Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 71


__ADS_3

Seketika para penonton menyorakinya,


setelah kemenangan yang dinda lakukan.


Sepulang dari markas, kebetulan dia melawati jalan yang biasanya digunakan untuk balapan.Dan malam ini,dia balapan dengan mobilnya.


"Wiih,queen racing kembali ges"ucap seorang pria seraya menepuk bahu dinda.


"Hmm"balas dinda.


"Seperti perjanjian tadi,siapa yang menang,harus relakan mobilnya,nih kunci mobil gue"ucap pria itu dengan menyodorkan kunci mobilnya.


"Gue tau,tapi gue ga bisa nerima barang milik orang,apalagi barang kesayangan kan?"balas dinda.Membuat pria itu tertegun.Tidak hanya cantik,tapi hatinya juga cantik.


"Kok lo tau?"tanya pria itu.


"Apa si yang ga gue tau"kekeh dinda.


"Dih sombong,tapi lo tau ga isi hati gue?"


tanya pria itu.


"Lo suka gue kan?"tanya dinda dengan pede nya.


"Itu lo tau"balas pria itu.


"Tapi maaf,gue milik varo!...hati lo masih aman kan?!"ucap dinda tertawa kecil,sambil menepuk bahunya.Lalu dia masuk kembali ke mobilnya.


Awalnya pria itu serius,tapi mendengar ucapannya dan melihat keakrabannya dengannya, membuatnya menganggap itu hanya candaan.


"Aduuuh,hati gue sakit queen,astaga lo tega banget sumpah!"teriak pria itu dengan tawa bergurau.


"Hustt,kasih obat dulu"balas dinda dari dalam mobilnya.


"Gimana?"tanyanya.


"Cari cewek lain"balas dinda terkekeh,


membuat pria itu tertawa kecil.Lalu dia menutup atap mobilnya,dan menjalankannya menuju rumahnya.


Betapa lucunya dia.


Dinda terus menjalankan mobilnya menuju rumahnya.Bukannya kemalaman,


tapi dia pulangnya benar benar sudah malam.Dia heran,dari tadi pulang kuliah,


varo tidak mengabarinya.Tuh,se kesal kesalnya dia kepadanya,pasti tetap mencarinya.


"Paaak bukain pintu gerbang"ucap dinda kepada pak satpam yang menjaga rumahnya.


"Eh baik non"balasnya,dia pun membukakan pintu untuk majikannya.

__ADS_1


"Pak tolong masukan mobil ke garasi yah"ucap dinda menggunakan mode manja nya.


"Siap non"balasnya dengan penuh kesiapan.


"Pak,jangan lupa istirahat,jangan kemalaman juga"peringat dinda sambil mengamati mobil yang terparkir di garasi paling belakang.Apa itu mobil miliknya?.


Majikannya baik hati sekali.Inilah yang membuatnya selalu betah bekerja disini.


"Baik non "balasnya.


Setelah itu dinda pun masuk ke dalam rumahnya yang sudah sepi.Sepertinya kedua kakaknya sudah tidur.


"Eh,non baru pulang"ucap sang pembantu di rumahnya.


"Iya bi,kok bibi belum tidur,kan udah malam"balas dinda.


"Belum non,tunggu non dinda,non udah makan? vitaminnya udah diminum kan?"


tanya sang bibi memastikan.


"Udah bi,tadi udah makan sama bang fatar bang fatur"balas dinda.


"Ya udah bi,aku ke kamar dulu ya,habis ini bibi tidur aja,udah malem"lanjut dinda.


"Baik non"balasnya.


Dinda melangkah naik lift,menuju kamarnya.Jujur,dia sedang ada pikiran yang sangat membuatnya bingung.Ada seseorang yang mengirimkan pesan untuknya.Entah siapa itu,tapi dia yakin orang itu ada niat ga baik kepadanya.


Yah, seperti itulah isi pesannya.Tapi, dinda apa berusaha melupakannya.


Menurutnya,pesan itu ga penting dan apa maksudnya?.Ga jelas!.


Saat di kamarnya,dia segera masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih dan berganti pakaian.Tak butuh waktu lama,


dia pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar kembali.Lalu dia mematikan lampunya,kemuduan dia duduk bersandar di ranjang,dan mengambil laptopnya.Ada hal yang harus ia cek dari perusahaan.


