda tidak peduli dengan keirian mereka.


"Kan harus lo yang jagain,nanti kita jenguk bunda lo"balas varo,seakan ibunya sudah menjadi ibu dinda.Tentu saja membuat pipi dinda merah merona.


"O iya,gue juga dah lama ga jenguk tante"


sahut bima.


"Bunda nya yang ga mau dijenguk lo!"


cibir tino bergurau.


"Bangsat lo!"


"Btw,nama ayah lo siapa?"tanya nita.


"Ngapain lo tanya gitu?lo ga mau yang ketiga kan?"tanya dito bergurau.


"Dih amit amit!!kan gue tanya aja"balas nita.


"Awas aja!"peringat bima.


"Mana mau dia sama om candra, secara kan cowo nya kayak gini,lebih gagah dan perkasa!"ucap bima dengan gayanya.


Tentu saja membuat dito dan tino tertawa.Tapi tidak dengan dinda dan ketiga temannya, mereka masih terdiam mencoba mencerna nama yang barusan bima katakan.


"Om candra?"gumam mereka.


"Lo tau?"tanya varo kepada dinda.Tentu saja membuatnya bingung.


"Emm-"


"Gue!gue tau gue tau!!"ucap anya dengan mantapnya.


Dia lagi?.Dinda,nita dan fifi hanya merutuki kebodohan temannya yang satu itu.Dia mengisyaratkan dengan kedipan matanya agar mulut lemes anya mingkem.


"Beneran?"tanya dito.Pasalnya,sudah satu tahun lebih,ayah varo tidak menjumpai varo.Varo pun sama.


"Iya dong,candra candra itu adalah ketua dari vedgrafl,tentang keluarganya sih gue ga tau,eh tapi ga tau juga si itu candra ayah varo atau bukan,tapi kayaknya engga deh,dia jahat!tapi penakut!"cerocos anya tanpa menyadari kalau teman temannya memelototinya.


"Anyaaa!aduh...mulut lo mau di lakban?"


ucap fifi.


Anya baru tersadar.Dia menepuk nepuk kepalanya,dia kesal kenapa otaknya sangat pintar seperti ini!!.

__ADS_1


"Vedgrafl?mafia?dari mana lo tau tentang mafia anya?"tanya dito.


"Emm,ma-maksu-"


"Apa gara gara kalian suka cerita mafia, membuat kalian jago beladiri kayak waktu itu?lebih jago dari gue anjir!"ucap bima dengan konyolnya.Dia masih kagum sampai sekarang, setelah melihat cara mereka melawan kartal waktu itu.


Dia tak menyangka,wanita pecicilan sepertinya,jago beladiri.


Dengan wajah tololnya,dia menatap satu persatu teman temannya.Hanya tatapan payah bercampur tajam,yang ia berikan padanya.Membuatnya meringis...dia menyengir garing.


"Darimana lo tau anya?emang yang lo katakan benar?"tanya dito lagi.


Anya semakin bingung mau menjawab apa.


"Namanya bener,tapi ga tau orangnya sama engga,dia tau dari internet"ucap nita.


Varo,dan ketiga temannya,menatap mereka mencari tau kebohongan yang ada di wajahnya.


"I-ya,gue tau dari internet,entah kenapa tiba tiba ada,tapi aslinya benar atau tidak,


kalian tau kan,gue orangnya ngawur" ucap anya, menyakinkan mereka,Tak apa dirinya menjatuhkan harga dirinya sedikit,


yang penting mereka percaya.


"Iya sih,lo emang ngawur!"ucap tino.


Akhirnya,anya bisa bernapas lega.


"Kita harus menyelidikinya segera! kalian cari tau tentang anak dan istrinya sekarang!"ucap varo.


Apa dirinya harus membantunya?.Jujur,


Dinda juga tidak terima dengan apa yang ayahnya varo lakukan.Kejahatan yang ia lakukan harus dibalas!.Kesedihan ibu varo harus diganti dengan kebahagiaan.


Salah satunya adalah, menghancurkan orang yang membuatnya sedih dan sengsara.


"Saran gue,kalian cari tau tentang apa yang anya ucapkan tadi,mungkin saja ada benarnya"saran dinda,dia pun mendudukkan dirinya,dengan varo yang terus merangkul bahunya.


"Iya juga ya?!"ucap tino merasa setuju.


"Nah iya tuh,kita hanya menyarankan,kita hanya ingin membantu varo kok"ucap fifi mewakilkan,nita dan anya pun mengangguk mantap.


"Hmm,baiklah,kita cari tau tentang mafia vedgrafl,itu memang ga masuk akal,tapi kita akan mencarinya"ucap bima yang sedang mengelus tangan nita yang ada di genggamannya.


"Lo mau ketemu bunda?"tanya rangga.


"Boleh?"tanya dinda.


"Boleh dong"

__ADS_1


__ADS_2