"Sayaaang lo darimana aja si"tiba tiba ada seseorang yang memeluk perutnya dari samping.Tentu saja membuatnya terkejut.Ternyata varo lah,yang memeluknya dengan posisi tidur dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya,yang telanjang dada.Sejak kapan dia disini?.


"Varoo lo buat gue kaget tau gak"ucap dinda.Sungguh,dari awal masuk,dia tidak menyadari ada varo di kamarnya.Bahkan pak satpam di depan dan bibi nya,tidak memberi tahunya.Ternyata mobil itu adalah mobil varo.


"Kenapa gue kesini,lo nya ga ada!darimana?"tanya varo,seraya mengeratkan pelukan tangannya ke pinggangnya,dan kakinya memeluk kaki gadisnya.Dia menduselkan wajahnya ke perutnya,seakan menyingkirkan laptopnya dari paha nya.


"Tadi habis dari kafe,gue mampir dulu ke restoran gue"balasnya beralasan pergi ke restoran miliknya.Tak mungkin dia menjawab dengan jujur,bisa bisa dia marah kepadanya.Dan hal itu terulang kembali.


"Hmm"varo hanya berdehem.


Sedangkan dinda,dia merasa lega.Dia pun melanjutkan mengotak atik laptopnya,dengan meletakkan laptopnya ke punggung varo.Dia heran,tumben sekali varo tidak menginterogasi dirinya,


karena dirinya pulang malam.Biasanya dia selalu bertanya dengan sangat detail,


hingga marah marah ga jelas kepadanya.

__ADS_1


Sedangkan varo,dia memeluknya dengan wajah tersenyumnya.Malam ini dia sangat senang, apalagi setelah melihat


pengakuan gadisnya kalau dia miliknya.


Ya,dia tau kalau gadis nakalnya pergi balapan tanpa memberi tahunya.Awalnya dia sangat marah kepadanya,apalagi dia bersama pria lain.


Namun,setelah mendengar percakapannya bersama pria itu. Membuat hatinya adem kembali.Tentu saja temannya yang merekam semuanya.Dia sangat bahagia dan semakin sayang kepada gadisnya. Walaupun dia sering membuatnya emosi,


tanpa dia sadari.


"Sayang,tidur.."ucap varo.


"Bentar var"balas dinda tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.Memang dia tidak pernah ke kantor,tapi dia juga ikut bekerja.Dia tidak tega memberikan seluruh tanggung jawabnya kepada kedua kakaknya.


"Sayaang,udah malam..tidur!"ucap varo kembali,dia melepaskan pelukannya dan menunggu dinda menuruti perintahnya.


Setidaknya dia menutup laptopnya dan tidur memeluknya.


"Bentar,ini sedikit lagi"ucap dinda masih belum bisa jauh dari laptopnya.


"Lo mau begadang sampai pagi?hah?


begadang jangan sama laptop, mending sama gue"ucap varo dengan mengedipkan sebelah matanya.Tidak!


dinda tidak mau itu.Tapi...dia menatap varo dan laptopnya secara bergantian.


"Gimana?"tanya varo sambil mengelus kakinya dari bawah sampai ke pahanya yang terbuka,dengan sensualnya.Tentu saja membuat dinda panik.


"Hufttt,baiklah!"ucap dinda pasrah.Dia pun menutup laptopnya dan meletakkannya ke meja sampingnya.


Kadang,sangat seru bersamanya, bahkan dia pernah merasa sangat membutuhkannya,tapi juga dia menyebalkan.


Varo tersenyum melihat wajah cemberut gadisnya.Uh menggemaskan.Dia menggigit pipinya yang menggembung.


Apapun yang ia lakukan,hanya untuk kebaikan gadisnya.Walaupun sering membuatnya kesal,tapi varo tak peduli.


Yang penting, gadisnya menurutinya.


"Ish varoo, kebiasaan deh!"ucap dinda,dia memeluk varo dengan menenggelamkan wajahnya ke lehernya.


"Cium dulu dong!"ucap varo.


"Engga!gue udah ngantuk"balas dinda apa adanya.


"Kalo gini ngantuk?"tanya varo seraya mengelus punggungnya di balik kaos hitam yang ia pakai.


"Varooo,plis deh!"ucap dinda mendongakkan kepalanya menatap kesal varo.


Cup


Varo mengecup bibirnya,yang sangat ia nantikan.Setalah itu,dia memeluk erat gadisnya."Good night baby"ucapnya.

__ADS_1


"Good night to"


__ADS_2